Abstrak
Latar Belakang: Proses penuaan menyebabkan berbagai perubahan fisik, psikologis, sosial, dan spiritual yang dapat memengaruhi kualitas hidup lansia. Lansia kelompok young-old (60–74 tahun) umumnya masih memiliki fungsi fisik yang relatif baik, namun kualitas hidup tidak selalu mencerminkan kondisi tersebut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status kesehatan fisik, status spiritual, kualitas hidup, serta hubungan status kesehatan fisik dan status spiritual dengan kualitas hidup pada lansia young-old (60–74 tahun) di Desa Sukarapih. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan crosssectional. Sampel berjumlah 80 lansia yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner status kesehatan fisik, status spiritual, dan kualitas hidup. Analisis data menggunakan uji ChiSquare. Hasil: Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki status kesehatan fisik kurang baik (63,7%), status spiritual kurang baik (76,3%), dan kualitas hidup kurang baik (65%). Hasil analisis bivariat menunjukkan antara status kesehatan fisik dengan kualitas hidup p = 0,034, sedangkan status spiritual dengan kualitas hidup p = 0,308. Kesimpulan: Status kesehatan fisik dan kualitas hidup terdapat hubungan, sedangkan status spiritual tidak berhubungan secara signifikan dengan kualitas hidup lansia young-old.