Abstrak
ABSTRAK Efektivitas Tuina Pediatrik Untuk Meningkatkan Nafsu Makan Pada Anak Dengan Sindrom Defisiensi Qi Limpa Di Griya Sehat Rauhiyyah Oleh :Wabusima Gangguan nafsu makan pada anak dapat menyebabkan asupan nutrisi tidak optimal. Dalam Pengobatan Tradisional Tiongkok, kondisi tersebut dapat berkaitan dengan Sindrom Defisiensi Qi Limpa (Pi Qi Xu). Tuina Pediatrik merupakan salah satu terapi komplementer yang dapat digunakan untuk membantu meningkatkan fungsi Limpa dan nafsu makan. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas Tuina Pediatrik terhadap peningkatan pola makan anak dengan Sindrom Defisiensi Qi Limpa di Griya Sehat Rauhiyyah. Penelitian menggunakan desain Pre-Experimental One Group Pretest-Posttest dengan 30 responden. Intervensi diberikan selama 4 minggu, sebanyak 8 sesi. Pengukuran dilakukan sebelum dan sesudah terapi. Analisis menggunakan Paired Sample t-test. Hasil menunjukkan bahwa sebelum terapi, 29 responden (96,7%) berada pada kategori sedang dan 1 responden (3,3%) pada kategori kurang. Setelah terapi, 22 responden (73,3%) berada pada kategori sedang dan 8 responden (26,7%) pada kategori baik. Rata-rata skor meningkat dari 33,97 menjadi 36,67, dengan selisih rata-rata 2,70. Hasil uji Paired Sample t-test menunjukkan t = 5,85; df = 29; p 0,001. Dengan demikian, terdapat perbedaan yang signifikan antara pola makan sebelum dan sesudah terapi. Tuina Pediatrik efektif meningkatkan pola makan anak dengan Sindrom Defisiensi Qi Limpa di Griya Sehat Rauhiyyah. Kata kunci: Tuina Pediatrik, pola makan, anak, Sindrom Defisiensi Qi Limpa. ABSTRACT The Effectiveness of Pediatric Tuina in Increasing Appetite in Children with Spleen Qi Deficiency Syndrome at Griya Sehat Rauhiyyah By: Wabusima Appetite disorders in children may result in inadequate nutritional intake. In Traditional Chinese Medicine, this condition may be associated with Spleen Qi Deficiency Syndrome (Pi Qi Xu). Pediatric Tuina is a complementary therapy that may help improve Spleen function and appetite. This study aimed to determine the effectiveness of Pediatric Tuina in improving eating patterns among children with Spleen Qi Deficiency Syndrome at Griya Sehat Rauhiyyah. This study used a Pre-Experimental One Group Pretest-Posttest Design involving 30 respondents. The intervention was administered for 4 weeks in 8 sessions. Measurements were taken before and after the intervention. Data were analyzed using the Paired Sample t-test. Before the intervention, 29 respondents (96.7%) were in the moderate category and 1 respondent (3.3%) was in the low category. After the intervention, 22 respondents (73.3%) were in the moderate category and 8 respondents (26.7%) were in the good category. The mean score increased from 33.97 to 36.67, with a mean difference of 2.70. The Paired Sample t-test showed t = 5.85; df = 29; p 0.001. Therefore, there was a significant difference in eating patterns before and after the intervention. Pediatric Tuina was effective in improving eating patterns among children with Spleen Qi Deficiency Syndrome at Griya Sehat Rauhiyyah. ABSTRAK Efektivitas Tuina Pediatrik Untuk Meningkatkan Nafsu Makan Pada Anak Dengan Sindrom Defisiensi Qi Limpa Di Griya Sehat Rauhiyyah Oleh :Wabusima Gangguan nafsu makan pada anak dapat menyebabkan asupan nutrisi tidak optimal. Dalam Pengobatan Tradisional Tiongkok, kondisi tersebut dapat berkaitan dengan Sindrom Defisiensi Qi Limpa (Pi Qi Xu). Tuina Pediatrik merupakan salah satu terapi komplementer yang dapat digunakan untuk membantu meningkatkan fungsi Limpa dan nafsu makan. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas Tuina Pediatrik terhadap peningkatan pola makan anak dengan Sindrom Defisiensi Qi Limpa di Griya Sehat Rauhiyyah. Penelitian menggunakan desain Pre-Experimental One Group Pretest-Posttest dengan 30 responden. Intervensi diberikan selama 4 minggu, sebanyak 8 sesi. Pengukuran dilakukan sebelum dan sesudah terapi. Analisis menggunakan Paired Sample t-test. Hasil menunjukkan bahwa sebelum terapi, 29 responden (96,7%) berada pada kategori sedang dan 1 responden (3,3%) pada kategori kurang. Setelah terapi, 22 responden (73,3%) berada pada kategori sedang dan 8 responden (26,7%) pada kategori baik. Rata-rata skor meningkat dari 33,97 menjadi 36,67, dengan selisih rata-rata 2,70. Hasil uji Paired Sample t-test menunjukkan t = 5,85; df = 29; p 0,001. Dengan demikian, terdapat perbedaan yang signifikan antara pola makan sebelum dan sesudah terapi. Tuina Pediatrik efektif meningkatkan pola makan anak dengan Sindrom Defisiensi Qi Limpa di Griya Sehat Rauhiyyah. Kata kunci: Tuina Pediatrik, pola makan, anak, Sindrom Defisiensi Qi Limpa. ABSTRACT The Effectiveness of Pediatric Tuina in Increasing Appetite in Children with Spleen Qi Deficiency Syndrome at Griya Sehat Rauhiyyah By: Wabusima Appetite disorders in children may result in inadequate nutritional intake. In Traditional Chinese Medicine, this condition may be associated with Spleen Qi Deficiency Syndrome (Pi Qi Xu). Pediatric Tuina is a complementary therapy that may help improve Spleen function and appetite. This study aimed to determine the effectiveness of Pediatric Tuina in improving eating patterns among children with Spleen Qi Deficiency Syndrome at Griya Sehat Rauhiyyah. This study used a Pre-Experimental One Group Pretest-Posttest Design involving 30 respondents. The intervention was administered for 4 weeks in 8 sessions. Measurements were taken before and after the intervention. Data were analyzed using the Paired Sample t-test. Before the intervention, 29 respondents (96.7%) were in the moderate category and 1 respondent (3.3%) was in the low category. After the intervention, 22 respondents (73.3%) were in the moderate category and 8 respondents (26.7%) were in the good category. The mean score increased from 33.97 to 36.67, with a mean difference of 2.70. The Paired Sample t-test showed t = 5.85; df = 29; p 0.001. Therefore, there was a significant difference in eating patterns before and after the intervention. Pediatric Tuina was effective in improving eating patterns among children with Spleen Qi Deficiency Syndrome at Griya Sehat Rauhiyyah. Keywords: Pediatric Tuina, eating pattern, children, Spleen Qi Deficiency Syndrome.