BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Latar belakang: Kurangnya dukungan keluarga dapat mengakibatkan kejadian penyakit diabetes
militus tipe 2 dimana diabetes melitus akan merusak tubuh dan organ penderitanya hingga
menimbulkan komplikasi serta gangguan lain. komplikasi akibat diabetes militus di bagi menjadi dua
(mikrovaskular dan makrovaskular). Berdasarkan peneliti pada tahun 2021. Prevalensi diabetes militus meningkat seiring pertambahan umur penduduk menjadi 19.9% jiwa pada umur 65-79 tahun,
diprediksikan akan terus meningkat. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui hubungan dukungan
keluarga dengan kejadian diabetes militus tipe 2 di wilayah kerja puskesmas pebayuran kabupaten
bekasi. Metode Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan pendeketan cross-sctional Pengumpulan data menggunakan kuesioner Dukungan Keluarga Hensarling Diabetes Family Support Scale (HDFSS) Subjek penelitian adalah pasien DM tipe 2 di puskesmas pebayuran yang berjumlah 80 responden. Tujuan penelitian: Ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kejadian penyakit diabetes militus tipe 2 pada pasien lansia di wilayah kerja puskesmas pebayuran kabupaten bekasi. Hasil: Didapatkan ada hubungan dukungan keluarga dengan kejadian diabetes militus tipe 2 dengan nilai P-value 0,002 (a<0,005) dan memiliki hubungan yang sangat kuat ditunjukan dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0.324. Kesimpulan: Adanya hubungan dukungan keluarga dengan kejadian diabetes militus tipe 2 pada pasien lansia di wilayah kerja puskesmas pebayuran kabupaten bekasi.
BookOpen AccessPDF tersedia
2022•Koleksi Perpustakaan
Diabetes militus merupakan Penyakit ganguan pada endokrin yang merupakan hasil dari proses destruksi sel pankreas sehingga insulin mengalami kekurangan (Suriadi dan Rita,2010. International Diabetes Federation (IDF) tahun 2015 melaporkan bahwa tingkat prevalensi global penderita diabetes mellitus pada tahun 2014 sebesar 8,3% dari keseluruhan penduduk di dunia dan mengalami peningkatan pada tahun2014 menjadi 387 juta kasus. Indonesia menempati urutan ke 7 sebagai negara dengan jumlah penderita diabetes mellitus sebanyak 8,5 juta penderita setelah Cina, India, Amerika Serikat, Brazil, Rusia dan Mexico. Menurut Data Riskesdas tahun 2013 terjadi peningkatan dari 1,1% di tahun 2007 meningkat menjadi 2,1% di tahun 2013 dari seluruh penduduk sebanyak 250 juta jiwa. Tujuan penelitain untuk faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya diabetes militus di PT. South Pasific Viscose Purwakarta 2021. Metode penelitian yang dilakukan dengan pendekatan kuanitatif korelasional, dengan populasi pasien yang datang ke klinik PT South Pasific Viscose dengan diagnose DM sebanyak 49 reponden dengan teknik dilakukan uji statistik menggunakan uji korelasi chi-square. Hasil penelitian menunjukkan hasil dari 49 responden. Hasil uji statistic didapatkan ada hubungan usia dengan kejadian DM di PT South Pasific Viscose dengan p = 0,019 < lebih kecil dari nilai a (0,05), maka hasil penelitian menunjukkan “Ada Hubungan Yang Signifikan Antara Variabel usia dengan ada dengan kejadian DM dan ada hubungan Jenis kelamin dengan kejadian DM di PT South Pasific Viscose dengan p = 0,001 < lebih kecil dari nilai a (0,05) maka hasil penelitian menunjukkan “Ada Hubungan Yang Signifikan Antara Variabel jenis kelamin dengan kejadian DM. Saran dari penelitian untuk penelitian selanjutnya dengan menggunkan metode khort atau dengan metode kualitatif.