Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Tingkat Nyeri
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Therapy Message Effleurage Terhadap Nyeri Dismenore Primer Pada Remaja Putri di Wilayah Sari Mekar 3 dan PMB Bidan Lilis Fatmawati Tahun 2022

2023•Koleksi Perpustakaan

Pendahuluan : Dismenore dapat dikurangi baik secara farmakologis maupun non farmakologis. Secara farmakologi yakni dengan obat golongan Nonsteroidal AntiInflamatory Drugs (NSAID) seperti Ibuprofen, Naproxen, Disclofenac, Hidrocodone dan Acetaminofene, tetapi obat-obatan tersebut menyebabkan ketergantungan dan memiliki kontraindikasi (Andria et al., 2016) dan terapi non farmakologi yang bisa digunakan yaitu dengan pengobatan herbal, tehnik relaksasi, yoga kompres hangat dan terapi massage. Terapi massage yang dapat digunakan yaitu dengan massage effleurage. Manajemen nyeri non farmakologis lebih aman digunakan karena tidak menimbulkan efek samping seperti obat-obatan karena terapi non farmakologis menggunakan proses fisiologis (Zuraida & Aslim, 2020). Metode Penelitian : metode yang digunakan adalah metode pre eksperimen. Analisa yang digunakan pretest dan post test. Penelitian ini menggunakan data primer dari wawancara dan pengisian kuesioner. Hasil dan Pembahasan : sebanyak 25 responden yang sesuai karakteristik responden, 12 orang (48%) berumur 11 tahun, 10 orang (40 %) berumur 12 tahun, 3 orang (12%) berumur 13 tahun. Adanya hubungan antara massage Effleurage dengan tingkat nyeri haid. Adanya hubungan sebelum diberikan therapi massage effleurage ( p value = 0.005) dan setelah diberikan therapy massage effleurage ( p value = 0.009 ). Kesimpulan dan saran : Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan dilakukannya massage effleurage tingkat nyeri dismenore pada remaja putri mengalami penurunan. Dilihat dari signifikasi terdapat pengaruh massage effleurage terhadap penurunan nyeri dismenore pada remaja putri. Pemberian massage effleurage dapat menyebabkan berkurangnya hipoksia pada jaringan, hal tersebut dikarenakan kadar oksigen dijaringan meningkat sehingga menyebabkan nyeri berkurang. Selama pijatan, senyawa endorphin akan dikeluarkan oleh tubuh sebagai Pereda nyeri alami tubuh dan menciptakan rasa nyaman.

15 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pemberian Alpukat Terhadap Penurunan Nyeri Haid (Dismenorhea) Pada Siswi SMKN 1 Tambelang Tahun 2022

2023•Koleksi Perpustakaan

Dismenorhea merupakan nyeri ketika menstruasi, dismenorhea disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon progesteron dalam darah, prostaglandin dan faktor stress/psikologi mengakibatkan terjadinya dismenorhea pada beberapa wanita. Kejadian dismenorhea di Indonesia sebesar 107.673 jiwa (64,25%), yang terdiri dari 59.671 jiwa (54,89%) mengalami dismenorhea primer dan 9.496 jiwa (9,36%) mengalami dismenorhea sekunder. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian alpukat terhadap penurunan nyeri haid (dismenorhea) pada siswi SMKN 1 Tambelang Tahun 2022. Metode penelitian yang digunakan yaitu quasi eksperimen merupakan jenis penelitian untuk menentukan apakah suatu treatment dapat mempengaruhi sebuah hasil penelitian. Populasinya seluruh siswi di SMKN 1 Tambelang Tahun 2022 sebanyak 471 orang. Sampel yang diteliti adalah siswi yang mengalami haid hari pertama sampai dengan hari ketiga sebanyak 30 orang teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrument penelitian menggunakan pengukuran skala nyeri Wong-Baker Faces Rating Scale. Analisis univariat dengan presentase, dan analisis bivariate dengan uji Wilcoxon Signed Test dan uji beda Paired Sample Test. Hasil penelitian bivariate menggunakan uji Wilcoxon Signed Test diperoleh nilai 0,001<0,005 yang artinya terdapat pengaruh yang signifikan setelah pemberian buah alpukat. Hasil uji beda dengan Paired Sample Test diperoleh niali 0,000<0,005 yang artinya terdapt perbedaan antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Kesimpulan dari hasil penelitian terdapat pengaruh pemberian alpukat terhadap penurunan nyeri haid (dismenorhea), peneliti merekomendasikan kepada siswi untuk mengaplikasikan buah alpukat sebagai obat non-farmakologi yang dapat menurunkan nyeri haid (dismenorhea).

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail