Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: pedagang
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Pengetahuan dan Sikap Keamanan Pangan Dengan Personal Hygiene Pada Pedagang Jajanan di Desa Pasir Gombong

2025•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Keamanan pangan merupakan upaya mencegah makanan dari cemaran yang membahayakan kesehatan. Foodborne disease masih menjadi masalah global, termasuk di Indonesia, seperti kasus keracunan di Kabupaten Bekasi dan Cikarang. Hal ini menunjukkan jajanan masih berisiko kurang higienis. Banyak pedagang mengabaikan higiene karena keterbatasan informasi, modal, dan bimbingan, padahal pengetahuan serta sikap sangat berperan dalam menjaga personal hygiene. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan dan sikap keamanan pangan dengan personal hygiene pedagang jajanan di Desa Pasir Gombong sebagai dasar edukasi dalam meningkatkan kualitas jajanan yang aman bagi masyarakat. Subyek dan Metode : Pada penelitian ini menggunakan rancangan analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Desa Pasir Gombong. Sampel sebanyak 50 orang, alat penelitian ini menggunakan kuesioner. Uji statistik menggunakan Chi - Square untuk melihat hubungan variabel. Hasil: Hasil uji statistik didapatkan nilai pvalue = 1,000 (˂0.05). Hal tersebut menunjukkan tidak ada hubungan antara antara pengetahuan keamanan pangan dengan personal hygiene. Hasil uji statistik didapatkan nilai pvalue = 0, 170 (˂0.05) Hal tersebut menunjukkan tidak ada hubungan antara antara sikap keamanan pangan dengan personal hygiene. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berjenis kelamin laki-laki, berusia dewasa madya, berpendidikan tinggi, memiliki pengalaman berdagang yang cukup lama, berpenghasilan menengah ke atas, serta sebagian besar belum pernah mengikuti pelatihan keamanan pangan dan personal hygiene. Secara umum, responden memiliki tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku personal hygiene yang tergolong baik. Namun demikian, analisis statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan maupun sikap keamanan pangan dengan perilaku personal hygiene (p > 0,05).

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Penggunaan Plastik Kresek Pada Makanan Panas di Wilayah Cikarang Utara

2024•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Kemasan pangan merupakan salah satu faktor penting dalam industri makanan karena kemasan pangan dapat melindungi makanan dari kontaminasi dan supaya produk tidak rusak atau berubah bantuk. Subyek dan Metode: Kuesioner digunakan bersama dengan teknik analisis data univariat dan bivariat. Desain penelitian adalah cross-sectional, lokasi penelitian di Desa Pasir Gombong, Cikarang Utara, populasi penelitian adalah pedagang makanan hangat, dan metode yang digunakan adalah teknik non-probabilitas dengan teknik propositional sampling. Variabel dependen adalah perilaku pedagang, dan variabel independen adalah pendidikan, pendapatan, dan pengetahuan Hasil: Dengan menggunakan hasil uji statistik, menunjukan bahwa tidak ada korelasi signifikan antara pendapatan dengan perilaku (nilai p 1,572 > 0,05), tidak ada korelasi signifikan antara pendidikan dengan perilaku (nilai p 0,068 > 0,05), dan tidak ada korelasi signifikan antara pengetahuan dengan perilaku (nilai p 6,947 > 0,05). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara pendidikan, pendapatan, pengetahuan dengan perilaku penggunaan plastik pada makanan panas.

17 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail