Pengaruh Variasi Konsentrasi Polyvinyl Alcohol (PVA) Terhadap Karakteristik Fisik dan Kimia Scaffold Hidroksiapatit dari Tulang Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer)
Fraktur tulang non-union memerlukan scaffold biomaterial sebagai alternatif. Hidroksiapatit (HAp) dari limbah tulang ikan kakap putih (Lates calcarifer) berpotensi sebagai bahan scaffold osteokonduktif, namun bersifat kaku dan rapuh sehingga dikombinasikan dengan polyvinyl alcohol (PVA) untuk meningkatkan sifat fungsionalnya. Penelitian ini bertujuan mengoptimasi dan mengkarakterisasi scaffold HAp-PVA pada variasi konsentrasi PVA 2,5%, 3%, dan 5% melalui uji viskositas, uji makroskopik-mikroskopik, dan analisis FTIR. HAp disintesis melalui kalsinasi tulang ikan pada suhu 700°C, kemudian dibuat scaffold dengan metode polyurethane (PU) sponge replication, dan data viskositas dianalisis menggunakan One-Way ANOVA dilanjutkan Post Hoc Tukey HSD. Hasil menunjukkan viskositas scaffold meningkat seiring bertambahnya konsentrasi PVA, yaitu 35.093,33 mPa.s (2,5%), 47.323,33 mPa.s (3%), dan 54.780,00 mPa.s (5%), dengan pengaruh signifikan (F=27,369; p=0,001); Post Hoc menunjukkan perbedaan signifikan antara 2,5% dengan 3% dan 5% (p<0,05), namun tidak signifikan antara 3% dengan 5% (p=0,072). Pengamatan makroskopik-mikroskopik menunjukkan scaffold pada seluruh konsentrasi berwarna putih, berbentuk bulat mengikuti cetakan spons, dan berhasil membentuk struktur berpori, namun konsentrasi 2,5% kurang kokoh dan mudah hancur sedangkan 3% dan 5% lebih kokoh. Analisis FTIR menunjukkan gugus fosfat (PO₄³⁻) khas HAp serta gugus O–H dan C–O khas PVA tetap teridentifikasi tanpa gugus fungsi baru, menandakan interaksi fisik HAp-PVA melalui ikatan hidrogen tanpa membentuk senyawa kimia baru. Secara keseluruhan, variasi konsentrasi PVA memengaruhi viskositas scaffold HAp-PVA dari tulang ikan kakap putih yang berpotensi dikembangkan sebagai material pendukung rekayasa jaringan tulang.