Lewati ke konten utama
BookOpen AccessTerbit 2026Versi 1

Pengaruh Regional Anestesi Subaraknoid Blok Terhadap Terjadinya Shivering pada Fase Pasca Anestesi di Ruang Recovery Room RSUD Kabupaten Bekasi

Koleksi Perpustakaan•Universitas Medika Suherman•2 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

Latar Belakang: Shivering merupakan komplikasi yang sering terjadi setelah tindakan anestesi spinal dan dapat meningkatkan konsumsi oksigen, beban metabolik, serta risiko gangguan hemodinamik pada pasien di ruang pemulihan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh regional anestesi subaraknoid blok terhadap terjadinya shivering pada fase pasca anestesi di ruang recovery room RSUD Kabupaten Bekasi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan observasional analitik dan rancangan cross-sectional. Sampel penelitian adalah pasien yang menjalani anestesi spinal dan diobservasi kejadian shivering dalam 0–30 menit pertama pasca anestesi. Hasil penelitian: menunjukkan adanya pengaruh antara regional anestesi subaraknoid blok dengan kejadian shivering pasca anestesi. Faktor usia, jenis kelamin, serta kondisi fisiologis pasien turut berkontribusi terhadap kejadian tersebut. Kesimpulan: bahwa anestesi spinal berpengaruh terhadap terjadinya shivering pada fase pemulihan. Saran: diperlukan pemantauan suhu tubuh dan manajemen pencegahan yang optimal guna meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pasien di ruang recovery room.

Kata kunci

Anestesi subaraknoin blok, Spinal, Shivering, Recovery Room.

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1Pengaruh Regional Anestesi Subaraknoid Blok Terhadap Terjadinya Shivering pada Fase Pasca Anestesi di Ruang Recovery Room RSUD Kabupaten Bekasi2026 · oai:ais:library-item:28387