2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan menjelaskan bagaimana
pengaruh kualitas pelayanan dan harga memengaruhi keputusan pembelian
konsumen pada produk ikan hias di PT Qian Hu Joe Aquatic Indonesia. Untuk
mengumpulkan sampel, penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dan
teknik pengambilan sampel non probability sampling dan purposive sampling.
Sampel pada penelitian ini sebanyak 45 responden pelanggan lokal di PT Qian Hu
Joe Aquatic Indonesia. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala likert 15,
teknik analisis data yang digunakan adalah uji regresi linier berganda dengan
pengolahan data menggunakan SPSS version 22 for windows. Hasil pada
penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial Kualitas Pelayanan berpengaruh
positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian kemudian Harga
berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian. Secara
simultan Kualitas Pelayanan dan Harga berpengaruh positif dan signifikan sebesar
83,6%, terhadap Keputusan Pembelian. Kualitas pelayanan memiliki pengaruh
yang paling dominan terhadap keputusan pembelian. Oleh karena itu, PT Qian Hu
Joe Aquatic Indonesia diharapkan dapat menggunakan temuan ini untuk
meningkatkan Pelayanan mereka dan strategi penetapan harga untuk mendorong
terjadinya keputusan pembelian konsumen.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Media Sosial dan Citra Merek terhadap Keputusan Pengguna Jasa pada Hotel Onih Bogor. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 91 responden pelanggan Hotel Onih Bogor yang dipilih berdasarkan metode Purposive Sampling. Data dalam penelitian ini menggunakan data primer berupa kuesioner yang disebarkan kepada responden yang pernah menggunakan jasa atau menginap di Hotel Onih Bogor, serta data sekunder berupa buku, jurnal ilmiah, dan sumber lain yang relevan dengan penelitian. Metode analisis yang digunakan adalah Statistik Deskriptif, Uji Instrumen, Uji Asumsi Klasik, Analisis Regresi Linier Berganda, Uji t, Uji F, dan Koefisien Determinasi. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan program perangkat lunak Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Media Sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pengguna Jasa, yang menunjukkan bahwa semakin baik Media Sosial Hotel Onih Bogor maka semakin tinggi Keputusan Pengguna Jasa. Citra Merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pengguna Jasa, yang menunjukkan bahwa semakin baik Citra Merek Hotel Onih Bogor maka semakin tinggi Keputusan Pengguna Jasa. Secara simultan, Media Sosial dan Citra Merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pengguna Jasa pada Hotel Onih Bogor. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,774 menunjukkan bahwa Media Sosial dan Citra Merek mampu menjelaskan 77,4% variasi Keputusan Pengguna Jasa, sedangkan sisanya sebesar 22,6% dijelaskan oleh faktor lain di luar penelitian.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecepatan distribusi dan keakuratan pengiriman terhadap kepuasan mitra ritel pada PT Trisindo Asri Karya Bogor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jumlah responden sebanyak 32 mitra ritel. Data diperoleh menggunakan kuesioner berbentuk skala Likert, kemudian dianalisis dengan metode regresi linear berganda, uji t, uji F, serta koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial kecepatan distribusi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan mitra ritel. Selanjutnya, keakuratan pengiriman tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan mitra ritel. Secara simultan, kecepatan distribusi dan keakuratan pengiriman berpengaruh signifikan terhadap kepuasan mitra ritel sebesar 43,4%. Kecepatan distribusi memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap kepuasan mitra ritel dibandingkan keakuratan pengiriman, meskipun keakuratan pengiriman tetap penting untuk menjaga kualitas layanan distribusi.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga perlu memperhatikan keamanan dan kehalalan makanan. Jaminan halal menjadi aspek penting dalam penyelenggaraan makanan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mulai dari pemilihan bahan, penyimpanan, pengolahan, hingga pendistribusian makanan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui pelaksanaan jaminan halal dalam Program MBG pada SPPG di Kecamatan Sukawangi, mengidentifikasi kendala, mengetahui pemahaman pelaksana terhadap prosedur halal, serta menggambarkan pengawasan terhadap pelaksanaan jaminan halal. Metode: Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan lapangan dan model induktif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan terdiri dari kepala SPPG, pengawas gizi, bagian akuntansi, serta tim logistik dan dapur. Hasil: Pelaksanaan jaminan halal telah berjalan cukup baik dan terintegrasi dalam penyelenggaraan makanan. Penerapannya meliputi pemeriksaan bahan, pengecekan label atau sertifikat halal, pemeriksaan pemasok, penyimpanan, kebersihan dan sanitasi, pengolahan, penyajian, serta distribusi makanan. Pemahaman pelaksana tergolong cukup baik melalui arahan, sosialisasi, pelatihan, briefing, dan penerapan SOP. Kendala yang ditemukan meliputi proses penerbitan sertifikat halal, keterbatasan pemasok yang memenuhi persyaratan halal, dan keterbatasan ruang penyimpanan. Pengawasan dilakukan melalui monitoring harian, pemeriksaan bahan, pemantauan proses produksi, evaluasi SOP, dan audit eksternal. Kesimpulan: Pelaksanaan jaminan halal pada SPPG Kecamatan Sukawangi telah berjalan cukup baik dan terintegrasi, namun masih diperlukan penguatan edukasi, pendampingan sertifikasi, pengawasan, serta kerja sama dengan pemasok untuk meningkatkan penerapan jaminan halal secara berkelanjutan. Upaya tersebut penting untuk memastikan setiap tahapan penyelenggaraan makanan tetap sesuai ketentuan halal dan mendukung kepercayaan penerima manfaat terhadap kualitas makanan yang diberikan oleh SPPG secara konsisten.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Penggunaan media sosial yang semakin meningkat dan pola konsumsi yang kurang sesuai dapat menjadi bagian dari gaya hidup mahasiswa dan berpotensi berkaitan dengan status gizi. Mahasiswa memiliki berbagai aktivitas akademik dan sosial yang dapat memengaruhi kebiasaan penggunaan media sosial serta pola makan sehari-hari. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan intensitas penggunaan media sosial dan kualitas diet dengan status gizi pada mahasiswa Program Studi Sarjana Gizi Universitas Medika Suherman. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian terdiri dari 33 mahasiswa dan seluruh populasi dijadikan responden menggunakan teknik total sampling. Intensitas penggunaan media sosial diukur menggunakan Social Networking Time Use Scale (SONTUS), kualitas diet diperoleh melalui Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) dan dinilai menggunakan Diet Quality Index-International (DQI-I), sedangkan status gizi ditentukan berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher Exact dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil: Sebanyak 18 mahasiswa (54,5%) memiliki intensitas penggunaan media sosial kategori rendah dan 15 mahasiswa (45,5%) kategori tinggi. Sebanyak 27 mahasiswa (81,8%) memiliki kualitas diet rendah dan 6 mahasiswa (18,2%) memiliki kualitas diet tinggi. Berdasarkan status gizi, 21 mahasiswa (63,6%) tergolong kurus, 5 mahasiswa (15,2%) normal, dan 7 mahasiswa (21,2%) gemuk. Hasil uji Fisher Exact menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas penggunaan media sosial dengan status gizi (p = 0,540) dan antara kualitas diet dengan status gizi (p = 0,556).Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas penggunaan media sosial maupun kualitas diet dengan status gizi pada mahasiswa Program Studi Sarjana Gizi Universitas Medika Suherman. Status gizi kemungkinan dipengaruhi oleh berbagai faktor lain, seperti aktivitas fisik, pola makan, pola tidur, lingkungan, dan faktor gaya hidup lainnya.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Anestesi spinal merupakan salah satu teknik anestesi regional yang sering digunakan dalam tindakan pembedahan. Komplikasi yang dapat terjadi setelah anestesi spinal adalah mual dan muntah. Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh ketinggin level blok spinal yang menyebabkan vasodilatasi pembuluh darah sehingga memicu pusat muntah.
Tujuan: Untuk mengetahui korelasi antara ketinggian level blok spinal dengan frekuensi mual muntah pasca anestesi spinal.
Metode: Penelitian kuantitatif analitik observasional dengan pendektan cross-sectional pada 44 responden. Variabel independen yaitu ketinggian level blok spinal sedangkan variabel dependen adalah frekuensi mual muntah pasca anestesi spinal. Data dikumpulkan melalui lembar observasi mengenai ketinggian blok spinal dan kejadian mual muntah. Analisis data dilakukan menggunakan univariat dan bivariat.
Hasil: Menunjukkan adanya korelasi antara ketinggian blok spinal dengan frekuensi mual muntah pada pasien pasca anestesi spinal. Dari 44 responden 7 orang dengan ketinggian blok rendah (15.9%) dan 37 orang dengan ketinggian sedang (84.1%). Lalu sebanyak 15 orang mengalami muntah (34.1%), 10 orang mual (22.7%), 19 orang mual muntah ≥2 kali (43.2%). Diperoleh bahwa nilai koefisien korelasi sebesar 0,402 dengan nilai signifikansi 0,007 (p<0,05).
Kesimpulan: Terdapat korelasi yang signifikan antara ketinggian level blok spinal dengan frekuensi mual muntah pasca anestesi spinal pada pasien pasca anestesi spinal.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Manajemen jalan napas merupakan aspek krusial dalam praktik anestesi, terutama pada tindakan intubasi endotrakeal saat general anesthesia. Kegagalan intubasi dapat menyebabkan komplikasi serius seperti hipoksia, aspirasi, hingga henti jantung. Oleh karena itu, diperlukan metode prediksi yang akurat untuk mengidentifikasi kemungkinan kesulitan intubasi sebelum tindakan dilakukan. Salah satu metode yang digunakan adalah Lemon Score, yang terdiri dari lima komponen penilaian yaitu Look, Evaluate (3-3-2), Mallampati, Obstruction, dan Neck mobility.
Tujuan: untuk mengetahui hubungan prediksi Lemon Score dengan keberhasilan intubasi pada pasien anestesi di RSUD Kabupaten Bekasi
Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 47 responden yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan melalui lembar observasi Lemon Score dan penilaian keberhasilan intubasi berdasarkan waktu tindakan dan jumlah percobaan intubasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik yang sesuai. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki prediksi intubasi mudah berdasarkan Lemon Score, dan mayoritas tindakan intubasi berhasil dalam satu kali percobaan dengan durasi kurang dari 60 detik. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara prediksi Lemon Score dengan keberhasilan intubasi.
Kesimpulan: Lemon Score dapat digunakan sebagai alat prediksi yang efektif dalam menilai kemungkinan keberhasilan intubasi pada pasien anestesi. Penggunaan Lemon Score dalam penilaian pra-anestesi diharapkan dapat meningkatkan keselamatan pasien serta meminimalkan risiko komplikasi selama tindakan anestesi.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya kecemasan pasien pra anestesi yang dapat memengaruhi stabilitas fisiologis dan kesiapan mental sebelum tindakan operasi. Edukasi berbasis self-efficacy dipandang sebagai intervensi non-farmakologis yang mampu memperkuat keyakinan diri pasien dalam menghadapi prosedur anestesi.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi berbasis self-efficacy terhadap kesiapan mental dan tingkat kecemasan pasien pra anestesi di RSUD Kabupaten Bekasi.
Metode: Penelitian menggunakan desain quasi-eksperimental dengan pendekatan one group pretest–posttest pada 64 responden yang dipilih secara purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah Praoperative Self-Efficacy Scale (PSES) untuk mengukur kesiapan mental dan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) untuk mengukur kecemasan, dengan analisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kesiapan mental (Z = -6,971; p < 0,05) dan penurunan signifikan pada tingkat kecemasan (Z = -5,308; p < 0,05) setelah diberikan edukasi.
Kesimpulan: Disimpulkan bahwa edukasi berbasis self-efficacy efektif dalam meningkatkan kesiapan mental dan menurunkan kecemasan pasien sebelum tindakan anestesi.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar belakang: Nyeri pasca operasi sectio caesarea merupakan respons fisiologis akibat kerusakan jaringan yang dapat mengaktivasi sistem saraf simpatis sehingga memengaruhi stabilitas hemodinamik, seperti peningkatan tekanan darah dan frekuensi nadi. Pengendalian nyeri yang tidak optimal berpotensi menyebabkan ketidakstabilan kondisi pasien pada periode pasca anestesi spinal.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat nyeri pasca anestesi terhadap stabilitas hemodinamik pada pasien sectio caesarea dengan teknik anestesi spinal di RSUD Bayu Asih Purwakarta.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain Cross-Sectional. Sampel penelitian berjumlah 35 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Tingkat nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS), sedangkan stabilitas hemodinamik dinilai berdasarkan tekanan darah dan frekuensi nadi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman dengan tingkat signifikansi 0,05.
Hasil: Sebagian besar responden mengalami nyeri sedang (80%). Hasil uji korelasi menunjukkan hubungan positif dan signifikan antara tingkat nyeri dengan tekanan darah (r = 0,612; p = 0,000) dengan kekuatan hubungan kuat, serta hubungan positif signifikan antara tingkat nyeri dengan frekuensi nadi (r = 0,492; p = 0,003) dengan kekuatan hubungan sedang.
Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara tingkat nyeri pasca anestesi terhadap stabilitas hemodinamik pada pasien sectio caesarea dengan anestesi spinal. Manajemen nyeri yang adekuat diperlukan untuk menjaga kestabilan hemodinamik pasien pasca anestesi.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Kecemasan praoperasi merupakan respons psikologis yang sering dialami pasien sebelum tindakan pembedahan dan dapat memengaruhi kondisi fisiologis maupun keberhasilan prosedur anestesi. Tingkat kecemasan dipengaruhi berbagai faktor, termasuk karakteristik individu dan faktor situasional. Penilaian kecemasan secara objektif dapat dilakukan menggunakan Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale (APAIS) yang banyak digunakan dalam penelitian klinis. Tujuan : Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan pasien pra anestesi teknik anestesi umum di RSUD Bayu Asih Purwakarta.
Metode : Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 50 responden yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Variabel independen meliputi usia, jenis kelamin, riwayat operasi, dan pemberian informasi praoperasi, sedangkan variabel dependen adalah tingkat kecemasan berdasarkan skor APAIS. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman.
Hasil : Mayoritas responden berusia dewasa, berjenis kelamin laki-laki, tidak memiliki riwayat operasi, dan tidak mendapatkan edukasi praoperasi. Sebagian besar responden mengalami kecemasan sedang. Analisis menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara usia dan tingkat kecemasan (p = 0,003) serta antara jenis kelamin dan tingkat kecemasan (p = 0,003). Sementara itu, riwayat operasi (p = 0,554) dan informasi pra operasi (p = 0,147) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan tingkat kecemasan.
Kesimpulan : Faktor usia dan jenis kelamin berhubungan secara signifikan dengan tingkat kecemasan pasien pra anestesi, sedangkan riwayat operasi dan informasi pra operasi tidak berhubungan secara statistik. Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya mempertimbangkan karakteristik individu pasien dalam penilaian pra anestesi guna mengidentifikasi risiko kecemasan dan meningkatkan kualitas pelayanan perioperatif.
2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Kesulitan intubasi merupakan tantangan utama anestesi yang meningkatkan risiko morbiditas. Penelitian ini bertujuan menganalisis korelasi rasio lingkar leher (NC/TMD), jarak thyromental (TMD), dan Indeks Massa Tubuh (IMT) terhadap derajat kesulitan intubasi (skala Cormack-Lehane) di RSUD Kabupaten Bekasi.
Metode: Studi analitik observasional cross-sectional dilakukan pada pasien dewasa yang menjalani anestesi umum elektif periode 1–31 Desember 2025. Data antropometri dikumpulkan dan dianalisis menggunakan uji bivariat, regresi logistik, serta evaluasi kurva ROC/AUC untuk mengukur akurasi prediktor.
Hasil: Terdapat korelasi signifikan (P < 0,05) antara rasio NC/TMD, TMD, dan IMT dengan tingkat kesulitan intubasi. Rasio NC/TMD menunjukkan akurasi tertinggi (AUC 0,912) dibandingkan IMT (0,818) dan TMD (0,817). Temuan ini menegaskan bahwa rasio NC/TMD adalah alat skrining non-invasif yang paling komprehensif dalam memprediksi penyulit jalan napas.
Kesimpulan: Rasio lingkar leher merupakan prediktor paling akurat untuk menilai risiko kesulitan intubasi pada pasien dewasa. Hasil ini diharapkan dapat memperkuat penilaian praoperatif penata anestesi dan menjadi dasar pengembangan pedoman manajemen jalan napas di Indonesia.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Pengukuran antropometri balita yang tidak akurat oleh rangkaian posisi merupakan masalah signifikan yang dapat menghambat deteksi dini stunting dan masalah gizi lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan lama kerja dan pengetahuan dengan keterampilan pada pengukuran antropometri balita di Cikarang Selatan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan desain yang digunakan adalah cross-sectional. Penelitian ini berfokus pada 41 kader yang memenuhi kriteria inklusi di wilayah kerja Kecamatan Cikarang Selatan, khususnya di Desa Pasirsari, Kabupaten Bekasi. Analisis uji yang digunakan adalah uji Chi square. Hasil: Berdasarkan hasil perhitungan pada variabel lama kerja dengan keterampilan pengukuran tinggi badan ditemukan hubungan yang signifikan (p-value = 0,000) dengan (OR = 0,417) dan variabel lama kerja dengan keterampilan pengukuran berat badan (p-value = 0,003) dengan (OR = 0,095). Pengetahuan kader juga berhubungan secara signifikan dengan keterampilan pengukuran tinggi badan (p-value = 0,000) dengan (OR = 45,500). Lalu hubungan antara pengetahuan dengan keterampilan pengukuran berat badan tidak signifikan secara statistik (p-value = 0,120) dengan (OR = 2,963). Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa lama kerja secara signifikan berhubungan dengan keterampilan antropometri dan pengetahuan kader dengan keterampilan pengukuran tinggi badan secara signifikan berhubungan. Sedangkan pengetahuan dengan keterampilan pengukuran berat badan tidak ada hubungan secara signifikan. Kader yang lebih berpengalaman dan berpengetahuan lebih terampil dalam pengukuran antropometri.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Asam urat (Gout Arthritis) merupakan penyakit kelainan metabolisme dimana terjadi produksi asam urat berlebihan atau penumpukan asam urat dalam tubuh secara berlebihan, yang dihasilkan dari sisa penghancuran purin, dimana sumber utama purin dalam tubuh berasal dari makanan yang dihasilkan dari pemecahan nukleoprotein makanan. Jenis penelitian yang akan digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan jenis pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Penelitian kuantitatif adalah penelitian terstruktur yang berkaitan dengan fenomena serta hubungan dalam penelitian ini adalah seluruh warga desa karang asih.jumlah populasi sebanyak 58 orang yang menderita Gout Arthritis di warga desa karang asih. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan faktor pola makan (p=0.003 < 0,05 ) adanya hubungan antara pola makan dengan gout arthritis, faktor minum alcohol ( p= 0,089 > 0,05 ) artinya tidak ada hubungan antara minum alcohol dengan gout arthritis,faktor obesitas ( p = 0,028 < 0,05 ) adanya hubungan faktor obesitas dengan gout arthritis, faktor hipertensi ( p = 0,001 < 0,05 ) adanya hubungan faktor hipertensi dengan gout arthritis. t. Maka dapat disimpulkan faktor - faktor yang mempengaruhi terjadinya gout arthritis adalah pola makan,obesitas dan hipertensi.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Hasil uji laboratorium yang telah dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)
pada tahun 2024 menunjukkan bahwa dari 9.262 sampel yang diuji dari 3.749 pedagang makanan
dan minuman di 1.057 titik pengawasan menunjukkan bahwa 102 sampel, atau 1,1% dari total
sampel, mengandung bahan tambahan pangan berbahaya seperti borkas (0,28%), formalin (0,53%),
rhodamin B (0,30%), dan methanyl yellow (0,01%). Formalin merupakan zat berbahaya bagi tubuh
manusia. Dampak dari pemaparan ini formalin terakumulasi pada lapisan lendir saluran pernapasan
dan saluran pencernaan. Rhodamin B adalah pewarna sintetis dari kelompok pewarna xanthenes
yang digunakan dalam industri tekstil dan kertas. Zat warna rhodamin B dilarang digunakan sebagai
bahan tambahan pada makanan karena efek berbahaya yang ditimbulkannya. Penelitian ini
bertujuan untuk mengidentifikasi ada tidaknya kandungan formalin dan rhodamin B yang beredar
di kantin sekolah Kabupaten Bekasi. Desain penelitian ini yaitu ekperimental. Untuk mengetahui
persentase kandungan formalin dan rhodamin B, pengolahan data yang dilakukan yaitu analisis
deskriptif dan univariat. Sampel dalam penelitian dengan teknik pengambilan sampel adalah total
sampling. Hasil penelitian yang dilakukan menggunakan test kit formalin dan rhodamin B terhadap
kandungan formalin dan rhodamin B menujukkan bahwa diperoleh sebanyak 7 sampel makanan
yang mengandung zat formalin dan diperoleh sebanyak 5 sampel makanan yang mengandung zat
rhodamin B.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan