Abstrak
Latar Belakang: Shivering merupakan komplikasi yang sering terjadi pada periode intra operatif akibat gangguan termoregulasi setelah pemberian spinal anestesi. Ketinggian blok spinal diduga memengaruhi luas vasodilatasi perifer yang dapat meningkatkan kehilangan panas tubuh sehingga berpotensi memicu terjadinya shivering pada pasien pasca operasi. Tujuan: Mengetahui hubungan ketinggian blok spinal anestesi dengan kejadian shivering intra operatif pada pasien operasi urologi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling menggunakan consecutive sampling dengan jumlah sampel 36 responden. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Sebagian besar responden mengalami ketinggian blok spinal rendah dan sebagian besar tidak mengalami shivering. Hasil analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05) yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara ketinggian blok spinal anestesi dengan kejadian shivering pada pasien pasca operasi urologi. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara ketinggian blok spinal anestesi dengan kejadian shivering pada pasien pasca operasi urologi di RSUD Kabupaten Bekasi.