ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kondisi kegawatdaruratan di IGD sering menimbulkan respon kecemasan pada pasien, tanda gejala somatis dan psikologis kecemasan pada pasien adalah terjadinya peningkatan skala nyeri, nadi cepat dan tekanan darah meningkat. Hal ini dapat memperburuk kondisi kesehatan pasien oleh karena itu ketepatan respon time sesuai batasan waktu triase dalam pelayanan gawat darurat memegang peranan yang sangat penting dalam mengatasi masalah pasien terutama pada kategori ATS 2 dan 3 yang mempunyai karakteristik perburukan yang cepat. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi hubungan respon time perawat dengan tingkat kecemasan pasien kategori ATS 2 dan 3 di IGD. Design penelitian descriptive correlation dengan pendekatan cross sectional, sample terdiri dari 40 responden kategori ATS 2 dan 3 di IGD Sentra Medika Hospital Mianahasa Utara yang didapatkan melalui tehnik accidental sampling. Pengukuran respon time menggunakan stopwatch dan lembar observasi, sedangkan pengukuran tingkat kecemasan menggunakan instrument State Anxiety Inventory. Hasil penelitian dengan analisa univariat distribusi frekuensi respon time yang tepat pada pasien kategori ATS 2 dan 3 ada 12 responden (30%) mengalami tingkat kecemasan sedang, dan 3 responden (7%) mengalami kecemasan berat , sedangkan analisa bivariate berdasarkan uji statistic chi square, dengan α=0,05, didapatkan P-value 0.020 dimana P-valueα yang berarti ketepatan respon time perawat berdampak pada tingkat kecemasan pasien ATS 2 dan 3. Ketepatan Respon time perawat merupakan salah satu sumber koping selain edukasi dan pemberian informasi rencana tindakan yang dapat memicu peningkatan GABA pada sel saraf dan akan mempengaruhi gyrus parietalis sehingga akan menurunkan respon kecemasan. Saran untuk perawat dan manajemen RS untuk melakukan pelatihan kegawat daruratan dan triage sangat diperlukan sehingga pemberian respon time perawat dapat tepat Sesuai dengan SPM IGD dan prioritas dalam penatalaksanaan kegawatdaruratan pada pasien kategori ATS 2 dan 3 sesuai dengan hasil penilaian triage
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Kondisi kegawatdaruratan di IGD sering menimbulkan respon kecemasan pada pasien, tanda gejala somatis dan psikologis kecemasan pada pasien adalah
terjadinya peningkatan skala nyeri, nadi cepat dan tekanan darah meningkat. Hal ini dapat memperburuk kondisi kesehatan pasien oleh karena itu ketepatan respon
time sesuai batasan waktu triase dalam pelayanan gawat darurat memegang peranan yang sangat penting dalam mengatasi masalah pasien terutama pada
kategori ATS 2 dan 3 yang mempunyai karakteristik perburukan yang cepat. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi hubungan respon time perawat
dengan tingkat kecemasan pasien kategori ATS 2 dan 3 di IGD. Design
penelitian descriptive correlation dengan pendekatan cross sectional, sample
terdiri dari 40 responden kategori ATS 2 dan 3 di IGD Sentra Medika Hospital Mianahasa Utara yang didapatkan melalui tehnik accidental sampling. Pengukuran respon time menggunakan stopwatch dan lembar observasi, sedangkan pengukuran tingkat kecemasan menggunakan instrument State Anxiety Inventory. Hasil penelitian dengan analisa univariat distribusi frekuensi respon time yang tepat pada pasien kategori ATS 2 dan 3 ada 12 responden (30%) mengalami tingkat kecemasan sedang, dan 3 responden (7%) mengalami kecemasan berat , sedangkan analisa bivariate berdasarkan uji statistic chi square, dengan a=0,05, didapatkan P-value 0.020 dimana P-value<a yang berarti ketepatan respon time perawat berdampak pada tingkat kecemasan pasien ATS 2 dan 3. Ketepatan Respon time perawat merupakan salah satu sumber koping selain edukasi dan pemberian informasi rencana tindakan yang dapat memicu peningkatan GABA pada sel saraf dan akan mempengaruhi gyrus parietalis sehingga akan menurunkan respon kecemasan. Saran untuk perawat dan manajemen RS untuk melakukan pelatihan kegawat daruratan dan triage sangat diperlukan sehingga pemberian respon time perawat dapat tepat Sesuai dengan SPM IGD dan prioritas dalam penatalaksanaan kegawatdaruratan pada pasien kategori ATS 2 dan 3 sesuai dengan hasil penilaian triage
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Respon Time merupakan tahapan awal petugas kesehatan dalam menangani kasus kegawat daruratan di instansi kesehatan. Salah satu yang berperan penting dalam aktifitas ini adalah perawat, diman jika perawat dapat melakukan time respon dengan tepat makan angka kejadian kematian maupun kecacatan pada kasus kegawat daruratan yang terjadi. Puskesmas Cikarang merupakan salah satu puskesmas dengan aktifitas kegawatan yang cukup tinggi di karenakan berada dekat dengan Lalu lintas utama jalur pantura dan juga berada di sekitar lingkungan industry dimana memiliki resiko yang tinggi untuk terjadinya kecelakaan yang dapat mengakibatkan terjadinya kegawat daruratan. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan perawat mengenai respons time dalam menghadapi kegawat daruratan di Puskesmas Cikarang Kabupaten Bekasi. Kegiatan di awali dengan kegiatan pre test mengenai respon time dalam menghadapi kegawat daruratan dan setelahnya di lakukan pendidikan kesehatan mengenai respon time dalam menghadapi kegawat daruratan kepada perawatn yang ada di Puskesmas Cikarang dengan metode ceramah, diskusi, tanya jawab, dan simulasi secara langsung di Puskesmas Cikarang. Hasil dari kegiatan ini adalah adanya peningkatan pengetahuan pada perawat mengenai respons time dalam menghadapi kegawat daruratan di Puskesmas Cikarang. Dan hasil ini dapat di implementasikan oleh perawat dalam mengatasi kejadian kegawat daruratan sehingga dapat meningkatakan pelayanan perawat dalam melalukan respons time pada kegawat daruratan di Puskesmas Cikarang.