PENGARUH TERAPI TUINA TEKNIK AN RAU TITIK AKUPUNTUR BL23 BL 25 BL 40 TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PINGGANG PADA PASIEN DEWASA
Latar Belakang: Nyeri punggung bawah (low back pain) merupakan salah satu keluhan muskuloskeletal yang paling sering ditemukan, dengan prevalensi global mencapai 619 juta kasus pada tahun 2020 dan diproyeksikan meningkat menjadi 843 juta kasus pada 2050. Di Indonesia, Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat prevalensi gangguan muskuloskeletal nasional sebesar 7,30%. Penatalaksanaan konvensional menggunakan OAINS bersifat simtomatik dan kurang efektif mengatasi penyebab mendasar nyeri pinggang kronis, sehingga dibutuhkan alternatif terapi komplementer seperti Tuina. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi Tuina teknik Rou Fa pada titik akupunktur BL 23 (Shenshu), BL 25 (Dachangshu), dan BL 40 (Weizhong) terhadap penurunan intensitas nyeri pinggang pada pasien dewasa. Desain penelitian yang digunakan adalah pra-eksperimental one group pretest-posttest, dengan sampel sebanyak 30 responden di Klinik Velda, Tanjung Priok. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh terapi Tuina teknik Rou Fa pada titik akupunktur BL 23, BL 25, dan BL 40 terhadap penurunan intensitas nyeri pinggang pada pasien dewasa. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental one-group pretestposttest dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian sebanyak 30 responden di Klinik Velda, Tanjung Priok, Jakarta Utara, yang memenuhi kriteria inklusi. Intervensi Tuina teknik Rou Fa diberikan sebanyak 8 kali pertemuan (2 kali/minggu selama 4 minggu). Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) pada saat pre-test dan post-test. Analisis data menggunakan uji Shapiro-Wilk untuk uji normalitas dan uji Paired T-Test untuk uji hipotesis. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor NRS menurun dari 4,83 (SD = 1,949) sebelum intervensi menjadi 1,03 (SD = 1,273) setelah intervensi, dengan besaran penurunan rata-rata 3,800 poin (SD = 1,064) atau setara dengan penurunan sekitar 78,7% dari skor nyeri awal. Hasil uji statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan (t = -19,571; df = 29; p = 0,000). Kesimpulan: Terapi Tuina teknik Rou Fa pada titik akupunktur BL 23, BL 25, dan BL 40 berpengaruh signifikan secara statistik terhadap penurunan intensitas nyeri pinggang pada pasien dewasa di Klinik Velda.