Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Penulis: Muhammad Al-Amin R. Sapeni
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kejadian Penyakit Diabetes Mellitus Tipe II Pada Pasien Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Pebayuran Kabupaten Bekasi

2024•Koleksi Perpustakaan

Latar belakang: Kurangnya dukungan keluarga dapat mengakibatkan kejadian penyakit diabetes militus tipe 2 dimana diabetes melitus akan merusak tubuh dan organ penderitanya hingga menimbulkan komplikasi serta gangguan lain. komplikasi akibat diabetes militus di bagi menjadi dua (mikrovaskular dan makrovaskular). Berdasarkan peneliti pada tahun 2021. Prevalensi diabetes militus meningkat seiring pertambahan umur penduduk menjadi 19.9% jiwa pada umur 65-79 tahun, diprediksikan akan terus meningkat. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kejadian diabetes militus tipe 2 di wilayah kerja puskesmas pebayuran kabupaten bekasi. Metode Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan pendeketan cross-sctional Pengumpulan data menggunakan kuesioner Dukungan Keluarga Hensarling Diabetes Family Support Scale (HDFSS) Subjek penelitian adalah pasien DM tipe 2 di puskesmas pebayuran yang berjumlah 80 responden. Tujuan penelitian: Ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kejadian penyakit diabetes militus tipe 2 pada pasien lansia di wilayah kerja puskesmas pebayuran kabupaten bekasi. Hasil: Didapatkan ada hubungan dukungan keluarga dengan kejadian diabetes militus tipe 2 dengan nilai P-value 0,002 (a<0,005) dan memiliki hubungan yang sangat kuat ditunjukan dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0.324. Kesimpulan: Adanya hubungan dukungan keluarga dengan kejadian diabetes militus tipe 2 pada pasien lansia di wilayah kerja puskesmas pebayuran kabupaten bekasi.

13 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Pola Makan Dengan Kejadian Hipertensi Pada Usia Produktif di Puskesmas Desa Mekarmukti Cikarang

2024•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Hipertensi merupakan suatu kondisi dimana tekanan darah seseorang lebih tinggi dari normal, atau sering disebut dengan tekanan darah tinggi. Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah pada sistolik lebih dari 140 mmHg dan diastolik lebih dari 90 mmHg. Terdapat faktor-faktor yang dapat meningkatkan resiko hipertensi salah satunya yaitu pola makan (kebiasaan konsumsi lemak, natrium dan kalium secara berlebih). Tujuan : Untuk menganalisa hubungan pola makan dengan kejadian hipertensi pada usia produktif di Puskesmas Desa Mekarmukti. Metode : Penelitian ini adalah observatif analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study di Puskesmas Mekarmukti. Sampel sebanyak 77 responden usia 15-64 tahun dipilih menggunakan metode non-probability sampling. Variabel independen adalah pola makan, sedangkan variabel dependen adalah hipertensi. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pola makan, dengan analisis statistik univariat dan bivariat menggunakan chi-square. Hasil : Uji statistik chisquare menunjukkan bahwa ada hubungan antara pola makan dengan hipretensi diperoleh hasil P-value < 0,05 (0,000). Kesimpulan : Penelitian ini terdapat hubungan antara pola makan dengan kejadian hipertensi.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail