Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

10.640 item publik

Publikasi

Halaman 518 dari 532

Gambaran Tingkat Pengetahuan Pada Keluarga Pasien Tentang Penyakit Osteoartritis di Puskesmas Karang Bahagia Tahun 2018

Satia Sangga Arip; Suanda Saputra
2019 · Book · Open Access

Latar belakang : osteoartritis lebih sering terjadi pada lansia untuk itu perlu peranan khusus lansia pada perawatan osteoartritis terutama bagi keluarga. Berdasarkan data WHO (2013), 40% penduduk dunia yang berusia lebih dari 70 tahun mengalami osteoartritis. Sedangkan di Indonesia, angka osteoartritis total mencapai 36,5 juta orang dan 40% berasal dari populasi usia diatas 70 tahun. Metode penelitian yang digunakan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah 109 orang dan sampel penelitian 86 orang dengan cara accidental sampling. Analisis yang digunakan adalah univariat. Hasil penelitian : gambaran tingkat pengetahuan pada keluarga pasien tentang penyakit osteoartritis di Puskesmas Karang Bahagia. Pengetahuan kurang yaitu sebanyak 45 responden (52,4%), pengetahuan cukup 19 responden (22%), pengetahuan baik 22 responden (25,6%), responden berumur ≤45 tahun yaitu sebanyak 62 responden (72,1%), sedangkan responden yang berpendidikan rendah (≤SLTA) sebanyak 53 responden (61,6%), responden yang memiliki gaya hidup (aktifitas fisik) baik sebanyak 54 responden (62,8%), responden yang tidak memiliki (tidak pernah) mengalami penyakit osteoartritis sebanyak 50 responden (58,1%), responden yang mendapatkan sumber informasi dari non tenaga medis sebanyak 43 responden (41,9%), Kesimpulan : Dari hasil penelitian didapatkan gambaran tingkat pengetahuan pada keluarga pasien tentang penyakit osteoartritis di puskesmas karang bahagia memiliki pengetahuan kurang. Saran : untuk keluarga sebaiknya lebih meningkatkan pengetahuan tentang osteoartritis dengan memanfaatkan fasilitas yang ada untuk mencari informasi.

Gambaran Tingkat Pengetahuan Keluarga Tentang Perawatan Diri Pada Anggota Keluarga yang Mengalami Stroke di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi

Siti Hoyriah; Suanda Saputra
2019 · Book · Open Access

Stroke merupakan penyebab kematian dan kecacatan utama di Indonesia menurut (WHO, 2011). Angka kejadian stroke di Indonesia berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar menunjukan bahwa prevalensi stroke di Indonesia sebanyak 57,9% kejadian stroke telah terdiagnosis oleh tenaga kesehatan. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta menduduki urutan kedua dari kejadian stroke berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan dan kasus tertinggi 16,9%, Sulawesi Tengah 16,6%, Jawa Barat 9,3% dan Jawa Timur 16,0%. Menurut Kabupaten/Kota prevalensi stroke berkisar antara 4,1 % - 12%. Kabupaten Majalengla dan Kota Cirebon mempuyai prevalensi lebih tinggi dibandingkan wilayah lainnya. (Riskesdas, 2013). Keluarga sangat berperan dalam fase pemulihan sehingga keluarga diharapkan terlibat dalam penanganan penderita sejak awal perawatan stroke. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan keluarga pasien tentang perawatan diri pada anggota keluarga yang mengalami stroke. Metode penelitian yang digunakan Desain penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode deskriptif dengan teknik accidental sampling. Jumlah responden yang diteliti 35 responden di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi pada bulan Juni-Juli 2018. Hasil penelitian : gambaran tingkat pengetahuan keluarga tentang perawatan diri pada anggota keluarga yang mengalami stroke di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi menunjukan 51,4% responden berpengetahuan kurang, diikuti 34,3% berpengetahuan cukup dan 14,3% responden berpengetahuan baik. Berdasarkan usia yang terbanyak dengan dewasa awal ≤ 40 tahun 27 responden (77,2%), berdasarkan pendidikan dengan tingkat pendidikan yang rendah ≤ SLTP 28 responden (80,0%), berdasarkan jenis kelammin yang terbanyak jenis kelamin perempuan 27 responden (77,2%), berdasarkan pekerjaan yang terbanyak dengan ibu rumah tangga 17 responden (48,6%), berdasarkan sumber informasi yang terbanyak tenaga kesehatan 18 responden (51,4%), berdasarkan pengalaman yang terbanyak dengan pengalaman belum pernah 26 responden (74,3%). Kesimpulan penelitian ini menunjukan bahwa tingkat pengetahuan keluarga tentang perawatan diri pada anggota keluarga yang mengalami stroke di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi Tahun 2018 sebagian besar adalah kategori kurang. Saran diharapkan Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi dapat memberikan informasi mengenai perawatan diri pada keluarga dengan penderita stroke untuk melakukan upaya preventif dan rehabilitatif dalam mengurangi disabilitas fisik.

Gambaran Tingkat Pengetahuan Orang Tua Penderita Thalasemia Mengenai Pentingnya Melakukan Terapi Secara Rutin di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang Tahun 2018

Demak Agustina P; Elinda Purnama Sari
2019 · Book · Open Access

Thalasemia adalah penyakit kelainan hemolitik dimana terjadi kerusakan pada sel darah merah didalam pembuluh darah sehingga umur eritrosit menjadi pendek (kurang dari 120 hari). Data yang diperoleh dari RS Sentra Medika Cikarang Tahun 2016 jumlah pasien thalasemia sebanyak 3.610, tahun 2017 sebanyak 4.157 sedangkan jumlah pasien thalasemia pada bulan januari-maret tahun 2018 berjumlah 764 orang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan orang tua penderita thalasemia mengenai pentingnya melakukan terapi secara rutin di Rumah Sakit sentra medika cikarang tahun 2018. Ggg Metode dalam penelitian ini menggunakan deskriptif. Populasi pada penelitian ini adalah orang tua klien penderita thalasemia sebanyak 60 orang. sampel yang diambil 60 responden dengan metode pengambilan Accidental Sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah analisis univariat. Ggg Hasil penelitian gambaran tingkat pengetahuan orang tua penderita thalasemia mengenai pentingnya melakukan terapi secara rutin di rumah sakit sentra medika cikarang tahun 2018 dalam distribusi frekuensi dengan presentase terbanyak ialah orang tua dengan pengetahuan kurang sebanyak 31 responden (51,7%), pengetahuan cukup sebanyak 17 responden (28,3%), pengetahuan baik sebanyak 12 responden (20%). gggggggggggggggg ggg Kesimpulan: Dari penelitian ini didapatkan gambaran tingkat pengetahuan orang tua penderita thalasemia mengenai pentingnya melakukan terapi secara rutin di rumah sakit sentra medika cikarang tahun 2018 memiliki pengetahuan kurang. Saran: untuk orang tua penderita thalasemia lebih meningkatkan pengetahuan mengenai pentingnya melakukan terapi secara rutin dengan cara lebih aktif bertanya mengenai kesehatan anaknya dan diharapkan kepada tenaga kesehatan khususnya perawat RS Sentra Medika Cikarang memberikan informasi secara akurat dan memberikan edukasi seperti penguluhan kesehatan kepada orang tua penderita thalasemia.

Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Pada Anak Pengguna Gadget di PAUD Desa Bendungan Kecamatan Jonggol Kabupaten Bogor Tahunu 2018

Hamidah Holid; Kiki Hikmayati
2019 · Book · Open Access

Gadget merupakan teknologi yang sangat populer saat ini, orang dewasa maupun anakanak sudah menggunakan gadget. Indonesia merupakan Negara ke-dua dengan penjualan smartphone terbanyak yaitu 46 juta penjualan dan 39,8 juta pengguna baru setelah Negara Brasil dengan 47 juta pengguna dan 38 pengguna baru. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu terhadap anak pengguna gadget di PAUD desa Bendungan Kecamatan Jonggol Kabupaten Bogor. Metode dalam penelitian ini adalah deskriftif. Populasi pada penelitian ini adalah ibu yang anaknya bersekolah PAUD. Sampel yang diambil 50 responden dengan metode pengambilan tatal sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah analisis univariat Gambaran pengetahuan ibu terhadap dampak penggunaan gadget pada anak PAUD di desa Bendungan Kecamatan Jonggol Kabupaten Bogor, yang memiliki pengetahuan kurang sebanyak 26 orang (52%), pengetahuan cukup 13 responden (26%) dan yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 11 orang (22%). Karakteristik tingkat pendidikan responden rendah sebnayak 40 orang (80%) dan tingkat pendidikan tinggi sebanyak 10 orang (20%). Karakteristik sumber informasi yang kurang lengkap sebanyak 20 orang (40%), informasi cukup lengkap 16 orang (32%) dan sumber informasi lengkap 14 rorang (26%). karakteristik responden dengan lingkungan kurang baik sebanyak 41 orang (82%) dan lingkungan baik 9 orang (18%). Karakteristik responden yang tidak bekerja sebanyak 46 orang (92%), dan yang bekerja hanya 4 orang (8%). Dari hasil penelitian didapatkan Gambaran tingkat pengetahuan ibu terhadap anak pengguna gadget di PAUD desa Bendungan Kecamatan Jonggol Kabupaten Bogor, memiliki tingkat pengetahuan kurang. Untuk masyarakat sebaiknya lebih meningkatkan pengetahuan tentang penggunaan gadget pada anak dengan fasilitas yang ada untuk mencari informasi.

Gambaran Tingkat Pengetahuan Lansia Tentang Hipertensi Di RT. 01 RW. 05 Desa Sukabhakti Kecamatan Tambelang Kabupaten Bekasi Tahun 2018

Badrudin; Syaefunnuril Anwar Huda
2019 · Book · Open Access

Menurut Boedhi-Darmojo (2013) di Indonesia angka prevalensi hipertensi berkisar antara 0,65-28,6%. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, angka kejadian penyakit hipertensi di Jawa Barat adalah sekitar 26,7 % dan hal ini menunjukkan angka tertinggi secara nasional (Dewi 2013). Di wilayah Kabupaten Bekasi sendiri jumlah usia lanjut (lansia) mencapai 24.411 jiwa atau setara dengan (12,1%). (BPS, 2015). Metode dalam penelitian ini adalah deskriftif kuantitatif dengan mendekatan total sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia dengan penderita hipertensi berjumlah 53 orang dan sampel penelitian ini menggunakan total sampling. Dari hasil penelitian didapatkan tingkat pengetahuan lansia tentang hipertensi, tingkat pengetahuan kurang 37 klien (69,9%). Cukup 12 klien (22,6%). Baik 4 klien (7,5 %). Tingkat pengetahuan berdasarkan jenis kelamin pada laki-laki tingkat pengetahuan kurang 16 orang (30,9%), tingkat pengetahuan cukup 5 orang (9,4%) dan tingkat pengetahuannya baik 3 orang (5,6%). Pada perempuan tingkat pengetahuan kurang 21 orang (39,6%), tingkat pengetahuan cukup 7 orang (13,2%) dan tingkat pengetahuan kurang 1 orang (1,9). Tingkat pengetahuan berdasarkan pendidikan yaitu pendidikan tidak sekolah 30 orang (56,6%), pendidikan SD 12 orang (22,6%), pendidikan SMP 6 orang (11,3%), pendidikan SMA 3 orang (5,6%) dan pendidikan Perguruan Tinggi 4 orang (7,5%). Tingkat pengetahuan berdasarkan sosial ekonomi yang berpenghasilan renda yaitu 39 orang (73,6%), berpenghasilan tinggi 14 orang (26,4%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya gambaran antara tingkat pengetahuan lansia dengan tingkat pendidikan dan sumber informasi di RT. 01 RW. 05 Desa Sukabhakti Kecamatan Tambelang Kabupaten Bekasi Tahun 2018. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan teori dan menambah informasi mengenai gambaran tingkat pengetahuan lansia tentang hipertensi sehingga lansia mampu merawat diri.

Gambaran Tingkat Pengetahuan Orang Tua Tentang Keterlambatan Bicara Pada Anak Usia 1-5 Tahun di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang Tahun 2018

Kiki Hikmayati; Sofia Haulalina Rahma
2019 · Book · Open Access

Beberapa data menunjukan angka kejadian anak yang mengalami keterlambatan bicara cukup tinggi. Menurut Nelson (2007) penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat angka prevalensi keterlambatan bicara dan bahasa anak umur 2 - 4,5 tahun antara 5% - 8%. Keterlambatan bicara adalah salah satu penyebab gangguan perkembangan yang paling sering ditemukan pada anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi mengenai gambaran tingkat pengetahuan orang tua tentang keterlambatan bicara pada anak usia 1-5 tahun di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang Tahun 2018. Penelitian ini menggunakan deskriptif tidak perlu menguji hipotesis, tetapi hanya menggambarkan suatu objek. Populasi dan sampel dalam penelitian ini berjumlah 80 orang dengan 66 responden, menggunakan teknik pengambilan sampel dengan cara Purposive Sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data hasil menggunakan analisis univariat. Gambaran tingkat pengetahuan orang tua tentang keterlambatan bicara pada anak usia 1-5 tahun di Rumah Sakit Sentra Medika Tahun 2018. Dari hasil univariat didapatkan pengetahuan kurang sebanyak 28 responden (43%), pengetahuan cukup sebanyak 18 responden (27%) dan pengetahuan baik sebanyak 20 responden (30%). Dewasa awal usia <35 sebanyak 38 responden (58%), dewasa akhir usia >35 tahun sebanyak 28 responden (42%). Pendidikan rendah sebanyak 37 responden (56%), pendidikan tinggi sebanyak 29 responden (44%). Bukan tenaga kesehatan sebanyak 35 responden (53%), tenaga kesehatan sebanyak 31 responden (47%). Lingkungan kurang baik sebanyak 39 responden (59%), lingkungan baik sebanyak 27 responden (41%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya gambaran antara pengetahuan, usia, pendidikan, informasi dan lingkungan di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang Tahun 2018. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan teori dan menambah informasi mengenai gambaran tingkat pengetahuan orang tua tentang keterlambatan bicara pada anak usia 1-5 tahun.

Gambaran Tingkat Kepatuuhan Diet Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik (GGK) yang Menjalani Hemodialisa di RS. Sentra Medika Cikarang Tahun 2018

Desi Ambarwati; Suanda Saputra
2019 · Book · Open Access

Gagal Ginjal Kronik adalah penyakit dimana ginjal sudah tidak dapat berfungsi dengan baik, sehingga untuk mempertahankan hidupnya penyakit gagal ginjal kronik harus menjalani terapi hemodialisis atau cangkok ginjal. Pasien Gagal Ginjal Kronik harus mematuhi prinsip diet yang harus dijalani. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat kepatuhan diet pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di RS. Sentra Medika Cikarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian Deskriptif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 88 klien dan sampel penelitian 73 responden dengan cara non random sampling (purposive sampling). Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis yang digunakan adalah univariat. Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas responden tidak patuh terhadap diet yang dianjurkan sebanyak 39 klien (53,4%), berdasarkan pengetahuan cukup sebanyak 30 klien (41,1%), berdasarkan berpendidikan rendah (SD, SMP) sebanyak 38 klien (52,1%),berdasarkan dukungan keluarga yang baik sebanyak 32 klien (43,8%) berdasarkan dukungan tenaga kesehatan,peran tenaga kesehatan serta sikap sebanyak 73 klien (100%). Kesimpulan : Dari hasil penelitian didapatkan gambaran tingkat kepatuhan diet pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang tahun 2018 responden tidak patuh terhadap diet yang dianjurkan oleh dokter dan tenaga kesehatan. Saran : untuk pasien gagal ginjal kronik sebaiknya meningkatkan kepatuhan terhadap dietnya untuk mempertahankan dan mengoptimalkan kualitas hidupnya.