Abstrak
Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Pengendalian hipertensi tidak hanya dipengaruhi oleh kepatuhan pasien, tetapi juga oleh ketepatan pemilihan dan penggunaan obat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kerasionalan dan kepatuhan terapi antihipertensi terhadap risiko kardiovaskular pada pasien hipertensi di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan potong lintang. Sampel terdiri atas 46 pasien hipertensi peserta BPJS yang menjalani pengobatan pada periode Januari–Juli 2026 dan dipilih secara purposive sampling. Kerasionalan terapi dinilai dari rekam medis berdasarkan tepat pasien, tepat obat, tepat indikasi, dan tepat dosis. Kepatuhan diukur menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale-8, sedangkan risiko kardiovaskular dihitung dengan kalkulator risiko Atherosclerotic Cardiovascular Disease. Analisis bivariat menggunakan uji Fisher. Hasil menunjukkan 30 responden (65,2%) memperoleh terapi rasional, 22 responden (47,8%) memiliki kepatuhan sedang, dan 15 responden (32,6%) berada pada risiko kardiovaskular rendah. Kerasionalan terapi berpengaruh signifikan terhadap risiko kardiovaskular (p=0,036), sedangkan kepatuhan terapi tidak berpengaruh signifikan (p=0,796). Hasil ini menunjukkan bahwa pengendalian risiko kardiovaskular pada pasien hipertensi memerlukan penggunaan obat yang rasional disertai pengendalian faktor risiko lainnya.