Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Ruang Pemulihan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN FAKTOR LANJUT USIA DENGAN KEJADIAN HIPOTERMI PASCAANESTESI UMUM MENGGUNAKAN ALAT TERMOMETER INFRARED DI RUANG PEMULIHAN RSUD BAYU ASIH KABUPATEN PURWAKARTA

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pembedahan adalah prosedur medis yang dimulai dengan sayatan untuk membuka area tubuh dan diakhiri dengan penjahitan untuk menutup luka, Hipotermi merupakan salah satu efek yang sering terjadi setelah pembedahan di ruang pemulihan. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi hipotermi setelah operasi yaitu usia. Tujuan Penelitian : Diketahui hubungan faktor lanjut usia dengan kejadian hipotermi pasca anestesi umum dengan teknik termometer infrared di ruang pemulihan RSUD Bayu Asih Kabupaten Purwakarta. Metode Penelitian : Penelitian kuantitatif deskriptif korelasi dengan desain penelitian studi potong lintang (cross sectional). Jumlah sampel 36 responden dengan teknik pengambilan sampel Non Probability sampling (Purposive Sampling). Uji statistik menggunakan uji Spearman’s rho. Hasil Penelitian : Lansia awal 46 - 55 tahun berjumlah 20 responden (55,6%), lansia akhir 56 - 65 tahun berjumlah 12 responden (33,3%), sedangkan di manula >65 tahun berjumlah 4 responden (11,1%). diketahui yang mengalami hipotermi sedang sebanyak 18 responden (50.0%), dan hipotermi ringan sebanyak 11 responden (30.6%), sedangkan hipotermi berat sebanyak 7 responden (19.4%). Hasil korelasi Spearman Rank (rho) dengan hasil P = 0,001, berarti P 0,05 hal tersebut menunjukkan ada hubungan faktor lanjut usia dengan kejadian hipotermi pasca operasi dengan anestesi umum. Nilai Correlation coefficient 0,719 menunjukkan bahwa ada korelasi yang kuat antara variabel usia lanjut dengan variabel hipotermi pasca operasi dengan anestesi umum. Kesimpulan : Ada hubungan bermakna antara hubungan faktor lanjut usia dengan kejadian hipotermi pada pasien pasca anestesi umum dengan alat termometer infrared diruang pemulihan RSUD Bayu Asih Purwakarta.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Karakterisik Pasien Terhadap Lama Pemantauan Pasca Operasi Dengan Anestesi Spiral Pada Pasien Seksio Sesarea di Ruang Pemulihan Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong Tahun 2017

2019•Koleksi Perpustakaan

Periode pulih sadar dimulai segera setelah pasien meninggalkan meja operasi sampai dengan pasien sadar dari pengaruh anestesi. Pengawasan untuk pasien ini yaitu berada di ruang pemulihan. Lamanya masa pulih sadar berbeda-beda pada setiap penderita, tergantung pada berbagai keadaan antara lain riwayat penderita sebelum operasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik pasien terhadap lama waktu pemantauan kondisi klien pasca operasi dengan anestesi spinal pada pasien SC di ruang pemulihan rumah sakit sentra medika cibinong. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan metode survey dengan jumlah 53 responden. Analisa data univariat menggunakan distribusi frekuensi umur, berat badan dan lama observasi sedangkan analisa bivariat menggunakan uji T dan uji korelasi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti dari 53 responden, didapatkan bahwa dalam uji t nilai signifikan 0,923 > 0,05 dan nilai t hitung 0,098 < 2,008 (t tabel) yang artinya bahwa umur tidak mempengaruhi lama pemantauan pasien pasca operasi, sedangkan hasil dari perhitungan uji korelasi adalah nilai signifikan 0,05 ≤ 0,05 artinya bahwa berat badan mempengaruhi lama pemantauan pasca operasi di ruang pemulihan

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail