Gambaran kunjungan balita ke posyandu desa margasari kec.pedes kabupaten karawang tahun 2020
Dan berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan peneliti di Puskesmas pedes terjadi rendahnya kunjungan balita di posyandu karena dampak covid-19 menurun.
Profil penulis
4 karya publik ditemukan.
Dan berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan peneliti di Puskesmas pedes terjadi rendahnya kunjungan balita di posyandu karena dampak covid-19 menurun.
Posyandu merupakan salah satu upaya kesehatan yang bersumber daya masyarakat, yang dilaksanakan oleh kader kesehatan yang telah mendapatkan pendidikan dan pelatihan. Posyandu sebagai bentuk upaya kesehatan yang berbasis masyarakat yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kunjungan balita di posyandu Desa Margasari Kecamatan Pedes Kabupaten Karawang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan penelitian deskriptif dan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang mempunyai balita di posyandu Desa Margasari Kecamatan Pedes Kabupaten Karawang dengan jumlah ibu yang mempunyai balita 80 ibu. Dan sample penelitian ini adalah 80 orang, sampel diambil dengan cara menggunakan metode total sampling. Analisis data digunakan dengan cara univariat. Hasil penelitian ini terdapat 30 responden yang memiliki pendidikan rendah sebanyak 42 orang (52,2%). Memiliki usia <35 tahun sebanyak 30 orang (37,5%) sedangkan yang berusia >35 tahun sebanyak 50 orang (62,5%) kemudian yang dukungan keluarga yang tidak mendukung sebanyak 46 orang (57,5%) sedangkan yang mendukung sebanyak 34 orang (47,7%). Pengetahuan ibu yang kurang sebanyak 43 orang (53,8%) dan yang tidak berkunjung karena adanya wabah covid-19 sebanyak (55,0%).
Orang dengan diabetes mellitus mengalami banyak perubahan yang mengubah hidup, yang perlu mereka lakukan sepanjang hidup mereka, seperti perubahan pola makan, olahraga, dan kontrol gula darah. Karena perubahan hidup yang tiba-tiba, penderita diabetes mengalami beberapa reaksi psikologis negatif terhadap penjelasan ini, seperti kemarahan, ketidakberdayaan, kurangnya dukungan keluarga, peningkatan kecemasan, dan depresi. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor – faktor apa Saja yang Berhubungan Dengan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Wilayah Puskesmas Pebayuran. Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif, dan jenis penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain Cross Sectional. jumlah sample yaitu sebanyak 67 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Data yang digunakan yaitu data Primer berupa wawancara serta responden diminta untuk mengisi kuesioner dan data Skunder yaitu gambaran jumlah penderita Diabetes Mellitus yang didapatkan data dari bulan Januari s/d April 2022 di Puskesmas Pebayuran. Adapun analisis yang digunakan pada penelitian ini yaitu Uji chi-square. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara lama menderita p-value (0,000), komplikasi p-value (0,044), dan dukungan keluarga p-value (0,004) dengan tingkat kecemasan. Diharapkan agar penderita diabetes mellitus lebih semangat dalam menjalani hidup sehat agar tidak mengalami kecemasan dan diharapkan bagi keluarga serta petugas kesehatan bekerjasama dan berperan dalam pengobatan penderita dabetes mellitus.
Awal tahun 2020 dunia dikejutkan dengan merebaknya virus yang belum pernah terdeteksi sebelumnya. Coronavirus adalah keluarga besar virus yang diketahui menyebabkan penyakit mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah seperti Middle East Respiratory Syndrome dan Severe Acute Respiratory Syndrome. Tujuan penelitian ini untuk mengetehui faktor pengetahuan dan kecemasan masyarakat yang berhubungan dengan stigma masyarakat terhadap pasien terkonfirmasi Covid19. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional menggunakan kuesione. Metode penelitian ini adalah teknik sampel menggunakan total sampling, sampelnya sebanyak 67 responden. Analisa data yang digunakan adalah unuvariat danbivariat menggunakan uji chi square. Hasil dari penelian tidak ada hubungan kecemasan dengan stigma masyarakat terhadap pasien terkonfirmasi Covid19 dengan p valeu = 0,057. Tidak ada hubungan pengetahuan dengan stigma masyarakat terhadap pasien terkonfirmasi Covid19 dengan p value = 0,319. Tidak hubungan kecemasan dan pengetahuan dengan stigma masyarakat terhadap pasien terkonfirmasi Covid19. Bagi masyarakat disarankan untuk seluruh masyarakat khususnya masyarakat Kampung Jagawana agar menambah wawasan dan pengetahuan tertang Covid-19 bahwa pasien Covid-19 berstigma negatif dan masyarakat tidak boleh cemas terhadap virus Covid-19.