Profil penulis
Asih
20 karya publik ditemukan.
Analisis Praktik Keperawatan Berbasis Bukti Pengaruh Pemberian Air Rebusan Daun Binahong (Anredera Cordifolia) Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Tambelang
Pengaruh Edukasi Discharge Planning Pada Keluarga Pasien Dengan Menggunakan Audiovisual Terhadap Pengetahuan Perawatan Pasien Diabetes Melitus di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang Tahun 2025
Latar Belakang : Diabetes melitus memiliki tingkat komplikasi cukup tinggi. Petugas kesehatan memegang peranan penting saat discharged planning dalam meningkatkan pengetahuan keluarga pasien diabetes melitus agar perawatan dapat berkelanjutan dan menghindari terjadinya komplikasi. Tujuan Penelitian : Tujuan Penelitian ini ntuk mengetahui Pengaruh Edukasi Discharge Planning Keluarga Pasien Diabetes Melitus Dengan Video Edukasi Terhadap Pengetahuan Perawatan Diabetes Melitus Di Ruang Rawat Inap RS. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan desain penelitian quasy eksperiment pre dan post test terhadap 15 responden menggunakan video edukasi yang dirancang khusus untuk pasien Diabetes Melitus dengan alat ukur lembar kuisioner pengetahuan tentang perawatan Diabetes Melitus. Hasil : Berdasarkan hasil uji Wilcoxon didapakan p value: 0,001 (<0,05) yang artinya terdapat perbedaan pengetahuan sebelum dan setelah pemberian edukasi discharge planning Simpulan : Pengetahuan responden meningkat setelah dilakukan edukasi Kesehatan menggunakan video. Peneliti menyarankan untuk perawat hendaknya meningkatkan pelaksanaan edukasi discharge planning pada keluarga pasien, dengan harapan pengetahuan keluarga pasien tentang perawatan diabetes melitus dapat meningkat.
Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Perilaku SADARI Sebagai Deteksi Dini Kanker Payudara Pada Remaja Putri di SMA Nurul Yaqin Kabupaten Bekasi
Latar Belakang: Kanker payudara, sejenis tumor ganas yang bermula di jaringan payudara, merupakan pembunuh utama wanita di seluruh dunia. Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) merupakan cara yang mudah, murah, dan non-invasif untuk menemukan tanda-tanda kanker payudara sejak dini. Meskipun demikian, hanya sedikit wanita muda yang mengetahui atau menggunakan SADARI. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku SADARI pada remaja putri di SMA Nurul Yaqin Kabupaten Bekasi. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif desain cross-sectional dengan teknik total sampling, melibatkan 35 siswi kelas X hingga XII sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang mengukur pengetahuan, sikap, paparan informasi, dukungan keluarga, dan dukungan tenaga kesehatan terkait SADARI. Hasil Penelitian: Pengetahuan (nilai-p = 0,003, OR = 13,500), sikap (nilai-p = 0,005, OR = 8,250), paparan terhadap informasi (nilai-p = 0,027, OR = 6,476), dukungan keluarga (nilai-p = 0,008, OR = 10,286), dan dukungan layanan kesehatan (nilai-p = 0,046) semuanya berhubungan secara signifikan dengan perilaku BSE, menurut data tersebut. Analisis dilakukan menggunakan uji Chi-Square untuk tujuan statistik. Tidak ada korelasi yang signifikan secara statistik antara usia dan perilaku BSE (nilai-p = 0,565, OR = 2,923), menurut tinjauan tersebut. Kesimpulan: Hasil penelitian ini menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap, keterpaparan informasi, dukungan keluarga, dan dukungan tenaga kesehatan dengan perilaku SADARI pada remaja putri. Saran: Peneliti selanjutnya diharapkan bisa meningkatkan populasi yang lebih luas, dan dapat memperbanyak faktor yang akan diteliti.
Faktor Faktor yang berhubungan dengan perilaku sadari sebagai deteksi dini kanker payudara pada remaja putri di SMA Nurul Yaqin Kabupaten Bekasi
ABSTRAK Latar Belakang: Kanker payudara merupakan tumor ganas yang berasal dari jaringan payudara, sehingga menjadi salah satu penyebab kematian utama pada wanita di seluruh dunia. Deteksi dini melalui (SADARI) merupakan metode yang sederhana, hemat biaya, dan non-invasif untuk mengidentifikasi gejala kanker payudara. Akan tetapi, tingkat kesadaran dan praktik SADARI di kalangan wanita muda masih rendah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku SADARI pada remaja putri di SMA Nurul Yaqin Kabupaten Bekasi. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif desain cross-sectional dengan teknik total sampling, melibatkan 35 siswi kelas X hingga XII sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang mengukur pengetahuan, sikap, paparan informasi, dukungan keluarga, dan dukungan tenaga kesehatan terkait SADARI. Hasil Penelitian: Menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara perilaku sadari dengan pengetahuan dengan nilai p Value = 0,003 dan nilai OR=13,500, sikap dengan nilai p Value=0,005 dan nilai OR=8,250, keterpaparan informasi dengan nilai p Value=0,027 dan nilai OR= 6,476, dukungan keluarga dengan nilai p Value=0,008 dan nilai OR=10,286, dan dukungan layanan kesehatan dengan nilai p Value=0,046. Analisis statistik dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian juga menunjukan bahwa variabel usia tidak menunjukan hubungan yang signifikan dengan nilai p Value=0,565 dan OR=2,923. Kesimpulan: Hasil penelitian ini menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap, keterpaparan informasi, dukungan keluarga, dan dukungan tenaga kesehatan dengan perilaku SADARI pada remaja putri. Saran: Peneliti selanjutnya diharapkan bisa meningkatkan populasi yang lebih luas, dan dapat memperbanyak faktor yang akan diteliti.
Penerapan Pengaruh Relaksasi Benson Terhadap Nyeri Akibat Penusukan Pemasangan Cimino Pertama Pada Pasien Hemodialisis di RS Sentra Medika Cisalak
Metodologi Keperawatan
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Anemia Pada Remaja Putri Kelas XI di SMAN 2 Cibitung Tahun 2023
Pendahuluan : WHO melaporkan prevalensi anemia pada remaja putri di negara berkembang sekitar 53,7 % dari semua remaja putri. Di India anemia pada remaja putri sebesar 45 % di Indonesia sebesar 32%. Proporsi anemia pada perempuan 27,2 % lebih besar dibanding laki-laki 20,3%. Kejadian anemia pada remaja putri mengalami peningkatan dari 37,1% menjadi 48,9% (Riskesdas, 2018). Di Indonesia sekitar 12 % remaja laki-laki dan 23% remaja perempuan mengalami anemia defisiensi zat besi (Kemenkes, 2021). Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pendidikan orangtua, pengetahuan, status gizi, pola makan dan pola menstruasi berhubungan dengan kejadian anemia. Metode : Desain penelitian yang digunakan analitik dengan pendekatan cross sectional yaitu jenis penelitian yang menilai hubungan dan menekankan waktu pengukuran data observasi dan variabel secara stimulant. Populasi dalam penelitian ini adalah 148 remaja putri. Teknik pengambilan sampel secara probability sampling dengan cara pengambilan proportional random sampling, total sampling sebanyak 108 orang remaja putri. Instrumen yang di gunakan yaitu kuisioner, data di analisa menggunakan uji chi-square. Hasil : Menunjukan bahwa variabel yang berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMAN 2 Cibitung Tahun 2023 adalah pendidikan orangtua (0,032), pengetahuan (0,008), status gizi (0,026), pola makan (0,007), pola menstruasi (0,010). Kesimpulan : Dari 5 variabel yang diteliti semuanya ada hubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri. Saran peneliti untuk remaja putri diharapkan memperluas wawasan mengenai anemia dan rajin mengkonsumsi makanan yang bergizi. Bagi SMAN 2 Cibitung diharapkan untuk selalu memberikan edukasi mengenai anemia dan berkolaborasi dengan puskesmas setempat untuk memberikan Tablet Tambah Darah secara rutin kepada remaja putri.
Faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Stres Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di RS Sentra Medika Cisalak
Latar belakang: Faktor stres pada diabetes melitus penting untuk diketahui dan dipahami oleh perawat, keluarga serta penderita diabetes melitus. Apabila stres tidak dapat diatasi maka akan memperberat beban fisik dan psikologis. Stres juga berdampak buruk bagi kesehatan dan mempengaruhi kondisi kehidupan seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian stres pada pasien diabetes melitus tipe 2 di RS Sentra Medika Cisalak. Jenis Penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah crossectional. Jumlah sample 124 responden dengan menggunakan rumus Slovin. Pengumpulan data berupa kuisioner. Uji statistik yang digunakan adalah chisquare. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor lama pengobatan berhubungan dengan kejadian stres dengan nilai p-value=0.000. faktor kelelahan berhubungan dengan kejadian stres dengan nilai p-value=0.000, faktor perubahan peran dalam keluarga berhubungan dengan kejadian stres dengan nilai p-value=0.000, faktor dukungan keluarga berhubungan dengan kejadian stres dengan nilai p-value=0.000. Kesimpulan : faktor lama pengobatan, kelelahan, perubahan peran dan dukungan keluarga berhubungan dengan kejadian stres.
Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Aktivitas Fisik Dengan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Desa Karang Jaya Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi
Data Diabetes melitus di Indonesia Menurut hasil Studi Kesehatan Dasar (RISKESDAS), prevalensi diabetes pada usia ≥15 tahun di Indonesia pada tahun 2013 dan 2018 menunjukkan peningkatan dari 6,9% menjadi 8,5% pada tahun 2011. Dari bulan Maret-April, kejadian diabetes di puskesmas pebayuran sebanyak 49 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan aktivitas fisik dengan kadar glukosa darah pada penderita diabetes tipe 2. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dan desain penelitian cross sectional dan menggunakan metode pendekatan observasi. Populasi pada penelitian ini adalah pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas pebayuran terutama di Desa KarangJaya kecamatan pebayuran yang berjumlah 49 orang. Metode sampling dalam penelitian ini menggunakan total sampling. Hasil uji statistik Tingkat Pengetahuan menggunakan Chi-Sqaure didapatkan p value = 0,000 artinya ≤ a (0.05) yang menunjukan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2. Hasil uji statistik Aktivitas Fisik didapatkan nilai p value = 0,001 artinya ≤ a (0,05) yang menujukan bahwa ada hubungan antara aktivitas fisik dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2. Ada hubungan tingkat pengetahuan dan aktivitas fisik terhadap gula darah pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2.
Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Aktivitas Fisik dengan Kadar Gula Darah pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Desa Karang Jaya Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi
Data Diabetes melitus di Indonesia Menurut hasil Studi Kesehatan Dasar (RISKESDAS), prevalensi diabetes pada usia ≥15 tahun di Indonesia pada tahun 2013 dan 2018 menunjukkan peningkatan dari 6,9% menjadi 8,5% pada tahun 2011. Dari bulan Maret-April, kejadian diabetes di puskesmas pebayuran sebanyak 49 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan aktivitas fisik dengan kadar glukosa darah pada penderita diabetes tipe 2. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dan desain penelitian cross sectional dan menggunakan metode pendekatan observasi. Populasi pada penelitian ini adalah pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas pebayuran terutama di Desa KarangJaya kecamatan pebayuran yang berjumlah 49 orang. Metode sampling dalam penelitian ini menggunakan total sampling. Hasil uji statistik Tingkat Pengetahuan menggunakan Chi-Sqaure didapatkan p value = 0,000 artinya ≤ α (0.05) yang menunjukan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2. Hasil uji statistik Aktivitas Fisik didapatkan nilai p value = 0,001 artinya ≤ α (0,05) yang menujukan bahwa ada hubungan antara aktivitas fisik dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2. Ada hubungan tingkat pengetahuan dan aktivitas fisik terhadap gula darah pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2.
Manajemen Keuangan Akuntansi Perusahaan Pelayaran
Asuhan Keperawatan Maternitas : Antepartum (Diagnosis NANDA-I Hasil NOC Tindakan NIC
Buku Ajar Asuhan Kebidanan Berkesinambungan (Continuity of Care)
Kesehatan & Keselamatan Kerja Rumah Sakit
Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Harga Diri Pada Penderita Katarak di Desa Karang Anyar Kecamatan Karang Bahagia Bekasi 2017
Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Pijat Bayi di Desa Karang Reja Kecamatan Pebayuran Bekasi Tahunu 2018
Latar Belakang : Data yang di dapatkan pada saat aplikasi di Desa Karang Reja Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi Tahun 2018. Pada 2 Februari 2017 di dapatkan ibu yang mempunyai bayi dengan usia sekitar 0-12 bulan Sebanyak 15 responden. terdapat 10 dari 15 keluarga. mengatakan tidak tahu tentang pijat bayi. karena kurangnya informasi yang di dapatkan.dan pada tanggal juli-juni di dapatkan ibu yang mempunyai bayi sekitar 60 keluarga. Tingkat pengetahuan Pijat bayi terjadi akibat kurangnya informasi, pengalaman, yang mempengaruhi ibu mendapatkan pengetahuan tentang pijat bayi. Tujuan : Mengidentifikasi hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang pijat bayi di Desa Karang Reja Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi. Metode : Desain dalam penelitian ini adalah Analitik Kuantitatif dengan menggunakan cross sectional dengan jumlah sampel 60 ibu yang mempunyai bayi di Desa Karang Reja Kecamatan Pebayuran Kabupen Bekasi Hasil : Ada Hubungan antara Pendidikan Tingkat pengetahuan ibu tentang pijat bayi Desa Karang Reja Kecamatan Pebayuran Kabupen Bekasi di dapatkan Odds Ratio 5,313 Ada Hubungan antara usia Tingkat pengetahuan ibu tentang pijat bayi Desa Karang Reja Kecamatan Pebayuran Kabupen Bekasi di dapatkan Odds Ratio 4,368 Ada Hubungan antara Pekerjaan Tingkat pengetahuan ibu tentang pijat bayi Desa Karang Reja Kecamatan Pebayuran Kabupen Bekasi di dapatkan Odds Ratio 4,714 Ada Hubungan antara Lingkungan Tingkat pengetahuan ibu tentang pijat bayi Desa Karang Reja Kecamatan Pebayuran Kabupen Bekasi di dapatkan Odds Ratio 4,073 Kesimpulan : ibu yang kurang mendapatkan informasi (media televisi, Handphone, Radio, dll) tentang pijat bayi 35 kali lebih tinggi mengalami tingkat pengetahuan renda di banding dengan ibu yang mendapatkan informasi yang baik Saran : Di harapkan bagi pelayanan kesehatan dapat meningkatkan pembinaan peran serta masyarakat di bidang kesehatan bayi. khususnya memberikan pendidikan kesehatan tentang pijat bayi agar masyarakat mengetahui manfaat pijat bayi. Serta melakukan pembinaan kepada masyarakat dengan baik