Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

10.640 item publik

Publikasi

Halaman 12 dari 532

Korelasi Rasio Lingkar Leher, Jarak Thyromental, dan Indeks Massa Tubuh Terhadap Derajat Kesulitasn Intubasi pada Pasien Dewasa dengan General Anestesi RSUD Kabupaten Bekasi

Chandra Bima Wahyu Ramadhan; Muh. Nur Syamsu
2026 · Book · Open Access

Latar Belakang: Kesulitan intubasi merupakan tantangan utama anestesi yang meningkatkan risiko morbiditas. Penelitian ini bertujuan menganalisis korelasi rasio lingkar leher (NC/TMD), jarak thyromental (TMD), dan Indeks Massa Tubuh (IMT) terhadap derajat kesulitan intubasi (skala Cormack-Lehane) di RSUD Kabupaten Bekasi. Metode: Studi analitik observasional cross-sectional dilakukan pada pasien dewasa yang menjalani anestesi umum elektif periode 1–31 Desember 2025. Data antropometri dikumpulkan dan dianalisis menggunakan uji bivariat, regresi logistik, serta evaluasi kurva ROC/AUC untuk mengukur akurasi prediktor. Hasil: Terdapat korelasi signifikan (P < 0,05) antara rasio NC/TMD, TMD, dan IMT dengan tingkat kesulitan intubasi. Rasio NC/TMD menunjukkan akurasi tertinggi (AUC 0,912) dibandingkan IMT (0,818) dan TMD (0,817). Temuan ini menegaskan bahwa rasio NC/TMD adalah alat skrining non-invasif yang paling komprehensif dalam memprediksi penyulit jalan napas. Kesimpulan: Rasio lingkar leher merupakan prediktor paling akurat untuk menilai risiko kesulitan intubasi pada pasien dewasa. Hasil ini diharapkan dapat memperkuat penilaian praoperatif penata anestesi dan menjadi dasar pengembangan pedoman manajemen jalan napas di Indonesia.

Peran Dasi (Duke Activity Status Index) sebagai Prediktor Risiko Hipotensi Intraoperatif pasa Pasien dengan Anestesi Spinal di IBS RSUD Bayu Asih Kabupaten Purwakarta

Amirah Raudhatul Jannah; Neng Imas Susanti
2026 · Book · Open Access

Latar Belakang: Hipotensi intraoperatif adalah komplikasi yang kerap terjadi pada pasien yang menjalani anestesi spinal, yang disebabkan oleh blokade sistem simpatis sehingga menimbulkan vasodilatasi dan penurunan tekanan arteri ratarata (MAP). Identifikasi risiko sejak fase preoperatif penting untuk mencegah gangguan perfusi organ. DASI merupakan instrumen sederhana yang menilai kapasitas fungsional kardiopulmoner dan berpotensi digunakan sebagai indikator risiko hemodinamik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran DASI sebagai prediktor risiko hipotensi intraoperatif pada pasien yang menjalani anestesi spinal di IBS RSUD Bayu Asih Kabupaten Purwakarta. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 36 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Skor DASI diklasifikasikan ke dalam kategori rendah, sedang, dan tinggi. Kejadian hipotensi ditetapkan berdasarkan nilai MAP <70 mmHg. Analisis bivariat dilakukan dengan uji Chi-Square pada tingkat signifikansi 0,03. Hasil Penelitian: Sebagian besar responden termasuk dalam kategori skor DASI rendah. Kejadian hipotensi intraoperatif ditemukan pada 22,2% responden. Hasil uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara skor DASI dengan kejadian hipotensi intraoperatif dengan nilai p = 0,03 (p < 0,05). Kesimpulan: Skor DASI berhubungan signifikan dengan kejadian hipotensi intraoperatif pada pasien dengan anestesi spinal. Pasien dengan skor DASI rendah memiliki risiko lebih tinggi mengalami hipotensi. Saran: DASI dapat dimanfaatkan sebagai alat skrining preoperatif untuk mendukung perencanaan manajemen hemodinamik pada anestesi spinal.

Hubungan Mean Arterial Pressure Intra dan Pasca Anestesi Terhadap Waktu Pulih Sadar pada Pasien dengan Anestesi Umum di Instalasi Bedah Sentral Sentra Medika Hospital Cibinong

Tarishah Dewi Jayalaksana; Tri Wahyuni Ismoyowati
2026 · Book · Open Access

Latar Belakang: Ketidakidakstabilan hemodinamik selama periode perianestesi, khususnya perubahan Mean Arterial Pressure (MAP), berpotensi memengaruhi perfusi serebral dan berdampak pada waktu pulih sadar setelah anestesi umum. Fluktuasi MAP intra dan pasca anestesi diduga memiliki kontribusi berbeda terhadap durasi pemulihan kesadaran. Tujuan: Mengetahui hubungan MAP intra dan pasca anestesi dengan waktu pulih sadar pada pasien yang menjalani anestesi umum di Instalasi Bedah Sentral Sentra Medika Hospital Cibinong. Metode: Penelitian kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross sectional korelasi. Populasi berjumlah 70 pasien yang menjalani anestesi umum dengan teknik awake extubation, dengan sampel 66 responden yang dipilih menggunakan probability sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Data MAP intra dan pasca anestesi diperoleh dari lembar monitoring anestesi yang dicatat setiap 5 menit dan dihitung menggunakan metode Time Weighted Average Mean Arterial Pressure (TWA-MAP). Waktu pulih sadar diukur menggunakan Aldrete Score, dengan durasi dihitung menggunakan stopwatch sejak pasien tiba di ruang pemulihan hingga mencapai skor ≥8. Analisis data meliputi univariat, bivariat (uji korelasi Pearson dan paired t-test), serta multivariat (regresi linear berganda). Hasil: Sebagian besar pasien mencapai waktu pulih sadar <30 menit. Terdapat hubungan signifikan antara MAP intraoperatif dan waktu pulih sadar p-value 0,000 (p<0,05), sedangkan MAP pasca anestesi tidak menunjukkan hubungan bermakna. Analisis multivariat menunjukkan MAP intraoperatif sebagai faktor dominan p-value 0,000 (p<0,05). Kesimpulan: MAP intraoperatif memiliki hubungan lebih kuat dengan waktu pulih sadar dibandingkan MAP pasca anestesi dengan nilai signifikansi. Saran: Penelitian ini dapat menjadi dasar bagi penelitian lanjutan dengan perlakuan yang seragam pada fase emergence anesthesia, seperti penerapan teknik deep-extubation, untuk membandingkan outcome hasil penelitian.

Pengaruh Kombinasi Finger Hold dan Relaksasi Napas dalam Terhadap Kecemasan Pasien Preoperatif General Anestesia di RSUD Kabupaten Bekasi

Hilda Nur Arifiah; Suanda Saputra
2026 · Book · Open Access

Latar belakang: Kecemasan praoperatif merupakan respon psikologis yang sering dialami pasien sebelum tindakan pembedahan dengan general anesthesia dan dapat mempengaruhi kondisi fisiologis pasien. Intervensi nonfarmakologis diperlukan untuk membantu menurunkan kecemasan sebelum operas salah satunya kombinasi teknik finger hold dan relaksasi napas dalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi finger hold dan relaksasi napas dalam terhadap penurunan kecemasan pada pasien praoperatif general Anesthesia di RSUD Kabupaten Bekasi Bekasi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 40 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Instrumen penelitian berupa kuesioner Amsterdam Preoperative Anxiety And Information Scale (APAIS). dan dianalisis menggunakan uji marginal homogienity dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi sebagian besar responden mengalami cemas berat (70,0%), sedangkan setelah intervensi mayoritas mengalami cemas ringan (92,5%). Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,000 (<0,05). Kesimpulan: terdapat pengaruh signifikan kombinasi teknik finger hold dan relaksasi napas dalam terhadap penurunan tingkat kecemasan. Kombinasi teknik ini efektif sebagai intervensi non-farmakologis untuk menurunkan kecemasan pasien properatif dengan general anesthesia di RSUD Kabupaten Bekasi.

Pengaruh Eye Mask Terhadap Tingkat Kecemasan Pasien Anestesi Spinal di Ruang Intra Operasi Menggunakan Skor Visual Analog Scale For Anxiety (VAS-A) di RS Sentra Medika Cikarang 2025

Neng Tita Novita; Suanda Saputra
2026 · Book · Open Access

Latar Belakang : Kecemasan merupakan kondisi psikologis tidak menyenangkan yang sering dialami oleh pasien ketika menghadapi prosedur pembedahan dengan anestesi spinal yang berdampak pada peningkatan tekanan darah serta kebutuhan tambahan obat sedatif. Upaya penanganan non-farmakologis Eye mask terbukti dapat menciptakan kondisi relaksasi dan menurunkan kecemasan. Tujuan : untuk mengetahui pengaruh eye mask terhadap tingkat kecemasan pasien anestesi spinal di ruang intraoperasi menggunakan skor visual analog scale for anxeity (VAS-A) di RS Sentra Medika cikarang. Metode : Penelitian ini menggunkan metode kuantitatif dengan pre experimental design tipe one group pretest–posttest design dan consecutive sampling sebagai teknik pengabilan sampel yang melibatkan 32 responden. Instrumen penelitian berupa kuesioner Visual Analog Scale for Anxiety (VAS-A) dan data dianalisis menggunakan uji wilcoxon. Hasil : Analisis data perbedaan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah dilakukan intervensi menggunakan uji wilcoxon menghasilkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,000 (< 0,05). Kesimpulan : terdapat pengaruh eye mask terhadap tingkat kecemasan pasien anestesi spinal di ruang intraoperasi menggunakan skor Visual Analog Scale for Anxiety (VAS-A).