COLLECTION
Koleksi Perpustakaan
Koleksi otomatis dari Perpustakaan
Publikasi
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Atonia Uteri di RSUD Kabupaten Bekasi Tahun 2018
Antonia Uteri adalah keadaan lemahnya tonus/kontraksi yang menyebabkan uterus tidak mampu menutup perdarahan terbuka dari tempat implantasi plasenta setalah bayi dan plasenta lahir (Maryunan, 2014). Berdasarkan data Depkes RI, 2014 terdapat 10% kejadian atonia uteri pada ibu bersalin diseluruh indonesia. Berdasarkan angka kematian ibu (AKI) di jawa barat pada tahun 2014 adalah 31/100.000 kelahiran hidup yang disebabkan pendarahan karena atonia uteri sebanyak 1 orang. Seorang ibu dapat mengalami kematian karena pendarahan pasca persalinan dalam waktu yang terjadi dalam 24 jam setelah kelahiran bayi (Departemen Kesehatan RI, 2014). Berdasarkan data rekam medik yang diambil di RSUD Kabupaten Bekasi tahun 2017 jumlah kejadian atonia uteri pada ibu bersalin ada seabnyak 14 orang dari 263 ibu bersalin atau sekitar 5,3%. Sedangkan pada tahun 2018 jumlah ibu bersalin dengan atonia uteri mencapai 17 orang dari 226 ibu bersalin atau 6,3%. Jumlah kasus atonia uteri meningkat 1% pada tahun 2018. Tujuan dari penelitian ini dalah utntuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian atonia uteri di RSUD Kabupaten Bekasi Tahun 2018. Penelitian ini menggunakan metode analitik kuantitatif dengan pendekatan cross secsional, dengan populasi 266 ibu bersalin normal dan sampel 17 ibu bersalin yang mengalami Atonia Uteri di ruang VK RSUD Kabupaten Bekasi Tahun 2018. Dimana variabel independen dan dependen diukur secara bersamaan dengan menggunakan data rekam medik. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa dari 226 ibu bersalin yang mengalami atonia uteri sebanyak 17 orang (7,5%), sedangkan yang tidak mengalami atonia uteri sebanyak 209 orang (92,5%). Hasil penelitian ini membuktikan adanya hubungan signifikan antara umur ibu P Value 0,020 < a 0,05 dan OR 4,133, paritas P Value 0,007 < a 0,005 dan OR 4,934, interval persalinan P Value 0,004 < a 0,05 dan OR -, dan anemia P Value 0,019 < a 0,05 dan OR 3,870. Kesimpulannya ada hubungan signifikat antara umur, paritas, anemia, dan interval persalinan dengan kejadian atonia uteri dan tidak terdapat kesenjangan. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada hubungan yang bermakna antara umur ibu, paritas, interval persalinan, dan anemia dengan kejadian atonia uteri di RSUD Kabupaten Bekasi Tahun 2018 dan sesuai dengan teori-teori yang sudah dikemukakan. Diharapkan kesadaran masyarakat khususnya ibu bersalin agar lebih meningkatkan dan memelihara kesehatan untuk mencegah kejadian atonia uteri dengan cara informasi tentang tanda bahaya pad aibu hamil dan bersalin.
Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Perilaku Ibu Dalam Mencegah Terjadinya Karies Gigi Pada Anak Usia Prasekolah di PAUD Al-Fayyad Sempu Cikarang Utara
Karies gigi sering dialami anak usia prasekolah. Dampak karies gigi yaitu menjadikan fungsi pengunyahan anak menurun yang akan berdampak pada pertumbuhan anak, fungsi bicara terganggu, mempengaruhi estetika anak dan bahkan akan berakibat pada pertumbuhan gigi permanen pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku ibu dalam mencegah terjadinya karies gigi pada anak usia prasekolah di PAUD Al-Fayyad Sempu Cikarang Utara Kabupaten Bekasi Tahun 2018. Jenis Penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan pendekatan secara cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah orang tua (ibu) yang memiliki anak usia prasekolah di Paud Al-Fayyad sempu cikarang utara kabupaten bekasi. Sampel berjumlah (20 responden). Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi square dengan nilai signifikan 5% ɑ=0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah hubungan antara pengetahuan (p valeunya 0,006 dan OR = 35,000) dukungan suami P valeu nya 0,001 dan OR = 35,000) perawatan gigi (p valenya 0,006 dan OR nya 33,000) dengan perilaku ibu dalam mencegah terjadi karies gigi pada anak usia prasekolah di PAUD Al-Fayyad Sempu Cikarang Utara Kabupaten Bekasi
Hubungan Ultrafiltrasi Terhadap Kejadian Hipotensi Intra Dialitik Pada Paseien Hemodialisa di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong Tahun 2017
Tindakan hemodialisa saat ini mengalami perkembangan yang cukup pesat, namun masih banyak penderita mengalami masalah medis saat menjalani hemodialisa. Komplikasi yang sering terjadi pada penderita yang menjalani hemodialisa adalah tekanan darah umumnya menurun saat hemodialisa. Sehingga sangat menarik untuk diteliti dengan tujuan untuk mengetahui hubungan ultrafiltrasi terhadap kejadian hipotensi intradialis pada pasien yang menjalani hemodialisa di Unit Hemodialisa Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong Tahun 2017. Jenis penelitian ini adalah survai analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian yaitu pasien yang sesuai kritesia inklusi yang menjalani hemodialisa di unit hemodialisa Runah Sakit Sentra Medika Cibinong pada bulan Desember 2017. Teknik pengambilan sampel adalah Purposive Sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 106 responden. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan lembar observasi dan instrumen lain yaitu sphygmomanometer untuk mengukur tekanan darah dan monitor mesin hemodialisa untuk melihat laju ultrafiltrasi. Analisa data secara univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil analisis menunjukkan dua variabel terdapat hubungan dengan hipotensi intradialisis ( p value 0,001<0,005) dan variabel ultrafiltrasi rate ada hubungan dengan hipotensi intradialisis ( p value 0,000 < 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan adanya hipotensi intadialisis pada pasien yang menjalani hemodialisa. Disaran untuk penelitian yang akan datang untuk penambahan faktor resiko lain mengenai hipotensi intradialisis.
Pengaruh Terapi Ralksasi Nafas Dalam Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong Tahun 2017
WHO memperkirakan jumlah penderita hipertensi akan terus meningkat seiring dengan jumlah penduduk yang membesar. Pada tahun 2025, diproyeksikan sekitar 29% warga dunia terkena hipertensi. Pasien hipertensi di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong tahun 2017 pada Bulan November 2017 yaitu 48 pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi relaksasi nafas dalam terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong tahun 2017. Penelitian ini menggunakan metode pre experimental one group (pretest-posttest) design. Dengan teknik sampel purposive sampling sejumlah 43 sampel dari 48 populasi. Untuk memperoleh data peneliti menggunakan instrument berupa lembar observasi, SOP relaksasi, dan sfigmomanometer digital. Sedangkan alat uji yang digunakan adalah uji T dependen dengan tingkat kesalahan 5%. Penelitian dilakukan pada Bulan Desember 2017. Berdasarkan hasil uji statistik paired sample T-test diperoleh hasil p-value tekanan darah sistol dan diastol sebesar 0,000 < α 0,05 (5%) yang artinya ada perbedaan yang signifikan pada tekanan darah sistol maupun diastol sebelum dan setelah diberikan terapi relaksasi nafas dalam. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada pengaruh terapi relaksasi nafas dalam terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi Di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong tahun 2017. Sehingga peneliti menyarankan agar perawat mau dan mampu memberikan intervensi terapi relaksasi untuk membantu menangani masalah peningkatan tekanan darah pada pasien hipertensi.
Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Perawat Dalam Pelaksanaan Identifikasi Pasien Pada Pemberian Transfusi Darah di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong Tahun 2018
Identifikasi pasien adalah suatu upaya atau usaha yang dilakukan dalam sebuah pelayanan kesehatan sebagai suatu proses yang bersifat konsisten, prosedur yang memiliki kebijakan atau telah disepakati, diaplikasikan sepenuhnya, diikuti dan dipantau untuk mendapatkan data yang akan digunakan dalam meningkatkan proses identifikasi.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan perawat dalam pelaksanaan identifikasi pasien. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian survey analitik. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 67 perawat. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner dengan melakukan analisis data menggunakan uji chisquare test. Hasil penelitian ini diperoleh dengan menggunakan analisis statistik. bahwa lama kerja berhubungan dengan kepatuhan perawat dalam mengidentifikasi pasien dengan nilai p value (0.001) < 0,05. Beban kerja tidak berhubungan dengan kepatuhan perawat dalam mengidentifikasi pasien dengan nilai p value (1.000) > 0,05.Pengetahuan tidak berhubungan dengan kepatuhan perawat dalam mengidentifikasi pasiendengan nilai p value (1.000) > 0,05. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu ada hubungan yang signifikan antara lama kerja dengan kepatuhan perawat dalam mengidentifikasi pasien di RS Sentra Medika tahun 2018. Sedangkan variabel yang tidak berhubungan dengan kepatuhan perawat dalam mengidentifikasi pasien di RS Sentra Medika tahun 2018 adalah beban kerja dan pengetahuan. Saran kepada perawat agar meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan dengan meningkatkan pengetahuan, dan mengurangi beban kerja agar patuh dalam mengidentifikasi pasien demi meningkatkan derajat kesehatan.
Analisis Hubungan Karakteristik Gaya Belajar V-A-K (Visual-Auditori-Kinestetik) dan Motivasi Belaajr Terhadap Indeks Prestasi Pada Mahasiswa/I Pendidikan Keperawatan Angkatan 2018 di Institut Medika Drg. Suherman Tahun 2019
Prestasi belajar merupakan hasil dari pengukuran terhadap peserta didik yang meliputi faktor kognitif, afektif dan psikomotor setelah mengikuti proses pembelajaran yang diukur dengan menggunakan instrumen tes yang relevan. Adapun faktor yang mempengaruhi prestasi belajar yaitu gaya belajar dan motivasi belajar. Metode yang digunakan dalam penelitian Cross Sectional. Sampel yang diambil sebanyak 74 responden dengan menggunakan rumus total sampling. Instrument yang digunakan dalam pengambilan data adalah kuesioner dan lembar hasil belajar yang diambil dari BAAK. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat berupa uji chi-square dengan nilai signifikan α 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semua faktor yang diteliti terdapat pengaruh secara bermakna dengan indeks prestasi pada mahasiswa/i pendidikan keperawatan angkatan 2018. Variabel yang mempengaruhi adalah karakteristik gaya belajar (P value=0,012), dan motivasi belajar (P Value=0,004). Berdasarkan hasil penelitian didapatkan adanya hubungan karakteristik di dapatkan bahwa yang paling berhubungan terhadap indeks prestasi serta dari kedua variabel tersebut di dapatkan bahwa yang paling berhubungan terhadap indeks prestasi adalah motivasi belajar yang rendah. Penelitian ini diharapkan mahasiswa/i dapat meningkatkan motivasi belajarnya untuk meningkatkan hasil prestasi belajarnya secara optimal serta dosen/pendidik menyesuaikan metode pembelajaran baik di lingkungan akademik maupun non akademik terhadap gaya belajar mahasiswa/i pendidikan keperawatan.
Faktor-faktor Perilaku yang Berhubungan Dengan Kejadian Kekambuhan Pada Penderita Asma di wilayah Kerja Puskesmas Karang Mulya
Latar Belakang : penyakit asma berada di urutan 4 dari 10 penyakit. Urutan penyakit terbanyak di Puskesmas Karang Mulya adalah influenza, gastritis, rematisme, asma, Demam thypoid, myalgia, diare, karies gigi, hipertensi primer (esensial), migren, penyakit lainnya. Masyarakat menganggap asma merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan, kurangnya upaya untuk melaksanakan pencegahan serangan asma dirumah, serta belum terlihat adanya usaha yang baik dalam mengontrol dan menghindari alergen. Hal ini yang mengakibatkan kekambuhan pada pasien asma. Tujuan : mengidentifikasi dan menjelaskan faktor-faktor perilaku yang berhubungan dengan kejadian kekambuhan asma. Metode : Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif yaitu jenis penelitian yang dilakukan untuk menganalisa hubungan Antara dua variael. Metode penelitian yang digunakan cross sectional (potong lintang). Populasi dalam penelitian ini adalah 32 orang dan mengambil sampel penelitian dengan Total sampling. Teknik sampling yang digunakan adalah dengan cara teknik purposive sampling. Hasil : Ada hubungan antara pengetahuan, tingkat pendidikan, sosial ekonomi dan fasilitas kesehatan dengan kejadian kemabuhan pada penderita asma di Wilayah Kerja Puskesmas Karang Mulya Kabupaten Bekasi, didapatkan Odds Ratio (OR) dari variabel pengetahuan adalah 20,000, variabel tingkat pendidikan adalah 12,000, variabel sosial ekonomi adalah 11,333 dan variabel fasilitas kesehatan adalah 7,000. Kesimpulan : Penderita asma dengan pengetahuan kurang memiliki resiko 20 kali dapat terjadi kekambuhan dibandingkan dengan penderita asma dengan pengetahuan baik. Penderita asma dengan tingkat pendidikan rendah memiliki resiko 12 kali dapat terjadi kekambuhan dibandingkan dengan penderita asma dengan tingkat pendidikan tinggi. Penderita asma dengan sosial ekonomi rendah memiliki resiko 11 kali dapat terjadi kekambuhan dibandingkan dengan penderita asma dengan sosial ekonomi tinggi. Penderita asma yang tidak memanfaatkan fasilitas kesehatan memiliki resiko 7 kali dapat terjadi kekambuhan dibandingkan dengan penderita asma yang memanfaatkan fasilitas kesehatan. Saran : kepada masyarakat khususnya masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Karang Mulya Kabupaten Bekasi agar dapat menghindari faktor alergen yang berkaitan dengan penyebab kekambuhan asma sehingga dapat mengurangi kekambuhan asma.
Hubungan Antara Motivasi Kerja Dengan Kinerja Perawat di Ruang Rawat Inap Dewasa Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong Tahun 2018
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes) MEDIKA CIKARANG PROGRAM STUDI KEPERAWATAN Skripsi Nama : Shinta Ettyka NIM : 120316417 STUDI TENTANG HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI KERJA DENGAN KINERJA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP DEWASA RS SENTRA MEDIKA CIBINONG xvi + 96 Halaman + 12 Tabel + 2 Bagan + 9 Lampiran ABSTRAK Industri RS di Kota Bogor beberapa tahun ini mengalami perkembangan berarti, khususnya peningkatan jumlah rumah sakit swasta. Motivasi merupakan kondisi yang dapat menggerakkan diri perawat secara terarah untuk mencapai tujuan kerja. Kinerja adalah hasil kerja secara kualitas, kuantitas yang dicapai perawat dalam melaksanakan tugasnya sesuai tanggung jawab yang diberikan. Kinerja dipengaruhi faktor kemampuan dan motivasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara motivasi kerja dengan kinerja perawat di Ruang Rawat Inap Dewasa RS Sentra Medika Cibinong. Desain penelitian cross sectional dengan tekhnik total sampling, didapatkan 30 responden. Data diolah menggunakan uji statistik chi square. Hasil penelitian, sebagian besar responden memiliki motivasi kurang (53%), dan 63% responden berkinerja baik. Hasil analisis terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi kerja dengan kinerja perawat dengan p value 0,011. Kesimpulan, sebagian besar perawat memiliki motivasi kerja yang kurang, tapi sebagian besar melakukan kinerja yang baik dan ada hubungan antara motivasi kerja dengan kinerja perawat di ruang rawat inap dewasa RS Sentra Medika Cibinong. Berdasarkan hasil penelitian penulis menyarankan pihak RS mengadakan kegiatan wisata bersama dan outbond bagi staf perawat, agar kegiatan ini dapat menyegarkan fikiran staf perawat, serta pengakuan terhadap keberhasilan pekerjaan staf perawatan seperti memberikan penghargaan. Kepustakaan : 45 Buku ( 2008-2013 ) Kata Kunci : Motivasi Kerja, Kinerja Perawat
Pengaruh Kegel Exercise Terhadap Penurunan Nyeri (Dismenorea) Pada Siswi SMPN 05 Kabupaten Bekasi Tahun 2019
Dismenorea sangat berdampak pada remaja usia sekolah karena menyebabkan merekaa tidak masuk sekolah dikarenakan nyeri. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Kegel Exercise terhadap penurunan ras nyeri (Dismenorea) pada siswi SMPN 05 Kecamatan Tambun Utara Kabupaten Bekasi Tahun 2019. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan Quasy Experiment menggunakan One Group Pre-test and Posttest Design. Populasi pada penelitian ini seluruh siswi kelasi VII dan VIII di SMPN 05 Kecamatan Tambun Utara Kabupaten Bekasi Tahun 2019 sebanyak 30 siswi yang mengalami dimenorea haid pertama. Dengan teknik Total Sampling, dengan jumlah sampel 30 responden. Instrumen yang menggunakan uji T dependen (Paired Sample T Test) dengan nilai signifikann < α (0,05). Hasil penelitian didapatkan pretest (0,156) dan posttest (0,115) dimana nilai signifikan >0,05 dan uji statistik menunjukkan bahwa hasil P value = 0,000 (<0,05). Artinya ada pengaruh kegel exercise terhadap penurunan nyeri (dimenorea) pada siswi SMPN 05 Kecamatan Tambun Utara Kabupaten Bekasi Tahun 2019. Kesimpulan dari penelitian ini ada pengaruh kegel exercise terhadap penurunan nyeri (dismenorea) pada siswi Kecamatan Tambun Utara Kabupaten Bekasi Tahun 2019. Diharapkan remaja dapat melakukan kegel exercise untuk mengurangi rasa nyeri (dismenora) dalam kegiataj UKS seperti kegiatan penyuluhan kesehatan reproduksi.
Hubungan Karakterisik Pasien Terhadap Lama Pemantauan Pasca Operasi Dengan Anestesi Spiral Pada Pasien Seksio Sesarea di Ruang Pemulihan Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong Tahun 2017
Periode pulih sadar dimulai segera setelah pasien meninggalkan meja operasi sampai dengan pasien sadar dari pengaruh anestesi. Pengawasan untuk pasien ini yaitu berada di ruang pemulihan. Lamanya masa pulih sadar berbeda-beda pada setiap penderita, tergantung pada berbagai keadaan antara lain riwayat penderita sebelum operasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik pasien terhadap lama waktu pemantauan kondisi klien pasca operasi dengan anestesi spinal pada pasien SC di ruang pemulihan rumah sakit sentra medika cibinong. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan metode survey dengan jumlah 53 responden. Analisa data univariat menggunakan distribusi frekuensi umur, berat badan dan lama observasi sedangkan analisa bivariat menggunakan uji T dan uji korelasi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti dari 53 responden, didapatkan bahwa dalam uji t nilai signifikan 0,923 > 0,05 dan nilai t hitung 0,098 < 2,008 (t tabel) yang artinya bahwa umur tidak mempengaruhi lama pemantauan pasien pasca operasi, sedangkan hasil dari perhitungan uji korelasi adalah nilai signifikan 0,05 ≤ 0,05 artinya bahwa berat badan mempengaruhi lama pemantauan pasca operasi di ruang pemulihan
Studi Fenomenologi Pengalaman Pasien dengan Penyakit Stroke di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong Tahun 2018
Stroke adalah suatu penyakit saraf akibat penyumbatan pembuluh darah atau pecahnya pembuluh darah diotak yang menyebabkan penurunan fungsi tubuh. Hal tersebut berdampak pada perubahan body image pasien stroke, baik secara fisik maupun psikologis. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan pengalaman pasien stroke setelah mengalami stroke di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong Tahun 2018. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif fenomenologi dengan metode wawancara mendalam terhadap 8 partisipan. Data berupa rekaman wawancara dan catatan lapangan, dibuat transkip dan dianalisis menggunakan teknik Colaizzi (1978). Hasil penelitian didapatkan empat tema, yaitu pengetahuan pasien mengenai stroke, respon psikologis, upaya pencegahan stroke berulang, dan harapan pasien setelah stroke. Hasil penelitian menunjukkan pasien menginterpretasikan stroke sesuai apa yang mereka rasakan baik secara fisik maupun psikologis. Respon pasien terhadap stroke dipengaruhi oleh koping individu yang berdampak pada intervensi yang akan dilakukan setelah mengalami stroke. hal tersebut memberikan gambaran pada penatalaksanaan stroke dari segi fisik dan psikologis guna tercapainya tujuan asuhan keperawatan. Diharapkan perawat harus memperhatikan aspek psikologis dalam memberikan asuhan keperawatan terhadap pasien stroke dengan cara meningkatkan kemampuan aspek positif pada pasien stroke berupa cognitive behavior dan cognitive behaviour therapy
Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Tingkat Stres Pada Mahasiswa Prodi NERS dalam Perkuliahan Dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi di Institut Medika Drg. Suherman Tahun 2018
Menurut Priyoto (2014) pengertian stres adalah suatu reaksi fisik dan psikis terhadap setiap tuntutan yang menyebabkan ketegangan dan menggangu stabilitas kehidupan sehari-hari. Berdasarkan data World Health Organization (WHO), sekitar 450 juta orang di Dunia mengalami stres. Untuk di Indonesia tercatat sekitar 10% dari total penduduk Indonesia yang mengalami stres. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), pada tahun 2013 menyebutkan bahwa sekitar 1,33 juta penduduk DKI Jakarta mengalami stres dimana angka tersebut mencapai 14% dari total penduduk dengan tingkat stres akut mencapai 1-3% dan stres berat mencapai 7-10%.. Tujuan penelitian ini adalah Untuk Mengetahui Tingkat stress mahasiswa Ners Pada Perkuliahan Dengan Kurikulum berbasis kompetensi di Institut Medika Drg Suherman tahun 2018 Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analitik Kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 57 mahasiswa prodi ners dan sampel penelitian 57 mahasiswa podi ners dengan total sampling, yaitu teknik pengambilan sample kurang dari 100 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis yang digunakan adalah univariat dan analisis bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semua faktor yang diteliti berhubungan secara bermakna dengan tingkat stress mahasiswa . Variabel yang berhubungan adalah tingkat individu (p=0,02 dan OR=7,673), tingkat kelompok (p=0,03 dan OR=6,667) dan variable yang tidak berhubungan ekstraoragananisional (p= 0.239 dan OR= 2.269 Dari hasil penelitian didapatkan adanya hubungan antara tingkat individu dan tingkat kelompok dan tidak ada hubungan antara ekstraorgananisioanal dengan tingkat stress mahasiswa prodi ners pada perkuliahan dengan kurikulum berbasis kompentensi Tahun 2018. Untuk mengurangi tingkat stress pada perkuliahan dapat dilakukan kegiatan positif dapat mengurangi stress,touring setiap setahun sekali dan program lainnya
Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Perilaku Jajan Sembarangan Pada Siswa-Siswi SDN Sidangsari 02 Kabupaten Bekasi Tahun 2018
Jajan sembarangan adalah perilaku membeli makanan atau minuman yang tidak memilih-milih jenis makan dan minuman yang akan di konsumsi. Sekitar 40-45% pangan jajan anak sekolah di Indonesia tidak memenuhi syarat kesehatan. Jajan sembarangan yang bisa mengakibatkan diare, resiko kanker karena makanan yang bersifat karsinogenik, terinfeksi bakteri dan cacing, gangguan pencernaan, keracunan makanan, tifus, muntah berulang, tidak nafsu makan, kembung, perlukaan pada lambung, kerusakan hati, amandel (tonsillitis), dan sebagainya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara perilaku jajan sembarangan dengan pengetahuan, sikap, peran orangtua, peran teman, dan peran guru pada siswa-siswi SDN Sindangsari 02 Kabupaten Bekasi tahun 2018. Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa-siswi kelas IV dan V SDN Sindangsari 02, menggunakan total sampling dengan jumlah sampel 113 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data berupa analisis univariate dan bivariate, dengan uji statistik menggunakan Kai Kuadrat. Dari hasil penelitian ini di dapatkan ada hubungan antara pengetahuan dengan P Value 0,012 <α 0,05 dan OR 2,907, sikap dengan P Value 0,012 dan OR 2,836, peran orangtua dengan P Value 0,036 dan OR 2,426, peran teman dengan P Value 0,004 dan OR 3,321, peran guru dengan P Value 0,022 dan OR 2,597, dengan perilaku jajan sembarangan pasa siswa-siswi SDN Sindangsari 02. Hasil penelitian menunjukan adanya kesesuaianantara teori dengan apa yang terjadi dilapangan. Diharapkan bagi para siswa dan siswi setelah mengetahui bahaya atau dampak buruk dari jajan sembarangan diharapkan para siswa dan siswi yang jajan sembarangan (tidak memilih-milih makanan yang dibeli) setidaknya dapat dikurangi dan dapat memilih jajanan yang sehat.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku Perawat dalam Menuntaskan Pekerjaan Tepat Waktu di Ruang Perawatan Anak Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong Tahun 2018
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku perawat dalam menuntaskan pekerjaan tepat waktu di Ruang Anak RS Sentra Medika Cibinong. Penelitian ini dengan menggunakan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini 30 perawat anak yang diambil dengan tekhnik Total Sampling. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa perawat anak yang memiliki perilaku baik sebanyak 25 perawat (83,3%) dari 30 perawat. Hasil analisis univariat menunjukkan sebagian besar perawat anak memiliki pengetahuan yang baik yaitu 23 perawat (76,7%) p value 0,006. Kemudian didapatkan informasi sebagian besar perawat anak memiliki sikap baik yaitu 21 perawat (70%) p value 0,019. Selanjutnya sebagian besar perawat anak memiliki keterampilan yang baik dalam bekerja yaitu 24 perawat (80%) p value 0,041. Kemudian yang terakhir didapatkan informas sebagian besar perawat anak memiliki motivasi yang kurang dalam bekerja yaitu 21 perawat (70%) p value 0,019. Dari hasil penelitian sebagian besar perawat anak berperilaku baik dalam bekerja, namun mereka memiliki motivasi kerja yang kurang baik. Oleh sebab itu disarankan agar pihak manajemen meningkatkan motivasi kerja perawat dengan adanya pengakuan dan pemebrian penghargaan kepada staf perawat, serta diadakannya rekreasi atau familly gathering yang melibatkan keluarga staff perawat yang bertujuan untuk menyegarkan fikiran staf perawat dan mengurangi tingkat stress dalam bekerja.
Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Motivasi Orang Tua Dalam Pemberian Terapi Transfusi Pada Anak Dengan Thalasemia di RS Sentra Medika Cikarang Tahun 2018
Latar Belakang : Thalasemia merupakan sindrom kelainan yang diwariskan dan masuk kedalam kelompok hemoglobinopati. Thalasemia merupakan penyakit yang banyak ditemukan pada anak-anak dan penderitanya tersebar diseluruh dunia. Sampai saat ni thalasemia belum dapat disembuhkan. Transfusi darah masih merupakan terapi satusatunya bagi pasien thalasemia guna mempertahankan hemoglobin darah. Memenuhi kebutuhan dasar anak adalah kewajiban yang harus dipenuhi oleh orang dewasa atau orangtua, dalam mmenuhi kebutuhan asih pada anak peran orangtua sangat penting dalam pemberian terapi transfusi pada anak dengan thalasemia karena anak belum bisa secara mandiri dalam memenuhi kebutuhannya. Tujuan : Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan motivasi orangtua dalam pemberian terapi transfusi pada anak dengan thalasemia di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang Tahun 2018 Metode : Desain dalam penelitian ini adalah Analitik Kuantitatif dengan rancangan atau penelitian cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah orangtua dari anak penderita thalasemia di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang dengan populasi berjumlah 252 orang. Dengan menggunakan Rumus Lameshow didapatkan sampel pada penelitian ini berjumlah 70 orang, dan teknik pengambilan sampel menggunakan Accidental Sampling. Analisis data di lakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan nilai signifikan alpha 5% (α = 0,05) dengan uji continuity correction sebagai alternatif nya. Hasil : Ada hubungan antara usia, pengetahuan, akses fasilitas kesehatan, sosial ekonomi, konsep diri dengan motivasi orangtua dalam pemberian terapi transfusi pada anak dengan thalasemia di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang, didapatkan Odds Ratio (OR) dari variabel usia adalah 5,400, variabel pengetahuan adalah 3,652, variabel akses fasilitas kesehatan adalah 4,686, variabel sosial ekonomi adalah 3,167, variabel konsep diri adalah 3,167. Kesimpulan : Orangtua yang berusia dewasa awal (<35 tahun) lebih memeiliki resiko 5,400 kali mempunyai motivasi yang kurang dalam pemberian terapi transfusi pada anak dengan thalasemia dibandingkan dengan orangtua yang berusia desawa akhir (≥35 tahun). Orangtua dengan pengetahuan kurang memiliki resiko 3,652 kali memiliki motivasi kurang dalam pemberian terapi transfusi pada anak dengan thalasemia dibandingkan dengan orangtua dengan pengetahuan baik. Orangtua yang menyatakan akses fasilitas kesehatan kurang memiliki resiko 4,686 lebih besar memiliki motivasi yang kurang dalam pemberian terapi transfusi pada anak dengan thalasemia dibandingkan dengan orangtua yang menyatakan akses fasilitas kesehatan baik. Orangtua dengan penghasilan rendah memiliki resiko 3,167 lebih besar memiliki motivasi yang kurang dalam pemberian terapi transfusi pada anak dengan thalasemia dibandingkan dengan orangtua dengan penghasilan tinggi. Orangtua dengan konsep diri rendah memiliki resiko 3,167 lebih besar memiliki motivasi yang kurang dalam pemberian terapi transfusi pada anak dengan thalasemia dibandingkan dengan orangtua dengan konsep diri baik. Saran : Diharapkan melalui penelitian ini orangtua diharapkan dapat meningkatkan atau mempertahankan motivasi dalam pemberian terapi transfusi pada anak dengan thalasemia
Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Perilaku Kekerasan Tawuran Pada Remaja di SMK Dwi Bhakti Ciledug-Cirebon
Latar Belakang : Perilaku kekerasan tawuran hingga saat ini semakin meningkat, Berdasarkan data informasi Kemenpora tahun 2009 kenakalan remaja tertinggi tercatat di Provinsi Jawa Barat sebesar 10 kejadian, 23 pelajar terlibat tawuran yang berasal dari dua sekolah, yakni SMKN 1 Kota Cirebon dan SMK Nasional Kota Cirebon. Di Cirebon Jawa Barat sedikitnya 250 pelajar sekolah menengah kejuruan (SMK) yang terlibat tawuran dan sekolah yang terlibat tawuran yang mayoritas siswanya laki-laki. Tujuan : untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku kekerasan tawuran pada siswa SMK Dwi Bhakti Ciledug Kabupaten Cirebon tahun 2018. Metode : Metode penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK Dwi Bhakti Ciledug Kabupaten Cirebon Tahun 2018. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan total sampling dengan jumlah responden sebanyak 208 orang. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner dan uji statistik menggunakan chi square. Hasil : Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan perilaku kekerasan tawuran (p = 0,021 < α=0,05), sikap (p = 0,043 < α=0,05), pola asuh orang tua (p = 0,029 < α=0,05), pengaruh teman sebaya (p = 0,021 < α=0,05). Kesimpulan : remaja dengan pengetahuan baik mempunyai efek proteksi terhadap perilaku kekerasan tawuran dibandingkan remaja dengan pengetahuan kurang baik, remaja dengan sikap baik mempunyai efek proteksi terhadap perilaku kekerasan tawuran dibandingkan remaja dengan sikap kurang baik, remaja dengan pola asuh orang tua baik mempunyai efek proteksi terhadap perilaku kekerasan tawuran dibandingkan remaja dengan pola asuh orang tua kurang baik, remaja dengan tidak terpengaruh teman sebaya mempunyai resiko terhadap perilaku kekerasan tawuran dibandingkan remaja dengan terpengaruh teman sebaya. Saran : Diharapkan untuk mengurangi perilaku kekerasan tawuran khususnya bagi responden disarankan untuk lebih berhati-hati dalam bergaul dengan siapapun itu, saling menghargai, berperilaku sopan dan menerapkan moral yang baik, terus mencari tahu dampak dan bahaya dari tawuran serta mengisi waktu yang senggang dengan kegiatan yang positif seperti belajar kelompok.
Hubungan Gaya Hidup Dengan Derajat Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di RW 003 Desa Sukahurip Kecamatan Sukatani Kabupaten Bekasi Tahun 2018
Latar Belakang : Data yang didapatkan pada saat aplikasi di RW 003 Desa Sukahurip Kecamatan Sukatani Kabupaten Bekasi pada bulan Juni 2018 – Juli 2018 didapatkan penderita dengan hipertensi sebanyak 42 orang, dengan umur 23-61 tahun. Kejadian hipertensi sering kali dikaitkan dengan faktor yang dapat memperbesar risiko atau kecenderungan seseorang menderita hipertensi, diantaranya adalah pola makan, aktivitas fisik, perilaku merokok, stres (faktor yang dapat dimodifikasi), sedangkan faktor yang tidak dapat dimodifikasi diantaranya adalah faktor genetik, riwayat keluarga, usia, ras. Tujuan : Mengetahui hubungan gaya hidup (pola makan, aktivitas fisik, perilaku merokok, manajemen stres) dengan derajat tekanan darah di RW 003 Desa Sukahurip Kecamatan Sukatani Kabupaten Bekasi. Metode : Desain dalam penelitian ini adalah Analitik Kuantitatif dengan rancangan atau penelitian cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah penderita hipertensi usia produktif (23-61 tahun) di RW 003 Desa Sukahurip Kecamatan Sukatani Kabupaten Bekasi. Sampel berjumlah 42 responden. Analisis data di lakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan nilai signifikan alpha 5% (α = 0,05) dengan uji continuity correction sebagai alternatif nya. Hasil : Ada hubungan antara pola makan, aktifitas fisik, manajemen stres dan tidak ada hubungan antara perilaku merokok dengan derajat tekanan darah pada penderita hipertensi di RW 003 Desa Sukahurip Kecamatan Sukatani Kabupaten Bekasi Tahun 2018, didapatkan Odds Ratio (OR) dari variabel pola makan 7,600, aktivitas fisik 7,000, manajemen stres 4,875. Kesimpulan : Pola makan, aktivitas fisik dan manajemen stres berhubungan dan prilaku merokok tidak berubungan dengan derajat tekanan darah karena sebagian besar penderita hipertensi tidak merokok. Saran : Diharapkan melalui penelitian ini dapat memberikan saran agar penderita hipertensi dapat melakukan gaya hidup sehat untuk menghindari komplikasi lebih lanjut.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Fatigue Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Setelah Menjalani Hemodialisa di RS Sentra Medika Cikarang
Latar Belakang : Gagal Ginjal Kronik (GGK) adalah gangguan fungsi ginjal yang progresif dan tidak dapat pulih kembali, dimana tubuh tidak mampu memelihara metabolisme dan gagal memelihara keseimbangan cairan dan elektrolit yang berakibat pada peningkatan ureum. Hemodialisa masih sebagai terapi utama dalam penanganan gangguan ginjal kronik, namun memiliki dampak bervariasi, diantaranya komplikasi intradialisis, efek hemodialisis kronik berupa fatigue. Data dari studi pendahuluan di RS Sentra Medika Cikarang yaitu terdapat pasien sebanyak 120 pasien pada bulan desember, 147 pasien pada bulan januari, 275 pasien pada bulan februari dengan 150 pasien yang berusia 26-45 tahun. Adapun faktor yang mempengaruhi fatigue yaitu usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, kadar hemoglobin, dan pekerjaan. Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi fatigue pada pasien gagal ginjal kronik setelah menjalani hemodialisa di RS Sentra Medika Cikarang Tahun 2018. Metode : Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan rancangan penelitian Cross Sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu pasien gagal ginjal kronik setelah di hemodialisa di RS Sentra Medika Cikarang dengan populasi yang berjumlah 150. Sampel yang diambil sebanyak 65 responden dengan menggunakan rumus accidental sampling. Instrument yang digunakan dalam pengambilan data adalah kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat berupa uji chi-square dengan nilai signifikan α < 0,05. Hasil ; Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semua faktor yang diteliti terdapat pengaruh secara bermakna dengan fatigue pada pasien gagal ginjal kronik setelah menjalani hemodialisa. Variabel yang mempengaruhi adalah pendidikan (P value = 0,018 dan OR = 4,028), latihan fisik (P value = 0,031 dan OR = 3,590) Dan pekerjaan (P value = 0,023 dan OR = 3,857). Dari hasil penelitian didapatkan adanya pengaruh pendidikan, latihan fisik, dan pekerjaan. Kesimpulan : Ada pengaruh antara pekerjaan, pendidikan dan latihan fisik dengan fatique pada pasien gagal ginjal kronik setelah menjalani hemodialisa Saran : Diharapkan perawat hemodialisa dapat melakukan latihan fisik ke pasien pada saat dihemodialisa dan memberikan edukasi tentang gagal ginjal kronik dan fatigue agar pasien dapat memelihara kesehatannya dengan baik, pasien dapat melakukan latihan fisik selama 2-3 kali dalam seminggu dengan durasi 30-45 menit agar dapat mengurangi rasa fatigue yang berat serta peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian eksperimen.
Faktor-faktor yang Berhuungan Dengan Motivasi Klien Stroke Melakukan Rentang Gerak di RSUD Kota Bekasi Tahun 2018
Stroke merupakan penyakit neurologis atau vokal yang terjadi akibat penyubatan dan pecahnya pembuluh darah di otak yang berlangsung selama lebih dari 24 jam yang menyebabkan kematian kurang dari 24 jam pada penyakit stroke apabila tidak mendapat penangan khusus bisa menyebabkan kecacatan.Oleh karena itu untuk mempertahankan supaya tidak terjadi kekakuan pada otot dan sendi maka penderita stroke harus melakukan Range Of Motion. . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan Range Of Motion (ROM) terhadap peningkatan rentang sendi pasien stroke di RSUD Kota Bekasi Tahun 2018 Penelitian ini termasuk kedalam analitik kuantitaitf, dengan menggunakan metode Cross Sectional, yaitu faktor resiko dengan efek dilakukan pengukuran dengan cara, observasi ataupun pengumpulan data sekaligus satu saat. Adapun sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh klien stroke di RSUD Kota Bekasi jumlah sampel dengan menggunakan tingkat kesalahan 0,05. Populasi penelitian ini sebanyak 54 orang klien stroke dan jumlah responden yang akan diteliti sebanyak 54 responden. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara tingkat pendidikan (P value = 0,003< α (0,05) ; OR 6,750), dukungan keluarga (P value = 0,015< α (0,05) ; OR 4,722), peran dan fungsi keluarga (P value = 0,007 < α (0,05) ; OR 6,750),dan perilaku klien stroke (P value = 0,002 < α (0,05) ; OR 7,037) dengan motivasi klien stroke melakukan Range Of Motion (ROM) Diharapkan bagi klien stroke untuk melakukan latihan Range Of Motion (ROM) sedini mungkin supaya mampu mempertahankan kegiatan sehari-hari bagi keluarga yang memiliki anggota keluarga yang menderita stroke supaya selalu memberikan dukungan berupa motivasi dan dukungan lainnya. Kesimpulan latihan Range Of Motion (ROM) dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan rentang sendi pada ektremitas atas dan bawah pada stroke