Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: scaffold
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Variasi Konsentrasi Polyvinyl Alcohol (PVA) Terhadap Karakteristik Fisik dan Kimia Scaffold Hidroksiapatit dari Tulang Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer)

2026•Koleksi Perpustakaan

Fraktur tulang non-union memerlukan scaffold biomaterial sebagai alternatif. Hidroksiapatit (HAp) dari limbah tulang ikan kakap putih (Lates calcarifer) berpotensi sebagai bahan scaffold osteokonduktif, namun bersifat kaku dan rapuh sehingga dikombinasikan dengan polyvinyl alcohol (PVA) untuk meningkatkan sifat fungsionalnya. Penelitian ini bertujuan mengoptimasi dan mengkarakterisasi scaffold HAp-PVA pada variasi konsentrasi PVA 2,5%, 3%, dan 5% melalui uji viskositas, uji makroskopik-mikroskopik, dan analisis FTIR. HAp disintesis melalui kalsinasi tulang ikan pada suhu 700°C, kemudian dibuat scaffold dengan metode polyurethane (PU) sponge replication, dan data viskositas dianalisis menggunakan One-Way ANOVA dilanjutkan Post Hoc Tukey HSD. Hasil menunjukkan viskositas scaffold meningkat seiring bertambahnya konsentrasi PVA, yaitu 35.093,33 mPa.s (2,5%), 47.323,33 mPa.s (3%), dan 54.780,00 mPa.s (5%), dengan pengaruh signifikan (F=27,369; p=0,001); Post Hoc menunjukkan perbedaan signifikan antara 2,5% dengan 3% dan 5% (p<0,05), namun tidak signifikan antara 3% dengan 5% (p=0,072). Pengamatan makroskopik-mikroskopik menunjukkan scaffold pada seluruh konsentrasi berwarna putih, berbentuk bulat mengikuti cetakan spons, dan berhasil membentuk struktur berpori, namun konsentrasi 2,5% kurang kokoh dan mudah hancur sedangkan 3% dan 5% lebih kokoh. Analisis FTIR menunjukkan gugus fosfat (PO₄³⁻) khas HAp serta gugus O–H dan C–O khas PVA tetap teridentifikasi tanpa gugus fungsi baru, menandakan interaksi fisik HAp-PVA melalui ikatan hidrogen tanpa membentuk senyawa kimia baru. Secara keseluruhan, variasi konsentrasi PVA memengaruhi viskositas scaffold HAp-PVA dari tulang ikan kakap putih yang berpotensi dikembangkan sebagai material pendukung rekayasa jaringan tulang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengembangan Scaffold Hidroksiapatit Tulang Ikan Kakap Putih Bermuatan Ampisilin-Sulbaktam: Uji Pelepasan Obat

2026•Koleksi Perpustakaan

Osteomielitis merupakan peradangan tulang dan sumsum tulang akibat infeksi bakteri yang membutuhkan sistem penghantaran obat lokal secara terkontrol untuk mencapai konsentrasi terapi optimal pada lokasi target. Scaffold hidroksiapatit (HAp) berpotensi digunakan sebagai sistem penghantaran antibiotik lokal. Penelitian ini bertujuan mengembangkan scaffold HAp tulang ikan kakap putih (Lates calcarifer) bermuatan ampisilin-sulbaktam serta mengevaluasi karakteristik dan profil pelepasan obat. Penelitian dilakukan secara eksperimental in vitro dengan variasi ampisilin-sulbaktam 1,5 g, 2 g, dan 2,5 g. Karakterisasi meliputi pengamatan makroskopis, mikroskopis, FTIR, dan uji pelepasan obat menggunakan PBS selama 24 jam. Hasil menunjukkan seluruh formula membentuk scaffold berpori dan memiliki gugus fungsi khas HAp serta ampisilin-sulbaktam. Persentase pelepasan kumulatif pada jam ke-24 masing-masing sebesar 57,81%, 68,70%, dan 74,20%. Profil pelepasan lebih sesuai dengan model higuchi dengan nilai R² berturut-turut 0,6133; 0,9347; dan 0,9679. Uji One Way ANOVA menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antarformula (p=0,497). Dengan demikian, tulang ikan kakap putih dapat diformulasikan menjadi scaffold HAp bermuatan ampisilin-sulbaktam dan berpotensi sebagai sistem penghantaran antibiotik lokal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail