Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

10.661 item publik

Publikasi

Halaman 424 dari 534

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Penyalahgunaan Obat Dengan Kandungan Chlorpromazine pada Remaja di Desa Sukahurip Tahun 2019

Armi; Eka Lesmana
2021 · Book · Open Access

NAPZA merupakan zat atau obat yang sangat merugikan bagi kelompok masyarakat khususnya generasi muda Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor faktor yang berhubungan dengan penyalahgunaan obat dengan kandungan chlopromazine pada remaja di desa sukahurip Metode dalam penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif dengan metode pendekatan cross sectional Populasi dalam penelitian ini yaitu remaja desa sukahurip dengan jumlah sampel terdapat 60 responden Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pendidikan dengan penyalahgunaan obat dengan kandungan chlopromazine dengan nilai p value 0,004 dan OR 6,000, hubungan yang signifikan antara keluarga dengan penyalahgunaan obat chlopromazine dengan nila p-value 0,013 dan OR 4,714, hubungan yang signifikan antara lingkungan teman sebaya dengan penyalahgunaan obat chlopromazine dengan nilai p-value-0,007 dan OR-5200 remaja di desa sukahurip tahun 2019 Kesimpulan adalah adanya hubungan pada pendidikan, keluargs, dan lingkungan teman sebaya dalam penyalahgunaan obat dengan kandungan chlopromazine pada remaja di desa sukahurip.

Hubungan Gaya Hidup Dengan Kejadian Hipertensi di Desa Leuweunggajah Puskesmas Ciledug Kabupaten Cirebon Tahun 2020

Mila Sartika; Singgih Farinto
2021 · Book · Open Access

Latar Belakang : Penyakit hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik dan diastolik lebih dari 140/90 mmHg. Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan terjadinya hipertensi seperti faktor genetik, umur, jenis kelamin, kegemukan, serta gaya hidup. Gaya Hidup yang dimaksud seperti merokok, stress, aktivits fisik dan pola makan. Berdasarkan hasil studi pendahuluan di Puskemas Ciledug Kabupaten Cirebon didapatkan bahwa program penyakit hipertensi merupakan urutan pertama dari 12 program penyakit terbanyak serta mendapatkan data penderita hipertensi di Puskesmas Ciledug pada tahun 2019 terdapat 9 desa, dari setiap desa di dapatkan hasil yaitu Desa Jatiseeng Kidul dengan jumlah 234 orang yang menderita hipertensi, Desa Ciledug Kulon sebanyak 219 orang yang menderita hipertensi dan Desa Leuweunggajah merupakan peringkat ketiga sebanyak 133 penderita hipertensi dari berbagai Rukun Warga. di Puskemas Ciledug Kabupaten Cirebon didapatkan bahwa program penyakit hipertensi merupakan urutan pertama dari 12 program penyakit terbanyak serta mendapatkan data penderita hipertensi di Puskesmas Ciledug pada tahun 2019 terdapat 9 desa, dari setiap desa di dapatkan hasil yaitu Desa Jatiseeng Kidul dengan jumlah 234 orang yang menderita hipertensi, Desa Ciledug Kulon sebanyak 219 orang yang menderita hipertensi dan Desa Leuweunggajah merupakan peringkat ketiga sebanyak 133 penderita hipertensi dari berbagai Rukun Warga. Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan gaya hidup dengan kejadian hipertensi di Desa Leuweunggajah Puskesmas Ciledug Kabupaten Cirebon Tahun 2020. Metode Penelitian : Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan “cross sectional”. Dengan populasi sebanyak 133 orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Purposive sampling dengan jumlah sampel 57 responden. Instrument yang digunakan kuesioner. Analisa data yang digunakan analisa bivariat menggunakan Chi-Square dengan nilai signifikan < α (0,05). Hasil Penelitian : Hasil dari penelitian ini diperoleh tidak adanya hubungan gaya hidup dengan kejadian hipertensi di Desa Leuweunggajah Puskesmas Ciledug Kabupaten Cirebon Tahun 2020 dengan p-value (1,000). Pada penelitian ini didapatkan dari 57 responden sebanyak 22 orang (73,3%) yang menerapkan gaya hidup sehat memiliki tekanan darah ≥ 140/90 mmHg. Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan gaya hidup dengan kejadian hipertensi di Desa Leuweunggajah Puskesmas Ciledug Kabupaten Cirebon Tahun 2020. Saran : Diharapkan masyarakat penderita hipertensi agar terhindar dari komplikasi yang lebih lanjut, ikut dalam memodifikasi gaya hidup sehari-harinya agar penderita terbiasa.

Faktor - Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue di Lingkungan Desa Telaga Murni RT 003/ RW 008 Tahun 2020

Aisyah Octafia; Armi
2021 · Book · Open Access

Latar Belakang : Demam berdarah atau dengue hemorrhagic atau lazimnya disebut DBD/DHF merupakan suatu jenis penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue, dimana virus ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Faktor lingkungan yang memberi pengaruh terhadap keberadaan DBD antara lain lingkungan fisik seperti suhu udara, kelembaban, hujan, angin, sinar matahari, arus air, lingkungan biologi seperti tidak menumpuk barang-barang bekas dan lingkungan sosial yaitu kebiasaan atau perilaku seseorang dalam memelihara lingkungan sekitar. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti pada tanggal 12 Juli 2020 terlihat bahwa warga di desa Telaga murni khususnya di RT 003/RW 008 hasil yang didapatkan bahwa dari 8 orang faktor lingkungan fisiknya terlihat kurang baik dikarenakan keterbatasan ventilasi pada ruangan. 9 orang faktor lingkungan sosialnya kurang baik dikarenakan tidak membersihkan saluran air dan talang air yang tersumbat. 10 orang lingkungan biologi nya kurang baik dikarenakan banyak barang-barang bekas yang menumpuk dan tempat minum hewan peliharaan yang tidak dibersihkan. Berdasarkan data yang diperoleh dari Puskesmas Telaga Murni didapatkan data ada 8 warga yang pernah mengalami DBD. Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Demam Berdarah Dengue Tahun 2020. Metode Penelitian : Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan “cross sectional”. Dengan populasi sebanyak 42 orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Purposive sampling dengan jumlah sampel 35 responden. Instrument yang digunakan kuesioner. Analisa data yang digunakan analisa bivariat menggunakan Chi-Square dengan nilai signifikan < α (0,05). Hasil Penelitian : Hasil dari penelitian ini diperoleh tidak adanya hubungan lingkungan sosial dengan kejadian demam berdarah dengue di Desa Telaga murni RT 003/ RW 008 Tahun 2020 dengan p-value (1,000). Pada penelitian ini di dapatkan bahwa dari 11 responden lingkungan sosial kurang, ada sebanyak 9 (81,8%) responden. Sedangkan dari 31 responden lingkungan sosialnya baik, ada sebanyak 26 (83,9%). Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan lingkungan sosial dengan kejadian demam berdarah dengue di Desa Telaga murni RT 003/ RW 008 Tahun 2020. Saran : Diharapkan masyarakat seharusnya memanfaatkan peran JUMANTIK yang sudah ada dan menyadari betul tentang pentingnya upaya pemberian penyuluhan dan pengamatan tentang kejadian demam berdarah agar terhindar dari wabah penyakit DBD, jika ada yang kurang mengerti tentang upaya apa yang harus dilakukan dalam melakukan pengamatan terhadap kejadian DBD hendaknya mencari tahu lewat surat kabar atau majalah, iklan televisi, browsing di google atau internet atau dating ke Pusat pelayanan kesehatan untuk menanyakan hal-hal yang tidak diketahui dan memanfaatkan Puskesmas untuk membantu memantau kesehatan anggota keluarga.

Hubungan Karakterisitik dengan Partisipasi Lansia dalam Kegiatan Posyandu Lansia di Kp. Karang Getak RT 001 RW 002 di Desa Sukamantri Kecamatan Tambelang Kabupaten Bekasi

Angga Saeful Rahmat; Dinda Putri Oktavia
2021 · Book · Open Access

Latar Belakang: Lanjut usia adalah kelompok orang yang sedang mengalami suatu proses perubahan yang bertahap dalam jangka waktu tertentu. Perubahan yang terjadi meliputi perubahan Fisik, Biologis, Kognitif, Psikologis, Ekonomi, maupun peranan sosialnya dalam masyarakat. Untuk meningkatkan derajat kesehatan lansia pemerintah membuat beberapa kebjakan-kebijakan pelayanan kesehatan lansia. Dalam pelaksanaan kebijakan tersebut, maka dikembangkan program kesehatan lansia sebagai berikut: bentuk pelayanan kesehatan santun lanjut usia yang diberikan di Puskesmas yaitu memberikan pelayanan yang baik dan berkualitas, memberikan prioritas pelayanan kepada lanjut usia dan penyediaan sarana yang aman dan mudah diakses, memberikan dukungan atau bimbingan pada lanjut usia dan keluarga secara berkesinambungan, melakukan pelayanan secara proaktif untuk dapat menjangkau sebanyak mungkin sasaran lansia yang ada di wilayah kerja Puskesmas, Metode: Penelitian ini merupakan penelitian Observasional Analitik dengan rancangan atau penelitian Cross Sectional. Analisis menggunakan uji Chi-square. Sampel yang digunakan purposive sampling dengan jumlah 32 responden. Hasil penelitian: hasil uji Chi-square ini menunjukkan variabel umur didapat nilai signifikan (p) = 0,009 > 0,05. Variabel pendidikan didapat nilai tidak signifikan (p) = 0,625 < 0,05. Variabel jenis kelamin didapat nilai yang signifikan (p) = 0,013 > 0,05. Variabel riwayat penyakit didapat nilai tidak signifikan (p) = 0,072 < 0,05. Berdasarkan uji Chi-square. Variabel yang paling signifikan terhadap partisipasi lansia dalam kegiatan posyandu adalah umur, dan riwayat penyakit Kesimpulan: Partisipasi lansia dalam kegiatan posyandu lansia adalah umur dan jenis kelamin. Diharapkan kepada pihak terkait agar dapat melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan partisipasi lansia dalam kegiatan posyandu lansia antara lain melalui promosi dan penyuluhan kesehatan tentang manfaat kegiatan yang ada di posyandu lansia.

Faktor - Faktor yang Berhubungan dengan Pengetahuan Pemanfaatan Jus Buah Tomat pada Lansia yang Mengalami Hipertensi di Kp. Karang - Getak RT/RW 003/005, Ds. Sukawangi, Kec. Sukawangi, Kab. Bekasi

Mimin Wartini
2021 · Book · Open Access

Latar Belakang : hipertensi meruppakan terjadinya peningkatan tekanan darah sistolic yang lebih dari 140 mmHg serta diastolic lebih dari 90 mmHg dengan dua kali pengukuran pada selang waktu 5 menit dengan keadaan istirahat yang cukup dan dalam kondisi tenang. Hipertensi memiliki hubungan yag erat kaitannya dengan faktor gaya hidup dan pola makan, gaya hidup sangat berpengaruh pada kebiasaan seseorang atau bentuk perilaku yang mempunyai pengaruh yang positif maupun pengaruh yang negaatif pada kesehatan seseorang. Pengetahuan yang kurang akan mempengaruhi penderita hipertensi untuk dapat mengatasi kekambuhan atau melakukan sebuah pencegahan untuk mencegah timbulnya suatu komplikasi. Berdasarkan hasil studi pendahuluan di Puskesmas Sukatenang pada bulan Januari sampai bulan Juni tahun 2020 didapatkan data bahwa ditemukan kasus hipertensi di Kecamatan Sukawangi sebanyak 535 orang dengan rata-rata usia 45 tahun ke atas, dan kasus hipertensi di Desa Sukawangi sebanyak 99 orang yang terkena hipertensi pada usia di atas 45 tahun, dan berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di Kp. Karang-Getak Rt/ Rw 001/ 006, Ds. Sukawangi, Kec. Sukawangi, Kab. Bekasi berdasarkan dari hasil wawancara 10 orang lansia yang mengalami hipertensi bahwa tidak ada 1 orang pun yang mengetahui bahwa jus buah tomat dapat menurunkan tekanan darah tinggi, hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan yang dimiliki oleh lansia tersebut. Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan pemanfaatan jus buah tomat pada lansia yang mengalami hipertensi di kp. Karang-getak rt/ rw 003/ 005, Ds. Sukawangi, Kec. Sukawangi, Kab. Bekasi. Metode Penelitian : Metode penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Dengan populasi sebanyak 45 orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Purposive Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 31 orang atau responden. Instrument yang digunakan yaitu dengan menggunakan kuesioner yang telah dicek validitas dan reliabilitasnya. Analisa data yang digunakan analisa bivariat menggunakan Chi-Square dengan nilai signifikan < α (0,05). Hasil Penelitian : Hasil dari penelitian ini diperoleh adanya hubungan antara variabel pendidikan dengan pengetahuan pemnafaatan jus buah tomat dengan p-value (0,007), sedangkan untuk variabel umur p-value (0,028), pada variabel pekerjaan tidak ada hubungan p-value (1,000), dan pada variabel media masa atau informasi p-value (0,004). Pada penelitian ini didapatkan dari 31 responden. Kesimpulan : Ada hubungan antara variabel pendidikan, umur, dan media masa atau informasi, tetapi tidak ada hubungan antara variabel pekerjaan dengan pengetahuan pemanfaatan jus buah tomat pada lansia yang mengalami hipertensi di kp. Karang-getak rt/ rw 003/ 005, Ds. Sukawangi, Kec. Sukawangi, Kab. Bekasi. Saran : Diharapkan dapat memberikan saran agar seseorang yang menderita atau megalami hipertensi pengetahuannya semakin bertambah khususnya mengenai pemanfaatan jus buah tomat dalam menurunkan tekanan darah tinggi.

Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Stres pada Mahasiswa Semester II Prodi Sarjana Keperawatan Saat Melakukan Study From Home (SFH) pada Pandemi Covid-19 di Institut Medika Drg. Suherman (IMDS) Tahun 2020

Ade Nurwahid; Retno Anggraeni Puspita Sari
2021 · Book · Open Access

Selama wabah Covid-19 masuk ke Indonesia, ada peraturan pemerintah yang dikeluarkan untuk melakukan pencegahan penyebaran wabah tersebut. Salah satunya Sistem pendidikan, yaitu dengan cara Study From Home (SFH) atau pembelajaran secara daring. Faktor-faktor yang mempengaruhi stres antara lain: faktor status sosial ekonomi, strategi coping mahasiswa, tuntutan tugas akademik, pengaruh lingkungan sosial. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan rancangan Cross Sectional. Penelitian ini di lakukan di Institut Medika Drg. Suherman dengan jumlah sempel 46 responden dan pengambilan sempel menggunakan total sampling. Penelitian ini menggunakan instrument kuesioner melalui google from. Uji statistik yang digunakan adalah uji Chi-Square. Hasil penelitian univariat didapatkan tingkat stres pada mahasiswa saat melakukan study from home (SFH), stress normal 16 responden (34.8%), stress ringan 4 responden (8,7%), stress sedang 2 responden (4,3%), stress berat 12 responden (26,1%), dan stress sangat berat 12 responden (26,1%). Hasil analisa bivariat menunjukan bahwa ada hubungan tutntutan tugas akademik dengan terjadinya tingkat stress dengan nilai p value = 0,026, ada hubungan pengaruh lingkungan dengan terjadinya tingkat stress dengan nilai p value = 0,033, ada hubungan status sosial ekonomi dengan terjadinya tingkat stress dengan nilai p value = 0,014, dan tidak ada hubungan strategi koping dengan terjadinya tingkat stress dengan nilai p value = 0,223. Dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat tingkat stress pada mahasiswa semester II prodi sarjana keperawatan saat melakuan study from home (SFH) pada pandemi covid-19 di Institut Medika Drg. Suherman tahun 2020 variabel yang berhubungan adalah tuntutan tugas akademik, pengaruh lingkungan sosial, status sosial ekonomi, sedangkan variabel yang tidak berhubungan adalah strategi koping.

Pengaruh Terapi Relaksasi Audio: Murottal Al-Qur’an terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan pada Mahasiswa Tingkat Akhir Program Studi S1 Keperawatan di Institut Medika Drg. Suherman

Alverdo Yusufa
2021 · Book · Open Access

Kecemasan adalah suatu perasaan was-was seolah sesuatu yang buruk akan terjadi dan merasa tidak nyaman seakan ada ancaman yang disertai gejala-gejala fisik seperti jantung berdebar-debar, keringat dingin dan tangan gemetar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode Quasy Experiment menggunakan pendekatan one group pre-test and posttest design. Populasi pada penelitian ini adalah semua mahasiswa tingkat akhir program studi S1 Keperawatan yang ada di Institut Medika Drg. Suherman. Sampel berjumlah 19 responden. Instrument pada penelitian ini yaitu menggunakan kuesioner untuk mengukur tingkat kecemasan dan dengan mendengarkan murottal Al-Qur’an untuk memberikan perasaan relaks. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji T dengan nilai signifikan alpha 5% (α = 0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan variabel Pengaruh Terapi Relaksasi Audio: Murottal Al-Qur’an terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan didapat value = 0,000 dengan nilai α = < 0,05, maka nilai value < α sehingga H0 ditolak maka artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah dilakukan terapi relaksasi audio murottal Al-Qur’an. Diharapkan melalui penelitian ini dapat memberikan saran agar seseorang yang sedang mengalami kecemasan agar melakukan terapi psikoreligius dengan cara mendengarkan lantunan murottal Al-Qur’an.

Faktor - Faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Kepatuhan Menjalani Terapi Diet pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II di Puskesmas Desa Wanasari Kecamatan Cibitung Kabupaten Bekasi Tahun 2020

Retno Anggraeni Puspita Sari; Sri Tuti Rahmawati
2021 · Book · Open Access

Latar Belakang : Diabetes melitus adalah suatu penyakit gangguan metabolisme kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah yang disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid, dan protein sebagai akibat dari ketidak mampuan kerja fungsi insulin. Di jawa barat angka kejadian diabetes melitus 4,2%. Berdasarkan RISKESDAS Tahun 2013 kasus diabetes melitus di Kota Bekasi diketahui sebesar 69,6%.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kepatuhan menjalani terapi diet pada pasien Diabetes Melitus tipe 2 di Puskesmas Desa Wanasari Kecamatan Cibitung Kabupaten Bekasi Tahun 2020. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kepatuhan menjalani terapi diet pada pasien Diabetes Melitus tipe 2 di Puskesmas Desa Wanasari Kecamatan Cibitung Kabupaten Bekasi Tahun 2020. Metode Penelitian : Metode penelitian ini adalah Analitik Kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien Diabetes Melitus tipe 2 yang berobat di puskesmas wanasari tahun 2020 sebanyak 34 responden. Analisa data yang digunakan adalah bivariat berupa uji Chi-Square dengan nilai signifikan α <0,05. Hasil Penelitian : Hasil uji chi-square penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang sigifikan antara Pengetahuan (p = 0,011 < α = 0,05), Sikap (p = 0,002 < α = 0,05), Dukungan Keluarga (p = 0,045 < α = 0,05), dan tidak adanya hubungan antara Motivasi (p = 0,539 > α = 0,05), dengan tingkat kepatuhan menjalani terapi diet pada pasien diabetes melitus tipe 2 di puskesmas desa wanasari kecamatan cibitung kabupaten bekasi tahun 2020. Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kepatuhan menjalani terapi diet pada pasien diabetes melitus tipe 2 di puskesmas desa wanasari kecamatan cibitung kabupaten bekasi tahun 2020 variabel yang berhubungan adalah pengetahuan, sikap, dukungan keluarga sedangkan variabel yang tidak berhubungan adalah motivasi. Saran : Di harapkan untuk para penderita Diabetes Mellitus tipe 2 dapat mematuhi pola makan yang benar menurut 3j, agar gula darah dapat terkontrol sehingga tubuh tetap sehat serta mencegah terjadinya komplikasi.

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Hipertensi Pada Lansia di Kp. Pulo Tapis RT.06/02 Desa Sindang Sari Kecamatan Cabang Bungin Kabupaten Bekasi Tahun 2020

Heru Turdja'i; Mahrifatulloh
2021 · Book · Open Access

Hipertensi adalah tekanan darah yang persisten dimana tekanan sistolik lebih dari 140 mmHg dan diastolik lebih dari 90 mmHg (Hasdianah dan Suprapto, 2016). Hipertensi pada lansia adalah tekanan darah dimana sistolik 160 mmHg/ 90 mmHg. Pada skripsi ini penulis mengangkat faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada lansia khususnya yaitu aktivitas fisik, kadar kolesterol dalam darah, konsumsi natrium dan status hipertensi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara status aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi pada lansia di kampung pulo tapis Rt. 06/02 dengan P-Value 0,044 < (0,05) dan nilai OR 0,293. Kemudian hubungan antara kadar kolesterol dalam darah dengan kejadian hipertensi pada lansia di kampung pulo tapis Rt. 06/02 dengan P-Value 0,001 < (0,05) dan nilai OR 8,500. Selanjutnya hubungan antara konsumsi natrium dengan kejadian hipertensi pada lansia di kampung pulo tapis Rt. 06/02 cabang dengan P-Value 0,025 < (0,05) dan nilai OR 3,879. Ada hubungan antara aktivitas fisik, kadar kolesterol dalam darah, asupan natrium dengan kejadian hipertensi pada lansia Kp. Pulo Tapis RT. 06/02 Desa Sindang Sari, Kecamatan Cabang Bungin, Kabupaten Bekasi. Adapun tidak ada hubungan antara usia dengan kejadian hipertensi pada lansia di Kp. Pulo Tapis RT. 06/02 Desa Sindang Sari, Kecamatan Cabang Bungin, Kabupaten Bekasi.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat Kepatuhan Pasien TB Paru MDR (Multy Drug Resisten) Dalam Mengkonsumsi OAT (Obat Anti Tuberkulosis) di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang Tahun 2020

Yoga Anwar Pratama
2021 · Book · Open Access

Kepatuhan terhadap pasien dalam pengobatan dengan jangka panjang atas penyakit kronis di negara maju ini sebesar 50%, sedangkan pada negera berkembang cukup lebih rendah, Ketidak patuhan terhadap pasien dalam pengobatan yaitu dengan permasalahan kesehatan sangat serius serta sering terjadi pada pasien pengidap penyakit kronis, seperti pada penyakit Tuberkulosis Paru, Kepatuhan pada pasien TB terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi yaitu faktor internal karakteristik pasien TB dan yang tidak dapat diubah yaitu usia, jenis kelamin, penyakit penyerta sedangkan yang dapat diubah yaitu pengetahuan pasein, dan motivasi sembuh dan PHBS pada pasien tersebut, faktor eksternal pada pasien TB yaitu seorang petugas kesehatan, akses ke fasilitas kesehtan, dukungan keluarga, dukungan sosial, PMO yang mendampingi. Jenis penelitian ini analitik kuantitatip dengan rancangan cross sectional. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang dengan jumlah sempel 40 responden dan pengambilan sempel dilakukan dengan cara accidental sampling. Penelitian ini menggunakan instrument kuesioner. Uji statistic yang digunakan adalah uji Chi Square. Hasil penelitian univariat didapatkan bahwa kepatuhan pasein dalam mengkonsumsi (OAT) yang patuh berjumlah 16 responden (40%) sedangkan yang tidak patuh berjumlah 24 responden (60%). Hasil analisa bivariat menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan tingkat kepatuhan dengan nilai p vulue = 0,003 dan OR = 9,000, ada hubungan yang signifikan antara motivasi dengan tingkat kepatuhan dengan nilai p vulue = 0,009 dan OR = 8,556, dukungan keluarga dengan tingkat kepatuhan dengan nilai p vulue = 0,003 dan OR = 11,000, dukungan sosial dengan tingkat kepatuhan dengan nilai p vulue = 0,009 dan OR = 7,000. Sedangkan pada variabel usia dengan tingkat kepatuhan tidak ada hubungan dengan nilai p vulue = 0,104 dan OR = 0,333. Dapat di simpulkan dari 5 variabel yang diteliti ada 4 variabel yang berhubungan dengan tingkat kepatuhan yaitu pengetahuan, motivasi sembuh, dukungan keluarga, dukungan sosial, dan ada 1 variabel yang tidak berhungan dengan tingkat kepatuhan yaitu usia. Dapat disimpilkan dukungan keluarga dan sosial penting sebagai faktor eksternal terhadap kepatuhan lebih lanjut, pengetahuan dan motivasi penting sebagai faktor internal kepatuhan pasien TB MDR.

Faktor-Faktor Resiko yang Berhubungan dengan Kejadian Stroke di RS Sentra Medika Cikarang Kabupaten Bekasi Tahun 2020

Irfan Abdillah; Suanda Saputra
2021 · Book · Open Access

Stroke termasuk penyakit serebrovaskular (pembuluh darah otak) yang di tandai dengan kematian jaringan otak (infark serebral) dan terjadi karna berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. WHO mendefinisikan bahwa stroke adalah gejala-gejala berkurangnya fungsi susunan saraf akibat penyakit pembuluh darah otak dan disebut juga sebagai CVA (Cerebrovascular Accident). Terdapat beberapa faktor yang meningkatkan resiko stroke, faktor-faktor tersebut meliputi, Hipertensi, Diabetes, Kolesterol Tinggi, Merokok, Aktivitas Fisik, Alkohol. Faktor resiko lainnya yaitu Faktor Keturunan, dan Faktor Usia (NHS, 2019). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan Kejadian Stroke di RS Sentra Medika Cikarang Kabupaten Bekasi Tahun 2020. Penelitian ini dapat membantu memberikan informasi tentang faktor resiko yang berhubungan dengan kejadian stroke sehingga dapat menjadi dasar dalam upaya pencegahan penyakit stroke khususnya pada usia produktif. Metode penelitian ini adalah Analitik Kuantitatif dengan Teknik Total Sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien Stroke yang berada di RS Sentra Medika Cikarang Kabupaten Bekasi Tahun 2020 sebanyak 50 responden. Analisa data yang digunakan adalah bivariat berupa uji Chi-Square dengan nilai signifikan α <0,05. Hasil uji chi-square penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara Usia (p = 0,008 < α = 0,05), Hipertensi (p = 0,004 < α = 0,05), Diabetes Mellitus (p = 0,004 < α = 0,05), Aktivitas Fisik (p = 0,008 < 𝑎 = 0,05). Dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stroke di RS Sentra Medika Cikarang Kabupaten Bekasi Tahun 2020 variabel yang berhubungan adalah Usia, Hipertensi, Diabetes Mellitus, Aktivitas Fisik.

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Pengetahuan Masyarakat tentang Covid-19 di Kampung Warung Bingung Desa Sukahurip Kabupaten Bekasi Tahun 2020

Aprilina Sartika; Ramdani Rahmat Hidayat
2021 · Book · Open Access

Latar Belakang : Covid-19 (SARS-Cov-2) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh keluarga coronavirus jenis baru dan virus ini pertama kali muncul pada tanggal 31 Desember 2019 di Wuhan China. Pada awalnya pemerintah China belum dapat memastikan agen penyebab utama dari penyakit saluran pernapasan yang disebabkan oleh Covid-19 ini sehingga kasus-kasus ini pertama kali diklasifikasikan sebagai pneumonia yang etiologinya belum diketahui. Berdasarkan hasil penelitian, Covid-19 ditularkan dari manusia ke manusia melalui kontak fisik dan droplet (percikan kecil-kecil) yang keluar saat seseorang bersin atau batuk. Gejala umum yang muncul setelah terinfeksi Covid-19 ini adalah demam (≥ 38oC), kelelahan dan batuk kering. Ada beberapa gejala lain yang tidak umum tetapi dapat mempengaruhi kesehatan pasien seperti menurunnya indra penciuman atau pengecap, atau perubahan warna jari kaki atau tangan, hidung tersumbat, diare, sakit tenggorokan, konjungtivitis , sakit kepala, sakit dan nyeri. Di Indonesia jumlah kasus Covid-19 pada bulan Juli tahun 2020 telah mencapai 84,882 kasus. Dilansir dari The Asean Post pada tanggal 18 Juli 2020, Negara dengan jumlah kasus Covid-19 terbanyak di ASEAN adalah Indonesia. Dari hasil studi pendahuluan yang telah di lakukan pada tanggal 7 juli 2020 di Kampung Warung Bingung dengan kuesioner yang telah dibagikan kepada 12 warga Kampung Warung Bingung, diperoleh 7 dari 12 warga Kampung Warung Bingung memiliki pengetahuan tentang Covid-19 yang rendah. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Covid-19 di Kampung Warung Bingung Desa Sukahurip Kabupaten Bekasi Tahun 2020. Metode Penelitian : Metode penelitian ini adalah Analitik Kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat Kampung Warung Bingung Desa Sukahurip Kabupaten Bekasi dengan jumlah penduduk sebanyak 74 orang. Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 64 orang yang telah diseleksi berdasarkan kriteria yang ditetapkan oleh peneliti. Hasil Penelitian : Hasil uji chi-square penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang sigifikan antara pendidikan (p = 0,035 < α 0,05), pekerjaan (0,044 < α 0,05), dan usia (0,043 < α 0,05) serta tidak adanya hubungan antara lingkungan (0,567 > α 0,05) dengan tingkat pengetahuan masyarakat tentang Covid-19 di Kampung Warung Bingung Desa Sukahurip Kabupaten Bekasi Tahun 2020. Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pengetahuan masyarakat tentang Covid-19 di Kampung Warung Bingung Desa Sukahurip Kabupaten Bekasi Tahun 2020 variabel yang berhubungan adalah pendidikan, pekerjaan, usia sedangkan variabel yang tidak berhubungan adalah lingkungan.

Analisis Metode Pembelajaran Tatap Muka dan Daring dengan Tingkat Keberhasilan Belajar Mahasiswa S1 Keperawatan Institut Medika Drg. Suherman Tahun 2020

Krismawati Rahyu Waruwu; Mila Sartika
2021 · Book · Open Access

Latar Belakang : Pembelajaran pada umumnya merupakan suatu kegiatan yang menuntut untuk terus melakukakan peningkatan dalam segi kualitasnya, baik yang bersifat menyeluruh maupun pada beberapa komponen tertentu saja. Hasil belajar yang memuaskan merupakan akibat suatu proses pembelajaran yang baik, dimana dalam suatu proses pembelajaran terdapat komponen-komponen pembelajaran yang dapat menentukan keberhasilan belajar mahasiswa. Salah satu dari komponen pembelajaran yang menentukan keberhasilan belajar mahasiswa tersebut adalah metode pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidak pengaruh metode pembelajaran tatap muka dan daring terhadap tingkat keberhasilan belajar mahasiswa S1 keperawatan IMDS tahun 2020. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui analisi metode pembelajaran tatap muka dan daring terhadap tingkat keberhasilan belajar mahasiswa S1 keperawatan Institut Medika Drg. Suherman tahun 2020. Metode Penelitian : Metode penelitian ini adalah Analitik Kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional.Populasi pada penelitian ini seluruh mahasiswa S1 keperawaatan IMDS Tahun 2020 sebanyak 126 mahasiswa. Teknik sampel yang digunakan yaitu total Sampling dengan jumlah sampel 126 responden. Analisa data yang digunakan analisa bivariat menggunakan uji Chi Square dengan nilai signifikan < α (0,05). Hasil Penelitian : Hasil penelitian didapatkan ada hubungan metode pembelajaran tatap muka dan daring dengan tingkat keberhasilan belajar mahasiswa S1 keperawatan IMDS tahun 2020 dengan nilai ρ-value pada metode pembelajaran tatap muka (0,030) dan p-value metode pembelajaran daring (0,038) Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa : 1. Ada hubungan antara metode pembelajaran tatap muka dengan tingkat keberhasilan belajar pada mahasiswa S1 keperawatan Institut Medika Drg. suherman tahun 2020. (p=0,030 < α 0,05). 2. Ada hubungan antara metode pembelajaran daring dengan tingkat keberhasilan belajar pada mahasiswa S1 keperawatan Institut Medika Drg. suherman tahun 2020. (p=0,038 < α 0,05).

Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Kecemasan dalam Menghadapi Dampak Pandemi Covid-19 pada Mahasiswa Program Studi Sarjana Keperawatan Institut Medika Drg. Suherman Tahun 2020

Jaelani; Mila Sartika
2021 · Book · Open Access

Latar Belakang : Virus corona merupakan salah satu virus yang menyerang sistem pernapasan hingga dapat mengakibatkan kematian (Novita, 2020). Pada awal tahun 2020, masyarakat di seluruh dunia diresahkan dan dihebohkan dengan virus corona (Covid-19). Pada tanggal 30 Oktober 2020 sudah terdapat 216 negara terinfeksi corona virus di dunia jumlah yang terkonfirmasi ada di angka 44.888.869 orang dengan jumlah yang meninggal sebanyak 1.178.475 orang (https://covid19.go.id). Di Indonesia sendiri angka positif Covid-19 pada tanggal 30 oktober 2020 mencapai 406.295 orang menyebar ke berbagai wilayah dengan kasus meninggal sebanyak 13.782 orang. Dari hal semua itu virus corona menjadi perbincangan dan membuat masyarakat Indonesia cemas. Cemas merupakan perasaan khawatir berlebih terkadang tidak jelas, bentuk respons akibat ada suatu rangsangan dari luar maupun dalam yang dapat menimbulkan gejala seperti emosional, kognitif, fisik, dan tingkah laku. Dari data yang di ambil oleh peneliti dalam studi pendahuluan pada Mahasiswa Program Studi Sarjana Keperawatan Institut Medika Drg Suherman Tahun 2020 dari 10 mahasiswa terdapat 4 mahasiswa mengalami kecemasan ringan, 2 mahasiswa mengalami kecemasan sedang, 3 mahasiswa mengalami kecemasan berat dalam menghadapi dampak dari pandemi Covid-19. Tujuan : Mengertahui faktor yang mempengaruhi kecemasan dalam menghadapi dampak pandemi covid-19 pada mahasiswa Metode : Metode yang digunakan dalam penelitian ini analisis observasional. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh mahasiswa program studi sarjana keperawatan kelas regular berjumlah 145 mahasiswa. Sampel yang diambil sebanyak 50 mahasiswa dengan menggunakan Stratisfied Random Sampling menbgacupada kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang sudah terstandarisasi Hamilton Rating Scale untuk variabel dependen dan Skala Likert untuk variabel independen. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan Bivariat berupa Chi-Square dengan nilai signifikan α < 0,05. Hasil : Hasil penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh mengakses informasi, interaksi sosial, dan uang saku dengan kecemasan dalam menghadapi dampak pandemi covid-19 pada mahasiswa dengan masing-masing nilai mengakses informasi 0,010, interaksi sosial 0,039, dan uang saku 0,000 lebih kecil dari α (0,05). Kesimpulan : Ada pengaruh mengakses informasi, interaksi sosial dan uang saku terhadap kecemasan dalam mrnghadapi dampak pandemi covid-19 pada mahasiswa Saran : Diharapkan hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi responden, dimana dapat mengetahui faktor apa saja yang menjadi penyebab munculnya kecemasan dalam kondisi pandemi dan mengetahui bahaya covid-19 sehigga dapat melakukan pencegahan secara dini.

Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Hipertensi pada Lansia di RT 09 RW 03 Kampung Cabang Dua Desa Lenggah Sari Kecamatan Cabang Bungin Kabupaten Bekasi 2020

Nabri Aditia Mukti; Suanda Saputra
2021 · Book · Open Access

Latar Belakang: Hipertensi atau penyakit darah tinggi adalah kondisi dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah baik secara lambat ataupun mendadak, meningkat tekanan sistolik yaitu tekanan keatas pembuluh arteri akibat denyut jantung diatas dengan 140 mmHg dan sistolik diatas 90 mmHg. Tujuan: mengetahui ada atau tidak hubungan aktivitas, asupan garam dan merokok terhadap tingkat hipertensi pada lansia di Rt 009 Rw 003 kp cabangdua desa lenggahsari kecamatan cabangbungin kabupaten bekasi Tahun 2020. Metode Penelitian: metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif menggunakan Desain Cross Sectional. Populasi pada penelitian ini seluruh warga pada lansia di Rt 009 Rw 003 desa lenggah sari kecamatan cabangbungin kabupaten bekasi tahun 2020 sebanyak 245 warga dari 63 KK. Teknik sampel yang digunakan yaitu Purposive sampling. dengan jumlah sampel 30 responden. Instrumen yang digunakan kuesioner dan cek tensi. Analisa data yang digunakan analisa bivariat menggunakan Chi Square dengan nilai signifikan < α (0,05). Hasil penelitian didapatkan ada hubungan variabel aktivitas fisik dengan tingkat hipertensi dengan nilai ρ-value (0,013). Ada hubungan variabel asupan garam dengan tingkat hipertensi dengan nilai ρ-value (0,011). Dan ada hubungan variabel merokok dengan tingkat hipertensi dengan nilai ρ-value (0,004). Hasil Penelitia: didapatkan pada penderita hipertensi pada lansia di Rt 009 Rw 003 kp cabangdua desa lenggahsari kecamatan cabangbungin kabupaten bekasi tahun 2020 dari sebanyak 30 responden pada stage 1, 13 (43,3%) pada stage 2, 17 (56.7%) tingkat Aktivitas fisik sebanyak, yang tidak ber’aktivitas 19 (63.3%) yang aktivitas 11 (36.7%) asupan garam sebanyak, asupan garam rendah 12 (40.0%) asupan garam tinggi 18 (60,0%) merokok pada lansia, tidak merokok 13 (43.3%) merokok 17 (56.7%) Kesimpulan: hubungan yang bermakna antara aktivitas fisik, asupan garam dan merokok dengan tingkat hipertensi pada lansia di Rt 009 Rw 003 desa lenggahsari kecamatan cabangbungin kabupaten bekasi tahun 2020 dengan hasil ρ-value (0,013), ρ-value (0,011), dan ρ-value (0,004). Diharapkan masyarakat di rt 009 rw 003 kp cabangdua desa lenggah sari kecamatan cabangbungin kabupaten bekasi .

Gambaran Perilaku Kesehatan Lansia Saat Pandemi Covid-19 di Cibuntu RT 03 RW 05 Kecamatan Cibitung Kabupaten Bekasi Tahun 2020

Muhamad Dimar Hanafi; Suanda Saputra
2021 · Book · Open Access

Latar Belakang : Covid-19 yaitu penyakit yang disebabkan oleh coronavirus yang menyerang saluran pernafasan sehingga dapat menyebabkan demam tinggi, flu, batuk, sesak nafas serta nyeri tenggorokan. Menurut data dari CNN Indonesia pada tanggal 29 April tahun 2020 di ketahui lansia adalah penyumbang angka kedua terbanyak akibat COVID-19 dari 784 kasus yang meninggal 311 di antaranya adalah lansia. Hal ini di sebabkan karena rendahnya daya tahan tubuh lansia. Salah satu cara untuk menjaga daya tahan tubuh lansia agar tetap kuat yaitu dengan menjaga perilaku kesehatannya. Tujuan : Untuk Mengidentifikasi Apa saja Gambaran Perilaku Kesehatan Pada Lansia Saat Pandemi Covid-19 Di Cibuntu Rt 03 Rw 05 tahun 2020. Metode : Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Deskriptif kuantitatif yaitu untuk mendeskripsikan karakteristik masing-masing variabel yang di teliti. Penelitian ini menggunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah orang yang sudah memasuki usia Lansia di Desa Cibuntu Rt 03 Rw 05, Kabupaten Bekasi. Jumlah populasinya sebanyak 41 Lansia dan menggunakan teknik Purpossive Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 32 lansia. Instrumen yang di gunakan pada penelitian ini menggunakan kuesioner yang diisi oleh lansia itu sendiri. Dan analisis data menggunakan Analisa Univariat. Hasil : Hasil penelitian didapatkan Asupan Makanan Bergizi tidak terpenuhi sebesar (59,4%), Pola Hidup Tidak Sehat sebesar (53,1%), Kebiasaan Olaharaga Tidak Terbiasa sebesar (68,8%), Istirahat Tidak Tercukupi sebesar (65,6%). Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa lansia di desa Cibuntu Rt 03 Rw 05 pada tahun 2020 masih banyak yang kurang memperhatikan perilaku kesehatan nya berdasarkan data hasil penelitian yang telah didapatkan. Saran : Diharapkan para lansia bisa lebih memperhatikan perilaku dan menjaga kondisi kesehatannya agar tidak mudah terkena penyakit terutama pada saat pandemi covid-19 seperti sekarang ini.

Pengaruh Penggunaan Madu Dalam Prses Perawatan Ulkus Diabetikum Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe II di RSUD Dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi Tahun 2019

Adi Hikmawan; Mila Sartika
2021 · Book · Open Access

Abstrak - Diabetes mellitus tipe II adalah suatu kondisi hiperglikemia puasa yang terjadi meski tersedia insulin endogen, yang disebabkan karena resistensi insulin di jaringan perifer. Hati memproduksi glukosa lebih dari normal, karbohidrat dalam makanan tidak di metabolism dengan baik dan akhirnya mengeluarkan jumlah insulin kurang dari yang dibutuhkan yang menyebabkan komplikasi kronis mikrovaskuler dan neuropati. Metode penelitian quasy experiment dengan rancangan case control, menggunakan teknik purposive sampling sampel yang diambil sebanyak 20 responden. Instrument yang digunakan dalam pengambilan data adalah lembar observasi,penggaris,SOP perawatan luka dengan madu,SOP perawatan tanpa madu,madu dan buku catatan.analisa data yang digunakan adalah analisa data univariat dan bivariat.berdasarkan analisa data menggunakan uji t dependen didasarkan taraf kemaknaan yang ditetapkan α<0,05.hasil penelitian ini adalah proses perawatan ulkus diabetikum menggunakan madu yang diukur dari keadaan ulkus yaitu tidak ada lesi,kulit utuh tapi terjadi ulkus terdapat 1 responden (10%), ulkus superfisialis terbatas pada kulit dan jaringan subkutan terdapat 1 responden (10%), ulkus dalam tembus sampai kulit sampai ligament sebanyak 4 responden (40%), ulkus sampai ke dalam tulang sebanyak 3 responden (30%), gangren sebagian kaki 1 responden (10%) dan proses perawatan luka sesudah menggunakan madu yaitu tidak ada lesi kulit utuh tapi terjadi ulkus terdapat 2 responden (20%), ulkus superfisialis dan terbatas pada kulit dan jaringan subkutan sebanyak 3 responden (30%), ulkus dalam tembus kulit sampai ligament sebanyak 2 responden (20%), ulkus sampai ke dalam 2 responden (20%),gangren sebagian kaki 1 responden (10%).dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh madu dalam proses perawatan ulkus diabetikum. Perawat bisa menggunakan madu sebagai alternatif lain dalam perawatan ulkus namun tidak mengurangi kualitas penyembuhan ulkus diabetikum.

Hubungan Tingkat Stres dengan Kualitas Tidur pada Mahasiswa Keperawatan Reguler Cikarang Institut Medika Drg. Suherman Saat Pembelajaran di Rumah Tahun 2020

Armi; Bravo Fajar Nurkholis
2021 · Book · Open Access

Latar Belakang : Mahasiswa adalah sekelompok orang yang mudah mengalami stres. Stres pada mahasiswa dapat memberi berbagai dampak negatif baik dampak kognitif, dampak emosional maupun dampak fisiologis. Disamping faktor lain yang mempengaruhi tingkat stress adalah kualitas tidur seseorang. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan peneliti pada tanggal 07 Mei 2020 di Institut Medika DRg. Suherman (IMDS), Peneliti mengambil mahasiswa reguler cikarang di Institut Medika DRg. Suherman (IMDS). Dari hasil observasi didapatkan bahwa mahasiswa reguler semester VI dari 18 mahasiswa reguler cikarang semester VI di Institut Medika DRg. Suherman (IMDS) didapatkan data 3 mahasiswa menunjukan tanda dan gejala stres sedang setelah di observasi mahasiswa diantaranya membutuhkan waktu lama untuk tidur atau beristirahat, mahasiswa telihat mudah merasa lelah, emosional semakin meningkat ketika tugas atau pekerjaan yang menumpuk, kadang merasa gelisah, dan mahasiswa mengeluh mengalami gangguan lambung (maag) sehingga mengalami penurunan kemampuan menyelesaikan tugas yang mengakibatkan mahasiswa menjadi tidak tertarik melakukan kegiatan, penurunan konsentrasi, perasaan tidak tenang dan mudah terbangun tengah malam. Diantaranya 3 mahasiswa mengalami kulitas tidur yang buruk. Didapatkan data 15 mahasiswa menunjukan tanda dan gejala stres ringan diantaranya, merasa letih sewaktu bangun pagi yang seharusnya merasa segar, mudah merasa lelah sesudah makan siang, sering megeluh lambung atau perut tidak nyaman, dan mahasiswa mengeluh otot punggung terasa dengkuk dan tegang, tidak bisa santai dan takut karena nilai turun. diantaranya 15 mahasiswa mengalami kualitas tidur baik. Tujuan : Untuk Mengetahui Hubungan Tingkat Stres Dengan kualitas Tidur Pada Mahasiswa Keperawatan Reguler Cikarang Institut Medika DRg. Suherman (IMDS) Saat Pembelajaran Di Rumah Tahun 2020. Metode : Penelitian ini penulis menggunakan desain penelitian Analitik Kuantitatif dengan rancangan Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah semua Mahasiswa Keperawatan Reguler Cikarang Institut Medika Drg. Suherman (IMDS) Saat Pembelajaran Di Rumah Tahun 2020. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 54 Responden Mahasiswa Reguler Cikarang Institut Medika Drg. Suherman (IMDS) Tahun 2020. Teknik Pengambilan Sampel dalam penelitian ini menggunakan sampel Random Sampling. Instrumen untuk mengetahui tingkat stres menggunakan instrumen google form Depression Anxiety Stress Scale (DASS) sedangkan instrumen untuk mengetahui kualitas tidur menggunakan instrumen google form Pitsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat berupa uji chi-square dengan nilai signifikan α< 0,05. Hasil : Hasil Penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara Tingkat Stres Dengan Kualitas Tidur Pada Mahasiswa Keperawatan Reguler Cikarang Institut Medika DRg.Suherman (IMDS) Saat Pembelajaran Di Rumah Tahun 2020. Variabel yang berhubungan adalah Tingkat Stres (p = 0,000 < α 0,05). Terdapat hubungan signifikan antara Tingkat Stres Dengan Kualitas Tidur Pada Mahasiswa Keperawatan Reguler Cikarang Institut Medika DRg.Suherman (IMDS) Saat Pembelajaran Di Rumah Tahun 2020. Kesimpulan : Hasil uji statistik didapatkan nilai P value = 0,000 artinya ≤ α (0,05) yang menunjukan bahwa ada hubungan yang bermakna antara tingkat stress dengan kualitas tidurpada mahasiswa/i Keperawatan Reguler Cikarang Institut Medika DRg. Suherman (IMDS) Saat Pembelajaran Di Rumah Tahun 2020, Saran : Disarankan bagi program studi keperawatan bahwa penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan acuan bagi peneliti selanjutnya dan dapat menambah wawasan yang luas untuk ilmu keperawatan khususnya di pendidikan keperawatan dan meningkatkan mutu dalam evidance based practicedalam ilmu keperawatan.