ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Pubertas dini adalah perubahan tubuh anak menjadi dewasa (pubertas) di usia yang lebih awal dari seharusnya. Obesitas, mengkonsumsi junk food dan aktifitas fisik adalah faktorfaktor yang menyebabkan kejadian pubertas dini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-Faktor yang berhubungan dengan kejadian pubertas dini pada anak perempuan di SDN Pasir Sari 02. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan desain cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan yang mengalami pubertas dini sebanyak 34 atau (56,7%) siswi sedangkan yang tidak mengalami pubertas dini sebanyak 26 atau (43,3%) siswi, yang mengalami obesitas sebanyak 30 atau 50,0% siswi, sedangkan yang tidak mengalami obesitas sebanyak 30 atau 50,0% siswi, yang mengkonsumsi junk food sebanyak 38 atau 63,3% siswi, sedangkan yang tidak mengkonsumsi junk food sebanyak 22 atau 36,7% siswi, yang melakukan banyak aktivitas fisik sebanyak 30 atau 50,0% siswi, sedangkan yang tidak banyak melakukan aktivitas fisik sebanyak 30 atau 50,0% siswi. Hasil uji bivariat dari tiga variabel yang diteliti yaitu obesitas, mengkonsumsi junk food dan aktifitas fisik, menunjukan bahwa ketiga variabel tersebut terdapat adanya hubungan yang signifikan.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Pubertas dini adalah perubahan tubuh anak menjadi dewasa (pubertas) di usia yang lebih awal dari seharusnya. Obesitas, mengkonsumsi junk food dan aktifitas fisik adalah faktor-faktor yang menyebabkan kejadian pubertas dini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-Faktor yang berhubungan dengan kejadian pubertas dini pada anak perempuan di SDN Pasir Sari 02. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan desain cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan yang mengalami pubertas dini sebanyak 34 atau (56,7%) siswi sedangkan yang tidak mengalami pubertas dini sebanyak 26 atau (43,3%) siswi, yang mengalami obesitas sebanyak 30 atau 50,0% siswi, sedangkan yang tidak mengalami obesitas sebanyak 30 atau 50,0% siswi, yang mengkonsumsi junk food sebanyak 38 atau 63,3% siswi, sedangkan yang tidak mengkonsumsi junk food sebanyak 22 atau 36,7% siswi, yang melakukan banyak aktivitas fisik sebanyak 30 atau 50,0% siswi, sedangkan yang tidak banyak melakukan aktivitas fisik sebanyak
30 atau 50,0% siswi. Hasil uji bivariat dari tiga variabel yang diteliti yaitu obesitas, mengkonsumsi junk food dan aktifitas fisik, menunjukan bahwa ketiga variabel
tersebut terdapat adanya hubungan yang signifikan.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Masa pubertas adalah masa peralihan seorang anak ke masa dewasa. Prevalensi kesiapan pubertas pada remaja
putri usia 10-11 tahun yang mengalami kesiapan pubertas sebanyak 48,9 %. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kesiapan menghadapi pubertas pada remaja putri di SDIT Annur Cikarang Pusat tahun 2023.
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan populasi 96 orang dan sampel 96 orang. Analisis yang digunakan analisa univariat dan bivariat. Instrument yang digunakan pada penelitian yaitu lembar kuesioner. Uji statistik menggunakan uji chi-square.
Hasil penelitian ini berdasarkan uji chi-square dengan SPSS didapatkan ada hubungan antara pengetahuan (p= 0,013), sumber informasi (p= 0,022), peran orang tua (p= 0,013) dan peran teman sebaya (p= 0,022) dengan kesiapan
menghadapi pubertas pada remaja putri.
Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pengetahuan, sumber informasi, peran orang tua dan peran teman sebaya dengan kesiapan menghadapi pubertas pada remaja putri.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Masa pubertas merupakan masa peralihan seorang anak ke masa dewasa dengan mengalami perubahan-perubahn fisik dan psikologis yang mempengaruhi kesiapan pada remaja. Prevalensi kesiapan puberas pada remaja putri usia 10-11 tahun jumlah remaja yang mengalami kesiapan pubertas sebanyak 48,9 %. Faktor penyebab terjadinya pubertas yaitu berkembangnya kelenjar endokrin yang langsung berkaitan dengan pertumbuhan dan kematangan fisik seseorang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kesiapan menghadapi pubertas pada remaja putri di SDIT Annur Cikarang Pusat tahun 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan populasi 96 orang dan sampel sebanyak 96 orang. Teknik pengambilan menggunakan teknik total sampling. Analisis yang digunakan analisa univariat dan bivariat. Instrument yang digunakan pada penelitian ini yaitu lembar kuesioner. Uji statistik menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian ini berdasarkan uji chi-square dengan SPSS didapatkan ada hubungan antara pengetahuan (ρ= 0,013), sumber informasi (ρ= 0,022), peran orang tua (ρ= 0,013) dan peran teman sebaya (ρ= 0,022) dengan kesiapan menghadapi pubertas pada remaja putri. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pengetahuan, sumber informasi, peran orang tua dan peran teman sebaya dengan kesiapan menghadapi pubertas pada remaja putri. Diharapkan hasil penelitian ini orang tua, teman sebaya dan sumber informasi dapat memberikan informasi tentang perubahan-perubahan yang akan dialami oleh remaja putri saat menghadapi masa pubertas.