Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: gangguan menstruasi
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Efektivitas Akupunktur Pada Penderita Gangguan Menstruasi Sindroma Qi Xu di Klinik Akupunktur Darma Bakti, Bandung

2025•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Menstruasi merupakan proses fisiologis alami yang dialami oleh setiap wanita sebagai tanda kematangan seksual. Namun, gangguan menstruasi seperti siklus tidak teratur, perdarahan berlebihan, atau nyeri haid sering terjadi dan dapat memengaruhi kualitas hidup wanita secara fisik, psikologis, dan sosial. Dalam pendekatan TCM, gangguan menstruasi dipandang sebagai ketidakseimbangan Qi dan darah, yang salah satunya dapat disebabkan oleh sindrom defisiensi Qi (Qi Xu). Salah satu terapi yang digunakan dalam TCM untuk mengatasi gangguan ini adalah akupunktur. Dimana akupunktur bekerja dengan menstimulasi titik-titik tertentu untuk menyeimbangkan aliran energi tubuh, meningkatkan sirkulasi darah, dan mengatur fungsi hormonal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas terapi akupunktur pada penderita gangguan menstruasi dengan sindroma Qi Xu di Klinik Akupunktur Darma Bakti, Bandung. Metode: penelitian menggunakan metode penelitian eksperimen, jenis kuantitatif dengan populasi sebanyak 40 dan sampling sebanyak 30 dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Subjek penelitian dari bulan april-juni 2025 di Klinik Akupunktur Darma Bakti, Bandung, Jawa Barat. Sampel Wanita berusia 17-55 tahun dengan terapi akupunktur sebanyak 10x dengan periode 2x minggu. Hasil: Hasil Uji-t Berpasangan menunjukkan nilai t-statistik adalah 7,097 dengan derajat kebebasan (df) 29. Nilai p (two-tailed) yang diperoleh adalah 0,0000000828. jauh lebih kecil dari tingkat signifikansi yang ditetapkan, yakni α=0.05. Kesimpulan: terapi akupunktur efektif dalam mengurangi volume perdarahan menstruasi pada penderita gangguan menstruasi dengan sindrom Qi Xu.

12 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Polycystic Ovarium Syndrom (PCOS) di RS Sentra Medika Cikarang

2024•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Polycystic Ovarium Syndrom (PCOS) yakni gangguan sistem endokrin yang mempengaruhi sekitar 5-10% wanita, dikarenakan mempunyai produksi androgen yang berlebihan oleh ovarium, sehingga bisa menyebabkan resistensi insulin, dan mempengaruhi kondisi fisiologis lain. Metode : Penelitian menggunakan desain analitik observasional kuantitatif melalui pendekatan cross-sectional, yang dilakukan di RS Sentra Medika Cikarang, populasi penelitian Wanita usia subur dengan usia 19 - 45 tahun, Jumlah sampel sebanyak 92 respoden dan teknik sampling menggunakan purposive sampling, variabel dependen adalah Polycystic Ovarium syndrom dan independen seperti gangguan mentruasi, obesitas, riwayat diabetes melitus, aktivitas fisik. Instrumen yang digunakan kuisioner tentang kejadian gangguan mentruasi, riwayat diabetes melitus, modifikasi dari GPAQ dan pengukuran IMT. Uji analisis statistik berupa univariat dan bivariat dengan chi square. Hasil: uji statistik menunjukan adanya pengaruh gangguan menstruasi dengan PCOS dengan nilai P=0,001 (p value < 0,05), adanya pengaruh riwayat diabetes melitus dengan nilai P=0,036, adanya pengaruh aktivitas fisik dengan didapat P=0,000 dan adanya pengaruh Obesitas dengan PCOS diperoleh nilai P=0,005. Kesimpulan: Terdapat pengaruh antara gangguan menstruasi, riwayat diabetes, aktivitas fisik dan obesitas terhadap PCOS. Di harapkan menjaga pola makan, menjaga berat badan tetap ideal, rajin berolahraga.

17 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail