Abstrak
Setiap tahun diperkirakan 500.000 kasus kanker serviks baru diseluruh dunia. Di Indonesia diperkirakan sekitar 90-100 kanker baru diantara 100.000 penduduk pertahunnya, atau sekitar 180.000 kasus baru pertahun, dengan kanker serviks menempati urutan pertama di antara kanker pada wanita. Faktor penyebab kanker serviks adalah karena virus HPV (Human Papilloma Virus). Cara terbaik untuk mencegah kanker serviks adalah dengan screening pap smear. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku wanita usia subur dalam melakukan pemeriksaan pap smear. Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini seluruh wanita usia subur yang berada di Majelis Taklim Musholah Miftahul Hidayah Desa Harja Mekar. Sampel penelitian sebanyak 70 responden dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Uji statistik yang digunakan yaitu uji chi square, dengan menggunakan perangkat lunak SPSS versi 23. Dari hasil penelitan didapatkan ada hubungan antara usia nilai P = 0,003 dan OR sebesar 16,120, pendidikan nilai P = 0,041 dan OR sebesar 4,083, paritas nilai P = 0,020 dan OR sebesar 11,071, ekonomi nilai P = 0,035 dan OR sebesar 9,621, sumber informasi nilai P = 0,032 dan OR sebesar 3,927, dukungan keluarga nilai P = 0,009 dan OR sebesar 4,421 dengan pengetahuan ibu tentang pap smear di Majelis Taklim Desa Harja Mekar Kabupaten Bekasi tahun 2018. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara usia, pendidikan, paritas, ekonomi, sumber informasi, dukungan keluarga dengan pengetahuan ibu tentang pap smear di Majelis Taklim Desa Harja Mekar Kabupaten Bekasi tahun 2018. Diharapkan kepada pembuat kebijakan dan tenaga kesehatan meningkatkan upaya promontif dan preventif dalam rangka upaya menurunkan angka kejadian kanker serviks.