KEPUTUSAN ORANGTUA DALAM MENYEKOLAHKAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS PADA LAYANAN PENDIDIKAN INKLUSIF BERDASARKAN KERANGKA HEALTH BELIEF MODEL
Pendidikan merupakan hak bagi setiap warga negara di Indonesia, termasuk pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus. Para orang tua dengan anak berkebutuhan khusus (ABK), mempunyai kendala tersendiri dalam mencari sekolah-sekolah khusus dalam rangka memberikan pendidikan yang baik bagi anak-anaknya. Para orang tua ini menjadi dilema antara menyekolahkan anaknya pada sekolah pendidikan khusus atau pada sekolah-sekolah umum. Pemerintah telah mencanangkan program untuk memastikan anak-anak berkebutuhan khusus tetap bisa mendapatkan haknya untuk mengecap pendidikan, salah satunya lewat sekolah pendidikan inklusif. Artikel ini mendeskripsikan persepsi orang tua dengan anak kebutuhan khusus sehingga memutuskan untuk menyekolahkan anaknya di sekolah pendidikan inklusif (yang dirangkum dari beberapa penelitian) dengan kerangka teori Health Belief Model. Beberapa hasil penelitian menunjukkan kecenderungan orangtua dengan anak berkebutuhan khusus untuk lebih memilih menyekolahkan anaknya di sekolah pendidikan khusus (inklusif) dibandingkan sekolah luar biasa (SLB) dengan berbagai macam pertimbangan.