Aprilina Sartika; Ratna Magdalena
2019 · Book · Open Access
Insiden keselamatan pasien di RS Sentra Medika Cibinong Tahun 2017 ada 136
kasus, 25 % terjadi di unit keperawatan, sebesar 2.2% di unit farmasi, 2.9% di unit lab dan
3.9% terjadi oleh dokter. Insiden keselamatan pasien dipengaruhi oleh banyak faktor, salah
satunya faktor perilaku perawat ketika bekerja, yang terdiri dari pengetahuan perawat,
sikap perawat dan adanya pelatihan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor
yang berhubungan dengan perilaku perawat terhadap penerapan keselamatan pasien di unit
rawat inap RS Sentra Medika Cibinong.
Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif menggunakan pendekatan cross sectional study.
Populasi penelitian adalah seluruh perawat di unit rawat inap yang berjumlah 136. Sampel
penelitian sejumlah 58 perawat. Analisis data menggunakan uji statistik Chi-Square
dengan tingkat kepercayaan 95%.
Berdasarkan data yang diperoleh, Hasil analisis menunjukkan, ada hubungan antara
pengetahuan dengan penerapan keselamatan pasien (p=0,005). Ada hubungan antara sikap
dengan penerapan keselamatan pasien (p=0,009). Ada hubungan antara pelatihan dengan
penerapan keselamatan pasien (p=0,03).
Kesimpulan, ada hubungan antara pengetahuan, sikap dan pelatihan dengan penerapan
keselamatan pasien di RS Sentra Medika Cibinong. Saran, sosialisasi tentang keselamatan
pasien kepada perawat dilakukan secara konsisten dan berkala
Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan signifikan antara perilaku
perawat terhadap penerapan keselamatan pasien di unit rawat inap RS Sentra Medika
Cibinong. Saran dari peneliti sebagian besar perawat mempunyai risiko tinggi mengalami
insiden keselamatan pasien di RS Sentra Medika Cibinong, akan tetapi rumah sakit sudah
menyediakan SPO yang berkaitan dengan keselamatan pasien, adanya komite patient
safety, adanya budaya lapor dan budaya no blaming di lingkungan RS. Maka diharapkan
RS untuk tetap memberikan motivasi kepada perawat untuk mempertahankan dan
meningkatkan budaya keselamatan pasien. Dan Masih ada perawat yang mempunyai
pengetahuan dan sikap yang kurang serta belum mengikuti pelatihan.
Harun Sahroni; Triseu Setianingsih
2019 · Book · Open Access
Latar Belakang : Sibling rivalry adalah kecemburuan, persaingan dan pertengkaran
antara saudara laki-laki dan saudara perempuan. Hubungan tidak harmonis antar
saudara kandung khususnya masa usia sekolah akan mengalami kesulitan melakukan
penyesuaian sosial seperti hubungan yang buruk dengan teman sebaya, perilaku
antisosial, kesulitan belajar dan menunjukkan tanda psikopatologi seperti cemas,
depresi dan ketakutan.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan
dengan perilaku sibling rivalry di Desa Sukaraya Kecamatan Karang Bahagia
Kabupaten Bekasi Tahun 2018.
Metode : Penelitian ini termasuk kedalam analitik kuantitaitf, dengan menggunakan
metode Cross Sectional, yaitu faktor resiko dengan efek dilakukan pengukuran
dengan cara, observasi ataupun pengumpulan data sekaligus suatu saat. Adapun
sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh orang tua yang
mempunyai anak usia sekolah (6-12 tahun) di Desa Sukaraya Kecamatan Karang
Bahagia Kabupaten Bekasi, jumlah sampel dengan menggunakan tingkat kesalahan
0,05. Populasi penelitian ini sebanyak 72 anak dan jumlah responden yang akan
diteliti sebanyak 72 responden.
Hasil : Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara jenis
kelamin (P value = 0,002 < α (0,05) ; OR 5,133), perbedaan usia (P value = 0,001 <
α (0,05) ; OR 6,250), pola asuh orang tua (P value = 0,009 < α (0,05) ; OR 4,114),
dan jumlah saudara kandung (P value = 0,002 < α (0,05) ; OR 6,600) dengan
perilaku sibling rivalry.
Saran : Diharapkan bagi orang tua yang memiliki anak usia sekolah (6-12 tahun) dan
memiliki saudara kandung dapat membangun komunikasi dan perlakuan yang baik
kepada anak. Selain itu, diharapkan bagi orang tua untuk dapat memberikan
perhatian, waktu, cinta dan kasih sayang yang setara sesuai porsinya kepada masingmasing
anak.
Abdul Rohman; Mila Sartika
2019 · Book · Open Access
Troponin T merupakan penanda biokimia untuk menilai kerusakan sel otot jantung pada
penderita sindrom koroner akut semakin berkembang. Sindrom koroner akut merefleksikan
proses fisiologis dari iskemia miokard akut, dan lebih penting dari sudut pandang klinik,
merupakan
suatu ‘continuum’ (proses berkelanjutan) resiko bagi penderita dengan nyeri
dada. Adapun tujuan di lakukan penelitian ini adalah mampu mengidentifikasi Pasien-pasien
ACS terutama yang mengalami peningkatan Troponin T terhadap klinis pasien seperti
perubahan gambaran EKG, karakteristik nyeri dada, dan ferfusi jaringan ferifer.
Jumlah sampling yang di ambil oleh peneliti adalah ssekitar 30 orang sampling, waktu
di pelaksanaanya di bulan January dari tanggal 01 sampai dengan 31 january 2018 dengan
melakukan obervasi klinis pasien di ruang ICCU RS.Sentra Medika Cibinong.
Dengan jumlah sampel 30 pasien ACS ( Acute Coronary Syndrome )menunjukan
bahwa 9 yaitu 30 % pasien ACS di ICCU RSSMC dalam rentan waktu 1 bulan di January
2018 mengalami Peningkatan Troponin T di atas 2000 ng/L, dan 6 orang pasien ACS < 50
ng/L seiktar 20 %, dan 6,7 % mengalami peningkatan trop T di atas 137 ng /L sisanya
terdistribusi di 3.3 % dengan uji analisis biavariat yang di lakukan adalah uji T independent
test dengan gambaran klinis perubahan EKG dan Nyeri dada akut.
Dapat di simpulkan bahwa pasien ACS dengan peningkatan Troponin T sangat
berbahaya apabila tidak di lanjuti tindakan referfusi secara cepat. Semakin tinggi nilai Troponin
T menunjukan kerusakan jaringan otot jantung semakin banyak.untuk para klinisi di lapanagn
perwat ICCU ataupun di tempat yang lain lebih mewaspadai lagi apabila menemukan pasien
ACS dengan peningkatan Troponin T.”
Junus Sila
2019 · Book · Open Access
Fitri Trisnawati
2019 · Book · Open Access
Yuli Yanti
2019 · Book · Open Access
Azahra Regita Cahyani; Mila Sartika
2019 · Book · Open Access
Latar Belakang : Diare, yaitu frekuensi yang abnormal dan konsistensi tinja yang lebih cair.
Diare merupakan penyebab utama morbiditas dan merupakan penyakit yang umum terjadi pada
anak diberbagai negara.
Tujuan Penelitian : untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat
pengetahuan ibu dalam merawat anak usia toddler dengan diare di ruang anak Carnation
Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang Tahun 2018.
Metode : menggunakan quasi eksperimen Pre dan Post Test Penkes. Populasi pada penelitian ini
adalah seluruh ibu yang memiliki anak usia toddler dengan diare yang sedang menjalani
perawatan di Ruang Anak Carnation RS Sentra Medika Cikarang sebanyak 20 orang. Sempel
dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Cara pengambilan sempel dengan
cara menetapkan ciri-ciri khususyang sesuai dengan tujuan penelitian. Pengambilan data
dilakukan dengan memberikan menggunakan kuesioner kepada responden yang sesuai dengan
ketentuan.Analisa data yang digunakan adalah analisa bivariate berupauji paired t test dengan
nilai α < 0,05.
Hasil Penelitian : menunjukkan ada perbedaan yang signifikan antara tingkat pengetahuan
sebelum dengan sesudah tindakan pendidikan kesehatan tentang merawat anak usia toddler
dengan diare. Dapat dilihat dari hasil uji data paired t test dengan nilai p value = 0,000.
Kesimpulan : ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan ibu dalam
merawat anak usia toddler dengan diare di ruang anak carnation RS Sentra Medika
Cikarang tahun 2018.
Dita Septiane Sobari; Syaefunnuril Anwar Huda
2019 · Book · Open Access
Anestesi adalah kehilangan rasa secara patologis pada bagian tubuh tertentu. Salah satu
efek samping yang muncul setelah tindakan anestesi adalah hipotermi. Setiyani (2016)
menyebutkan jumlah pasien post anestesi hampir 80% mengalami kejadian hipotermi. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis anestesi terhadap kejadian hipotermi pada
pasien yang akan dilakukan tindakan pembedahan di kamar operasi RS Sentra Medika Cibinong.
Penelitian dilakukan dengan metode quasy experiment dengan pendekatan pre test and
post test. Total sampel terhadap 118 orang pasien pre dan post anestesi spinal maupun umum yang
dibagi menjadi 59 orang anestesi spinal dan 59 anestesi umum. Analisis data menggunakan uji
Wilcoxon.
Hasil penelitian yaitu ada pengaruh yang signifikan pasien dengan anestesi spinal yaitu z
-5.916 dengan nilai p-value 0,000 dan anestesi umum terhadap kejadian hipotermi yaitu dengan
nilai z -6.403 dengan nilai p- value 0,000 (p<0,05).
Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh antara anestesi spinal dan
anestesi umum terhadap kejadian hipotermi di kamar operasi RS Sentra Medika Cibinong. Di
sarankan agar diadakan penelitian lanjut selain dari penelitian ini.
Aah Masriah
2019 · Book · Open Access
Dalis Anisah; Suanda Saputra
2019 · Book · Open Access
Pola makan dengan gizi seimbang merupakah salah satu faktor utama pada permasalahan gizi di Indonesia. Menurut World Health Organization (WHO) pada tahun 2010 terdapat 104 juta anak-anak seluruh dunia mengalami gizi kurang. Berdasarkan hasil Riskesdas tahun 2013, prevalensi anak usia sekolah yang kurus adalah 11,2 % sedangkan prevalensi anak usia sekolah yang gemuk adalah 18,8%. Populasi dalam penelitian ini adalah 145 orang tua siswa dan sampel penelitian 64 orang responden dengan cara purposive sampling analisis yang digunakan adalah univariat. Gambaran faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan orang tua siswa sekolah dasar tentang pemenuhuan gizi seimbang di MI Almunawaroh. Yang berpengetahuan baik sebanyak 27 responden (42,2%), sedangkan yang berpengetahuan cukup sebanyak 21 responden (32.8%), dan yang berpengetahuan kurangs ebanyakan 16 responden (25.0%). Yang berusia 28-38 tahun sebanyakan 32 responden (50.0%), yang berpendidikan >SLTA sebanyakan 38 responden (59.4%), yang berekonomi . Rp.3.300.000 sebanyak 36 responden (57,8%), yang bekerja sebagai ibu rumah tangga sebanyakan 42 responden (65,6%). Dari hasil penelitian didaptakan pengetahuan orang tua siswa sekolah dasar tentang pemenuhan gizi seimbang di MI Almunawaroh memiliki pengetahuan yang baik. Saran: untuk sekolah sebaiknya memberikan pendidikan gizi untuk meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai makanan bergizi seimbang.
Nuraini
2019 · Book · Open Access
Armi; Sri Setianingsih
2019 · Book · Open Access
STUDI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN
HAND HYGIENE PADA PERAWAT INTENSIVE CARE
TERHADAP PENCEGAHAN HAIS DI RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA CIBINONG TAHUN 2018
Sri Setianingsih*), Ns. Armi, S.Kep, M.Kep**), Ns. Yana Setiawan, SKM, S.Kep, M.Kep**)
*) Mahasiswa Program Studi Keperawatan Stikes Medika Cikarang
**) Dosen Program Studi Keperawatan Stikes Medika Cikarang Email : [email protected]
ABSTRAK
Presentase infeksi yang didapatkan dari RS di negara Asia mencapai 9% atau lebih 1,4 juta pasien (Depkes, 2012). Tahun 2016 di RS Sentra Medika Cibinong terjadii Phlebitis 6.7‰, IDO 0.07% dan VAP 3,5‰. Hal ini diperlukan pencegahan dan pengendalian infeksi lebih lanjut yang salah satunya adalah peningkatan kepatuhan melakukan hand hygiene dimana angka kepatuhan hand hygiene perawat intensive care mencapai 58,7%. Kepatuhan dipengaruhi faktor pengetahuan, motivasi dan kemampuan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara Pengetahuan, motivasi dan kemampuan dengan kepatuhan hand hygiene perawat intensive care Rs Sentra Medika Cibinong. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus (case study) dengan rancangan penelitian Cohort bersifat retrospektif. Besar sampel 36 responden, data diolah menggunakan uji Chi Square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan pengetahuan perawat intensive care terhadap kepatuhan hand hygiene (p value= 0,009), adanya hubungan motivasi perawat intensive care terhadap kepatuhan hand hygiene (p value= 0,001) dan adanya hubungan kemampuan perawat intensive care terhadap kepatuhan hand hygiene (p value=0,006). Berdasarkan hasil penelitian penulis menyarankan pihak RS mengadakan pelatihan secara terprogram, memasukan peraturan hand hygiene di setiap tindakan Standar Prosedur Operasional keperawatan ataupun medis serta melakukan pengawasan kepatuhan hand hygiene secara terus menerus.
Kepustakaan : 40 Buku (2002-2017)
Kata Kunci : Pengetahuan, motivasi, kemampuan, kepatuhan, hand hygiene, perawat
intensive care.
Angga Saeful Rahmat; Susi Miliawati
2019 · Book · Open Access
STUDI FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TURNOVER
PERAWAT DI RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA CIBINONG TAHUN 2018
Susi Miliawati, Ns.Angga Saeful Rahmat, M.Kep, Sp.Kep.Kom, Ns. Armi, S.Kep, M.Kep
1. Mahasiswa Program Studi Keperawatan Stikes Medika Cikarang
2. Dosen Program Studi Keperawatan Stikes Medika Cikarang Email : [email protected]
ABSTRAK
Turnover perawat dapat didefinisikan sebagai suatu proses perpindahan perawat dari satu rumah sakit ke rumah sakit lain. Tingginya tingkat turnover di keperawatan, merupakan tantangan yang besar bagi para manajer keperawatan dalam rangka pengembangan staf. Di Indonesia turnover perawat sering terjadi pada rumah sakit swasta, karena rumah sakit swasta adalah suatu bentuk perusahaan yang mempunyai aturan dan pedoman ataupun komitmen yang diatur secara internal yang tidak memperhitungkan unsur manfaat biaya dan efektifitas biaya bagi perawatnya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan turnover perawat di RS Sentra Medika Cibinong Tahun 2018. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini 67 perawat yang diambil dengan tekhnik Nonprobability Sampling. Data yang didapat menggunakan kuisioner.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di RS Sentra Medika Cibinong bahwa perawat yang memiliki niat ingin pindah bekerja sebanyak 28 perawat (41,8%) dari 67 perawat. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa paling banyak perawat yang berusia < 30 tahun yaitu 44 perawat (65,7%)p value 0,953. Selain itu, didapatkan informasi bahwa perawat yang berjenis kelamin perempuan yaitu 55 perawat (82,1%)p value 0,333. Diketahui bahwa perawat yang sudah menikah terdapat 44 perawat (65,7%)p value0,493. Kemudian perawat dengan pendidikan akhir DIII yaitu 52 perawat (77,6%)p value 0,464. Diketahui pula perawat dengan masa kerja > 1 tahun yaitu 58 perawat (86,6%)p value 1,000. Selanjutnya, perawat dengan status karyawan tetap yaitu 61 perawat (91%)p value 0,688. Perawat dengan kompensasi kurang sesuai yaitu 34 perawat (50,7%)p value 0,001, didapatkan informasi bahwa sebagian dari perawat yang menyatakan kompensasi sesuai memiliki keinginan untuk pindah bekerja.
Jika diamati karakteristik yang dimiliki oleh perawat, cukup banyak perawat yang memiliki resiko untuk pindah bekerja. Walaupun pada penelitian ini belum terbukti signifikan dari semua variabel terhadap turnover perawat, maka ada beberapa saran yang direkomendasikan kepada pihak RS Sentra Medika Cibinong . saran yang diajukan adalah meningkatkan manajemen sumber daya manusia, memperhatikan kondisi kepuasan kerja perawat, melakukan pelatihan atau pembekalan bagi setiap perawat yang baru bekerja, mengadakan program pemberian penghargaan, pengadaan koperasi untuk kesejahteraan karyawan, mengadakan program dana pensiun
Kepustakaan :20 Buku (1998-2015)
Kata Kunci :Turnover Perawat
Khairul Humam; Suanda Saputra
2019 · Book · Open Access
Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif yaitu dengan menggunakan penelitian dekriptif dan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu pekerja yang memberikan ASI dan memiliki bayi usia 0-6 bulan di PT. Surya Multindo Industri. Sample 48 responden, sampel diambil dengan Teknik total sampling. Instrumen untuk mengukur pengetahuan ibu pekerja menggunakan kuesioner. Analisa data dilakukan secara univariat.
Hasil penelitian ini menunjukan yang paling banyak adalah berpengetahuan kurang sebanyak 20 responden (41,7%), berpengetahuan cukup sebanyak 15 responden (31,3%), dan berpengetahuan baik sebanyak 13 responden (27,1%).
Diharapkan perusahaan menyediakan penyuluhan pada ibu pekerja tentang pemberian ASI dan memberikan fasilitas pojok untuk menyusui atau memerah ASI.
Armi; Mateus Dwi Septian Jaya
2019 · Book · Open Access
Central Venous Pressure (CVP) adalah tekanan dari darah di atrium kanan jantung
dan vena kava. Pengukuran CVP terhadap 5 pasien yang terpasang ventilator dengan
setting PEEP 5 cmH2O diperoleh hasil peningkatan nilai CVP yang bervariasi antara
2 sampai dengan 5 cmH2O dari angka normal. Penelitian ini bertujuan untuk
mengidentifikasi pengaruh ventilasi mekanik : PEEP terhadap peningkatan CVP pada
pasien yang terpasang ventilator di ruang ICU RS Sentra Medika Cibinong.Penelitian
ini menggunakan metode Quasi-Experimental dengan desain Case Control.
Populasinya yaitu 20 orang pasien yang terpasang CVC dan terpasang ventilator yang
menggunakan PEEP (Case) dan 20 orang pasien yang terpasang CVC dan terpasang
ventilator yang tidak menggunakan PEEP (Control) menggunakan instrumen lembar
observasi. Sampel diambil menggunakan tehnik total sampling yang memenuhi
kriteria inklusi dan eksklusi. Data yang diperoleh diolah menggunakan Uji T
Independen. Hasil yang diperoleh yaitu nilai p value 0,000 (p<α 0,05) sehingga Ho
ditolak berarti penelitian terdapat pengaruh yang signifikan pemberian PEEP
terhadap peningkatan CVP. Dengan demikian maka ada peningkatan nilai Central
Venous Pressure (CVP) yang dipengaruhi oleh Positive End Expiratory Pressure
(PEEP). Saran dari peneliti agar dijadikan rujukan dalam pembuatan SOP
pengukuran CVP pada pasien yang terpasang ventilator dengan PEEP di ruang ICU
RS Sentra Medika Cibinong.
Ira Oktariani
2019 · Book · Open Access
Dede Nurjanah; Yuli Erlina
2019 · Book · Open Access
Kinerja adalah penampilan hasil karya personal baik Kualitas maupun
kuantitas dalam satu organisasi. Pelayanan keperawatan adalah kualitas yang
berkaitan dengan pemberian perawatan yang harus tersedia, dapat diterima,
menyeluruh, berkelanjutan dan di dokumentasikan. Kualitas perawatan adalah
aplikasi pengetahuan medis yang tepat bagi perawatan pasien sambil
menyeimbangkan resiko-resiko yang melekat pada intervensi keperawatan dan
keuntungan yang diharapkan dari intervensi keperawatan. Tujuan dari penelitian
ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja
perawat dalam pelayanan keperawatan dikamar bedah RS Sentra Medika
Cibinong.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode
penelitian survei analitik. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh perawat
yang bekerja dikamar bedah Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong Tahun 2017.
Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 25 orang. Instrumen penelitian yang
digunakan adalah kuesioner dan melakukan analisis data menggunakan uji
chisquare.
Hasil penelitian ini diperoleh dengan menggunakan analisis statistik. bahwa
stres kerja berhubungan dengan kualitas pelayanan keperawatan dengan nilai p
value 1,000 > 0,05, Lama kerja berhubungan dengan kualitas pelayanan
keperawatan dengan nilai p value 0,378. > 0,05. Keterampilan berhubungan
dengan kualitas pelayanan keperawatan dengan nilai p value 0.070 > 0,05.
Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu tidak ada hubungan yang signifikan
antara stres kerja, lama kerja, keterampilan dengan kualitas pelayanan
keperawatan di Kamar Bedah RS Sentra Medika Cibinong tahun 2018. Saran
kepada perawat agar meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan dengan
mengurangi stres kerja dan meningkatkan ketrampilan dalam bekerja
Anang Surya Baskara
2019 · Book · Open Access
Ernawati; Mila Sartika; Syaefunnuril Anwar Huda
2019 · Book · Open Access
Angka kejadian tertusuk benda tajam di RS Sentra Medika Cibinong Tahun 2016 yaitu ada 6
kasus, kemudian meningkat di tahun 2017 yaitu sebanyak 8 kasus. Kejadian tertusuk benda
tajam dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya faktor pengetahuan perawat, sikap
perawat dan kepatuhan perawat dalam menggunakan APD ketika bekerja. Penelitian ini
bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengankejadian tertusuk benda tajam
pada perawat di unit rawat inap lantai 3 RS Sentra Medika Cibinong tahun 2018.Jenis
penelitian ini yaitu kuantitatif menggunakan pendekatan cross sectional study. Populasi
penelitian adalah seluruh perawat di unit rawat inap lantai 3 yang berjumlah 48.Sampel
penelitian sejumlah 48 perawat. Analisis data menggunakan uji statistik Chi-Square dengan
tingkat kepercayaan 95%. Hasil analisis menunjukkan, ada hubungan antara pengetahuan
dengan kejadian tertusuk benda tajam (p=0,003). Ada hubungan antara sikap dengan kejadian
tertusuk benda tajam (p=0,007). Ada hubungan antara kepatuhan penggunaan Alat Pelindung
Diri (APD) dengan kejadian tertusuk benda tajam (p=0,028). Kesimpulan, ada hubungan
antara pengetahuan, sikap dan kepatuhan penggunakan APD dengan kejadian tertusuk benda
tajam di RS Sentra Medika Cibinong. Saran, sosialisasi K3 kepada perawat dilakukan secara
konsisten dan berkala
Armi; Nur Hikmah
2019 · Book · Open Access
Dekubitus merupakan masalah yang dapat terjadi pada pasien dengan penyakit
kronis, kondisi lemah dan lumpuh dalam waktu yang lama. Dekubitus terjadi pada
area yang terlokalosir dengan jaringan yang mengalami nekrosis dan biasanya
terjadi pada permukaan tulang yang menonjol, sebagai akibat dari tekanan dalam
jangka waktu yang lama menyebabkan peningkatan tekanan kapiler. Tujuan
penelitian ini untuk mengetahui pengaruh alih baring dan tidak terhadap
kejadian dekubitus pada pasien tirah baring di Rumah Sakit Sentra Medika
Cibinong Tahun 2018. Populasi 25 responden. Case dan control adalah penelitian
yang dilakukan dengan cara membandingkan antara dua kelompok yaitu
kelompok kasus (dilakukan alih baring tiap 2 jam) dengan jumlah 12 responden
dan kelompok control (Tidak dilakukan alih baring tiap 2 jam) dengan jumlah 13
responden. Analisis data dilakukan dengan uji independent T test. Dari hasil
penelitian nilai p value sebesar 0,018, dimana nilai p value < 0,05 sehingga dapat
disimpulkan ada pengaruh alih baring terhadap kejadian dekubitus pada pasien
tirah baring di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong, dimana pada kelompok
kasus tidak ditemukan adanya kejadian dekubitus sedangkan pada kelompok
control ditemukan adanya kejadian dekubitus yaitu sebanyak 5 responden. Saran
bagi rumah sakit masukan positif bagi pembuatan standar operasional prosedur
yang merupakan bentuk intervensi dari kesehatan pasien.