Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

Fitriya

7 karya publik ditemukan.

2026: 12025: 12024: 22021: 12020: 2

Analisis Rasionalitas Penggunaan Obat Antidiabetik Oral pada Pasien Geriatri Diabetes Melitus Tipe 2 Berdasarkan Kriteria Beers di RSUD Kabupaten Bekasi

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Diabetes melitus tipe 2 pada pasien geriatri memerlukan perhatian khusus karena perubahan farmakokinetik akibat penuaan, sehingga meningkatkan risiko Potentially Inappropriate Medication (PIM). Kriteria Beers digunakan untuk mengidentifikasi obat yang risikonya lebih besar daripada manfaatnya pada lansia. Penelitian ini bertujuan menganalisis rasionalitas penggunaan obat antidiabetik oral (OAD) pada pasien geriatri diabetes melitus tipe 2 berdasarkan Kriteria Beers 2023 di RSUD Kabupaten Bekasi. Penelitian ini bersifat deskriptif observasional dengan pendekatan retrospektif, menggunakan data rekam medis pasien di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Kabupaten Bekasi periode Januari–Mei 2026, dengan sampel 62 pasien yang dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas pasien berusia 60–69 tahun (66,1%) dan perempuan (71,0%), dengan median usia 68 tahun (65–81 tahun). Dari 62 resep OAD, Metformin paling banyak digunakan (43,4%), diikuti Glimepiride (25,0%), Gliclazide (17,4%), Acarbose (12,0%), dan Gliquidon (2,2%). Evaluasi Kriteria Beers 2023 menunjukkan 81 dari 62 total resep (130,65%) tergolong PIM, terdiri atas Metformin (kategori 5; dosis disesuaikan fungsi ginjal) 40 resep (49,38%) serta golongan sulfonilurea (kategori 3; perlu kehati-hatian) yaitu Glimepiride (28,4%), Gliclazide (19,75%), dan Gliquidon (2,47%). Sebanyak 34 pasien (54,84%) menerima 1 resep PIM, 26 pasien (41,94%) menerima 2 resep PIM, dan 2 pasien (3,23%) menerima 3 resep PIM. Tingginya persentase PIM ini menunjukkan perlunya evaluasi dan optimalisasi terapi guna meningkatkan keamanan pasien geriatri.

Pengaruh Penatalaksanaan Massage Effleurage Terhadap Intensitas Nyeri Dismenore Pada Remaja Putri di Desa Jayabakti Kecamatan Cabangbungin Kabupaten Bekasi Tahun 2025

2025 · Book · Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Dismenore merupakan salah satu masalah ginekologi yang paling sering dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Penatalaksanaan dismenore dapat dilakukan dengan metode farmakologis maupun non farmakologis, salah satunya massage effleurage. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penatalaksanaan massage effleurage terhadap intensitas nyeri dismenore pada remaja putri di Desa Jayabakti Kecamatan Cabangbungin Kabupaten Bekasi Tahun 2025. Metode Penelitian : menggunakan desain pre-eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 30 remaja putri yang mengalami dismenore, diperoleh dengan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dengan skala numerik (NRS). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan penatalaksanaan massage effleurage terhadap intensitas nyeri dismenore pada remaja putri. Kesimpulan massage effleurage terbukti efektif menurunkan intensitas nyeri dismenore pada remaja putri, sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu metode non farmakologis yang aman, mudah, dan tanpa efek samping untuk mengatasi dismenore.

Keamanan Makanan Ditinjau Dari Aspek Penggunaan Pengawet Berbahaya, Pewarna Sintetik dan Praktik

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Hasil uji laboratorium yang telah dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada tahun 2024 menunjukkan bahwa dari 9.262 sampel yang diuji dari 3.749 pedagang makanan dan minuman di 1.057 titik pengawasan menunjukkan bahwa 102 sampel, atau 1,1% dari total sampel, mengandung bahan tambahan pangan berbahaya seperti borkas (0,28%), formalin (0,53%), rhodamin B (0,30%), dan methanyl yellow (0,01%). Formalin merupakan zat berbahaya bagi tubuh manusia. Dampak dari pemaparan ini formalin terakumulasi pada lapisan lendir saluran pernapasan dan saluran pencernaan. Rhodamin B adalah pewarna sintetis dari kelompok pewarna xanthenes yang digunakan dalam industri tekstil dan kertas. Zat warna rhodamin B dilarang digunakan sebagai bahan tambahan pada makanan karena efek berbahaya yang ditimbulkannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ada tidaknya kandungan formalin dan rhodamin B yang beredar di kantin sekolah Kabupaten Bekasi. Desain penelitian ini yaitu ekperimental. Untuk mengetahui persentase kandungan formalin dan rhodamin B, pengolahan data yang dilakukan yaitu analisis deskriptif dan univariat. Sampel dalam penelitian dengan teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Hasil penelitian yang dilakukan menggunakan test kit formalin dan rhodamin B terhadap kandungan formalin dan rhodamin B menujukkan bahwa diperoleh sebanyak 7 sampel makanan yang mengandung zat formalin dan diperoleh sebanyak 5 sampel makanan yang mengandung zat rhodamin B.