Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

10.659 item publik

Publikasi

Halaman 41 dari 533

Hubungan Pola Makan dan Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Dismenore Pada Remaja Putri di SMAN 2 Sukatani

Ananda Patuh Padaallah; Diana Marisa Azizah
2026 · Book · Open Access

Latar Belakang: Dismenore merupakan gangguan menstruasi yang sering dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari maupun proses belajar. Faktor yang diduga berhubungan dengan kejadian dismenore antara lain pola makan dan aktivitas fisik. Pola makan yang tidak seimbang serta aktivitas fisik yang rendah dapat memengaruhi keseimbangan hormon dan meningkatkan produksi prostaglandin sehingga memicu nyeri menstruasi. Tujuan: Mengetahui hubungan pola makan dan aktivitas fisik dengan kejadian dismenore pada remaja putri kelas X di SMAN 2 Sukatani Tahun 2025. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner pola makan, aktivitas fisik, dan kejadian dismenore. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian: Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan kejadian dismenore dengan nilai p-value = 0,032 (p < 0,05), sehingga Ha diterima dan H0 ditolak. Selain itu, hasil uji statistik juga menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan kejadian dismenore dengan nilai p-value = 0,028 (p < 0,05), sehingga Ha diterima dan H0 ditolak. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dan aktivitas fisik dengan kejadian dismenore pada remaja putri kelas X di SMAN 2 Sukatani Tahun 2025.

Hubungan Status Gizi dan Kekurangan Energi Kronik (KEK) Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Kelas X di SMA Negeri 2 Sukatani

Riska Subhianti Putri; Vivi Nila Sari
2026 · Book · Open Access

Latar Belakang: Anemia merupakan kondisi ketika tubuh mengalami penurunan jumlah sel darah merah hingga berada di bawah batas normal. Anemia termasuk salah satu masalah kesehatan yang sering dialami oleh remaja. Kondisi ini dapat dipicu oleh berbagai faktor, seperti kekurangan asupan zat gizi dan kehilangan darah akibat menstruasi. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan antara status gizi dan kekurangan energi kronik (KEK) dengan kejadian anemia pada remaja putri kelas X di SMA Negeri 2 Sukatani. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, menggunakan teknik Purposive Sampling dan melibatkan 81 responden. Populasi dalam penelitian ini yaitu remaja putri kelas X yang berada di SMA Negeri 2 Sukatani. Instrumen penelitian ini menggunakan Stature Meter, timbangan, dan juga menggunakan Medline. Hasil Penelitian: Hasil penelitian dari uji Rank Spearman didapatkan adanya hubungan antara status gizi dengan kejadian anemia, dengan pvalue 0,000 < 0,05 dengan kekuatan hubungan sedang dan arah negatif. Selain itu, juga terdapat hubungan antara kekurangan energi kronik (KEK) dengan kejadian anemia, dengan p-value 0,000 < 0,05 dengan kekuatan hubungan sedang dan arah negatif. Kesimpulan: Hasil penelitian ini yaitu ada hubungan antara status gizi dan kekurangan energi kronik (KEK) dengan kejadian anemia pada remaja putri kelas X di SMA Negeri 2 Sukatani.

Efektivitas Edukasi Berbasis Audio Visual dan Praktik Menyikat Gigi Terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Oral Hygiene SDIT Ajimutu Sagi Global Insani Tahun 2026

Agnia Almarratus Solehah; Hana Priscilla Frudence Sohilait
2026 · Book · Open Access

Latar Belakang: Masalah kesehatan gigi dan mulut pada anak usia sekolah dasar masih cukup tinggi, terutama disebabkan oleh rendahnya pengetahuan dan keterampilan dalam menjaga oral hygiene. Anak usia sekolah berada pada tahap operasional konkret sehingga membutuhkan metode edukasi yang menarik, mudah dipahami, serta melibatkan pengalaman langsung. Edukasi berbasis audio visual yang dikombinasikan dengan praktik menyikat gigi dinilai mampu meningkatkan pemahaman dan keterampilan anak secara optimal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas edukasi berbasis audio visual dan praktik menyikat gigi terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan oral hygiene siswa SDIT Ajimutu Global Insani Tahun 2026. Metode: Penelitian menggunakan desain pre-eksperimental one group pretest–posttest. Sampel berjumlah 55 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan dan lembar observasi keterampilan menyikat gigi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan dan keterampilan oral hygiene siswa setelah diberikan edukasi berbasis audio visual dan praktik menyikat gigi dengan nilai signifikansi p < 0,05. Kesimpulan: Edukasi berbasis audio visual yang disertai praktik menyikat gigi terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan oral hygiene siswa sekolah dasar. Metode ini direkomendasikan sebagai alternatif edukasi kesehatan gigi di lingkungan sekolah.

Hubungan Kecanduan Penggunaan Smartphone Dengan Kesehatan Mental Pada Anak Usia Sekolah di SDIT Al-Kamiliyyah Kabupaten Cibarusah

Previarsi Rahayu; Syheila Meylindia Saputri
2026 · Book · Open Access

Latar Belakang: Anak usia sekolah merupakan kelompok yang berada pada tahap perkembangan penting, baik secara kognitif, sosial maupun emosional. Perkembangan teknologi yang pesat telah mendorong meningkatnya penggunaan smartphone pada anak usia sekolah. Smartphone tidak hanya digunakan sebagai sarana komunikasi, tetapi juga sebagai media pembelajaran dan hiburan. Namun, penggunaan smartphone yang tidak terkontrol dikhawatirkan dapat menimbulkan risiko kecanduan yang berpotensi berdampak pada kesehatan mental anak, khususnya pada aspek psikososial seperti emosi, perilaku, dan interaksi sosial. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik responden, tingkat kecanduan penggunaan smartphone, kondisi kesehatan mental, serta menganalisis hubungan antara kecanduan penggunaan smartphone dengan kesehatan mental pada anak usia sekolah di SDIT Al-Kamiliyyah. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa/i kelas VI di SDIT AlKamiliyyah dengan jumlah sampel 71 responden yang diambil menggunakan teknik Total Sampling. Instrumen penelitian menggunakan Smartphone Addiction Scale-Short Version (SAS-SV) untuk mengukur kecanduan penggunaan smartphone dan Strenghts and Difficulties Questionnaire (SDQ) untuk menilai kesehatan mental anak. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan analisis hubungan menggunakan uji Chi-Square. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 10 tahun (83,1%) dan berjenis kelamin perempuan (50,7%). Tingkat kecanduan penggunaan smartphone sebagian besar berada pada kategori rendah (59,2%). Kondisi kesehatan mental responden yang paling banyak berada pada kategori borderline (56,3%) yang menunjukkan adanya gejala emosional yang ringan hingga sedang. Uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value = 0,031 (p > 0,05) , sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara kecanduan penggunaan smartphone dengan kesehatan mental anak. Kesimpulan: kecanduan pengunaan smartphone memiliki hubungan yang signifikan dengan kesehatan mental pada anak usia sekolah di SDIT Al-Kamiliyyah.

Hubungan Pengetahuan Orang Tua dan Kepatuhan Tranfusi Darah Dengan Kualitas Hidup Anak Pasien Penderita Thalassemia di Sentra Medika Hospital Cikarang Tahun 2025

Aprilina Sartika; Nadia Nurwahidah
2026 · Book · Open Access

Latar Belakang: Thalassemia merupakan penyakit genetik kronis yang memerlukan transfusi darah rutin seumur hidup dan dapat berdampak signifikan terhadap kualitas hidup pasien anak. Dalam pengelolaannya, pengetahuan orang tua dan kepatuhan terhadap transfusi darah berperan penting dalam mencegah komplikasi serta meningkatkan kualitas hidup anak penderita thalasemia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan orang tua dan kepatuhan transfusi darah dengan kualitas hidup pasien anak penderita thalasemia di Sentra Medika Hospital Cikarang tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dan sampel penelitian adalah seluruh orang tua pasien anak penderita thalasemia yang melakukan kontrol rutin di Unit Thalasemia sebanyak 51 responden, dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan PedsQL versi 4.0 untuk mengukur kualitas hidup anak. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat kuesioner pengetahuan orang tua, kuesioner kepatuhan transfusi darah, dan instrumen menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan orang tua dengan kualitas hidup pasien anak penderita thalasemia (p = 0,000), serta terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan transfusi darah dengan kualitas hidup pasien anak penderita thalasemia (p = 0,000). Kesimpulan: Anak dengan orang tua yang memiliki pengetahuan baik dan tingkat kepatuhan transfusi yang tinggi cenderung memiliki kualitas hidup yang lebih baik.

Hubungan Penerimaan Sosial dan Kelekatan Orang Tua Terhadap Self-Disclosure Pada Remaja di SMPN 2 Tambelang, Kabupaten Bekasi

Retno Anggraeni Puspita Sari; Tira Haerunissa
2026 · Book · Open Access

Latar Belakang: Masa remaja merupakan periode perkembangan sosial dan emosional yang ditandai dengan meningkatnya kebutuhan akan penerimaan sosial dan kualitas hubungan dengan orang tua. Penerimaan sosial dan kelekatan orang tua berperan penting dalam membentuk kemampuan self-disclosure remaja. Keterbukaan diri yang baik membantu remaja dalam penyesuaian sosial dan kesehatan psikologis. Tujuan: Mengetahui hubungan penerimaan sosial dan kelekatan orang tua terhadap self-disclosure pada remaja di SMPN 2 Tambelang Kabupaten Bekasi.Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling menggunakan total sampling dengan jumlah responden 36 siswa. Instrumen penelitian berupa kuesioner penerimaan sosial, kelekatan orang tua, dan self-disclosure yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil analisis menunjukkan sebagian besar responden berada pada kategori penerimaan sosial tinggi (47,2%), kategori rendah (36,1%), dan sedang (16,7%). Uji bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara penerimaan sosial dengan self-disclosure serta antara kelekatan orang tua dengan self-disclosure dengan nilai signifikansi p < 0,05. Kesimpulan: Penerimaan sosial dan kelekatan orang tua berhubungan signifikan dengan self-disclosure pada remaja. Dukungan sosial dan hubungan emosional orang tua yang baik berkontribusi terhadap peningkatan keterbukaan diri remaja.

Hubungan Pengguna Waktu Layar (Screen Time) Sebelum Tidur Dengan Kualitas Tidur Pada Remaja Usia Pertengahan di SMA Negeri 2 Cikarang Utara

Aini Nafisatul Ummah; Aprilina Sartika
2026 · Book · Open Access

Remaja usia pertengahan termasuk kelompok yang rentan mengalami gangguan tidur karena adanya perubahan gaya hidup. Salah satunya yaitu kebiasaan yang sering terjadi adalah penggunaan waktu layar (screen time) sebelum tidur. Paparan cahaya dari layar gadget pada malam hari menghambat produksi hormon melatonin, sehingga berpotensi menurunkan kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara screen time sebelum tidur dengan kualitas tidur pada remaja usia pertengahan di SMA Negeri 2 Cikarang Utara. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendektan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari remaja berusia 14-16 tahun yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling, dengan jumlah responden sebanyak 80 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner screen time sebelum tidur dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar responden memiliki kebiasaan menggunakan gadget sebelum tidur serta mengalami kualitas tidur yang kurang baik. Hasil uji chisquare menunjukan nilai p-value sebesar 0.012 (p <0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara screen time sebelum tidur dengan kualitas tidur pada remaja usia pertengahan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa screen time sebelum tidur berhubungan dengan kualitas tidur remaja di SMA Negeri 2 Cikarang Utara. Oleh karena itu, remaja diharapkan dapat membatasi screen time sebelum tidur agar kualitas tidurnya menjadi lebih baik.

Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Media Audio Visual Terhadap Pengetahuan Orang Tua Tentang Keterlambatan Bicara (Speech Delay) Pada Anak Prasekolah di Posyandu Melati Desa Sukadanau Kabupaten Bekasi Tahun 2026

Desi Fitriansari; Retno Anggraeni Puspita Sari
2026 · Book · Open Access

Latar Belakang: Keterlambatan bicara (speech delay) adalah masalah perkembangan yang umum pada anak prasekolah dan dapat berdampak pada kemampuan komunikasi, sosial, dan akademik anak di masa depan. Pengetahuan orang tua yang terbatas mengenai deteksi dini dan stimulasi bicara menjadi salah satu faktor penghambat perkembangan bahasa anak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan media audio visual terhadap pengetahuan orang tua tentang keterlambatan bicara (speech delay) pada anak prasekolah di Posyandu Melati, Desa Sukadanau, Kabupaten Bekasi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Populasi penelitian adalah seluruh orang tua yang memiliki anak usia prasekolah (3-6 tahun) di Posyandu Melati 1 dan 2, sebanyak 30 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Intervensi yang diberikan adalah pendidikan kesehatan menggunakan video animasi selama 10 menit. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pengetahuan orang tua setelah diberikan intervensi. Sebelum intervensi, sebagian besar responden memiliki pengetahuan dalam kategori baik (46,7%) dan cukup (40,0%). Setelah intervensi, seluruh responden (100%) mengalami peningkatan pengetahuan menjadi kategori baik. Hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai Asymp. Sig. (2tailed) sebesar 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan antara pendidikan kesehatan dengan media audio visual terhadap peningkatan pengetahuan orang tua tentang keterlambatan bicara (speech delay) pada anak prasekolah. Media audiovisual efektif digunakan sebagai alat edukasi kesehatan di Posyandu.

Pengaruh Terapi Akupunktur Terhadap Perubahan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Sindrom Akumulasi Phlegma Lembab Jiao Tengah di Yayasan Akupunktur Sumber Sehat Bandung

Cicillia Ari Setyorini; Stefanus Aditya
2026 · Book · Open Access

Latar Belakang: Hipertensi tergolong Penyakit Tidak Menular (PTM) dan merupakan salah satu penyebab utama kematian prematur di dunia. Kasus tekanan darah tinggi secara global cukup tinggi, yaitu satu dari tiga orang penduduk di dunia mengalami Hipertensi. Sekitar dua pertiga dari populasi tersebut tinggal di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Perbandingan empat dari lima orang penderita hipertensi tidak mendapatkan pengobatan yang layak. Namun jika negara – negara mendapatkan pengobatan yang memadai, 76 juta kematian dapat dicegah antara tahun 2023 – 2050 (WHO, 2023). Tujuan: Mengetahui pengaruh terapi akupunktur terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi dengan sindrom akumulasi phlegma lembab di Jiao Tengah. Metode: Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre- eksperimental, one group pre-post test design, teknik purposive sampling , melibatkan 20 subjek penelitian dari bulan Maret-Juni 2025 di Yayasan Akupunktur Sumber Sehat, Kota Bandung, Jawa Barat. Sampel berusia 30-40 tahun dengan terapi akupunktur setiap hari selama 6 hari dan dilakukan cek tekanan darah sebelum dan setelah di lakukan terapi. Hasil: Kadar tekanan darah sistolik tertinggi sebelum dilakukan intervensi sebesar 139 mg/dl (5 subjek = 25%) dan paling rendah sebesar 130 mg/dl (1 subjek = 5%). Sedangkan data kadar tekanan darah diastolik tertinggi sebelum dilakukan intervensi sebesar 89 mg/dl (2 subjek = 10%) dan paling rendah sebesar 81 mg/dl (2 subjek = 10%). Kadar tekanan darah sistolik tertinggi sebelum dilakukan intervensi sebesar 130 mg/dl (2 subjek = 10%) dan paling rendah sebesar 120 mg/dl (1 subjek = 5%). Sedangkan data kadar tekanan darah diastolik tertinggi setelah dilakukan intervensi sebesar 85 mg/dl (1 subjek = 5%) dan paling rendah sebesar 76 mg/dl (2 subjek = 10%). Kesimpulan: Terapi akupunktur memberikan pengaruh terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi sindrom akumulasi phlegma lembab di jiao tengah, menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi.

Pengaruh Simulasi Etika Batuk dan Bersin Terhadap Pencegahan Penularan ISPA Pada Remaja di Desa Sukamakmur Tahun 2025

Ananda Patuh Padaallah; Gilang Hernawan
2026 · Book · Open Access

Latar Belakang: Infeksi Saluran Pernapasan Akut merupakan penyakit menular melalui droplet saat sedang batuk atau bersin. Perilaku batuk dan bersin yang tidak sesuai etika berpotensi meningkatkan penyebaran penyakit, terutama pada kondisi tubuh yang sedang sakit. Studi pendahuluan terdapat beberapa remaja belum memahami dan menerapkan cara batuk dan bersin yang benar, sehingga diperlukan simulasi kesehatan guna mencegah penularan penyakit infeksi pernapasan. Tujuan: Penelitian bertujuan menganalisis pengaruh simulasi etika batuk dan bersin terhadap pencegahan penularan ISPA pada remaja di Desa Sukamakmur Tahun 2025. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan desain pre-eksperimental One Group pretest-posttest. Populasi sebanyak 204 dengan sampel 68 remaja lakilaki dan perempuan menggunakan teknik purposive sampling. Kemudian data dianalisis uji statistik non parametrik Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Menunjukan hasil yang signifikan setelah dilakukan simulasi etika batuk dan bersin dengan nilai hasil p-value= 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: Terbukti efektif meningkatkan perilaku terhadap pencegahan penularan ISPA remaja. Hal ini bisa menjadi upaya membentuk perilaku hidup sehat pada remaja.

Hubungan Kebiasaan Jajan Tidak Sehat Dengan Resiko Gastritis Pada Remaja di SMK Karya Bangsa Tambun Selatan

Aulia Windyastuti; Cicilia Nony Ayuningsih Bratajaya
2026 · Book · Open Access

Latar Belakang: Remaja memiliki kebiasaan jajan yang tinggi, terutama konsumsi makanan pedas, berminyak, instan, serta minuman berkafein tanpa memperhatikan waktu makan utama. Hasil observasi di SMK Karya Bangsa Tambun Selatan menunjukkan cukup tingginya keluhan gastritis pada siswa. Pola jajan yang tidak sehat diduga berkontribusi terhadap meningkatnya risiko gastritis pada remaja. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola jajan dengan risiko gastritis pada remaja kelas X di SMK Karya Bangsa Tambun Selatan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 71 responden yang diambil menggunakan teknik sampling yang telah ditentukan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji chi-square untuk mengetahui hubungan antara pola jajan dan risiko gastritis. Hasil Penelitian: Sebanyak 38 responden (53,5%) memiliki pola jajan tidak baik dan 36 responden (50,7%) berisiko gastritis. Hasil uji chi-square menunjukkan nilai p-value sebesar 0,044 (<0,05) dengan Odds Ratio (OR) sebesar 3,000, yang berarti terdapat hubungan signifikan antara pola jajan dengan risiko gastritis. Responden dengan pola jajan tidak baik memiliki peluang 3 kali lebih besar mengalami risiko gastritis dibandingkan dengan responden yang memiliki pola jajan baik. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pola jajan dengan risiko gastritis pada remaja di SMK Karya Bangsa Tambun Selatan. Pola jajan yang tidak baik berhubungan dengan peningkatan risiko gastritis.

Efektivitas Minum Air Hangat dan Kompres Air Hangat Terhadap Penurunan Rasa Mual Pada Mahasiswa Keperawatan Semester Akhir yang Menderita Gastritis di Universitas Medika Suherman

Anggita Aulia Putri; Mila Sartika
2026 · Book · Open Access

Latar Belakang: Gastritis merupakan masalah kesehatan yang masih tinggi prevalensinya secara global dan nasional, dengan angka mencapai 25% di dunia dan sekitar 40,8% di Indonesia. Di Jawa Barat, kejadian gastritis mencapai 31,2% dan di Kota Bekasi tercatat 8.620 kasus pada tahun 2019. Mahasiswa keperawatan termasuk kelompok berisiko akibat pola makan tidak teratur dan stres akademik. Studi pendahuluan menunjukkan bahwa 70% mahasiswa mengalami mual sebagai gejala utama gastritis, namun sebagian besar belum memanfaatkan intervensi nonfarmakologis. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas minum air hangat dan kompres air hangat terhadap penurunan rasa mual pada mahasiswa keperawatan semester akhir penderita gastritis di Universitas Medika Suherman. Metode: Menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan two group pretest– posttest design. Sampel berjumlah 30 responden yang dibagi menjadi dua kelompok. Pengukuran rasa mual menggunakan Rhodes Index of Nausea, Vomiting, and Retching (RINVR). Analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test dan Mann–Whitney pada α = 0,05. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa minum air hangat berpengaruh signifikan terhadap penurunan rasa mual (p = 0,038), dan kompres air hangat juga berpengaruh signifikan (p = 0,002). Uji perbandingan menunjukkan terdapat perbedaan efektivitas yang signifikan antara kedua intervensi (Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,000), di mana minum air hangat lebih efektif dibandingkan kompres air hangat. Kesimpulan: Disarankan penggunaan minum air hangat dan kompres air hangat sebagai intervensi nonfarmakologis untuk membantu menurunkan rasa mual pada penderita gastritis, dengan minum air hangat sebagai pilihan utama karena terbukti lebih efektif. Mahasiswa diharapkan dapat menerapkan intervensi ini secara mandiri sebagai upaya awal penanganan mual. Tenaga kesehatan dapat menjadikannya sebagai alternatif dalam asuhan keperawatan. Peneliti selanjutnya disarankan untuk mengembangkan penelitian dengan desain yang lebih kuat dan jumlah sampel yang lebih besar.

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Perilaku Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) Pada Masyarakat di Desa Balekambang Kecamatan Jonggol

Cicilia Nony Ayuningsih Bratajaya; Ismie Rahma Alya
2026 · Book · Open Access

Latar Belakang : Prevalensi DBD di Jonggol hingga Juni 2024 tercatat sebanyak 145 kasus dengan 1 kematian. Sementara itu, Puskesmas Balekambang mencatat 20 kasus dengue pada periode Januari–November 2025, dengan 2 orang dirawat di RSUD Cileungsi pada bulan Mei dan 1 orang dirawat di RS Permata Jonggol pada bulan Juni. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pemberantasan sarang nyamuk (PSN) pada masyarakat di Balekambang Kecamatan Jonggol 2025. Metode : Penelitian ini menggunakan kuantitatif deskriptif korelasional dengan menggunakan desain cross sectional. Populasi penelitian masyarakat Desa Balekambang Kecamatan Jonggol dengan jumlah sampel sebanyak 85 orang yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan, sikap dan perilaku PSN. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik nonparametrik Chi-Square. No Layak Etik 000322/Universitas Medika Suherman/2026 Hasil : Hasil penelitian ini menunjukan analisi bivariat Jenis kelamin nilai p-value = 0,659 > 0,05, Usia nilai p-value = 0,546 > 0,05, Pendidikan nilai p-value = 0,001 <0,05, Pekerjaan nilai p-value = 0,158 > 0,05, Tingkat pengetahuan nilai p-value = 0,018 <0,05, Sikap nilai p-value = 0,001 <0,05. Kesimpulan : Tidak ada hubungan yang signifikan antara faktor jenis kelamin, usia, pekerjaan dengan perilaku PSN, Ada hubungan yang signifikan antara faktor pendidikan, tingkat pengetahuan dan sikap dengan perilaku PSN. Diharapkan masyarakat dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi dalam melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), mengingat masih terdapat responden dengan perilaku PSN yang kurang baik.

Pengaruh Terapi Butterfly Hug Berbasis Audio Visual Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Mahasiswa Keperawatan Semester Akhir Universitas Medika Suherman Tahun 2025

Hana Priscilla Frudence Sohilait; Meiliana
2026 · Book · Open Access

Latar belakang: Mahasiswa semester akhir usia 18–25 tahun menghadapi tuntutan akademik yang tinggi, khususnya dalam penyelesaian tugas akhir, sehingga berisiko mengalami kecemasan. Proses penyusunan tugas akhir yang panjang dan kompleks sering menjadi pemicu utama munculnya kecemasan tersebut. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang efektif untuk menurunkan kecemasan adalah terapi butterfly hug, yang bersifat sederhana, mudah dipraktikkan secara mandiri, dan tidak memerlukan alat khusus. Dukungan media audiovisual dalam pemberian terapi butterfly hug juga membantu meningkatkan relaksasi dan kepercayaan diri mahasiswa. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh terapi butterfly hug berbasis audio-visual terhadap tingkat kecemasan mahasiswa keperawatan semester akhir universitas medika suherman tahun 2025. Metode penelitian: Kuantitatif dengan desain pre-eksperimental (one group pretest- posttest design). Sampel pada penelitian ini berjumlah 65 responden mahasiswa semester akhir dengan menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner HARS dengan Pretest (sebelum) Posttest (sesudah) kemudian dilakukan analisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank. Hasil penelitian: Menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan setelah pemberian terapi butterfly hug berbasis audiovisual, dengan sebagian besar responden mengalami penurunan skor kecemasan dan tidak ditemukan peningkatan kecemasan, serta nilai p = 0,000 < 0,05 yang menandakan adanya perbedaan signifikan antara pretest dan posttest. Kesimpulan: Terapi butterfly hug berbasis audiovisual berpengaruh secara signifikan dalam menurunkan tingkat kecemasan mahasiswa keperawatan semester akhir, sehingga dapat direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan mandiri yang efektif dan mudah diterapkan.

Efektivitas Edukasi Kesehatan Dengan Audiovisual Terhadap Pengetahuan Tentang Pencegahan DBD (Demam Berdarah Dengue) Antara Siswa Kelas 3 dan 4 di SDIT Insan Taqwa Tahun 2025

Anggi Susilaningsih; Beatrix Elizabeth
2026 · Book · Open Access

Latar Belakang: Usia sekolah dasar (7–12 tahun) merupakan kelompok penting dalam pendidikan kesehatan karena perkembangan kemampuan kognitif dan pembentukan kebiasaan. Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat pada anak sebagai kelompok rentan, yang salah satunya disebabkan oleh rendahnya pengetahuan tentang pencegahan. Oleh karena itu, edukasi kesehatan sejak dini diperlukan, dengan media audiovisual sebagai pilihan yang lebih efektif karena mampu meningkatkan minat dan pemahaman siswa. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas edukasi kesehatan dengan audiovisual terhadap pengetahuan tentang pencegahan DBD antara siswa kelas 3 dan 4 di SDIT Insan Taqwa Tahun 2025. Metode Penelitian ini bersifat kuantitatif menggunakan desain Quasi eksperimental (Pretest-Posttest Two Group). Sampel penelitian berjumlah 66 siswa kelas 3 dan 4 di SDIT Insan Taqwa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner sebelum (Pretest) dan sesudah (Posttest) intervensi, kemudian dianalisis menggunakan uji Mann Whitney. Penelitian ini telah memperoleh persetujuan etik dari Komite Etik Penelitian Universitas Medika Suherman (No:005517/UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN/2025). Hasil Penelitian menunjukkan adanya perbedaan tingkat pengetahuan yang signifikan antara siswa kelas 3 dan 4 setelah diberikan edukasi kesehatan dengan audiovisual, hasil analisis uji Mann Whitney p = 0,000 < 0,05. Kesimpulan: Edukasi kesehatan dengan audiovisual lebih efektif meningkatkan pengetahuan pencegahan DBD pada siswa kelas 4 dibandingkan siswa kelas 3 di SDIT Insan Taqwa tahun 2025.

Perbanidngan Efektivitas Edukasi Media Leaflet dan Video Terhadap Pengetahuan Pencegahan Demam Berdarah Dengue di Desa Sukarahayu Tahun 2026

Mila Sartika; Ridwan Hamid
2026 · Book · Open Access

Latar Belakang : Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di wilayah endemis. Di Indonesia pada tahun 2022 dilaporkan sebanyak 131.265 kasus DBD dengan 1.183 kematian. Dan kembali meningkat di tahun 2024 mencapai 210.644 kasus dengan 1.239 kematian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan efektivitas media leaflet dan video edukasi pencegahan DBD terhadap kejadian DBD di Desa Sukarahayu. Metode Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pretest–posttest two group design. Sampel penelitian ini diambil menggunakan teknik purposive sampling dan terdapat 74 responden yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok media leaflet dan media video. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan peningkatan pengetahuan pada kelompok media leaflet dan video (p=0,000). Uji Mann–Whitney menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua media (p=0,000), dengan mean rank media video (48,93) lebih tinggi dibandingkan leaflet (26,77). Kesimpulan edukasi kesehatan dalam penelitian ini menunjukan bahwa menggunakan media video lebih efektif dibandingkan media leaflet.

Hubungan Antara Tingkat Smartphone Addiction Dengan Tingkat Nyeri Pergelangan Tangan Mahasiswa Profesi Ners di Universitas Medika Suherman

Aprilina Sartika; Devia Octaviani
2026 · Book · Open Access

Latar Belakang: Smartphone addiction adalah ketergantungan akibat penggunaan smartphone berlebihan yang dapat menyebabkan nyeri pergelangan tangan karena gerakan berulang dan postur tidak ergonomis. Mahasiswa profesi ners termasuk kelompok remaja akhir yang berisiko tinggi mengalami kondisi ini akibat tuntutan akademik dan intensitas penggunaan smartphone yang tinggi dalam proses pembelajaran,komunikasi maupun hiburan.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat smartphone addiction dengan tingkat nyeri pergelangan tangan pada mahasiswa Profesi Ners di Universitas Medika Suherman. Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan desain analitik korelasional. Sampel penelitian sebanyak 42 mahasiswa Profesi Ners di Universitas Medika Suherman yang diambil menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Smartphone Addiction Scale–Short Version (SAS-SV) dan Numerical Rating Scale (NRS). Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Penelitian ini telah memperoleh persetujuan etik dari Komite Etik Penelitian Universitas Medika Suherman (No: 005146/UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN/2026). Hasil: Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,002 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat smartphone addiction dengan tingkat nyeri pergelangan tangan pada mahasiswa Profesi Ners di Universitas Medika Suherman. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat smartphone addiction dengan tingkat nyeri pergelangan tangan pada mahasiswa Profesi Ners di Universitas Medika Suherman. Saran: Mahasiswa diharapkan membatasi durasi penggunaan smartphone dan menerapkan postur ergonomis untuk mencegah nyeri pergelangan tangan melalui kebiasaan penggunaan yang sehat dan bijak dengan melakukan istirahat berskala dalam penggunaan smartphone . Peneliti selanjutnya disarankan mempertimbangkan faktor lain serta mengembangkan penelitian dengan variabel dan metode yang lebih beragam.

Pengaruh Edukasi Kesehatan Berbasis Audiovisual Tentang Pencegahan Gagal Ginjal Terhadap Tingkat Pengetahuan Remaja di SMP Negeri 1 Cabangbungin

Anisa Rahmadhani; Beatrix Elizabeth
2026 · Book · Open Access

Latar Belakang: Masa remaja merupakan periode kritis dalam pembentukan pola hidup mandiri. Rendahnya pengetahuan dan perilaku hidup tidak sehat, seperti konsumsi minuman tinggi gula, meningkatkan kerentanan remaja terhadap gangguan kesehatan jangka panjang, termasuk gagal ginjal. Edukasi kesehatan diperlukan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan pencegahan sejak dini. Tujuan penelitian: Mengetahui pengaruh edukasi kesehatan tentang pencegahan gagal ginjal melalui media audiovisual terhadap tingkat pengetahuan remaja di SMP Negeri 1 Cabangbungin. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimen dengan one-group pre-test post-test design. Sampel berjumlah 77 siswa kelas VIII yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Data pengetahuan diukur menggunakan kuesioner pre-test dan post-test, kemudian dianalisis dengan Uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian: Hasil analisis data sebelum edukasi, mayoritas responden (61%) memiliki pengetahuan kategori cukup. Setelah edukasi, terjadi peningkatan signifikan dimana mayoritas responden (61%) beralih ke kategori baik. Uji statistik menunjukkan peningkatan yang signifikan dengan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05) yang artinya terdapat pengaruh edukasi kesehatan terhadap tingkat pengetahuan remaja. Kesimpulan: Edukasi kesehatan berbasis audiovisual terbukti efektif secara signifikan dalam meningkatkan pengetahuan remaja. Media ini direkomendasikan sebagai strategi promosi kesehatan untuk meningkatkan literasi kesehatan ginjal pada kelompok remaja.

Hubungan Kepatuhan Penggunaan Kelambu dan Kebiasaan Menggantung Pakaian Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue di Desa Sukajadi Kabupaten Bekasi Tahun 2025

Adellia Fitria Ningrum; Ananda Patuh Padaallah
2026 · Book · Open Access

Latar belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang masih sering terjadi dan berkaitan erat dengan perilaku pencegahan di lingkungan rumah. Perilaku kepatuhan penggunaan kelambu dan kebiasaan menggantung pakaian diduga berperan dalam meningkatkan risiko terjadinya DBD. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan penggunaan kelambu dan kebiasaan menggantung pakaian dengan kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD). Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 98 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak patuh menggunakan kelambu, yaitu 71 responden (72,4%), dan hampir setengah responden memiliki kebiasaan menggantung pakaian, yaitu 48 responden (49,0%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kepatuhan penggunaan kelambu dengan kejadian DBD (p = 0,175). Sementara itu, terdapat hubungan yang sangat bermakna antara kebiasaan menggantung pakaian dengan kejadian DBD (p = 0,000). Kesimpulan : Penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kepatuhan penggunaan kelambu dengan kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD). Sebaliknya, terdapat hubungan yang sangat bermakna antara kebiasaan menggantung pakaian dengan kejadian DBD. Dengan demikian, kebiasaan menggantung pakaian merupakan salah satu faktor yang berhubungan dengan kejadian DBD dalam penelitian ini. Oleh karena itu, diperlukan upaya promotif dan preventif melalui peningkatan edukasi kesehatan, khususnya terkait pengelolaan lingkungan rumah dan kebiasaan yang berpotensi menjadi tempat istirahat nyamuk, guna menurunkan risiko terjadinya DBD.