Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Asam Urat
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Usia Dengan Kadar Asam Urat Dalam Darah Pada Wanita yang Mengalami Menopause di Kampung Cabang Dua RT 010 RE 004 Desa Lenggah Sari Kecamatan Cabang Bungin Kabupaten Bekasi Tahun 2020

2022•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Seiring dengan berjalannya usia banyak terjadi proses pertumbuhan atau perkembangan pada manusia, oleh karena itu pada suatu saat pertumbuhan dan perkembangan akan terhenti pada suatu tahapannya, sehingga demikian akan banyak sekali perubahan yang akan terjadi pada fungsi tubuh manusia, dengan demikian perubahan tersebut biasanya terjadi pada proses penuaan. Proses menua secara individu mengakibatkan beberapa masalah baik masalah secara fisik, biologis, mental maupun sosial ekonominya. Sebagian wanita yang memasuki usia 50 tahun dan menjadi tua seringkali mengalami momok yang menakutkan. Kekhawatiran atau kewaspadaan ini berawal dari pemikiran seseorang bahwa dirinya tersebut menjadi tidak sehat, tidak bugar, dan tidak cantik lagi, namun keadaan tersebut memang tidak menyenangkan dan menyakitkan. Padahal, masa tua dan menopause merupakan salah satu proses yang harus di jalani pada seorang wanita dalam kehidupannya. Wanita dengan usia menopause agar kehidupannya berlangsung dalam kepuasan dan kebahagian. Salah satu persiapan yang penting ialah dengan mengenal apa, mengapa dan bagaimana sebenarnya kejadian pada menopause itu tersebut, dengan demikian proses menopause dapat dijalani dengan lebih baik, baik secara fisik maupun psikis sehingga setiap wanita dapat menjalankan hari-harinya dengan kualitas hidup yang lebih baik. Usia dapat meningkatkan kadar asam urat pada wanita yang mengalami menopause. Meningkatnya kadar asam urat dalam darah dapat disebabkan karena asupan purin yang berlebihan dan hormon esterogen yang menurun pada wanita menopause. Pengaruh hormon esterogen pada kadar asam urat di dalam darah dikaitkan dengan eksresi asam urat melalui ginjal sehingga kadar asam urat yang tinggi didalam darah akan menyebabkan penyakit karena asam urat yang menumpuk ditempat-tempat tertentu. Data Puskesmas Cabang Bungin di dapatkan populasi sebanyak 35 Responden yang melakukan kunjungan kepukesmas untuk melakukan pengobatan. Dari hasil studi pendahuluan yang telah di lakukan pada tanggal 12 juni 2020 di Kampung Cabang Dua Rt 010 Rw 004 Desa Lenggah Sari dengan pemeriksaan menggunakan alat test strip nesco asam urat pada 10 wanita yang berusia rata-rata > 40 tahun di dapatkan 7 wanita menopause yang kadar asam uratnya tinggi dan 3 diantara lainya normal. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia dengan kadar asam urat dalam darah pada wanita yang mengalami menopause di Kampung Cabang Dua Rt 010 Rw 004 Desa Lenggah Sari Kecamatan Cabang Bungin Kabupaten Bekasi Tahun 2020. Metode Penelitian : Metode penelitian ini adalah Observasional Analaitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wanita yang mengalami menopause yang berusia > 40 tahun yang berjumlah 40 responden. Analisa data yang digunakan adalah bivariat berupa uji Chi-Square dengan nilai signifikan α <0,05. Hasil Penelitian : Hasil uji chi-square penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara Usia dengan Kadar Asam Urat dalam Darah pada wanita yang mengalami menopause (p = 0,013 < a = 0,05) di Kampung Cabang Dua Rt 010 Rw 004 Desa Lenggah Sari Kecamatan Cabang Bungin Kabupaten Bekasi Tahun 2020. Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara usia dengan kadar asam urat dalam darah pada wanita yang mengalami menopause di kampung cabang dua rt 010 rw 004 desa lenggah sari kecamatan cabang bungin kabupaten bekasi tahun 2020.

11 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pemberian Rebusan Daun Salam dan Pemberian Jus Sirsak Terhadap Penurunan Kadar Asam Urat Pada Penderita Asam Urat di Puskesmas Sukatani Kabupaten Bekasi Tahun 2019

2020•Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang : Asam urat merupakan produk akhir dari metabolisme purin. Asam urat yang beredar dalam tubuh manusia diproduksi sendiri oleh tubuh (asam urat endogen) dan berasal dari makanan (asam urat eksogen). World Health Organization (WHO) memperkirakan sekitar 335 juta orang di dunia menderita penyakit gout (Bobaya, 2016). Prevalensi menderita penyakit gout di Negara maju seperti di USA diperkirakan sebanyak 13,6% per 100.000 penduduk (Sukarmin, 2015). Prevalensi penderita penyakit gout di Negara berkembang seperti di Cina dan Taiwan setiap tahunnya semakin berkembang, sedangkan di Indonesia diperkirakan hampir 80% penduduk yang berusia 40 tahun atau lebih (Misnadiarly, 2007; Junaidi, 2012). Berdasarkan Data yang sudah didapatkan bahwa pasien kadar asam urat tinggi di Puskesmas Sukatani Kabupaten Bekasi Tahun 2019 mendapatkan hasil pada tahun 2017 berjumlah 180 orang, dan pada tahun 2018 berjumlah 203 orang, dan pada saat ini di tahun 2019 dari bulan januari sampai maret mendapatkan 65 orang yang mengalami asam urat. TUJUAN : Mengetahui Pengaruh Pemberian Rebusan Daun Salam Dan Jus Sirsak Untuk Menurunkan Kadar Asam Urat Di Puskesmas Sukatani Kabupaten Bekasi Tahun 2019. METODE : Metode yang digunakan dalam penelitian ini ada pre eksperiment design dengan rancangan one group pre-test post-test. Populasi pada penelitian ini yaitu pasien yang kadar asam urat tinggi sebanyak 63 orang selama 3 bulan yang lalu di Puskesmas Sukatani Tahun 2019. Teknik pengambilan sample yaitu Purposive Sampling yaitu sampelnya diambil dengan cara purposive sampling yaitu sampelnya diambil dari pasien-pasien yang kadar asam urat tinggi sebanyak 28 responden, untuk dilakukan intervensi dengan diberikan rebusan daun salam responden yang berjumlah 14 dan diberikan jus sirsak responden yang berjumlah 14 . yang mengacu pada kriteria inklusi dan ekslusi. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah alat ukur asam urat yaitu Easy Touch, gelas ukur, bolpoint, lembar ceklist. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat berupa uji T-test dengan nilai signifikan α < 0,05. Hasil : Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa kadar asam urat sebelum diberikan rebusan daun salam terendah adalah Kesimpulan : Ada pengaruh pemberian rebusan daun salam dan jus sirsak terhadap penurunan kadar asam urat pada penderita asam urat di Puskesmas Sukatani. Saran : Dengan hasil penelitian ini, penderita asam urat agar lebih meningkatkan pengetahuan dan dapat mengaplikasikannya dirumah, tentang penggunaan herbal seperti daun salam dan jus sirsak untuk mempercepat proses penurunan kadar asam urat sebagai tindakan tambahan selain mengkonsumsi obat-obatan. Penderita asam urat juga tidak boleh mengkonsumsi makanan seperti : jeroahn (ati, ampela) untuk sayuran (bayam,kangkung,kacang-kacangan) seafood (ikan laut,kerang-kerangan). Karena makanan tersebut mengandung tinggi purin.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail