Abstrak
Tuberkulosis (TB) disebabkan oleh infeksi Mycobacterium tuberculosis, yang laten atau secara bertahap menyerang paru-paru. Di Indonesia penyakit TB paru masih menjadi sebuah masalah kesehatan di tengah masyarakat. Untuk mencapai kesembuhan diperlukan pengetahuan dan sikap yang baik serta keteraturan kepatuhan pengobatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan kepatuhan minum OAT di wilayah kerja Puskesmas Sukajaya Kecamatan Cibitung. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang dilakukan secara analitik observasional dengan design pengumpulan data secara cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien TB Paru yang ada di wilayah puskesmas Sukajaya Kecamatan Cibitung yang keseluruhan berjumlah 80 penderita. Sample dalam penelitian ini berjumlah 57 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner, dan menggunakan teknik total sampling yang diambil secara insidental sampling. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini antara lain uji univariat dan uji bivariat dengan metode uji Chi-Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai P-Value 0,024 (p0,05), maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima yang berarti ada hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan minum obat anti tuberkulosis (OAT). Untuk nilai P-Value 0,046 (p0,05), maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima yang berarti ada hubungan antara sikap dengan kepatuhan minum obat anti tuberkulosis (OAT). Kesimpulan dalam penelitian ini terdapat hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan minum OAT. Serta ada hubungan antara sikap dengan kepatuhan minum OAT. Rekomendasi yang dapat diberikan adalah agar Puskesmas Sukajaya mengoptimalkan penyuluhan kesehatan agar pasien tetap patuh minum obat.