Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: lama rawat
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Kelengkapan Surgical Safety Checklist (SSC) dengan Nearmiss Intraoperatif dan Lama Rawat di Ruang Instalasi Bedah Sentral RS Sentra Medika Hospital Cisalak 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Surgical Safety Checklist (SSC) merupakan instrumen keselamatan pasien yang wajib diisi lengkap pada setiap tahapan pembedahan (Sign-In, Time-Out, Sign-Out) guna mencegah kesalahan prosedural. Studi pendahuluan di Ruang Instalasi Bedah Sentral (IBS) RS Sentra Medika Hospital Cisalak menunjukkan masih ada beberapa dokumen SSC yang ditemukan tidak lengkap, yang diduga berkaitan dengan kejadian nearmiss intraoperatif dan pemanjangan lama rawat pasien. Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kelengkapan SSC dengan kejadian nearmiss intraoperatif dan lama rawat pasien di Ruang IBS RS Sentra Medika Hospital Cisalak tahun 2026. Metode : penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik korelasional dan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien yang menjalani tindakan operasi di Ruang IBS periode Januari–April 2026 sebanyak 1.053 pasien, dengan sampel sebanyak 183 pasien yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Data bersumber dari rekam medis pasien dan register Insiden Keselamatan Pasien (IKP), dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dan Fisher's Exact Test. Hasil : penelitian menunjukkan bahwa dari 183 dokumen SSC yang ditelaah, sebanyak 154 dokumen (84,1%) terisi lengkap dan 29 dokumen (15,9%) tidak lengkap. Kejadian nearmiss intraoperatif ditemukan pada 15 pasien (8,2%), dari 183 responden sedangkan 168 pasien( 91,8 % ) tidak mengalami kejadian nearmiss, sedangkan lama rawat memanjang (>5 hari) dialami oleh 29 pasien (15,9%),sesuai standart < 3 hari yaitu 116 orang ( 63,2 % ) ,38 orang ( 20,9 % ) sesuai klinical pathway rumah sakit,dari total 183 responden.Terdapat hubungan yang bermakna antara kelengkapan SSC dengan kejadian nearmiss intraoperatif (p=0,000; Odds Ratio 7,946; 95% CI: 2,611–24,176) dan dengan lama rawat pasien (p=0,000). Kesimpulan : Terdapat hubungan yang bermakna antara kelengkapan Surgical Safety Checklist dengan kejadian nearmiss intraoperatif dan lama rawat pasien, sehingga disarankan bagi rumah sakit untuk melakukan audit berkala terhadap kelengkapan pengisian SSC guna meningkatkan mutu keselamatan pasien di ruang bedah

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Rasionalitas Pengobatan Gastroenteritis Akut Serta Hubungannya dengan Lama Rawat Inap Pasien di Rumah Sakit Kartika Husada Setu

2026•Koleksi Perpustakaan

Rasionalitas terapi berperan penting dalam menunjang keberhasilan pengobatan gastroenteritis akut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan rasionalitas pengobatan dengan lama rawat inap pasien gastroenteritis akut di Rumah Sakit Kartika Husada Setu. Penelitian menggunakan desain observasional analitik retrospektif terhadap 65 rekam medis pasien rawat inap periode Januari–Juni 2026 dengan teknik total sampling. Rasionalitas dinilai berdasarkan tepat indikasi, tepat obat, tepat dosis, tepat rute pemberian, dan tepat lama pemberian. Data yang didapat kemudian dievaluasi kerasionalannya. Hubungan antara kerasionalan terapi dengan lama rawat inap diuji menggunakan uji Fisher’s Exact. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 45 pasien (69,2%) menerima terapi rasional dan 20 pasien (30,8%) menerima terapi tidak rasional. Ketidakrasionalan ditemukan pada aspek ketepatan indikasi, ketepatan dosis, dan ketepatan lama pemberian. Uji Fisher’s Exact menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara rasionalitas terapi dan lama rawat inap (p=0,741). Kesimpulannya, sebagian besar pasien memperoleh terapi yang rasional (69,2%), dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara rasionalitas terapi dengan lama rawat inap.

5 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail