Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Berg Balance Scale
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Perbandingan Efektivitas Antara Core Stability Exercise dan Weight Shifting Exercise Untuk Meningkatkan Keseimbangan Dinamis Pada Pasien Post Stroke Iskemik di RSUD Pakuhaji Tahun 2026

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Stroke adalah gangguan fungsi neurologis akibat terhambatnya aliran darah ke otak yang sering menyebabkan gangguan keseimbangan. Pada pasien post stroke iskemik fase subakut, latihan core stability exercise dan weight shifting exercise dapat digunakan untuk meningkatkan keseimbangan dinamis. Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan efektivitas core stability exercise dan weight shifting exercise terhadap peningkatan keseimbangan dinamis pada pasien post stroke iskemik. Metode: Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen two group pretest-posttest design pada 18 pasien post stroke iskemik fase subakut yang diambil dengan teknik total sampling dan dibagi menjadi dua kelompok. Intervensi diberikan selama 4 minggu, dua kali seminggu. Keseimbangan diukur menggunakan Berg Balance Scale (BBS) dan dianalisis dengan uji Wilcoxon serta Mann–Whitney. Hasil: Hasil uji Wilcoxon dari pre-post kedua kelompok menunjukkan peningkatan keseimbangan yang signifikan. Pada kelompok core stability exercise nilai p value = 0,007 (p<0,05) sedangkan pada kelompok weight shifting exercise nilai p value = 0,008 (p<0,05). Hasil dari uji Mann–Whitney dari kedua kelompok menunjukkan nilai p value = 0,001 (p<0,05), yang menunjukkan perbedaan bermakna antar kelompok, dimana weight shifting exercise memberikan peningkatan lebih besar. Kesimpulan: Hasil penelitian ini menyimpulkan Kedua latihan efektif meningkatkan keseimbangan dinamis pasien post stroke iskemik, namun weight shifting exercise lebih efektif. Rekomendasi : Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi fisioterapis dalam meningkatkan keseimbangan dinamis pasien post stroke dengan memprioritaskan weight shifting exercise, serta core stability exercise sebagai latihan pendukung untuk meningkatkan kontrol postural.

22 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Otago Exercise Programme Terhadap Risiko Jatuh Pada Lansia di Desa Sukajaya Kabupaten Bekasi

2026•Koleksi Perpustakaan

Latar belakang : Lansia merupakan kelompok usia yang rentan mengalami risiko jatuh akibat proses penuaan yang menyebabkan penurunan kekuatan otot, keseimbangan postural, dan kemampuan mobilitas. Risiko jatuh pada lansia dapat menimbulkan dampak serius seperti cedera, fraktur, penurunan kemandirian, hingga kematian. Salah satu intervensi nonfarmaologis yang direkomendasikan untuk menurunkan risiko jatuh adalah otago exercise programme. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh otago exercise programme terhadap risiko jatuh pada lansia di desa sukajaya kabupaten bekasi. Metode: penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan pre- eksperimental one group pretest-posttest sample penelitian berjumlah 54 lansia yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen pengukuran risiko jatuh menggunakan Berg Balance Scale (BBS). Intervensi Otago Exercise Programme diberikan sebanyak tiga kali dalam satu minggu. Data dianalisis menggunakan uji wilcoxon signed rank test. Hasil: Hasil univariat dengan menggunakan uji non parametrik test yaitu uji wilcoxon signed rank test hasil perhitungan statistik menunjukan nilai asymp.Sig. (2-tailed) 0,000 karena nilai P< 0,05. yang berarti terdapat pengaruh dalam menurunkan resiko jatuh setelah di berikan intervensi. Kesimpulan: Otago Exercise Programme memiliki pengaruh dalam menurunkan risiko jatuh pada lansia di desa sukajaya kabupaten bekasi dan direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan untuk pencegahan resiko jatuh pada lansia.

13 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail