Satia Sangga Arip; Suanda Saputra
2019 · Book · Open Access
Latar belakang : osteoartritis lebih sering terjadi pada lansia untuk itu perlu peranan khusus
lansia pada perawatan osteoartritis terutama bagi keluarga. Berdasarkan data WHO (2013), 40%
penduduk dunia yang berusia lebih dari 70 tahun mengalami osteoartritis. Sedangkan di
Indonesia, angka osteoartritis total mencapai 36,5 juta orang dan 40% berasal dari populasi usia
diatas 70 tahun. Metode penelitian yang digunakan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini
adalah 109 orang dan sampel penelitian 86 orang dengan cara accidental sampling. Analisis yang
digunakan adalah univariat.
Hasil penelitian : gambaran tingkat pengetahuan pada keluarga pasien tentang penyakit
osteoartritis di Puskesmas Karang Bahagia. Pengetahuan kurang yaitu sebanyak 45 responden
(52,4%), pengetahuan cukup 19 responden (22%), pengetahuan baik 22 responden (25,6%),
responden berumur ≤45 tahun yaitu sebanyak 62 responden (72,1%), sedangkan responden yang
berpendidikan rendah (≤SLTA) sebanyak 53 responden (61,6%), responden yang memiliki gaya
hidup (aktifitas fisik) baik sebanyak 54 responden (62,8%), responden yang tidak memiliki (tidak
pernah) mengalami penyakit osteoartritis sebanyak 50 responden (58,1%), responden yang
mendapatkan sumber informasi dari non tenaga medis sebanyak 43 responden (41,9%),
Kesimpulan : Dari hasil penelitian didapatkan gambaran tingkat pengetahuan pada keluarga
pasien tentang penyakit osteoartritis di puskesmas karang bahagia memiliki pengetahuan kurang.
Saran : untuk keluarga sebaiknya lebih meningkatkan pengetahuan tentang osteoartritis dengan
memanfaatkan fasilitas yang ada untuk mencari informasi.
Siti Hoyriah; Suanda Saputra
2019 · Book · Open Access
Stroke merupakan penyebab kematian dan kecacatan utama di Indonesia menurut (WHO,
2011). Angka kejadian stroke di Indonesia berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar
menunjukan bahwa prevalensi stroke di Indonesia sebanyak 57,9% kejadian stroke telah
terdiagnosis oleh tenaga kesehatan. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta menduduki urutan
kedua dari kejadian stroke berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan dan kasus tertinggi 16,9%,
Sulawesi Tengah 16,6%, Jawa Barat 9,3% dan Jawa Timur 16,0%. Menurut Kabupaten/Kota
prevalensi stroke berkisar antara 4,1 % - 12%. Kabupaten Majalengla dan Kota Cirebon
mempuyai prevalensi lebih tinggi dibandingkan wilayah lainnya. (Riskesdas, 2013). Keluarga
sangat berperan dalam fase pemulihan sehingga keluarga diharapkan terlibat dalam
penanganan penderita sejak awal perawatan stroke. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui tingkat pengetahuan keluarga pasien tentang perawatan diri pada anggota keluarga
yang mengalami stroke.
Metode penelitian yang digunakan Desain penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode
deskriptif dengan teknik accidental sampling. Jumlah responden yang diteliti 35 responden di
Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi pada bulan Juni-Juli 2018.
Hasil penelitian : gambaran tingkat pengetahuan keluarga tentang perawatan diri pada
anggota keluarga yang mengalami stroke di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi
menunjukan 51,4% responden berpengetahuan kurang, diikuti 34,3% berpengetahuan cukup
dan 14,3% responden berpengetahuan baik. Berdasarkan usia yang terbanyak dengan dewasa
awal ≤ 40 tahun 27 responden (77,2%), berdasarkan pendidikan dengan tingkat pendidikan
yang rendah ≤ SLTP 28 responden (80,0%), berdasarkan jenis kelammin yang terbanyak jenis
kelamin perempuan 27 responden (77,2%), berdasarkan pekerjaan yang terbanyak dengan ibu
rumah tangga 17 responden (48,6%), berdasarkan sumber informasi yang terbanyak tenaga
kesehatan 18 responden (51,4%), berdasarkan pengalaman yang terbanyak dengan pengalaman
belum pernah 26 responden (74,3%).
Kesimpulan penelitian ini menunjukan bahwa tingkat pengetahuan keluarga tentang
perawatan diri pada anggota keluarga yang mengalami stroke di Rumah Sakit Umum Daerah
Kabupaten Bekasi Tahun 2018 sebagian besar adalah kategori kurang. Saran diharapkan
Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi dapat memberikan informasi mengenai
perawatan diri pada keluarga dengan penderita stroke untuk melakukan upaya preventif dan
rehabilitatif dalam mengurangi disabilitas fisik.
Yepti Widiyah
2019 · Book · Open Access
Risky Afniyanto
2019 · Book · Open Access
Afandi
2019 · Book · Open Access
Assilia Danti Pratiwi
2019 · Book · Open Access
Angga Saeful Rahmat; Winning Apriyanti
2019 · Book · Open Access
Demak Agustina P; Elinda Purnama Sari
2019 · Book · Open Access
Thalasemia adalah penyakit kelainan hemolitik dimana terjadi kerusakan pada sel darah merah
didalam pembuluh darah sehingga umur eritrosit menjadi pendek (kurang dari 120 hari). Data yang
diperoleh dari RS Sentra Medika Cikarang Tahun 2016 jumlah pasien thalasemia sebanyak 3.610, tahun
2017 sebanyak 4.157 sedangkan jumlah pasien thalasemia pada bulan januari-maret tahun 2018
berjumlah 764 orang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan orang
tua penderita thalasemia mengenai pentingnya melakukan terapi secara rutin di Rumah Sakit sentra
medika cikarang
tahun 2018.
Ggg Metode dalam penelitian ini menggunakan deskriptif. Populasi pada penelitian ini adalah orang tua
klien penderita thalasemia sebanyak 60 orang. sampel yang diambil 60 responden dengan metode
pengambilan Accidental Sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Analisa
data yang digunakan adalah analisis univariat. Ggg Hasil penelitian gambaran tingkat
pengetahuan orang tua penderita thalasemia mengenai pentingnya melakukan terapi secara rutin di rumah
sakit sentra medika cikarang tahun 2018 dalam distribusi frekuensi dengan presentase terbanyak ialah
orang tua dengan pengetahuan kurang sebanyak 31 responden (51,7%), pengetahuan cukup sebanyak 17
responden (28,3%), pengetahuan baik sebanyak 12 responden (20%). gggggggggggggggg
ggg Kesimpulan: Dari penelitian ini didapatkan gambaran tingkat pengetahuan orang tua penderita
thalasemia mengenai pentingnya melakukan terapi secara rutin di rumah sakit sentra medika cikarang
tahun 2018 memiliki pengetahuan kurang. Saran: untuk orang tua penderita thalasemia lebih
meningkatkan pengetahuan mengenai pentingnya melakukan terapi secara rutin dengan cara lebih aktif
bertanya mengenai kesehatan anaknya dan diharapkan kepada tenaga kesehatan khususnya perawat RS
Sentra Medika Cikarang memberikan informasi secara akurat dan memberikan edukasi seperti
penguluhan kesehatan kepada orang tua penderita thalasemia.
Hamidah Holid; Kiki Hikmayati
2019 · Book · Open Access
Gadget merupakan teknologi yang sangat populer saat ini, orang dewasa maupun anakanak
sudah menggunakan gadget. Indonesia merupakan Negara ke-dua dengan penjualan
smartphone terbanyak yaitu 46 juta penjualan dan 39,8 juta pengguna baru setelah Negara Brasil
dengan 47 juta pengguna dan 38 pengguna baru. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui
gambaran pengetahuan ibu terhadap anak pengguna gadget di PAUD desa Bendungan
Kecamatan Jonggol Kabupaten Bogor.
Metode dalam penelitian ini adalah deskriftif. Populasi pada penelitian ini adalah ibu yang
anaknya bersekolah PAUD. Sampel yang diambil 50 responden dengan metode pengambilan
tatal sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Analisa data
yang digunakan adalah analisis univariat
Gambaran pengetahuan ibu terhadap dampak penggunaan gadget pada anak PAUD di
desa Bendungan Kecamatan Jonggol Kabupaten Bogor, yang memiliki pengetahuan kurang
sebanyak 26 orang (52%), pengetahuan cukup 13 responden (26%) dan yang memiliki
pengetahuan baik sebanyak 11 orang (22%). Karakteristik tingkat pendidikan responden
rendah sebnayak 40 orang (80%) dan tingkat pendidikan tinggi sebanyak 10 orang (20%).
Karakteristik sumber informasi yang kurang lengkap sebanyak 20 orang (40%), informasi
cukup lengkap 16 orang (32%) dan sumber informasi lengkap 14 rorang (26%). karakteristik
responden dengan lingkungan kurang baik sebanyak 41 orang (82%) dan lingkungan baik 9
orang (18%). Karakteristik responden yang tidak bekerja sebanyak 46 orang (92%), dan
yang bekerja hanya 4 orang (8%).
Dari hasil penelitian didapatkan Gambaran tingkat pengetahuan ibu terhadap anak
pengguna gadget di PAUD desa Bendungan Kecamatan Jonggol Kabupaten Bogor, memiliki
tingkat pengetahuan kurang.
Untuk masyarakat sebaiknya lebih meningkatkan pengetahuan tentang penggunaan
gadget pada anak dengan fasilitas yang ada untuk mencari informasi.
Ramos Diana Wulandari
2019 · Book · Open Access
Munawaroh; Putri Mahardika
2019 · Book · Open Access
Iqbal Erwinsyah; Putri Mahardika
2019 · Book · Open Access
Badrudin; Syaefunnuril Anwar Huda
2019 · Book · Open Access
Menurut Boedhi-Darmojo (2013) di Indonesia angka prevalensi
hipertensi berkisar antara 0,65-28,6%. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi
Jawa Barat, angka kejadian penyakit hipertensi di Jawa Barat adalah sekitar 26,7 %
dan hal ini menunjukkan angka tertinggi secara nasional (Dewi 2013). Di wilayah
Kabupaten Bekasi sendiri jumlah usia lanjut (lansia) mencapai 24.411 jiwa atau
setara dengan (12,1%). (BPS, 2015).
Metode dalam penelitian ini adalah deskriftif kuantitatif dengan mendekatan
total sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia dengan penderita
hipertensi berjumlah 53 orang dan sampel penelitian ini menggunakan total
sampling.
Dari hasil penelitian didapatkan tingkat pengetahuan lansia tentang hipertensi,
tingkat pengetahuan kurang 37 klien (69,9%). Cukup 12 klien (22,6%). Baik 4 klien
(7,5 %). Tingkat pengetahuan berdasarkan jenis kelamin pada laki-laki tingkat
pengetahuan kurang 16 orang (30,9%), tingkat pengetahuan cukup 5 orang (9,4%)
dan tingkat pengetahuannya baik 3 orang (5,6%). Pada perempuan tingkat
pengetahuan kurang 21 orang (39,6%), tingkat pengetahuan cukup 7 orang (13,2%)
dan tingkat pengetahuan kurang 1 orang (1,9). Tingkat pengetahuan berdasarkan
pendidikan yaitu pendidikan tidak sekolah 30 orang (56,6%), pendidikan SD 12
orang (22,6%), pendidikan SMP 6 orang (11,3%), pendidikan SMA 3 orang (5,6%)
dan pendidikan Perguruan Tinggi 4 orang (7,5%). Tingkat pengetahuan
berdasarkan sosial ekonomi yang berpenghasilan renda yaitu 39 orang (73,6%),
berpenghasilan tinggi 14 orang (26,4%).
Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya gambaran antara tingkat
pengetahuan lansia dengan tingkat pendidikan dan sumber informasi di RT. 01 RW.
05 Desa Sukabhakti Kecamatan Tambelang Kabupaten Bekasi Tahun 2018. Hasil
penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan teori dan menambah informasi
mengenai gambaran tingkat pengetahuan lansia tentang hipertensi sehingga lansia
mampu merawat diri.
Kiki Hikmayati; Sofia Haulalina Rahma
2019 · Book · Open Access
Beberapa data menunjukan angka kejadian anak yang mengalami keterlambatan bicara cukup tinggi.
Menurut Nelson (2007) penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat angka prevalensi keterlambatan bicara
dan bahasa anak umur 2 - 4,5 tahun antara 5% - 8%.
Keterlambatan bicara adalah salah satu penyebab gangguan perkembangan yang paling sering ditemukan
pada anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi mengenai gambaran tingkat pengetahuan
orang tua tentang keterlambatan bicara pada anak usia 1-5 tahun di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang Tahun
2018.
Penelitian ini menggunakan deskriptif tidak perlu menguji hipotesis, tetapi hanya menggambarkan suatu
objek. Populasi dan sampel dalam penelitian ini berjumlah 80 orang dengan 66 responden, menggunakan teknik
pengambilan sampel dengan cara Purposive Sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisis
data hasil menggunakan analisis univariat.
Gambaran tingkat pengetahuan orang tua tentang keterlambatan bicara pada anak usia 1-5 tahun di Rumah
Sakit Sentra Medika Tahun 2018. Dari hasil univariat didapatkan pengetahuan kurang sebanyak 28 responden
(43%), pengetahuan cukup sebanyak 18 responden (27%) dan pengetahuan baik sebanyak 20 responden (30%).
Dewasa awal usia <35 sebanyak 38 responden (58%), dewasa akhir usia >35 tahun sebanyak 28 responden
(42%). Pendidikan rendah sebanyak 37 responden (56%), pendidikan tinggi sebanyak 29 responden (44%).
Bukan tenaga kesehatan sebanyak 35 responden (53%), tenaga kesehatan sebanyak 31 responden (47%).
Lingkungan kurang baik sebanyak 39 responden (59%), lingkungan baik sebanyak 27 responden (41%).
Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya gambaran antara pengetahuan, usia, pendidikan, informasi
dan lingkungan di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang Tahun 2018. Hasil penelitian ini diharapkan dapat
menjadi masukan teori dan menambah informasi mengenai gambaran tingkat pengetahuan orang tua tentang
keterlambatan bicara pada anak usia 1-5 tahun.
Siti Sadiah; Syaefunnuril Anwar Huda
2019 · Book · Open Access
Muhammad Reza Fahlefi; Syaefunnuril Anwar Huda
2019 · Book · Open Access
Demak Agustina P; Emanuael Heru Purwanto
2019 · Book · Open Access
Evalia; Suanda Saputra
2019 · Book · Open Access
Desi Ambarwati; Suanda Saputra
2019 · Book · Open Access
Gagal Ginjal Kronik adalah penyakit dimana ginjal sudah tidak dapat berfungsi dengan baik, sehingga
untuk mempertahankan hidupnya penyakit gagal ginjal kronik harus menjalani terapi hemodialisis atau cangkok
ginjal. Pasien Gagal Ginjal Kronik harus mematuhi prinsip diet yang harus dijalani. Tujuan dari penelitian ini
untuk mengetahui gambaran tingkat kepatuhan diet pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa
di RS. Sentra Medika Cikarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian Deskriptif. Populasi dalam penelitian ini
berjumlah 88 klien dan sampel penelitian 73 responden dengan cara non random sampling (purposive sampling).
Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis yang digunakan adalah univariat.
Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas responden tidak patuh terhadap diet yang dianjurkan sebanyak 39
klien (53,4%), berdasarkan pengetahuan cukup sebanyak 30 klien (41,1%), berdasarkan berpendidikan rendah
(SD, SMP) sebanyak 38 klien (52,1%),berdasarkan dukungan keluarga yang baik sebanyak 32 klien (43,8%)
berdasarkan dukungan tenaga kesehatan,peran tenaga kesehatan serta sikap sebanyak 73 klien (100%).
Kesimpulan : Dari hasil penelitian didapatkan gambaran tingkat kepatuhan diet pada pasien gagal ginjal
kronik yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang tahun 2018 responden tidak patuh
terhadap diet yang dianjurkan oleh dokter dan tenaga kesehatan. Saran : untuk pasien gagal ginjal kronik sebaiknya
meningkatkan kepatuhan terhadap dietnya untuk mempertahankan dan mengoptimalkan kualitas hidupnya.
Rivaldi Rangga Prastian; Suanda Saputra
2019 · Book · Open Access