BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Menurut data World Health Organization (WHO) tahun 2019 vertigo umumnya diderita oleh pasien berumur 18-79 tahun sebesar 7,4% di seluruh dunia, sedangkan menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2023 prevalensi penderita vertigo di Indonesia sangat tinggi dan juga merupakan keluhan nomor tiga paling sering dikeluhkan pada saat datang ke rumah sakit. Prevalensi penderita vertigo di Indonesia termasuk penyakit yang memiliki prevalensi sebesar 50% pada usia 40- 50 tahun (Kemenkes, 2022). Hal ini diperkuat dengan survei awal pendahuluan yang dilakukan di Pusat Kesehatan Divine Nature menunjukkan bahwa vertigo merupakan penyakit dengan penderita terbanyak pada tahun 2024 dimana mencapai rata rata 500 penderita per 3 bulannya. Dimana sindrom hiperaktivitas Yang hati merupakan yang tertinggi dengan mencapai 300 penderita per 3 bulannya.
Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Mengetahui pengaruh terapi formulasi Tianma gouteng yin pada penderita vertigo dengan sindrom hiperaktivitas Yang hati.
Metode: penelitian menggunakan jenis kuantitatif dengan desain pre- eksperimental, one group pre-post test design, teknik purposive sampling sebanyak 50 subjek penelitian dari bulan maret-juni 2025 di Pusat Kesehatan Divine Nature, Jakarta Pusat, DKI Jakarta. Sampel berusia 40-50 tahun dengan terapi formulasi Tianma gouteng yin sehari 2 kali sebanyak 2gram per kali konsumsi selama 1 minggu dan dilakukan pengukuran menggunakan kuesioner VSS – SF sebelum dan setelah di lakukan terapi.
Hasil: vertigo dapat diderita oleh laki laki maupun Perempuan, namun pada penelitian ini didapatkan jumlah penderita vertigo laki laki lebih sedikit daripada Perempuan. Sedangkan rata rata penderita vertigo di penelitian ini berusia 45 tahun. Dengan responden terbanyak yakni berusia 50 tahun.
Rata-rata skor VSS – SF sebelum terapi yaitu 10,6 dan rata-rata skor VSS - SF setelah terapi adalah 2,96 yang memiliki arti terapi formulasi Tianma Gouteng yin memberikan pengaruh terjadinya penurunan skor VSS – SF.
Hasil asymp sig adalah 0,000 yang memiliki arti lebih kecil dari α 0,05, maka Ho ditolak dan HA diterima yang memiliki arti bahwa intervensi pemberian terapi formulasi Tianma Gouteng Yin berpengaruh signifikan terhadap penurunan skor VSS – SF.
Hasil uji Effect Size yang didapatkan bahwa nilai r adalah -0,869 yang dimana mendekati -1 yang memiliki arti menunjukan efek yang kuat atau besar.
Kesimpulan: pengaruh terapi formulasi tianma gouteng yin pada penderita vertigo dengan sindrom hiperaktifitas yang hati memiliki pengaruh signifikan kuat.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Keseimbangan tubuh yaitu kemampuan untuk mempertahankan keseimbangan jika di tempatkan diberbagai posisi. Keseimbangan tubuh pada lanjut usia sering terjadinya penurunan yang disebabkan proses penuaan, yang dapat meningkatkan risiko jatuh dan menurunkan kualitas hidup. Salah satu intervensi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keseimbangan tubuh pada lansia adalah senam vertigo. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan senam vertigo dengan keseimbangan tubuh pada lansia di Sentra Terpadu Pangudi Luhur Kota Bekasi. Penelitian ini megunakan metode kuantitatif desain quasi-eksperimental dengan one group pre-test and post-test dengan pendekatan crossectional. Sampel terdiri dari 44 responden yang mengalami gangguan keseimbangan, dengan teknik purposive sampling. Pengukuran keseimbangan tubuh dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan Balance Evaluation System Test. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat peningkatan signifikan dalam keseimbangan tubuh lansia setelah dilakukan intervensi senam vertigo P -Value 0,000 (p<0,05). Hal ini menunjukan bahwa senam vertigo efektif dalam meningkatkan keseimbangan tubuh pada lansia, sehingga dapat menjadi salah satu metode intervensi dalam mencegah risiko jatuh dan meningkatkan kualitas hidup lansia. Kesimpulan pada penelitian ini adanya hubungan senam vertigo dengan keseimbangan tubuh pada lansia.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar Belakang: Keseimbangan tubuh yaitu kemampuan untuk mempertahankan keseimbangan tubuh ketika di tempatkan diberbagai posisi. Keseimbangan tubuh pada lansia sering mengalami penurunan akibat proses penuaan, yang dapat meningkatkan risiko jatuh dan menurunkan kualitas hidup. Salah satu intervensi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keseimbangan tubuh pada lansia adalah senam vertigo. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi efektivitas senam vertigo terhadap keseimbangan tubuh pada lansia di Sentra Terpadu Pangudi Luhur Kota Bekasi. Metode: Penelitian ini megunakan metode kuantitatif desain quasi-eksperimental dengan one group pre-test and post-test dengan pendekatan crossectional. Sampel terdiri dari 44 responden yang mengalami gangguan keseimbangan, dengan teknik purposive sampling. Pengukuran keseimbangan tubuh dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan Balance Evaluation System Test (BESTest). Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil Penelitian: Penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan dalam keseimbangan tubuh lansia setelah dilakukan intervensi senam vertigo P -Value 0,000 (p0,05). Hal ini menunjukkan bahwa senam vertigo efektif dalam meningkatkan keseimbangan tubuh pada lansia, sehingga dapat menjadi salah satu metode intervensi dalam mencegah risiko jatuh dan meningkatkan kualitas hidup lansia. Saran: Senam ini dapat dijadikan sebagai alternatif non farmakologis untuk menangani gangguan keseimbangan tubuh pada lansia.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Keseimbangan tubuh yaitu kemampuan untuk mempertahankan keseimbangan tubuh ketika di tempatkan diberbagai posisi. Keseimbangan tubuh pada lansia sering mengalami penurunan akibat proses penuaan, yang dapat meningkatkan risiko jatuh dan menurunkan kualitas hidup. Salah satu intervensi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keseimbangan tubuh pada lansia adalah senam vertigo. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan senam vertigo dengan keseimbangan tubuh pada lansia di Sentra Terpadu Pangudi Luhur Kota Bekasi. Penelitian ini megunakan metode kuantitatif desain quasi-eksperimental dengan one group pre-test and post-test dengan pendekatan crossectional. Sampel terdiri dari 44 responden yang mengalami gangguan keseimbangan, dengan teknik purposive sampling. Pengukuran keseimbangan tubuh dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan Balance Evaluation System Test. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan dalam keseimbangan tubuh lansia setelah dilakukan intervensi senam vertigo P -Value 0,000 (p0,05). Hal ini menunjukkan bahwa senam vertigo efektif dalam meningkatkan keseimbangan tubuh pada lansia, sehingga dapat menjadi salah satu metode intervensi dalam mencegah risiko jatuh dan meningkatkan kualitas hidup lansia. Kesimpulan pada penelitian ini adanya hubungan senam vertigo dengan keseimbangan tubuh pada lansia.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan efek akupuntur titik Baihui (DU 20), Feng Long (SP 40), Sanyinjiao (SP 6), Tai Chong (LR 3) terhadap vertigo. Metode yang digunakan quasy ekperiment, dengan desain penelitian one grup pre test-post test desain. Jumlah sampel sebanyak 35 orang dengan tehnik total sampel, uji statistik yang digunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian didapatkan nilai p-value sebesar 0,000. Disimpulkan terdapat pengaruh akupuntur titik Baihui (DU 20), Feng Long (SP 40), Sanyinjiao (SP 6), Tai Chong (LR 3) terhadap vertigo.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Insiden vertigo di Indonesia cukup tinggi dan memprihatinkan. Penderita vertigo yang
mengalami kekambuhan akan mengganggu aktivitas dan bahkan dapat mengalami
komplikasi yang membahayakan seperti risiko jatuh. Penelitian ini bertujuan untuk
menurunkan kejadian vertigo di Indonesia dan mengetahui prevalensi vertigo beserta
sindrom dan penanganan menggunakan Traditional Chinese Medicine (TCM) terhadap
penderita vertigo di Klinik Duta Hong. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat tidak
hanya bagi meningkatkan wawasan peneliti, namun juga sumber data bagi masyarakat,
perkembangan pembelajaran bagi fakultas dan penanganan vertigo di institusi kesehatan
terkait.
Penelitian dilakukan menggunakan metode cross-sectional (potong-lintang) dengan teknik
purposive sampling. Sampel penelitian yang memenuhi kriteria inklusi dan kriteria ekskusi
berjumlah 40 penderita vertigo. Pengumpulan data didapatkan melalui hasil telaah status
data penderita vertigo yang berobat di Klinik Duta Hong selama periode Oktober hingga
Desember 2022 yang kemudian diolah oleh peneliti.
Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan sebanyak 15 penderita dengan sindrom Yang
Liver berkobar ke atas, 11 penderita dengan sindrom defisiensi Qi dan darah, 6 penderita
dengan stasis darah, 5 penderita dengan sindrom riak-lembab dan 3 penderita dengan
sindrom defisiensi ginjal. Sebanyak 37 dari total 40 penderita vertigo yang mengalami
perbaikan setelah minimal 1 minggu pengobatan atau 1 siklus pengobatan.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa penderita vertigo di klinik Duta Hong disebabkan oeh
sindrom yang berbeda-beda dan mayoritas didominasi sindrom Yang Liver berkobar ke
atas. Saran untuk penelitian berikutnya untuk menganalisis efektivitas formula TCM
terhadap perbaikan klinis penderita vertigo dengan jumlah sampel yang lebih luas dan
variabel yang bervariatif di waktu yang berbeda untuk membandingkan insiden vertigo tiap
tahun.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Pendahuluan: Stres merupakan situasi yang menimbulkan distres dan menciptakan tuntutan fisik dan psikis pada
seseorang, Kualitas tidur yang kurang baik bisa mengakibatkan gangguan keseimbangan fisiologi dan psikologi kedua
pemicu ini bisa mengakibatkan vertigo.
Tujuan: Mengetahui hubungan stres dan kualitas tidur pasien dengan kejadian vertigo perifer di RS Sentra Medika
Cibinong Tahun 2021.
Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif analitik untuk
mengetahui ada tidaknya hubungan antar variabel dengan pendekatan cross sectional. Populasi 153 dan sampel 61
responden, menggunakan tehnik accidental sampling.
Hasil: Usia 41 th – 50 th responden (36,1%), jenis kelamin perempuan 37 responden (60,7%), pekerjaan karyawan
swasta 21 responden (34,4%), terdiagnosa vertigo 37 responden (60,7%) tingkat stres sedang 28 responden (45,9%),
kualitas tidur buruk 47 responden (77,0%).
Kesimpulan: Ada hubungan antara kualitas tidur pasien dengan kejadian vertigo perifer nilai (p 0,011 < 0,05). Ada
hubungan stres pasien dengan kejadian vertigo perifer nilai (p 0,007 < 0,05). Sehingga di harapkan penelitian ini dapat
di jadikan sebagai masukan bagi praktisi keperawatan tentang bagaimana cara mengatasi stres dan kualitas tidur pada
pasien agar tidak terjadi vertigo atau keluhan vertigo tidak semakin berat dengan cara memberikan asuhan keperawatan
yang didasari dengan teori dan standar prosedur operasional yang di miliki oleh RS Sentra Medika Cibinong.