ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Universitas Medika Suherman (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DAN PENDIDIKAN PROFESI NERS FAKULTAS ILMU KESEHATAN Skripsi, Maret 2023 Nama : Maga Tantrananggara NIM : 221070023 HUBUNGAN LAMA MENDERITA DIABETES MELITUS DENGAN KEJADIAN GANGGUAN KOGNITIF PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI RS HARAPAN BUNDA JAKARTA TAHUN 2023 VII (16 halaman) + 41 halaman + 4 tabel + 10 lampiran ABSTRAK Latar Belakang : Diabetes melitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau kedua-duanya. Tujuan penelitian dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan lama menderita diabetes melitus dengan kejadian penurunan kognitif pada pasien diabetes melitus di RS Harapan Bunda Jakarta Tahun 2023. Metode Penelitian : Adapun besar sampel dalam penelitian ini menggunakan tehnik total sampel yang dimana jumlah responden yang digunakan adalah responden dengan Diabetes Melitus sebanyak 48 responden. Hasil penelitian : Hasil distribusi frekuensi lama menderita diabetes melitus > 5tahun 28 responden (58,3%) , penurunan fungsi kognitif tidak normal 25 responden (52,1%). Disimpulkan ada hubungan lamanya menderita DM dengan kejadian gangguan kognitif pada pasien DM di RS Harapan Bunda Jakarta Tahun 2023 dengan nilai P Value 0,02 (P Value 0,05) dengan nilai OR = 4,926. Kesimpulan dan Saran : Disarankan bagi pasien terutama penderita diabetes melitus yang sudah > 5 tahun, penting untuk menjaga pola hidup sehat, makan, olahraga dan sering periksa kesehatan, serta disarankan penelitian ini dapat dijadikan bahan acuan dan sumber dalam penelitian dan bisa memberikan gambaran dalam sebuah penelitian dengan tehnik yang berbeda. Bahan Bacaan : 28 Kepustakaan (Tahun 2017-2023) Kata kunci : Diabetes Melitus, Gangguan Kognitif. Jumlah Kata (250 kata)
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Lansia terbagi menjadi 4, yaitu orang paruh baya yang berusia 45 - 59 tahun, lanjut usia berusia 60 - 74 tahun, orang berusia 75 - 90 tahun, orang sangat tua berusia 90 tahun ke atas. Pada masa penuaan terjadilah perubahan-perubahan seperti perubahan fisik, psikososial, kognitif dan fungsional. Menurut WHO pada 2015, sebanyak 35,6 juta orang tua di seluruh dunia menderita gangguan kognitif. Tujuan : Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan agar mengetahui pengaruh Brain Game : Bermain Puzzle Terhadap Fungsi Kognitif pada lansia di Panti Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Karawang. Metode : Penelitian ini mempergunakan desain pre-eksperimental dengan model One Group Pretest-Posttest. Responden menerima perlakuan, lalu membandingkan kondisi sebelum dan sesudah perlakuan. Sampel penelitian yakni lansia di Panti Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Karawang. Hasil : Hasil penelitian Uji Wilcoxon didapatkan ada pengaruh Brain Game : Bermain Puzzle Terhadap Fungsi Kognitif Pada Lansia dengan p-value 0,001. Saran : Bermain puzzle dapat menjadi terapi nonfarmakologi yang efektif untuk lansia dengan masalah kognitif, membantu mereka memperbaiki fungsi kognitif dan mencegah penurunan lebih lanjut.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar Belakang : Lansia terbagi menjadi 4, yaitu orang paruh baya yang berusia 45 hingga 59 tahun, lanjut usia berusia 60 hingga 74 tahun, orang berusia 75 hingga 90 tahun, orang sangat tua berusia 90 tahun ke atas. Pada masa penuaan terjadilah perubahan-perubahan seperti perubahan fisik, perubahan psikososial, perubahan kognitif dan perubahan fungsional. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) 2015, 35,6 juta orang tua di seluruh dunia menderita gangguan kognitif. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Brain Game : Bermain Puzzle Terhadap Fungsi Kognitif pada lansia di Panti Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Karawang. Metode : Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pre eksperimental design dengan rancangan One Group Pretest-Posttest, yaitu jenis penelitian yang melibatkan satu kelompok subjek, dimana responden diberikan perlakuan dan akan di uji dengan cara membandingkan hasil sebelum dan setelah diberikan perlakuan. Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah lansia di Panti Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Karawang. Hasil : Hasil penelitian Uji Wilcoxon didapatkan ada pengaruh Brain Game : Bermain Puzzle Terhadap Fungsi Kognitif Pada Lansia dengan p-value 0,001. Saran : Bermain puzzle dapat menjadi terapi nonfarmakologi yang efektif untuk lansia dengan masalah kognitif, membantu mereka memperbaiki fungsi kognitif dan mencegah penurunan lebih lanjut.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar Belakang : Lansia terbagi menjadi 4, yaitu orang paruh baya yang berusia 45 hingga 59 tahun, lanjut usia berusia 60 hingga 74 tahun, orang berusia 75 hingga 90 tahun, orang sangat tua berusia 90 tahun ke atas. Pada masa penuaan terjadilah perubahan-perubahan seperti perubahan fisik, perubahan psikososial, perubahan kognitif dan perubahan fungsional. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) 2015, 35,6 juta orang tua di seluruh dunia menderita gangguan kognitif. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Brain Game : Bermain Puzzle Terhadap Fungsi Kognitif pada lansia di Panti Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Karawang. Metode : Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pre eksperimental design dengan rancangan One Group Pretest Posttest, yaitu jenis penelitian yang melibatkan satu kelompok subjek, dimana responden diberikan perlakuan dan akan di uji dengan cara membandingkan hasil sebelum dan setelah diberikan perlakuan. Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah lansia di Panti Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Karawang. Hasil : Hasil penelitian Uji Wilcoxon didapatkan ada pengaruh Brain Game : Bermain Puzzle Terhadap Fungsi Kognitif Pada Lansia dengan p-value 0,001. Saran : Bermain puzzle dapat menjadi terapi nonfarmakologi yang efektif untuk lansia dengan masalah kognitif, membantu mereka memperbaiki fungsi kognitif dan mencegah penurunan lebih lanjut.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Pengembangan kognitif pada anak usia dini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berfikir anak dalam mengolah pemerolehan belajar, Kemampuan kognitif anak di tunjukan dengan cara melaksanakan kegiatan bermain menggunakan alat permainan yang mengandung unsur atau nilai edukatif. Tujuan : Untuk mengetahu pengaruh alat permainan lego terhadap perkembangan kognitif anak usia dini (4-5 tahun) di PAUD Manarul Huda Kabupaten Karawang tahun 2024. Metode : Penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimental dengan rancangan The one group pretest-posttest design. Penelitian quasi eksperiment adalah penelitian yang menguji coba suatu intervensi pada sekelompok subjek dengan atau tanpa kelompok pembanding namun tidak di lakukan randomisasi untuk memasukan subjek kedalam kelompok perlakukan atau control. Desain The one group pretest-posttest design without control, peneliti hanya memerlukan intervensi pada satu kelompok tanpa pembanding. Hasil : Berdasarkan hasil Uji Wilcoxon Range List di ketahui nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar <.001 yang artinya Ho di tolak dan Ha gagal ditolak, dengan demikian dapat di simpulkan bahwa terdapat pengaruh alat permainan lego terhadap perkembangan kognitif anak usia dini (4-5 tahun) di PAUD Manarul Huda Kabupaten Karawang tahun 2024. Kesimpulan : Ada pengaruh alat permainan lego terhadap perkembangan kognitif anak usia dini (4-5 tahun) di PAUD Manarul Huda Kabupaten Karawang Tahun 2024
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Diabetes melitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik
hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau kedua-duanya. Tujuan penelitian dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan lama menderita diabetes melitus dengan kejadian penurunan kognitif pada pasien diabetes melitus di RS Harapan Bunda Jakarta Tahun 2023. Metode Penelitian : Adapun besar sampel dalam penelitian ini menggunakan tehnik total sampel yang dimana jumlah responden yang digunakan adalah responden dengan Diabetes Melitus sebanyak 48 responden. Hasil penelitian : Hasil distribusi frekuensi lama menderita diabetes melitus >
5tahun 28 responden (58,3%) , penurunan fungsi kognitif tidak normal 25 responden (52,1%). Disimpulkan ada hubungan
lamanya menderita DM dengan kejadian gangguan kognitif pada pasien DM di RS Harapan Bunda Jakarta Tahun 2023 dengan nilai P Value 0,02 (P Value < 0,05) dengan nilai OR = 4,926. Kesimpulan dan Saran : Disarankan bagi pasien terutama penderita diabetes melitus yang sudah > 5 tahun, penting untuk menjaga pola hidup sehat, makan, olahraga dan sering periksa kesehatan, serta disarankan penelitian ini dapat dijadikan bahan acuan dan sumber dalam penelitian dan bisa memberikan gambaran dalam sebuah penelitian dengan tehnik yang berbeda.
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
Latar Bekang : Proses menua (Aging) adalah proses alami yang disertai adanya penurunan fisik, psikologis maupun sosial yang saling berinteraksi satu sama lain. Seseorang yang berusia lanjut akan mengalami perubahan-perubahan akibat penurunan fungsi sistem tubuh. Menjadi tua merupakan keadaan yang harus dilalui oleh semua makhluk hidup, apabila memiliki usia yang panjang. Walaupun proses penuaan benar adanya dan merupakan sesuatu yang normal, akan tetapi pada kenyataannya, proses ini lebih menjadi beban bagi orang lain dibandingkan proses lain yang terjadi, sehingga berbagai upaya dilakukan untuk menghambat proses tersebut. Berdasarkan Hasil Study pendahuluan oleh peniliti pada tanggal 27 april 2019, di rumah sosial lanjut usia telukjambe, dari 65 orang lanjut usia, dilakukan pengukuran kepada 20 orang lansia hasil yang didapatkan bahwa 100% dari 20 lansia yang mengalami gangguan fungsi kognitif dengan rentang skor 0-16 dan dimana lansia yang mengalami penurunan kelancaran 50%, mengalami penurunan pemahaman 100% dan mengalami penurunan penalaran 50%. Pada saat ini Rumah Sosial Usia Lanjut Telukjambe menampung dan melayani 65 orang lanjut usia 24 orang laki-laki dan 41 orang perempuan dengan syarat penerimaan laki-laki/perempuan yang berusia 60 tahun keatas.
Tujuan : Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan gangguan fungsi kognitif pada lansia di Rumah Sosial Lanjut Usia Telukjambe, Karawang, Jawa Barat Tahun 2019.
Metode : Metode yang digunakan Desain penelitian Analitik Kuantitatif dengan rancangan penelitian Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Lansia di Rumah Perlindungan Sosial Lanjut Usia Telukjambe sebanyak 65 lanjut usia. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh Lansia di Rumah Perlindungan Sosial Lanjut Usia Telukjambe sebanyak 50 lanjut usia dengan kriteria inklusi dan eksklusi.Instrumen yang digunakan dalam pengambilan data adalah kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat berupa uji chisquare dengan nilai signifikan α < 0,05.
Hasil : Hasil penelitian menunjukan bahwa semua faktor yang diteliti memiliki pengaruh secara bermakna dengan gangguan fungsi kognitif . variable yang mempengaruhi adalah Orientasi (p=0,001 < p= 0,05), Registrasi (p=0,005 < α =0,05), Atensi Dan Kalkulasi (p=0,004 < α =0,05), Recall (p=0,030 < α =0,05 ), Bahasa (p=0,007 < α =0,05). Terdapat hubungan signifikan antara orientasi, registrasi, atensi dan kalkulasi, recall, bahasa dengan gangguan fungsi kognitif pada lansia di rumah sosial lanjut usia telukjambe karawang jawabarat.
Kesimpulan : Ada hubungan orientasi, registrasi, atensi dan kalkulasi, recall, bahasa, dengan gangguan fungsi kognitif pada lansia di rumah sosial telukjambe, karawang, jawa barat, tahun 2019.
Saran : Diharapkan lansia mendapatkan informasi dan menambahkan pengetahuan secara optimal sesuai dengan kemampuan usia lanjut agar menjaga daya ingat dalam merawat diri nya.
BookOpen AccessMetadata saja
2019•Koleksi Perpustakaan
WHO mencatat penurunan fungsi kognitif lansia diperkirakan 121 juta jiwa,
dari jumlah tersebut terdapat 5,8% laki dan 9,5% perempuan. Di Indonesia, pada
tahun 2013 jumlah lansia penderita penurunan fungsi kognitif 13%. Berdasarkan
hasil studi pendahuluan pada lansia di RT. 01 RW. 06 Desa Sukabhakti
Kecamatan Tambelang Kabupaten Bekasi dari 10 lansia. 4 diantaranya mengalami
kerusakan fungsi kognitif berat, 5 lansia mengalami kerusakan fungsi kognitif
sedang, dan 1 lansia dengan fungsi kognitif normal. Penelitian ini bertujuan untuk
mendapatkan gambaran status fungsi kognitif lansia di RT. 01 RW. 06 Desa
Sukabhakti Kecamatan Tambelang Kabupaten Bekasi Tahun 2018. Metode dalam
penelitian ini adalah deskriptif, populasi yang di gunakan dalam penelitian ini
adalah lansia berumur minimal 60 tahun sedangkan sampel dalam penelitian
berjumlah 52 responden. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan
teknik total sampling. Pengambilan data di lakukan dengan cara wawancara.
Analisa data yang digunakan adalah analisis univariat. Hasil penelitian di
dapatkan distribusi frekuensi status fungsi kognitif lansia terbanyak adalah lansia
dengan kerusakan fungsi kognitif sedang 65,4%, lansia dengan fungsi kognitif
normal 23,1%, dan lansia dengan kerusakan fungsi kognitif berat 11,5%. Saran
bagi lahan penelitian diharapkan untuk menjadi perhatian aparatur pemerintahan
desa dan tenaga kesehatan dalam upaya menangani penurunan fungsi kognitif.