2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Gagal ginjal kronik adalah ketidakberhasilan fungsi ginjal untuk mempertahankan metabolisme, keseimbangan cairan dan elektrolit akibat destruksi struktur ginjal yang progresif dengan manifestasi penumpukkan sisa metabolit (toksik uremik) di dalam darah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan dengan Tingkat Kecemasan Pasien Gagal Ginjal Kronik pada Ruang Hemodialisa di RSUD Bayu Asih Purwakarta. Penelitian ini menggunakan penelitian analitik kuantitatif dengan cross sectional. populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien yang melakukan Hemodialisa di ruang Hemodialisa RSUD Bayu Asih Purwakarta dengan sampel berjumlah 33 pasien. Analisa data yang digunakan adalah uji chi-square dengan nilai signifikan <0,05. Hasil penelitian ini menunjukan terdapat hubungan antara pengetahuan tentang hemodialisa dengan tingkat kecemasan pada pasien gagal ginjal kronik di ruang hemodialisa RSUD Bayu Asih Purwakarta dengan nilai p-value 0.003. saran intensitas informasi kepada pasien pasien gagal ginjal kronik tentang penyakitnya agar pasien bisa melangsungkan hidupnya lebih baik lagi.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara peningkatan gula darah sewaktu dengan kecemasan pada pasien. Penelitian yang dilakukan menggunakan korelasi dengan pendekatan cross sectional. Hasil yang diperoleh yaitu nilai pvalue 0,413, berarti penelitian tidak terdapat hubungan yang signifikan. Kesimpulannya tidak ada hubungan antara peningkatan gula darah sewaktu dengan kecemasan pada pasien diabetes mellitus tipe 2.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Stress merupakan gangguan pada tubuh dan pikiran yang di sebabkan oleh perubahan dan tuntutan kehidupan. Tekanan, ketegangan dan gangguan yang tidak menyenangkan yang berasal dari luar diri seseorang dan bersifat sangat individual sehingga suatu stress bagi seseorang belum tentu dan sama tanggapannya bagi orang lain. Stress pada pasien di ruang isolasi covid 19 di pengaruhi oleh perilaku caring perawat dalam merawat pasien.Caring merupakan dasar dari seluruh proses keperawatan yang menggambarkan kesatuan dari nilai-nilai kemanusiaan yang secara perhatian, penghargaan, tanggung jawab, dan bantuan secara ikhlas yang di berikan kepada pasien sebagai manusia secara utuh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan perilaku caring perawat berdasarkan aspek caring (compassion, competence, confidence, conscience, commitment, comportment ) dengan tingkat stress pasien di ruang rawat inap isolasi covid 19 RS X Kabupaten Bekasi. Metode yang di gunakan deskritif korelasi dengan cross sectional menggunakan teknik total sampling sebanyak 58 responden. Analisa data dengan uji Chi square. Hasil uji statistic menunjukkan bahwa ada hubungan perilaku caring ( compassion p=0,000, competence p=0,000, conscience p=0,036, commitmen p=0,000, comportment p=0,000) dan yang tidak ada hubungan perilaku caring (confidence p=0,05) dengan tingkat stress pasien rawat inap ruang isolasi covid 19 RS X Kabupaten Bekasi. Perilaku caring perawat dalam merawat pasien dapat mengurangi stress pasien yang di rawat di ruang isolasi covid 19. Di sarankan untuk perawat di ruang isolasi covid 19 untuk memperhatikan aspek-aspek perilaku caring dan saling meningatkan antar teman untuk selalu berperilaku caring dalam kepada pasien.
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Stres adalah fenomena umum di tempat kerja saat ini, banyak survei dan studi membuktikan bahwa tekanan akibat pekerjaan adalah sumber utama terjadinya stres pada orang dewasa khususnya beban kerja salah satunya dalam penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) level 3 yang lama. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan peningkatan stres kerja perawat dengan penggunaan APD level 3 yang lama di masa pandemik covid 19 di Ruangan IGD RS X Kab.Bekasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah korelasi dengan pendekatan cross sectional. Adapun populasinya seluruh perawat yang terdampak sebanyak 20 perawat. Teknik sampling menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 20 perawat. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan analisa yang digunakan univariat menggunakan persentase dan analisa bivariat dengan chi-square.
Hasil penelitian menunjukkan hampir setengahnya (40 %) mempunyai stress kerja sedang, lebih dari setengahnya (70 %) menyatakan tidak nyaman dengan penggunaan APD level 3 yang lama. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan peningkatan stres kerja perawat dengan penggunaan APD level 3 yang lama di masa pandemik covid 19 (p-value : 0,01 < : 0,05) Berdasarkan hasil penelitian tersebut disarankan kepada pihak rumah sakit mengkaji kembali dan menyusun serta menetapkan standar operasional penggunaan APD Level 3.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
NAPZA merupakan zat atau obat yang sangat merugikan bagi kelompok masyarakat khususnya generasi muda Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor faktor yang berhubungan dengan penyalahgunaan obat dengan kandungan chlopromazine pada remaja di desa sukahurip
Metode dalam penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif dengan metode pendekatan cross sectional Populasi dalam penelitian ini yaitu remaja desa sukahurip dengan jumlah sampel terdapat 60 responden
Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pendidikan dengan penyalahgunaan obat dengan kandungan chlopromazine dengan nilai p value 0,004 dan OR 6,000, hubungan yang signifikan antara keluarga dengan penyalahgunaan obat chlopromazine dengan nila p-value 0,013 dan OR 4,714, hubungan yang signifikan antara lingkungan teman sebaya dengan penyalahgunaan obat chlopromazine dengan nilai p-value-0,007 dan OR-5200 remaja di desa sukahurip tahun 2019
Kesimpulan adalah adanya hubungan pada pendidikan, keluargs, dan lingkungan teman sebaya dalam penyalahgunaan obat dengan kandungan chlopromazine pada remaja di desa sukahurip.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Demam berdarah atau dengue hemorrhagic atau lazimnya disebut DBD/DHF merupakan suatu jenis penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue, dimana virus ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Faktor lingkungan yang memberi pengaruh terhadap keberadaan DBD antara lain lingkungan fisik seperti suhu udara, kelembaban, hujan, angin, sinar matahari, arus air, lingkungan biologi seperti tidak menumpuk barang-barang bekas dan lingkungan sosial yaitu kebiasaan atau perilaku seseorang dalam memelihara lingkungan sekitar. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti pada tanggal 12 Juli 2020 terlihat bahwa warga di desa Telaga murni khususnya di RT 003/RW 008 hasil yang didapatkan bahwa dari 8 orang faktor lingkungan fisiknya terlihat kurang baik dikarenakan keterbatasan ventilasi pada ruangan. 9 orang faktor lingkungan sosialnya kurang baik dikarenakan tidak membersihkan saluran air dan talang air yang tersumbat. 10 orang lingkungan biologi nya kurang baik dikarenakan banyak barang-barang bekas yang menumpuk dan tempat minum hewan peliharaan yang tidak dibersihkan. Berdasarkan data yang diperoleh dari Puskesmas Telaga Murni didapatkan data ada 8 warga yang pernah mengalami DBD.
Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Demam Berdarah Dengue Tahun 2020.
Metode Penelitian : Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan “cross sectional”. Dengan populasi sebanyak 42 orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Purposive sampling dengan jumlah sampel 35 responden. Instrument yang digunakan kuesioner. Analisa data yang digunakan analisa bivariat menggunakan Chi-Square dengan nilai signifikan < α (0,05).
Hasil Penelitian : Hasil dari penelitian ini diperoleh tidak adanya hubungan lingkungan sosial dengan kejadian demam berdarah dengue di Desa Telaga murni RT 003/ RW 008 Tahun 2020 dengan p-value (1,000). Pada penelitian ini di dapatkan bahwa dari 11 responden lingkungan sosial kurang, ada sebanyak 9 (81,8%) responden. Sedangkan dari 31 responden lingkungan sosialnya baik, ada sebanyak 26 (83,9%).
Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan lingkungan sosial dengan kejadian demam berdarah dengue di Desa Telaga murni RT 003/ RW 008 Tahun 2020.
Saran : Diharapkan masyarakat seharusnya memanfaatkan peran JUMANTIK yang sudah ada dan menyadari betul tentang pentingnya upaya pemberian penyuluhan dan pengamatan tentang kejadian demam berdarah agar terhindar dari wabah penyakit DBD, jika ada yang kurang mengerti tentang upaya apa yang harus dilakukan dalam melakukan pengamatan terhadap kejadian DBD hendaknya mencari tahu lewat surat kabar atau majalah, iklan televisi, browsing di google atau internet atau dating ke Pusat pelayanan kesehatan untuk menanyakan hal-hal yang tidak diketahui dan memanfaatkan Puskesmas untuk membantu memantau kesehatan anggota keluarga.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Mahasiswa adalah sekelompok orang yang mudah mengalami stres. Stres pada mahasiswa dapat memberi berbagai dampak negatif baik dampak kognitif, dampak emosional maupun dampak fisiologis. Disamping faktor lain yang mempengaruhi tingkat stress adalah kualitas tidur seseorang. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan peneliti pada tanggal 07 Mei 2020 di Institut Medika DRg. Suherman (IMDS), Peneliti mengambil mahasiswa reguler cikarang di Institut Medika DRg. Suherman (IMDS). Dari hasil observasi didapatkan bahwa mahasiswa reguler semester VI dari 18 mahasiswa reguler cikarang semester VI di Institut Medika DRg. Suherman (IMDS) didapatkan data 3 mahasiswa menunjukan tanda dan gejala stres sedang setelah di observasi mahasiswa diantaranya membutuhkan waktu lama untuk tidur atau beristirahat, mahasiswa telihat mudah merasa lelah, emosional semakin meningkat ketika tugas atau pekerjaan yang menumpuk, kadang merasa gelisah, dan mahasiswa mengeluh mengalami gangguan lambung (maag) sehingga mengalami penurunan kemampuan menyelesaikan tugas yang mengakibatkan mahasiswa menjadi tidak tertarik melakukan kegiatan, penurunan konsentrasi, perasaan tidak tenang dan mudah terbangun tengah malam. Diantaranya 3 mahasiswa mengalami kulitas tidur yang buruk. Didapatkan data 15 mahasiswa menunjukan tanda dan gejala stres ringan diantaranya, merasa letih sewaktu bangun pagi yang seharusnya merasa segar, mudah merasa lelah sesudah makan siang, sering megeluh lambung atau perut tidak nyaman, dan mahasiswa mengeluh otot punggung terasa dengkuk dan tegang, tidak bisa santai dan takut karena nilai turun. diantaranya 15 mahasiswa mengalami kualitas tidur baik.
Tujuan : Untuk Mengetahui Hubungan Tingkat Stres Dengan kualitas Tidur Pada Mahasiswa Keperawatan Reguler Cikarang Institut Medika DRg. Suherman (IMDS) Saat Pembelajaran Di Rumah Tahun 2020.
Metode : Penelitian ini penulis menggunakan desain penelitian Analitik Kuantitatif dengan rancangan Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah semua Mahasiswa Keperawatan Reguler Cikarang Institut Medika Drg. Suherman (IMDS) Saat Pembelajaran Di Rumah Tahun 2020. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 54 Responden Mahasiswa Reguler Cikarang Institut Medika Drg. Suherman (IMDS) Tahun 2020. Teknik Pengambilan Sampel dalam penelitian ini menggunakan sampel Random Sampling. Instrumen untuk mengetahui tingkat stres menggunakan instrumen google form Depression Anxiety Stress Scale (DASS) sedangkan instrumen untuk mengetahui kualitas tidur menggunakan instrumen google form Pitsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat berupa uji chi-square dengan nilai signifikan α< 0,05.
Hasil : Hasil Penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara Tingkat Stres Dengan Kualitas Tidur Pada Mahasiswa Keperawatan Reguler Cikarang Institut Medika DRg.Suherman (IMDS) Saat Pembelajaran Di Rumah Tahun 2020. Variabel yang berhubungan adalah Tingkat Stres (p = 0,000 < α 0,05). Terdapat hubungan signifikan antara Tingkat Stres Dengan Kualitas Tidur Pada Mahasiswa Keperawatan Reguler Cikarang Institut Medika DRg.Suherman (IMDS) Saat Pembelajaran Di Rumah Tahun 2020.
Kesimpulan : Hasil uji statistik didapatkan nilai P value = 0,000 artinya ≤ α (0,05) yang menunjukan bahwa ada hubungan yang bermakna antara tingkat stress dengan kualitas tidurpada mahasiswa/i Keperawatan Reguler Cikarang Institut Medika DRg. Suherman (IMDS) Saat Pembelajaran Di Rumah Tahun 2020,
Saran : Disarankan bagi program studi keperawatan bahwa penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan acuan bagi peneliti selanjutnya dan dapat menambah wawasan yang luas untuk ilmu keperawatan khususnya di pendidikan keperawatan dan meningkatkan mutu dalam evidance based practicedalam ilmu keperawatan.
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Konsentrasi belajar merupakan kemampuan manusia memusatkan perhatian yang erat kaitannya dengan memori (ingatan). Konsentrasi tentu berperan penting bagi seorang anak untuk mengingat, merekan melanjutkan dan mengembangkan materi pelajaran yang diperoleh di sekolah. Kemampuan untuk mengingat, merekam, dan mengembangkan materi pelajaran yang baik memungkinan anak memperoleh prestasi yang optimal. Dari hasil studi pendahuluan yang telah dilakukan oleh peneliti melalui wawancara pada mahasiswa keperawatan semester II kepada 10 orang didapatkan hasil bahwa 8 orang kesulitan memulai tidur, 7 orang tiba-tiba terbangun malam hari, 9 orang sering mengantuk pada siang hari, 6 orang kurang puas dengan tidurnya, dan 5 orang merasa letih setelah tidur. Berdasarkan uraian di atas peneliti tertarik untuk meneliti Hubungan Kualitas tidur Dengan konsentrasi Belajar Pada Mahasiswa Program Studi S1 Keperawatan semester II Institut Medika Drg. Suherman Cikarang 2019.
Tujuan : Tujuan penelitian ini untukMengidentifikasi hubungan antara kualitas tidur dengan konsentrasi belajar mahasiswa S1 keperawatan semester II Institut Medika Drg. SUHERMAN 2019.
Metode : Metode yang digunakan dalam Penelitian ini adalah obsevasional kuantitatif dengan menggunakan metode pendekatan secara cross sectional.
Populasi
penelitian ini adalah mahasiswa S1 keperawatan semester dua Institut Medika Drg. Suherman 2019. Dengan jumlah sampel (50 responden). Teknik sampling yang digunakan pada penelitian kali ini yaitu dengan cara total sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi square dengan nilai signifikan (5% = 0,05).
Hasil ; Hasil penelitian ini menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan konsentrasi belajar mahasiswa dengan nilai p-value = 0,004 dan OR = 9,164 mahaiswa Strata 1 keperawatan semester II Institut Medika DRG. Suherman Tahun 2019.
Kesimpulan : Ada pengaruh antara gaya belajar dan motivasi belajar dengan indeks prestasi pada mahasiswa/i pendidikan keperawatan angkatan 2018.
Saran : Diharapkan Bagi mahasiswa/i pendidikan keperawatan khususnya angkatan 2018 agar lebih memahami dan mendalami gaya belajarnya sebagai modal atau pintu gerbang dalam menuntut ilmu keperawatan serta mempermudah dalam penyerapan informasi yang di berikan oleh dosen dalam proses pembelajaran baik dalam lingkup akademik maupun praktik klinik agar dapat meningkatkan prestasi belajar dan motivasi belajarnya.
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
-
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Menurut world health organisasion (WHO) exprtcommittitee 1997 keluarga berencana adalah tindakan yang membatu pasangan suami istri untuk menghindari kehamilan yang tidak diinginkan,mendapatkan kelahiran yang memang sanngat diinginkan mengatur interval diantara kehamilan, mengontol waktu saat kehamilan dan hubungan dengan suami istri serta menentukan jumlah anak dalam keluarga. Berdasarkan berdasarkan studi pendahuluan di dapatkan hasil survey wawancara di Klinik & RB Multazam Rt 03/07 Cikarang Utarabekasi dari 10 orang ibu yang menggunakan alat suntik KB 6 orang mengatakan bahawa peningkatan nafsu makan dan bertambahnya berat badan sekitar 3-5 kg. dan sedangkan 4 orang ibu lainnya yang menggunakan alat suntik KB mengatakan jika tidak mengalami peningkatan Berat badan tetapi tidak teraturnya menstruasi
Tujuan : Penelitian ini perbedaan rata-rata berat badan sebelum dan sesudah suntik kb 3 KB ulan di klinik dan RB Multazam Rt 03 Rw07 Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasih Tahun 2019.
Metode : Penelitian ini termasuk jenis penelitian observasional analitik sebagaimana yang dijelaskan oleh Notoatmodjo Dengan rancangan atau desain penelitian cross sectional. Populasi semua akseptor KB suntik 3 bulan yang berkunjung ke pada bulan juli KB Suntik 3 bulan di Klinik& RB Multazam Rt 03/07 Cikarang Utara-Bekasi Tahun 2019. Sempel yang diambil populasi yang masuk dalam kriteria inklusi sebagai sampel dan dalam penelitian ini sempel sebanyak 33 responde. Instrumen yang digunakan Lembar kuesioner,surat kunjungan KB pertama kali dan penimbangan berat badan saat suntik KB 3 bulan. data yang dilihat dari lembar kunjungan KB pasien yang suntik 3 bulan. Analisa yang digunakan analisan univariat dan analisa bivariate berupa uji T- test.
Hasil : hasil penelitian ini menunjukan perbedaan rata-rata berat badan sebelum adalah suntik KB 3 bulan adaalah 57,12 dan sesudah suntik KB 3 bulan adalah 53,97.
2020 · Book · Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Makanan jajanan adalah makanan dan minuman yang
dipersiapkan untuk dijual oleh pedagang kaki lima di jalanan dan di tempattempat
keramaian umum lain. Anak usia sekolah mempunyai kebiasaan untuk
jajan sehabis waktu sekolah selesai. Sering kali jajanan tersebut dijajakan di
pinggir jalan atau di pinggir saluran pembuangan air dan ditempatkan pada area
terbuka sehingga, memudahkan terjadinya kontak antara pangan yang dijajakan
dengan mikroba (Puspitasari, 2013). Berdasarkan hasil observasi dan wawancara
kepada 10 siswa tersebut terdapat 2 anak yang mengalami penyakit diare, 4 sakit
gigi, 4 batuk,pilek. Dan di SDN Wanasari 01 cibitung, sekolah ini tidak memiliki
kantin sekolah dan siswa-siswa mayoritas mengkonsumsi jajanan dilingkungan
sekolah. Masih banyak pedagang kaki lima yang terlihat menggunakan saos
berwarna merah yang terang dan minyak yang digunakan untuk menggoreng lebih
dari 2 hari sekali sehingga minyak yang digunakan berwarna hitam, banyak
makanan yang dijualan dipinggir sekolahan, selain itu lingkungan sekitar tempat
penjualan jajanan yang kurang bersih.
Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan
dan sikap mengenai jajanan aman dengan perilaku memilih jajanan di SDN
Wanasari 01 Cibitung Tahun 2019.
1
Metode : Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif
dengan rancangan penelitian Cross Sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu
seluruh siswa SDN Wanasari 01 Cibitung tahun 2019. dengan populasi yang
berjumlah 112. Sampel yang diambil sebanyak 112 responden dengan
menggunakan teknik total sampling. Instrument yang digunakan dalam
pengambilan data adalah kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah analisa
univariat dan bivariat berupa uji chi-square dengan nilai signifikan α < 0,05.
Hasil ; Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semua faktor yang diteliti
terdapat pengaruh secara bermakna dengan hubungan pengetahuan dengan
perilaku memilih jajanan aman pada siswa SDN Wanasari 01 Cibitung tahun
2019. Variabel yang mempengaruhi adalah pengetahuan (P value = 0,005) dan
hubungan antara sikap dengan perilaku memilih jajanan aman pada kelas V di
SDN Wanasari 01 cibitung tahun 2019 (P value = 0,003). Dari hasil penelitian
didapatkan adanya pengaruh dari pengetahuan dan sikap.
Kesimpulan : Ada pengaruh antara hubungan pengetahuan dan sikap dengan
perilaku memilih jajanan pada siswa kelas V di SDN Wanasari 01 Cibitung tahun
2019.
Saran : Bagi siswa-siswa agar dapat meningkatkan pengetahuan mengenai
jajanan aman agar tidak jajan disembarang tempat, lebih baik membawa bekal
dari rumah dibandingkan jajanan dipinggir sekolah. Dan agar sekolah untuk di
buatkan kantin sederhana untuk siswa-siswa jajan di dalam lingkungan sekolah
agar tidak jajan sembarangan.