BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Hiperemesis gravidarum adalah mual dan muntah parah pada ibu hamil, lebih dari 10 kali sehari, mengganggu aktivitas sehari-hari, dan dapat mengancam nyawa jika terjadi komplikasi disertai dehidrasi berat. Data nasional anemia pada ibu hamil mencapai 48,9%. Mengalami peningkatan dari data sebelumnya sebesar 37,1%. (Kemeskes.RI, 2020). Menurut penelitian Hiperemesis Gravidarum berkontribusi terhadap peningkatan kejadian anemia pada ibu hamil (Wahyuni, 2021). Penelitian ini bertujuan untuk menghubungkan Hiperemesis Gravidarum dengan anemia pada ibu hamil trimester I di Klinik Medika Barokah Kecamatan Cikarang Selatan Kabupaten Bekasi Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan observasi analitik dengan metode case control di Klinik Medika Barokah. Subyek penelitian adalah ibu hamil trimester I. Penelitian ini tentang ibu hamil trimester I menggunakan metode populasi sampel dengan 60 responden. Data diperoleh menggunakan data rekam medis dan penilaian kadar Hb. Penelitian menggunakan uji Chi-Square menunjukkan hubungan antara Hiperemesis Gravidarum dengan anemia pada ibu hamil trimester I (p-value = 0,004). Kesimpulan penelitian ini: Hubungan antara Hiperemesis Gravidarum dengan anemia pada ibu hamil trimester I.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latar Belakang : Hiperemesis gravidarum didefinisikan sebagai mual dan muntah hebat pada ibu hamil yang terjadi lebih dari 10 kali dalam sehari, yang mengganggu aktivitas sehari-hari dan jika tidak ditangani bahkan dapat membahayakan nyawa ibu hamil bahkan berujung pada kematian jika mengalami dehidrasi berat yang tidak tertangani. Sedangkan anemia pada masa kehamilan adalah suatu kondisi dimana ibu memiliki kadar hemoglobin kurang dari 11 gr pada trimester pertama dan ketiga atau 10,5 gr pada trimester kedua. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan hiperemesis gravidarum dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester I di Klinik Medika Barokah Kecamatan Cikarang Selatan Kabupaten Bekasi Tahun 2023. Metode : Desain penelitian menggunakan observasi analitik dengan pendekatan Case control. Lokasi diwilayah Klinik Medika Barokah Kecamatan Cikarang Selatan dengan kriteria ibu hamil trimester 1. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester I. Tehnik pengambilan sampel dengan menggunakan Total Sampling dengan jumlah responden sebanyak 60 orang. Data dikumpulkan dengan menggunakan data sekunder melalui rekam medis dan pemeriksaan kadar Hb. Hasil : Hasil penelitian Chi-Square didapatkan ada hubungan antara hiperemesis gravidarum dengan anemia pada ibu hamil trimester I dengan p-value sebesar 0,004. Kesimpulan : Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan hiperemesis gravidarum dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester I. Kata kunci: Hiperemesis gravidarum, Anemia, Ibu hamil
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2020•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang : Anemia merupakan salah satu kelainan darah yang umumnya
terjadi ketika kadar sel darah dalam tubuh menjadi terlalu rendah. WHO
menyebutkan bahwa 818 juta anak-anak dan perempuan yang dipengaruhi oleh
anemia, sebagian besar dinegara berkembang. Setiap tahun 1 juta meninggal
remaja dan anak-anak (0-4) dan wanita hamil adalah dengan satu estimasi global
Prevalensi dari 43% dan 51% berturut-turut. Anemia terjadi sering pada negara
berkembang dan Negara Industri. berdasarkan hasil studi pendahuluan yang
dilakukan pada 64 mahasiswi S1 Kperawatan Reguler dengan melakukan
pengukuran kadar hemoglobin pada 10 mahasiswi didapatkan 80% mengalami
kadar hemoglobin dibawah normal yang mengindikasikan terjadinya anemia.
Tujuan : Mengetahui Pengaruh Pemberian Madu Terhadap Peningkatan Kadar
Hemoglobin Pada Mahasiswi S1 Keperawatan Reguler Dengan Anemia Di
Institut Medika Drg. Suherman Tahun 2019
Metode : Metode yang digunakan dalam penelitian ini ada pre eksperiment design
dengan rancangan one group pre-test post-test. Populasi pada penelitian ini yaitu
seluruh mahasiswi S1 keperawatan reguler dengan anemia berjumlah 20. Sampel
yang diambil sebanyak 20 responden dengan menggunakan total sampling yang
mengacu pada kriteria inklusi dan eksklusi. Insrumen yang digunakan dalam
penelitian ini adalah alat ukur hemoglobin yaitu GCHb, sendok makan dan lembar
ceklis. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat berupa
uji T-test dengan nilai signifikan α < 0,05.
Hasil : Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kadar hemoglobin sebelum
diberikan madu terendah adalah 9,5 gr/dl tertinggi adalah 1,8 gr/dl. Kadar
hemoglobin sesudah diberikan madu terendah adalah 9,8 gr/dl tertinggi adalah
14,7 gr/dl.
Kesimpulan : Ada pengaruh pemberian madu hutan dengan peningkatan kadar
hemoglobin pada mahasiswi S1 Keperawatan reguler.
Saran : Diharapkan bagi mahasiswi keperawatan reguler khususnya agar lebih
mengkonsumsi banyak makanan (daging, ikan, ayam, hati, telur dan sayuran hijau
seperti daun katuk, daun kelor, daun singkong, bayam) yang dapat meningkatkan
kadar hemoglobin dan mengkonsumsi zat besi jika dengan suplemen
menimbulkan banyak efek samping maka dapat menggunakan penatalaksanaan
non farmakologi yaitu pemberian madu
BookOpen AccessMetadata saja
2019•Koleksi Perpustakaan