ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar Belakang : Diabetes adalah penyakit yang berbahaya dan mematikan. Data milik Kementerian Kesehatan yang diperoleh dari Sample Registration Survey 2014 menunjukkan diabetes menjadi penyebab kematian terbesar nomor 3 di Indonesia dengan persentase sebesar 6,7%, setelah stroke (21,1%), dan penyakit jantung koroner (12,9%). Di Indonesia, prevalensi diabetes di Indonesia mengalami peningkatan dari 5,7% pada 2007 menjadi 6,9% atau sekitar 9,1 juta jiwa pada 2013. Data terbaru dari International Diabetes Federation (IDF) Atlas tahun 2017 menunjukkan bahwa Indonesia menduduki peringkat ke-6 dunia dengan jumlah diabetesi sebanyak 10,3 juta jiwa. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui hubungan self care dan dukungan keluarga pada lansia dengan diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Wanakerta Karawang. Metode Penelitian : Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2023. Populasi dalam penelitian ini yaitu lansia penderita diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Wanakerta karawang. Sampel penelitian ini berjumlah 56 lansia. Hasil Penelitian : Hasil penelitian uji statistik ChiSquare didapatkan ada hubungan self care dengan kualitas hidup pada lansia penderita diabetes melitus tipe 2 dengan P-value 0,000. Ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup pada lansia penderita diabetes melitus tipe 2 denga P-value 0,000. Kesimpulan : Adanya hubungan antara self care dan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pada lansia penderita melitus tipe 2 di Puskesmas Wanakerta Karawang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PROFESI NERS Skripsi, Oktober 2023 Nama : Dhea Amanda Suri Nim : 020319608 HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN PENERAPAN SELF CARE MANAGEMENT PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE II DI PUSKESMAS CIKARANG TAHUN 2023 ABSTRAK Diabetes melitus biasa dikenal dengan kencing manis atau penyakit gula, merupakan masalah kesehatan yang sudah menjadi ancaman, diabetes melitus akan berdampak pada masalah kesehatan lainnya, seperti komplikasi pada mata, jantung, ginjal, saraf, atau kemungkinan amputasi. Pengetahuan yang baik tentang diabetes melitus dapat membantu penderita untuk mengerti bagaimana penanganan tentang penyakitnya, cara pencegahan, pengobatan dan komplikasinya. Self care merupakan perilaku seseorang secara mandiri untuk meningkatkan kesehatan, mencegah penyakit dan mempertahankan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan penerapan self care management pada penderita diabetes melitus tipe II di Puskesmas Cikarang. Metode dalam penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 85 pasien diabetes melitus yang berobat di Puskesmas Cikarang. Hasil penelitian menunjukan nilai P-value 0.000 (p0.05), maka dapat di artikan bahwa Ho di tolak yang berarti terdapat hubungan. Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan penerapan self care management pada penderita diabetes melitus tipe II di Puskesmas Cikarang dan diharapkan pasien diabetes melitus hendaknya memahami informasi yang diberikan mengenai edukasi tentang penyakit sehingga dapat meningkatkatkan pengetahuan dan perilaku self care management. Kata kunci: Diabetes Melitus, Tingkat Pengetahuan, Self Care Management
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Salah satu faktor utama yang mengakibatkan kematian dan penderitaan di abad ke-21 yakni gagal ginjal kronis, sekitar dua pertiga pasien GGK yang menjalani hemodialisa tidak bisa menjalani aktivitas normal seperti bekerja yang berdampak buruk pada aspek psikologis, fisik, sosial, hingga ekonomi mereka. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat depresi dan self care management dengan kualitas hidup pasien hemodialisa di RSSM Cibinong. Metode: Desain penelitian ini menggunakan analisis korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi pasien yang menjalani hemodialisa di RSSM Cibinong, sampel sebanyak 73 pasien dengan teknik non probability sampling dan cara pendekatan purposive sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner BDI II, Self Care Management, KDQOL SFᵗᵐ-36 yang sudah valid - reliabel dan data dianalisis menggunakan uji gamma. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa dari 73 responden didapatkan hasil tingkat depresi p value = 0,000 dengan nilai korelasi -0,972, self care management p value = 0,000 dengan nilai korelasi 0,958 maka ada hubungan tingkat depresi dan self care management dengan kualitas hidup pasien hemodialisa di RSSM Cibinong. Kesimpulan: Tingkat depresi dengan kualitas hidup pasien memiliki kekuatan korelasi kuat yang bermakna hubungan negatif sehingga semakin tinggi tingkat depresi maka semakin buruk kualitas hidup pasien dan self care management dengan kualitas hidup pasien memiliki kekuatan korelasi kuat yang bermakna hubungan positif sehingga semakin baik self care management maka semakin baik kualitas hidup pasien. Saran: Peneliti selanjutnya sebagai sumber dan memberikan pemahaman yang lebih baik dan jelas tentang tingkat depresi, self care management, dan kualitas hidup pasien yang menjalani hemodialisa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Universitas Medika Suherman (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PENDIDIKAN PROFESI NERS Tugas Akhir, Januari 2025 HUBUNGAN TINGKAT DEPRESI DAN SELF CARE MANAGEMENT DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN HEMODIALISA DI RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA CIBINONG ABSTRAK Penyakit yang banyak diderita oleh orang di dunia mulai dari usia muda bahkan sampai usia lanjut yaitu gagal ginjal kronik yang secara signifikan mempengaruhi kemampuan diri dan kualitas hidup karena harus menjalani terapi diantaranya hemodialisa. Depresi merupakan reaksi emosional utama yang mencegah pasien hemodialisa dari mengatasi penyakit dan pengobatan secara efektif. Self care management pada pasien hemodialisa terdapat beberapa indikator yang terdiri dari pengetahuan tentang diit, kepatuhan menjalani hemodialisa, pengetahuan mengenai hemodialisa dan kepatuhan diet selama hemodialisa untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat hubungan tingkat depresi dan self care management dengan kualitas hidup pasien hemodialisa di RS Sentra Medika Cibinong. Desain penelitian ini menggunakan metode analisis korelasional. Populasi pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa di RS Sentra Medika Cibinong dan besar sampel sebanyak 73 pasien dengan teknik non probability sampling dan cara pendekatan yang digunakan yaitu purposive sampling. Variabel independen kualitas hidup dan variabel dependen tingkat depresi, Self Care Management. Instrumen pengumpulan data dengan melakukan wawancara kuesioner kepada pasien yang menjalani hemodialisa dan data dianalisis menggunakan uji gamma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 73 responden didapatkan hasil tingkat depresi p value = 0,000 dengan nilai korelasi -0,972, selfcare management p value = 0,000 dengan nilai korelasi 0,958 maka menunjukkan ada hubungan tingkat depresi dan self care management dengan kualitas hidup pasien hemodialisa di RS Sentra Medika Cibinong. Dapat disimpulkan bahwa tingkat depresi dengan kualitas hidup pasien memiliki kekuatan korelasi kuat yang bermakna hubungan negatif sehingga semakin tinggi tingkat depresi maka semakin buruk kualitas hidup pasien dan selfcare management dengan kualitas hidup pasien memiliki kekuatan korelasi kuat yang bermakna hubungan positif sehingga semakin baik selfcare management maka semakin baik kualitas hidup pasien.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Diabetes adalah penyakit yang berbahaya dan mematikan. Data milik
Kementerian Kesehatan yang diperoleh dari Sample Registration Survey 2014
menunjukkan diabetes menjadi penyebab kematian terbesar nomor 3 di Indonesia dengan
persentase sebesar 6,7%, setelah stroke (21,1%), dan penyakit jantung koroner (12,9%). Di
Indonesia, prevalensi diabetes di Indonesia mengalami peningkatan dari 5,7% pada 2007
menjadi 6,9% atau sekitar 9,1 juta jiwa pada 2013. Data terbaru dari International Diabetes
Federation (IDF) Atlas tahun 2017 menunjukkan bahwa Indonesia menduduki peringkat
ke-6 dunia dengan jumlah diabetesi sebanyak 10,3 juta jiwa.
Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui hubungan self care dan dukungan keluarga pada
lansia dengan diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Wanakerta Karawang.
Metode Penelitian : Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu
menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian
ini dilaksanakan pada bulan September 2023. Populasi dalam penelitian ini yaitu lansia
penderita diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Wanakerta karawang. Sampel penelitian ini
berjumlah 56 lansia.
Hasil Penelitian : Hasil penelitian uji statistik ChiSquare didapatkan ada hubungan self
care dengan kualitas hidup pada lansia penderita diabetes melitus tipe 2 dengan P-value
0,000. Ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup pada lansia
penderita diabetes melitus tipe 2 denga P-value 0,000.
Kesimpulan : Adanya hubungan antara self care dan dukungan keluarga dengan kualitas
hidup pada lansia penderita melitus tipe 2 di Puskesmas Wanakerta Karawang.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Diabetes melitus biasa dikenal dengan kencing manis atau penyakit gula, merupakan masalah kesehatan yang sudah menjadi ancaman, diabetes tidak dapat disembuhkan apabila tidak segera diatasi dan akan berdampak pada masalah kesehatan lainnya, seperti komplikasi pada mata, jantung, ginjal, saraf, atau kemungkinan amputasi. Penyakit diabetes melitus tidak boleh diremehkan, saat ini diabetes sudah menjadi masalah kesehatan masyarakat diberbagai negara, termasuk Indonesia. Pengetahuan sangat penting untuk pembentukan kepribadian seseorang. Pengetahuan adalah dasar utama untuk pengobatan dan pencegahan diabetes. Seseorang yang memiliki pengetahuan yang kurang tentang diabetes melitus akan sulit untuk mencegah terjadinya diabetes dan jika seseorang menderita diabetes dengan kurang pengetahuan akan mudah menderita komplikasi diabetes. Pengetahuan yang baik tentang diabetes melitus dapat membantu penderita untuk mengerti bagaimana penanganan tentang penyakitnya, cara pencegahan, pengobatan dan komplikasinya. Self care DM merupakan tindakan mandiri yang harus dilakukan oleh penderita DM dalam kehidupannya sehari-hari. Tujuan melakukan tindakan self care untuk mengontrol glukosa darah. Tindakan yang dapat mengontrol glukosa darah, meliputi pengaturan pola makan (diet), latihan fisik (olahraga), perawatan kaki, penggunaan obat diabetes, dan monitoring gula darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan penerapan self care management pada penderita diabetes melitus tipe II di Puskesmas Cikarang. Metode dalam penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 108 pasien diabetes melitus tipe II yang berobat di Puskesmas Cikarang pada bulan April - Juni 2023, untuk menentukan sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus slovin dan di dapatkan sampel sebanyak 85 pasien. Hasil penelitian menunjukan nilai P-value 0.029 (p<0.05), maka dapat di artikan bahwa Ho di tolak yang berarti terdapat hubungan. Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan penerapan self care management pada penderita diabetes melitus tipe II di Puskesmas Cikarang dan diharapkan pasien diabetes melitus hendaknya memahami informasi yang diberikan mengenai edukasi tentang penyakit sehingga dapat meningkatkatkan pengetahuan dan perilaku self care management.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Berdasarkan Data Sasaran SPM Program P2PTM 2022 yang didapatkan dari Puskesmas Mekarmukti Cikarang Utara terdapat 50 Orang yang menderita Diabetes Melitus Tipe II di Desa Wangunharja terhitung dari Bulan Januari-Mei tahun 2022. Jenis penelitian ini digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan pendekatan desain cross sectional. Populasi padapenelitian ini adalah warga Desa Wangunharja yang Menderita Diabetes Melitus Tipe II. Dalam penelitian ini pengambilan sampel menggunakan teknik Total sampling. Instrumen dalam penelitian ini berupa kuesioner. Analisis data menggunakan uji Chi Square dengan hasil yang menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara Self Care Management dengan Kualitas Hidup dengan nilai p Value 0,003 < nilai a (0,05). Semakin Baik Self care Management semakin tinggi pula kualitas hidup penderita Diabetes Melitus tipe II dan sebaliknya apabila Self care Management Buruk maka semakin rendah juga kualitas hidupnya.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Self Care Diabetes merupakan perilaku penting untuk mencegah komplikasi akut dan kronis dan membutuhkan
perawatan berkelanjutan. Self efficacy membantu merencanakan dan meninjau intervensi pendidikan dan memprediksi
perubahan perilaku dalam perawatan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahu hubungan Self Efficacy dengan Self
Care Activity pada penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Rw.005 Desa Pasir Gombong. Desain penelitian yang digunakan
adalah cross sectional. Penentuan sampel yang dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan sampel sebanyak 32
responden. penelitian ini dilakukan pada bulan Juli 2022. Hasil penelitian ini menunjukan nilai Sig. (2 tailed) 0,000 <
0,05 yang artinya terdapat hubungan signifikan antara Self Efficacy dengan Self Care Activity pada penderita Diabetes
Melitus di Rw. 005 Desa Pasir Gombong dengan hasil koefisien kolerasi sebesar 0,608 yang dapat disimpulkan bahwa
ada hubungan yang kuat dan searah. Perlu penelitian lebih lanjut untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi
Self Efficacy Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 dan promosi kesehatan mengenai Self Care Diabetes agar menambah
pengetahuan penderita Diabetes Melitus Tipe 2 dalam melakukan Self Care Activity
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Self Care Diabetes merupakan perilaku penting untuk mencegah komplikasi akut dan kronis dan membutuhkan
perawatan berkelanjutan. Self efficacy membantu merencanakan dan meninjau intervensi pendidikan dan memprediksi
perubahan perilaku dalam perawatan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahu hubungan Self Efficacy dengan Self
Care Activity pada penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Rw.005 Desa Pasir Gombong. Desain penelitian yang digunakan
adalah cross sectional. Penentuan sampel yang dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan sampel sebanyak 32
responden. penelitian ini dilakukan pada bulan Juli 2022. Hasil penelitian ini menunjukan nilai Sig. (2 tailed) 0,000 <
0,05 yang artinya terdapat hubungan signifikan antara Self Efficacy dengan Self Care Activity pada penderita Diabetes
Melitus di Rw. 005 Desa Pasir Gombong dengan hasil koefisien kolerasi sebesar 0,608 yang dapat disimpulkan bahwa
ada hubungan yang kuat dan searah. Perlu penelitian lebih lanjut untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi
Self Efficacy Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 dan promosi kesehatan mengenai Self Care Diabetes agar menambah
pengetahuan penderita Diabetes Melitus Tipe 2 dalam melakukan Self Care Activity