ThesisOpen AccessPDF tersedia
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak
Ulkus pada kulit mengakibatkan hilangnya epidermis hingga dermis dan bahkan lemak subkutan (Agale, 2013). Diperkirakan secara global,19-34% pasien diabetes melitus berpotensi terjadi ulkus diabetik, dengan rincian di dunia 9,1-26,1 %,di Indonesia 12%-24 %, di Bekasi 37,2%. Dengan semakin beragam dan meningkatnya kasus ulkus diabetik, maka manajememen perawatan luka pun mulai berkembang, karena penurunan infeksi pada ulkus diabetik sangat bergantung pada teknik perawatan luka yang tepat dapat menurunkan infeksi luka lebih cepat, dan mencegah amputasi. Penelitian ini bertujuan : mengetahui hubungan pemberian antimicrobial dressing terhadap lama waktu penurunan infeksi ulkus diabetik, menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, dengan tehnik sampling nonrandom, dan analisa uji Chi Square. Penelitian dilakukan menggunakan data sekunder rekam medis pasien, dengan jumlah sampel 30 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa :Ada hubungan antara pemberian antimicrobial dressing terhadap lama waktu penurunan infeksi ulkus diabetik di Rumah Sakit X, Ketiga antimicrobial dressing yang digunakan membantu proses penurunan infeksi ulkus diabetik. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, dapat dilihat bahwa 28 pasien dilakukan perawatan menggunakan antimicrobial dressing, yaitu 6 pasien menggunakan cadexomer iodine dengan jenis luka 3 jenis arterial ulcer dan 3 venous ulcer, 17 pasien menggunakan silver dressing dengan kasus foot ulcer dan 5 pasien menggunakan DACC, dengan jenis venous ulcer. Tiga jenis antimicrobial dressing ini sering digunakan, dan biasanya digunakan jenis DACC ,atau cadexomer iodine , jika belum ada perubahan secara signifikan selama 5-6 hari, digunakanlah silver dressing.Kesimpulan bahwa penggunaan antimicrobial dressing mempengaruhi lama waktu penurunan infeksi ulkus diabetik di RS X, dan pasien mengalami penurunan infeksi pada hari ke 6- 13.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Lamanya Persalinan dapat berpengaruh pada kelelahan dan penurunan kondisi fisik ibu
bersalin. Kelelahan dalam proses persalinan mengakibatkan kontraksi uterus tidak adekuat sehingga
dapat meningkatkan resiko perdarahan postpartum. Pelvic Rocking salah satu gerakan yang dapat
dilakukan untuk membantu proses persalinan berjalan nyaman. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui pengaruh pelvic rocking exercise terhadap lama kala II pada Multipara. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pelvic Rocking Terhadap Lama Waktu Kala I Pada Ibu Bersalin
Di TPMB Ayu Andini Kabupaten Karawang Tahun 2023.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif Pra Eksperimen dengan desain statistik
group complision. Jumlah populasi 30 Kasus pada bulan September – Desember 2023. Teknik
pengambilan sampel menggunakan teknik Total sampling.
Uji statistic Chi-Square: nilai p value 0.003 lebih kecil dari a = 0,05 ( p value ≤ a ). Hal ini
menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara pemberian pelvic rocking terhadap lama waktu kala I.
Kesimpulan dari penelitian ini terdapat pengaruh pelvic rocking terhadap waktu kala I pada ibu
bersalin di TPMB Ayu Andini Kabupaten Karawang Tahun 2023. Diharapkan dapat digunakan
sebagai evaluasi tenaga kesehatan agar lebih memahami tentang efisiensi pemberian pelvic rocking
pada ibu bersalin sebagai upaya untuk mengurangi terjadinya angka kesakitan ibu akibat persalinan
yang lama dan sebagai terapi pelengkap selain konvensional.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Menurut WHO, angka kejadian partus lama di dunia saat ini diperkirakan terjadi pada 17% dari total
persalinan. Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia atau disingkat (SDKI) oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional melaporkan bahwa mayoritas komplikasi persalinan adalah persalinan lama (30%) untuk memperlancar proses persalinan normal, maka dilakukan senam hamil agar mengurangi terjadinya partus lama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan senam hamil dan paritas dengan lama waktu persalinan kala I fase
aktif pada Ibu Bersalin di RS Karya Medika 1 Cikarang Barat 2023.
Jenis penelitian bersifat analitik kuantitatif dengan mengunakan pendekatan rancangan study Cross Sectional. ibu bersalin yang ada di RS Karya Medika 1 Cikarang Barat pada periode bulan Januari – Agustus 2023. Populasi ibu bersalin yaitu 80 orang. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data dianalisis dengan menggunakan uji chi-square.
Hasil menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan lama waktu persalinan kala I fase aktif pada ibu bersalin di RS Karya Medika 1 Cikarang Barat 2023 adalah senam hamil (p=0.002) dengan OR 10.000, dan paritas (p=0.039) dengan OR 0,255.
Kesimpulan bahwa dari variabel yang di teliti (senam hamil, dan Paritas) semua berhubungan dengan dengan dengan lama waktu persalinan kala I fase aktif pada ibu bersalin di RS Karya Medika 1 Cikarang Barat 2023
Saran peneliti ibu hamil agar menjaga kehamilannya dan dianjurkan mengikuti program senam hamil sehingga lama waktu persalinan berjalan dengan normal. Dan, RS Karya Medika 1 Cikarang Barat disarankan agar dapat melanjutkan program senam hamil di masa yang akan datang.
ThesisOpen AccessPDF tersedia
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ulkus pada kulit mengakibatkan hilangnya epidermis hingga dermis dan bahkan lemak subkutan (Agale, 2013). Diperkirakan secara global,19-34% pasien diabetes melitus berpotensi terjadi ulkus diabetik, dengan rincian di dunia 9,1-26,1 %,di Indonesia 12%-24 %, di Bekasi 37,2%. Dengan semakin beragam dan meningkatnya kasus ulkus diabetik, maka manajememen perawatan luka pun mulai berkembang, karena penurunan infeksi pada ulkus diabetik sangat bergantung pada teknik perawatan luka yang tepat dapat menurunkan infeksi luka lebih cepat, dan mencegah amputasi. Penelitian ini bertujuan : mengetahui hubungan pemberian antimicrobial dressing terhadap lama waktu penurunan infeksi ulkus diabetik, menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, dengan tehnik sampling nonrandom, dan analisa uji Chi Square. Penelitian dilakukan menggunakan data sekunder rekam medis pasien, dengan jumlah sampel 30 orang. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa :Ada hubungan antara pemberian antimicrobial dressing terhadap lama waktu penurunan infeksi ulkus diabetik di Rumah Sakit X, Ketiga antimicrobial dressing yang digunakan membantu proses penurunan infeksi ulkus diabetik. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, dapat dilihat bahwa 28 pasien dilakukan perawatan menggunakan antimicrobial dressing, yaitu 6 pasien menggunakan cadexomer iodine dengan jenis luka 3 jenis arterial ulcer dan 3 venous ulcer, 17 pasien menggunakan silver dressing dengan kasus foot ulcer dan 5 pasien menggunakan DACC, dengan jenis venous ulcer. Tiga jenis antimicrobial dressing ini sering digunakan, dan biasanya digunakan jenis DACC ,atau cadexomer iodine , jika belum ada perubahan secara signifikan selama 5-
6 hari, digunakanlah silver dressing.Kesimpulan bahwa penggunaan antimicrobialdressing mempengaruhi lama waktu penurunan infeksi ulkus diabetik di RS X, dan pasien mengalami penurunan infeksi pada hari ke 6- 13.