ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Farmakoekonomi merupakan cabang ekonomi kesehatan yang berhubungan dengan mengidentifikasi, mengukur, dan membandingkan biaya dan konsekuensi dari produk dan layanan farmasi. Ini membantu membentuk hubungan ekonomi yang mengintegrasikan penelitian, produksi dan distribusi obat-obatan, penyimpanan, penetapan harga, dan penggunaan selanjutnya oleh masyarakat. Untuk menganalisis penjualan obat Antipiretik di Apotek Lenore Bekasi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional dengan rancangan deskriptif. Populasi penelitian ini yaitu seluruh penjualan obat di Apotek. Sampel pada penelitian ini yaitu penjualan antipiretik di Apotek periode November 2021 – Juni 2022. Data dianalisis dalam bentuk persentase penggunaan. Tingkat penjualan tertinggi Antipiretik di Apotek Lenore pada periode November 2021 – Juni 2022 yaitu Paracetamol. Tingkat penjualan tertinggi Antipiretik (Acetaminofen) yaitu Sanmol Tablet pada bulan Februari 2022. Tingkat penjualan tertinggi Antipiretik (Ibuprofen) yaitu Proris Forte pada bulan November 2021 dan bulan Februari 2022.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Penyakit alergi merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dijumpai sehingga penggunaan antihistamin terus meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan penjualan antihistamin generasi pertama dan generasi kedua serta hubungan faktor harga, efektivitas, efek samping, rekomendasi dokter atau apoteker dan ketersediaan obat dengan pemilihan antihistamin di Apotek Haka Farma. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 64 konsumen yang membeli antihistamin di Apotek Haka Farma periode 18 Juni – 7 Juli 2026. Data dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Chi-Square dan Fisher's Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penjualan antihistamin generasi kedua lebih tinggi dibandingkan generasi pertama, yaitu 59 strip (71,1%) dan 24 strip (28,9%). Cetirizine merupakan antihistamin yang paling banyak terjual sebanyak 32 strip. Hasil analisis menunjukkan bahwa hanya faktor efek samping yang berhubungan signifikan dengan pemilihan antihistamin (p = 0,001), sedangkan faktor harga, efektivitas, rekomendasi dokter atau apoteker, dan ketersediaan obat tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p > 0,05). Fisher's Exact Test digunakan pada variabel yang tidak memenuhi asumsi uji Chi-Square. Kesimpulannya, antihistamin generasi kedua lebih banyak dipilih dibandingkan generasi pertama, dan hanya faktor efek samping yang berhubungan signifikan dengan pemilihan antihistamin.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Farmakoekonomi merupakan cabang ekonomi kesehatan yang berhubungan dengan mengidentifikasi, mengukur, dan membandingkan biaya dan konsekuensi dari produk dan layanan farmasi. Ini membantu membentuk hubungan ekonomi yang mengintegrasikan penelitian, produksi dan distribusi obat-obatan, penyimpanan, penetapan harga, dan penggunaan selanjutnya oleh masyarakat. Untuk menganalisis penjualan obat Antipiretik di Apotek Lenore Bekasi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional dengan rancangan deskriptif. Populasi penelitian ini yaitu seluruh penjualan obat di Apotek. Sampel pada penelitian ini yaitu penjualan antipiretik di Apotek periode November 2021 – Juni 2022. Data dianalisis dalam bentuk persentase penggunaan. Tingkat penjualan tertinggi Antipiretik di Apotek Lenore pada periode November 2021 – Juni 2022 yaitu Paracetamol. Tingkat penjualan tertinggi Antipiretik (Acetaminofen) yaitu Sanmol Tablet pada bulan Februari 2022. Tingkat penjualan tertinggi Antipiretik (Ibuprofen) yaitu Proris Forte pada bulan November 2021 dan bulan Februari 2022.