Abstrak
Latar belakang: Stroke adalah kondisi klinis yang ditandai gangguan fungsi otak dengan risiko kematian atau kecacatan jika berlangsung lebih dari 24 jam. Dampaknya bisa berupa kelumpuhan, gangguan komunikasi, serta hilangnya fungsi tubuh (Noer et al., 2025). Pasien hemiplegia atau hemiparesis membutuhkan bantuan orang lain untuk melakukan aktivitasnya sehari-hari, sebagian besar dari keluarganya. Dengan meningkatkan fungsi motorik tubuh pasien melalui terapi, maka tidak hanya berdampak pada peningkatan kesehatan dan kualitas hidup pasien, namun juga memberikan keringanan bagi keluarganya. Tujuan: membandingkan kekuatan otot dan kemandirian antara terapi akupunktur dengan kombinasi akupunktur dan modifikasi formula Bu Yang Huan Wu Tang pada pasien stroke Sindrom Defisiensi Qi di Jakarta. Metode: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi experimental, dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah pre-test and post-test design, dengan total 30 responden dibagi menjadi 2 kelompok terdiri dari 15 responden pada masing-masing kelompok dengan rentang usia antara 40 – 70 tahun. Kelompok kontrol hanya diberikan tindakan akupuntur dan kelompok intervensi diberikan kombinasi terapi akupuntur dan modifikasi formula Bu Yang Huan Wu Tang dengan dosis 3 kali sehari. Hasil: Kelompok kombinasi modifikasi formula dengan akupunktur menunjukkan perbedaan yang signifikan. Perbedaan ini diuji dengan menggunakan uji Mann-Whitney dengan p-value < 0,05 Kesimpulan: Penggunaan kombinasi modifikasi formula Bu Yang Huan Wu Tang dan terapi akupunktur terhadap peningkatan kekuatan otot dan kemandirian pasien dinilai lebih baik daripada hanya menggunakan terapi akupunktur saja, walaupun kedua kelompok mampu meningkatkan kekuatan otot dan kemandirian pasien.