Abstrak
Di Indonesia, sekitar 90% wanita dapat mengalami keputihan karena Indonesia merupakan daerah beriklim tropis,ini memudahkan jamurberkembang denganmudahdalam banyak kasus keputihan. Gejala keputihanjuga dialami oleh wanita yang belum menikah atauwanita muda berusia antara 16 –18 Itu lebih terlihat mudah terkena risiko keputihan. Tujuandilakukannya penelitian iniadalahuntuk mengetahui faktor –faktor yang berhubungan dengan keputihan pada remaja putridi SMAN 2 Cikarang Pusat tahun 2023. Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik corelasionaldengan pendekatan cross sectional. Dengan jumlah populasi 512 dan sampel 225 responden .variabel dependent yaitu personal hygienedan penggunaan pantyliner,sedangkan variabel independent yaitu kejadian keputihan. Instrument yang digunakan yaitu kuesioner. Dianalisis dengan menggunakan Uji Chi-Squere. Hasil Uji Chi-Squeremenunjukkan hubungan personal hygienedengan kejadian keputihan p= 0.001, penggunaan pantylinerdengan kejadian keputihan p= 0.000.Sehinggaada hubungan antara faktor penyebab keputihan pada remaja putri di SMAN 2 Cikarang Pusat . Untuk itu perlu untuk pihak sekolahdan juga petugas sekolah mampu memberikan mengajari, melakukan penyuluhan dan juga mengedukasi para siswiseputar kesehatan daerah genetali yang berguna untuk meningkatkan pengetahuan para remaja siswi putritentang pentingnya menjaga kebersihan daerah genitalia.