Abstrak
Latar Belakang: Masa remaja merupakan periode perkembangan sosial dan emosional yang ditandai dengan meningkatnya kebutuhan akan penerimaan sosial dan kualitas hubungan dengan orang tua. Penerimaan sosial dan kelekatan orang tua berperan penting dalam membentuk kemampuan self-disclosure remaja. Keterbukaan diri yang baik membantu remaja dalam penyesuaian sosial dan kesehatan psikologis. Tujuan: Mengetahui hubungan penerimaan sosial dan kelekatan orang tua terhadap self-disclosure pada remaja di SMPN 2 Tambelang Kabupaten Bekasi.Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling menggunakan total sampling dengan jumlah responden 36 siswa. Instrumen penelitian berupa kuesioner penerimaan sosial, kelekatan orang tua, dan self-disclosure yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil analisis menunjukkan sebagian besar responden berada pada kategori penerimaan sosial tinggi (47,2%), kategori rendah (36,1%), dan sedang (16,7%). Uji bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara penerimaan sosial dengan self-disclosure serta antara kelekatan orang tua dengan self-disclosure dengan nilai signifikansi p < 0,05. Kesimpulan: Penerimaan sosial dan kelekatan orang tua berhubungan signifikan dengan self-disclosure pada remaja. Dukungan sosial dan hubungan emosional orang tua yang baik berkontribusi terhadap peningkatan keterbukaan diri remaja.