Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

10.640 item publik

Publikasi

Halaman 508 dari 532

Hubungan Pengetahuan dan Sikap Mengenai Jajanan Aman Dengan Perilaku Memilih Jajanan Pada Siswa Kelas V di SDN Wanasari 01 Cibitung Tahun 2019

Armi; Dela Santika
2020 · Book · Open Access

Latar Belakang : Makanan jajanan adalah makanan dan minuman yang dipersiapkan untuk dijual oleh pedagang kaki lima di jalanan dan di tempattempat keramaian umum lain. Anak usia sekolah mempunyai kebiasaan untuk jajan sehabis waktu sekolah selesai. Sering kali jajanan tersebut dijajakan di pinggir jalan atau di pinggir saluran pembuangan air dan ditempatkan pada area terbuka sehingga, memudahkan terjadinya kontak antara pangan yang dijajakan dengan mikroba (Puspitasari, 2013). Berdasarkan hasil observasi dan wawancara kepada 10 siswa tersebut terdapat 2 anak yang mengalami penyakit diare, 4 sakit gigi, 4 batuk,pilek. Dan di SDN Wanasari 01 cibitung, sekolah ini tidak memiliki kantin sekolah dan siswa-siswa mayoritas mengkonsumsi jajanan dilingkungan sekolah. Masih banyak pedagang kaki lima yang terlihat menggunakan saos berwarna merah yang terang dan minyak yang digunakan untuk menggoreng lebih dari 2 hari sekali sehingga minyak yang digunakan berwarna hitam, banyak makanan yang dijualan dipinggir sekolahan, selain itu lingkungan sekitar tempat penjualan jajanan yang kurang bersih. Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan dan sikap mengenai jajanan aman dengan perilaku memilih jajanan di SDN Wanasari 01 Cibitung Tahun 2019. 1 Metode : Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan rancangan penelitian Cross Sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh siswa SDN Wanasari 01 Cibitung tahun 2019. dengan populasi yang berjumlah 112. Sampel yang diambil sebanyak 112 responden dengan menggunakan teknik total sampling. Instrument yang digunakan dalam pengambilan data adalah kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat berupa uji chi-square dengan nilai signifikan α < 0,05. Hasil ; Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semua faktor yang diteliti terdapat pengaruh secara bermakna dengan hubungan pengetahuan dengan perilaku memilih jajanan aman pada siswa SDN Wanasari 01 Cibitung tahun 2019. Variabel yang mempengaruhi adalah pengetahuan (P value = 0,005) dan hubungan antara sikap dengan perilaku memilih jajanan aman pada kelas V di SDN Wanasari 01 cibitung tahun 2019 (P value = 0,003). Dari hasil penelitian didapatkan adanya pengaruh dari pengetahuan dan sikap. Kesimpulan : Ada pengaruh antara hubungan pengetahuan dan sikap dengan perilaku memilih jajanan pada siswa kelas V di SDN Wanasari 01 Cibitung tahun 2019. Saran : Bagi siswa-siswa agar dapat meningkatkan pengetahuan mengenai jajanan aman agar tidak jajan disembarang tempat, lebih baik membawa bekal dari rumah dibandingkan jajanan dipinggir sekolah. Dan agar sekolah untuk di buatkan kantin sederhana untuk siswa-siswa jajan di dalam lingkungan sekolah agar tidak jajan sembarangan.

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Minat Ibu Hamil dalam Mengikuti Senam Hamil di RB Rhaudatunnadya Tahun 2019

Dwi Wulan Septiani; Lina Mardianti
2020 · Book · Open Access

Senam hamil adalah senam yang di lakukan pada masa kehamilan dengan tujuan untuk mempersiapkan fisik dan mental ibu hamil, dengan harapan proses persalinan akan berjalan lancar dan aman, akan tetapi pengetahuan tentang maanfaat dan dampak baik yang dihasilkan senam hamil belum diketahui oleh masyarakat luas, jadi tujuan penelitian ini untuk mengetahui distribusi frekuensi dan hubungan antara pengetahuan, pendidikan, pekerjaan, paritas, dan informasi dengan minat ibu hamil mengikuti senam hamil. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross sectional. Penelitian dilakukan di RB Rhaudatunnadya Cikarang, pengumpulan data dilaksanakan selama bulan Mei-Juni 2019, populasi penelitian ini adalah ibu hamil yang melakukan pemeriksaan ANC dengan sampel sebanyak 157 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis dilakukan univariat dan bivariat dengan uji chi-square yang bertujuan untuk menghubungngkan antara variabel independent dan variabel dependent. Hasil penelitian uji statistic Chi-Square di dapatkan ada hubungan antara minat ibu hamil dengan pengetahuan nilai P= 0,047 (P<a0,05) dan OR= 0,477, ada hubungan antara minat ibu hamil dengan pendidikan nilai P= 0,23 (P<a0,05) dan OR= 0,404, ada hubungan antara minat ibu hamil dengan pekerjaan nilai P= 0,018 (P<a0,05) dan OR= 0,435, ada hubungan antara minat ibu hamil dengan paritas nilai P= 0,25 (P<a0,05) dan OR= 0,394, ada hubungan antara minat ibu hamil dengan informasi nilai P= 0,029 dan OR= 0,461. Dengan minat ibu hamil mengikuti senam hamil Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan, pendidikan, pekerjaan, paritas, dan informasi dengan minat ibu hamil mengikuti senam hamil, saran dalam penelitian ini adalah ibu hamil agar lebih aktif mencari informasi tentang kesehatan ibu dan janinya khususnya senam hamil.

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian BBLR di RSUD Kabupaten Bekasi Periode Maret-April Tahun 2019

Ayu Pitriani; Eviana Yatiningsih
2020 · Book · Open Access

Indikator yang lazim digunakan untuk menentukan derajat kesehatan masyarakat adalah Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Kejadian berat bayi lahir rendah di Indonesia tahun 2014 yaitu 14% atau 710.000 dari 5 juta bayi lahir per tahun. Sedangkan menurut Survei Demografi dan Kesehatan (SDKI) tahun 2015 terdapat 7,5% atau 355.000 bayi lahir dengan berat badan lahir rendah (Depkes RI, 2015). Kejadian BBLR di RSUD Kab Bekasi periode Januari - November tahun 2018 sebesar 118 bayi dari 442 kelahiran hidup atau 26,6 % bayi yang BBLR. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor - faktor yang berhubungan dengan kejadian BBLR di RSUD Kab Bekasi periode Maret-April tahun 2019. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi yang baru lahir di RSUD Kab Bekasi pada periode Maret-April tahun 2019 yaitu sebanyak 157 bayi. Sample yang diteliti adalah seluruh bayi baru lahir yang mengalami BBLR di RSUD Kab Bekasi Periode Maret - April tahun 2019. Instrumen penelitian menggunakan lembar ceklis dan data sekunder. Analisis data Univariat menggunakan presentase dan analisis data Bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian bivariat menunjukan ada hubungan antara umur ibu dengan kejadian BBLR, nilai P=0,016, hasil OR 2,986. Ada hubungan antara paritas dengan kejadian BBLR, nilai P=0,041. Ada hubungan antara anemia dengan kejadian BBLR, nilai P=0,043. Ada hubungan antara jarak kehamilan dengan kejadian BBLR, nilai P=0,031, hasil OR 3,090. Kesimpulan dari hasil penelitian dari 4 variabel yamg diteliti memiliki hubungan antara umur, paritas, anemia dan jarak kehamilan dengan kejadian BBLR pada bayi baru lahir di RSUD KaB Bekasi periode Maret - April tahun 2019.

Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Ketuban Pecah Dini Pada Ibu Hamil di RSUD Kabupaten Bekasi Tahun 2018

Lina Mardianti; Siti Sarah
2020 · Book · Open Access

Ketuban pecah dini dapat menimbulkan berbagai masalah bagi ibu maupun janin, misalnya bagi ibu dapat terjadi, perdarahan postpartum, dan infeksi pada masa nifas. Pada janin dapat terjadi partus premature, dll. Kasus KPD di RSUD Kabupaten Bekasi Tahun 2017 sebanyak 148 kasus dari 442 persalinan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara gemeli, bayi besar, kelainan bawaan ketuban, dan infeksi dengan kejadian Ketuban Pecah Dini di RSUD Kabupaten Bekasi tahun 2018. Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin di RSUD Kabupaten Bekasi pada bulan Juni-November tahun 2018 yaitu 478 ibu. Sampel yang digunakan adalah seluruh ibu bersalin dengan ketuban pecah dini sebanyak 53 kasus. Namun, pada penelitian ini peneliti mengambil pembandingan sebanyak 3x dari kasus 1:3 dimana ibu yang mengalami ketuban pecah dini sebanyak 53 orang dan yang tidak mengalami ketuban pecah dini sebanyak 159 orang. Total sampel sebanyak 212 sampel. Sumber data didapat dari rekam medik (data sekunder). Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil penelitian Uji Statistic Chi-Square berdasarkan analasis univariat didapatkan bahwa sebagian kecil ibu hamil di RSUD Kabupaten Bekasi mengalami ketuban pecah dini sebanyak (25.0%), Gemeli sebanyak (28.3%), bayi besar sebanyak (12.7%), kelainan bawaan ketuban sebanyak (34.4%), infeksi vagina sebanyak (31.1%). Berdasarkan analisis bivariat didapatkan hasil bahwa variabel yang berhubungan dengan kejadian ketuban pecah dini adalah Gemeli (Pvalue:0.008 ; OR:2.528), bayi besar (Pvalue:0.006 ; OR:3.366), kelainan bawaan ketuban (Pvalue:0.037 ; OR:2.065), dan infeksi (Pvalue:0.040 ; OR:2.068) Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara kejadian ketuban pecah dini dengan (gemeli, bayi besar, kelainan bawaan ketuban, dan infeksi) pada ibu hamil di RSUD Kabupaten Bekasi tahun 2018. Saran bagi ibu hamil diharapakan dapat meningkatkan pengetahuan tentang deteksi dini pada ibu hamil apabila terjadinya ketuban pecah dini.

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Gangguan Jiwa di RT/RW 002/04 Desa Sukarahayu Kecamata Tambelang Kabupaten Bekasi Tahun 2019

Aprilina Sartika; Nurhadi Widodo
2020 · Book · Open Access

Latar Belakang : Gangguan jiwa merupakan seseorang yang mengalami gangguan pada fungsi mental yang meliputi emosi, pikiran perilaku, perasaan, motivasi, kemauan, keinginan dan persepsi sehingga menggangu dalam proses hidup di masyarakat (Nasir & Muhith, 2011). Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya gangguan jiwa belum diketahui secara pasti akan tetapi faktor yang diduga sebagai penyebab gangguan jiwa yaitu faktor somatik, faktor psikososial, dan faktor sosio-kultural (Direja, 2011). Gangguan jiwa dapat mempengaruhi fungsi kehidupan seseorang. Aktivitas, kehidupan sosial, ritme pekerjaan, serta hubungan dengan keluarga jadi terganggu karena gejala ansietas, depresi, dan psikosis. Seseorang dengan gangguan jiwa apapun harus segera mendapatkan pengobatan. Keterlambatan pengobatan akan semakin merugikan penderita, keluarga dan masyarakat (Yosep, 2011). Berdasarkan hasil studi pendahuluan data dari Humas Puskesmas kecamatan Tambelang terdapat 7 penderita gangguan jiwa di desa Sukarahayu kecamatan Tambelang kabupaten Bekasi tahun 2019. Hasil survey dan wawancara singkat yang dilakukan terhadap 20 orang warga yang tinggal di wilayah RT/RW 002/04 desa Sukarahayu kecamatan Tambelang kabupaten Bekasi tahun 2019 tentang pengetahuan gangguan jiwa diperoleh hasil 15 dari 20 orang warga, tidak mampu menjawab dengan tepat tentang pengertian gangguan jiwa, penyebab gangguan jiwa serta tanda gejala dari gangguan jiwa. Dimana dari 15 warga menjawab penderita gangguan jiwa adalah orang gila yang harus di hindari karena mereka berbahaya bagi orang lain dan bisa mengamuk kapan saja, Penyebab dari gangguan jiwa itu oleh guna-guna dan dari roh-orh jahat sebaiknya di kurung di dalam rumah, serta tanda gejala dari gangguan jiwa itu orang yang sering berteriak-triak sendiri, melamun dan berdiam diri, menangis dan berbicara sendiri. 5 orang warga mengatakan penderita gangguan jiwa merupakan kumpulan dari keadaan-keadaan yang tidak normal, baik yang berhubungan dengan fisik, maupun dengan mental, penyebab gangguan jiwa itu beban hidup yang berat maka menekan pikiran menjadi (depresi), dengan tanda gejala rasa putus asa, murung, gelisah dan cemas. Tujuan : Tujuan oenilitian ini diketahuinya faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat Pengetahuan masyarakat tentang gangguan jiwa di RT/RW 002/004 desa Sukarahayu kecamatan Tambelang kabupaten Bekasi Tahun 2019. Metode : Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan rancangan penelitian Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang tinggal di RT/RW 00/04 desa Sukarahayu kecamatan Tambelang kabupaten Bekasi yaitu sebanyak 385 warga. Sampel dalam penelitian adalah 80 responden dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah nonprobability sampling dengan teknik purposive sampling yaitu teknik penetapan sampel dengan cara memilih sampel diantara populasi sesuai dengan yang dikehendaki peneliti, sehingga sampel tersebut dapat mewakili karakteristik populasi yang telah dikenal sebelumnya (Nursalam, 2003). Instrument yang digunakan dalam pengambilan data adalah kuesioner dan data sekunder. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat berupa uji chi-square dengan nilai signifikan α < 0,05. Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semua faktor yang diteliti terdapat hubungan secara bermakna dengan tingkat pengaetahuan masyarakat di di RT/RW 002/004 desa Sukarahayu kecamatan Tambelang kabupaten Bekasi Tahun 2019. Variabel yang berhubungan adalah pendidikan (P value 0,016 < 0,05), pekerjaan (P value 0,047 < 0,05), umur (P value 0,028 < 0,05), lingkungan (P value 0,045 < 0,05), dan sosial budaya (P value 0,024 < 0,05). Kesimpulan : Ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan pendidikan, pekerjaan, umur, lingkungan, dan sosial budaya pada masyarakat di RT/RW 00/04 desa Sukarahayu kecamatan Tambelang kabupaten Bekasi 2019. Saran : Diharapkan bagi masyarakat terutama khususnya warga masyarakat yang di sekirat tempat tinggalnya terdapat penderita gangguan jiwa untuk lebih meningkatkan pengetahuan tentang gangguan jiwa misalnya mengikuti penyuluhan tentang gangguan jiwa, mencari informasi tentang ganguan jiwa melalui media masa (televisi, buku, koran dan majalah) atau mendiskusikannya dengan tenaga kesehatan setempat.

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Motivasi Belajar Pada Siswa Kelas VI di SDN Sukaresmi 06 Tahun 2019

Rahmat Saputra Jaya Mendrofa; Triseu Setianingsih
2020 · Book · Open Access

Latar Belakang : Motivasi adalah proses yang memberi semangat, arah, dan kegigihan perilaku. Artinya perilaku yang memiliki motivasi adalah perilaku yang penuh energi, terarah, dan bertahan lama. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan peneliti pada tanggal 18-20 Mei 2019 di SDN Sukaresmi 06, Cikarang Selatan, yang dilakukan kepada 12 siswa di dapatkan hasil dari wawancara bahwa siswa yang memiliki motivasi belajar rendah terdapat sebanyak 7 orang siswa sedangkan siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi terdapat sebanyak 5 orang siswa. Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan motivasi belajar pada siswa kelas VI di SDN Sukaresmi 06 tahun 2019. Metode : Jenis penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sample sebanyak 70 siswa dilaksanakan di SDN Sukaresmi 06. Instrumen dalam penelitian menggunakan kuesioner, dianalisa dengan Chi-Square. Hasil : Hasil penelitian sebagian besar menunjukan siswa motivasi rendah sebanyak (52.9%), siswa dengan motivasi tinggi ada sebanyak (47,1%). pengaruh dukungan keluarga rata-rata sebanyak (50%), pengaruh teman sebaya tidak ada pengaruh sebanyak (54.3%), pengaruh teknologi rata-rata sebanyak (50%), dan pengaruh dari karakteristik responden (jenis kelamin) rata-rata sebanyak (50%). Hasil analisa ada hubungan motivasi belajar dengan dukungan keluarga, ada hubungan motivasi belajar dengan pengaruh teknologi dan ada hubungan motivasi belajar dengan pengaruh teman sebaya. Saran : Diharapkan agar siswa mampu dapat meningkatkan motivasi belajarnya untuk prestasi belajar masa depan dan diharapkan agar dari berbagai faktor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa baik dari dukungan keluarga, pengaruh teman sebaya dan pengaruh teknologi mampu menjadi acuan siswa dalam menerapkan dan meningkatkan motivasi belajar.

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Motivasi Penderita Hipertensi Dalam Pemeriksaan Tekanan Darah di Desa Pantai Bahagia Kecamatan Muaragembong Tahun 2019

Abdul Fikri; Triseu Setianingsih
2020 · Book · Open Access

Latar Belakang : Data yang didapatkan pada saat aplikasi di Desa Pantai Bahagia Kecamatan Muaragembong Kabupaten Bekasi pada bulan Juni 2019 – Juli 2019 didapatkan penderita dengan hipertensi sebanyak 30 orang, dengan umur 23-61 tahun. Kejadian hipertensi sering kali dikaitkan dengan motivasi yang ada pada dalam diri dalam pemeriksaan tekanan darah, diantaranya ada pencapaian diri, tanggung jawab, dukungan keluarga dan dukungan petugas kesehatan. Tujuan : Mengetahui hubungan faktor internal dan eksternal (pencapaian, tanggung jawab, dukungan keluarga dan dukungan petugas keseshatan) dengan motivasi dalam pemeriksaan tekanan darah di Desa Pantai Bahagia Kecamatan Muaragembong Kabupaten Bekasi. Metode : Desain dalam penelitian ini adalah Analitik Kuantitatif dengan rancangan atau penelitian cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah penderita hipertensi usia produktif (23-61 tahun) di Desa Pantai Bahagia Kecamatan Muaragembong Kabupaten Bekasi. Sampel berjumlah 30 responden. Analisis data di lakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan nilai signifikan alpha 5% (α = 0,05) dengan uji fisher exact sebagai alternatif nya. Hasil : Ada hubungan antara pencapaian, tanggung jawab, dukungan keluarga dan dukungan petugas kesehatan dengan motivasi pada penderita hipertensi dalam pemeriksaan tekanan darah di Desa Pantai Bahagia Kecamatan Muaragembong Kabupaten Bekasi, didapatkan Odds Ratio (OR) dari variabel pencapaian 36,00, tanggung jawab 22,66, dukungan keluarga 27,00 dan dukungan petugas kesehatan 36,00. Kesimpulan : Pencapaian, tanggung jawab, dukungan keluarga dan dukungan petugas kesehatan berhubungan dengan motivasi penderita hipertensi dalam pemeriksaan tekanan darah. Saran : Diharapkan melalui penelitian ini dapat memberikan saran agar penderita hipertensi dapat termotivasi dalam memeriksakan tekanan darah secara rutin untuk menghindari komplikasi lebih lanjut.

Pengaruh Konsumsi Buah Apel Romebeauty Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe II di Klub Senam DM Puskesmas Tambelang Kabupaten Bekasi

Anggara
2020 · Book · Open Access

Diabetes Melitus meruupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kinerja insulin atau kedua-duanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi buah apel romebeauty terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe II di Klub Senam DM Puskesmas Tambelang Kabupaten Bekasi. Jenis penelitian menggunakan quasy experiment control time series design. Populasi penderita diabetes melitus berjumlah 105 orang. Sampel 20 responden diambil dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian didapatkan pada kelompok perlakuan sebelum konsumsi buah apel romebeauty mean 182,40 dan mean sesudah konsumsi buah apel romebeauty 156,00 . Pada kelompok kontrol didapatkan mean pre test 181,10 dan mean post test 177,00. Hasil uji statistik T-test pada kelompok perlakuan P Value = 0,001. Artinya terdapat pengaruh konsumsi buah apel romebeauty terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe II. Kesimpulan dari penelitian ini, mengkonsumsi buah apel romebeauty 3 kali perhari selama 7 hari dengan dosis 100 gr pada waktu setelah makan pagi, siang dan sore dapat menurunkan kadar gula darah penderita diabetes melitus dengan rata-rata 26,4 mg/dl.

Hubungan Kecanduan Smartphone dengan Kualitas Tidur Pada Mahasiswa Institut Medika Drg. Suherman Tahun 2019

Nur Miladiyah; Zainurrahman
2020 · Book · Open Access

Latar Bekang : masa remaja merupakan masa perpindahan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa, ditandai dengan kematangan fisik, kognitif, sosial dan emosional yang cepat untuk mempersiapkan diri menjadi laki-laki dewasa dan wanita dewasa. Batasan pada remaja sulit ditetapkan, namun periode ini biasanya digambarkan pertama kali dengan perkembangan karakteristik seks sekunder pada usia 11 sampai 12 tahun dan hingga berhentinya pertumbuhan pada usia 18 sampai 20 tahun. Tidur merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi setiap individu. Waktu yang dibutuhkan untuk tidur pada remaja usia 16-30 tahun adalah 7-9 jam setiap malamnya. Remaja sekarang ini mengalami gangguan saat tidur, seperti kurangnya waktu tidur. Hal ini terjadi dikarenakan lebih suka berada di depan layar seperti smartphone, Televisi, dan computer. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti, terhadap 5 mahasiswa/i di Institut Medika Drg Suherman, didapatkan bahwa 5 mahasiswa/i menggunakan smartphone di malam hari untuk mencari tugas dan membuka sosial media, 4 dari 5 mahasiswa/i mengatakan bahwa mereka menggunakan smartphone hingga jam 11 malam dan membuat mereka sulit untuk bangun dan mengantuk di pagi hari. Berdasarkan wawancara ini, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian di Institut Medika Drg Suherman untuk mengetahui bagaimana hubungan kecanduan smartphone dengan kualitas tidur pada mahasiswa. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kecanduan smartphone dengan kualitas tidur pada mahasiswa di Institut Medika Drg Suherman Metode : Metode yang digunakan Desain penelitian survey analitik cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Institut Medika Drg Suherman Cikarang 2019 dengan jumlah 480 orang. Sampel pada penelitian ini adalah Mahasiswa/i Institut Medika Drg Suherman yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi penelitian sebanyak 100 orang. Instrumen yang digunakan dalam pengambilan data adalah kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat berupa uji chi-square dengan nilai signifikan α < 0,05. Hasil : Hasil penelitian ini menunjukan terdapat hubungan yang bermakna antara kecanduan smartphone dengan kualitas tidur pada mahasiswa Institut Medika Drg Suherman (P value =0,003). Kesimpulan : Ada hubungan kecanduan smartphone dengan kualitas tidur pada mahasiswa di Institut Medika Drg Suherman Saran : Diharapkan diharapkan mampu menambah wawasan dan ilmu pengetahuan terutama mengenai kualitas tidur mahasiswa Institut Medika Drg Suherman saat ini.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Minat Ibu untuk Pijat Bayi Secara Teratur di RB Rhaudhatunnadya Tahunu 2019

Arnih Suryanih; Lina Mardianti
2020 · Book · Open Access

Pijat bayi merupakan terapi sentuhan sangat baik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi namun pengetahuan tentang pijat bayi belum banyak diketahui oleh masyarakat, dikarenakan masih mempercayakan pijat bayi kepada dukun bayi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui minat ibu tentang pijat bayi secara teratur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif desain cross sectional. Penelitian dilaksanakan di RB Rhaudhatunnadya cikarang,pengumpulan data dilaksanakan selama bulan april-mei 2019, populasi penelitian ini adalah ibu yang memeriksakan bayinya serta yang melakukan kunjungan imunisasi bayinya dari umur 0-12 bulan di RB Rhaudhatunnadya dengan sampel sebanyak 180 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis dilakukan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji chi square yang bertujuan untul menghubungkan antara variabel independent dan variabel dependent. Hasil analisis univariat sebagian besar ibu mempunyai minat untuk melakuakan pijat bayi secara teratur di RB Rhaudhatunnadya dengan presentase 63,5%, lebih banyak ibu yang berpengetahuan baik dengan presentase 61,8%, lebih banyak ibu yang berpendidikn tinggi dengan presentase 80,0%, lebih banyak ibu yang tidak bekerja dengan presentase 51,8%, lebih banyak ibu yang multipara dengan presentase 60,6%, lebih banyak ibu yang mendapat informasi dengan presentase 61,8%. Hasil analisis bivariat pengetahuan ibu tentang pijat bayi p value 0,011 (p>0,05) Ho ditolak, pendidikan p 0,015 (p>0,05) Ho ditolak, pekerjaan p value 0,018 (p>0,05) Ho ditolak, paritas p value 0,021 (p>0,05) Ho ditolak, informasi p value 0,011 (p>0,05) Ho ditolak. Kesimpulan : dari 5 variabel yang diteliti, seluruh variabel mempunyai hubungan yang bermakna dengan minat ibu untu pijat bayi secara teratur di RB Rhaudhatunadya. Saran dalam penelitian ini adalah RB Rhaudhatunnadya lebih memperhatikan tentang pertumbuhan dan perkembangan bayi dengan membangun minat ibu khususnya melakukan pemijatan bayi secara teratur.

Hubungan Menoragia Dengan Kadar Hemoglobin Pada Akseptor AKDR di Desa Wangun Harja Tahun 2019

Fatimah Ulfa; Herlina Simanjuntak
2020 · Book · Open Access

Alat kontrasepsi dalam rahim yang merupakan salah satu metode kontrasepsi jangka panjang yang memiliki efektifitas tinggi. Namun ada beberapa efek samping yang membuat pengguna KB AKDR merasa tidak nyaman, yaitu meningkatnya jumlah darah menstruasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan menoragia dengan kadar hemoglobin pada akseptor KB AKDR. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode analitik kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian cross sectional. Tenik pengambilan sampel ini secara total sampling yaitu sebanyak 43 responden yang merupakan akseptor KB AKDR di wilayah Desa Wangun Harja Kabupaten Bekasi. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dengan alat pemeriksa HB digital, analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan analisis bivariat. Hubungan variabel dependent dan independen di uji dengan Chi-square. Hasil penelitian Uji Statistik berdasarkan analisis univariat didapatkan bahwa sebagaian ibu yang menggunakan KB AKDR di Desa Wangun Harja yang mengalami anemia sebanyak 21 (48,8%) dan yang tidak mengalami anemia sebanyak 22 (51,2%) sedangkan akseptor KB AKDR yang mengeluh mengeluarkan darah lebih banyak dari sebelumnya atau menoragia sebanyak 30 (69,8%) dan yang yang tidak mengalami menoragia 13(30,2%. Berdasarkan analisa bivariat Uji Chi-square didapatkan hasil bahwa variabel yang berhubungan dengan menoragia dengan kadar hemoglobin pada akseptor kb AKDR (P.value 0,036 dan OR 0,174) Kesimpulan dari 1 variabel yang diteliti (menoragia) hasilnya berhubungan dengan kadar hemoglobin pada akseptor kb AKDR di Desa Wangun Harja Kabupaten Bekasi. Saran yang diharapkan dapat menerapkan asuhan pasca pemasangan AKDR dalam mengantisipasi efek samping dari kontrasepsi AKDR, yaitu menoragia yang berdampak kejadian pada anemia difiensi zat besi.

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Wanita Pasangan Usia Subur Tentang KB Implant di RB Rhaudatunnadya Cikarang Utara Tahun 2019

Ida Widaningsih; Suryani
2020 · Book · Open Access

Implant merupakan metode kontrasepsi hormonal yang memiliki efektivitas sangat tinggi serta memiliki angka kegagalan yang rendah. Implant juga merupakan alat kontrasepsi yang sangat sesuai bagi Pasangan Usia Subur yang ingin memakai kontrasepsi dalam jangka panjang untuk mengatur jarak kehamilan. Menurut BKKBN, program KB dengan penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang masih kurang peminatnya termasuk implant. Salah satu penyebab adalah kurangnya pengetahuan akseptor tentang implant. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross sectional. Penelitian dilakukan di RB Rhaudatunnadya Cikarang, pengumpulan data dilaksanakan selama bulan Mei 2019, populasi penelitian ini adalah seluruh akseptor KB yang datang ke RB Rhaudatunnadya Cikarang dengan sampel sebanyak 139 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis dilakukan univariat dan bivariat dengan uji chi-square yang bertujuan untuk menghubungkan antara variabel independent dan variabel dependent. Hasil penelitian uji statistic Chi-Square di dapatkan ada hubungan antara pengetahuan wanita PUS tentang KB Implant dengan umur nilai P= 0,035 (P<a0,05) dan OR=2,203, ada hubungan antara pengetahuan wanita PUS tentang KB Implant dengan pendidikan nilai P= 0,036 (P<a0,05) dan OR= 2,649, ada hubungan antara pengetahuan wanita PUS tentang KB Implant dengan penghasilan nilai P= 0,033 (P<a0,05) dan OR= 2,500, ada hubungan antara pengetahuan wanita PUS tentang KB Implant dengan pekerjaan nilai P= 0,032 (P<a0,05) dan OR= 2,278. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan yang bermakna antara umur, pendidikan, penghasilan dan pekerjaan, dengan pengetahuan wanita PUS tentang KB Implant.

Pengaruh Pembelian Jus Buah Belimbing dan Madu Terhadap Perubahan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi di RT09 RW02 Desa Sindangsari Kecamatan Cabangbungin Bekasi Tahun 2019

Edo Setiawan
2020 · Book · Open Access

Latar Belakang : Hipertensi adalah keadaan dimana tekanan darah mengalami peningkatan melebihi batas normal. Menurut WHO (2009, dalam Triyanto, 2014). Hipertensi adalah salah satu penyebab utama kematian dini diseluruh dunia. Di tahun 2020 sekitar 1,56 miliar orang dewasa akan hidup dengan hipertensi. Dari hasil survei kasus Hipertensi di Puskesmas Cabangbungin Kabupaten Bekasi pada urutan ke tiga dari sepuluh penyakit terbesar pada tahun 2018. Dari data diperoleh bahwa yang datang ke kepuskesmas pada tahun 2018 penderita hipertensi pada jumlah penduduk usia >18 tahun berdasarkan hasil pengukuran tekanan darah di puskesmas Cabangbungin sebanyak 499. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti di Rt 09 Rw 02 Desa Sindangsari Kecamatan Cabangbungin Kabupaten Bekasi Tahun 2019 mengatakan penduduk usia >18 tahun yang menderita hipertensi sebanyak 56 orang. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pemberian Jus Buah Belimbing dan Madu Terhadap Perubahan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi di Rt 09 RW 02 Desa Sindangsari Kecamatan Cabangbungin Bekasi tahun 2019”. 1 Metode : Jenis Penelitian ini menggunakan quasi eksperimental design dengan rancangan one group pre test post test. Sampel penelitian ini sebanyak 15 responden. Uji statistic yang digunakan yaitu uji T-test (paired sample). Teknik Paired t-Test digunakan untuk melihat pengaruh pemberian jus buah belimbing dan madu terhadap penurunan tekanan darah sebelum dilakukan tindakan (Pre - test) dan mengukur tekanan darah sesudah dilakukan tindakan (Post - test), maka teknik analisa bivariat yang digunakan adalah dengan uji Paired t-Test untuk mengetahui perubahan tekanan darah sesudah diberikan jus buah belimbing dan madu. Hasil ; Berdasarkan data yang diperoleh, hasil penelitian bahwa rata-rata proses penurunan tekanan darah pada pasien penderita hipertensi yang mengkonsumsi jus buah belimbing dan madu 142,67. Hasil uji statistik dengan uji beda dua mean dependent (paired sample T test) diperoleh P value =0,002 dengan nilai α = < α 0,05. Kesimpulan : Kesimpulan dari penelitian ini bahwa adanya perbedaan rata-rata tekanan darah sistolik dan diastolik sebelum mengkonsumsi jus buah belimbing dan madu, dan setelah mengkonsumsi jus buah belimbing dan madu di RT 09 RW 02 Desa Setialaksana Kecamatan Cabangbungin Kabupaten Bekasi tahun 2019. Saran : Dengan hasil penelitian ini penderita hipertensi agar lebih meningkatkan pengetahuan tentang obat tradisional untuk mempercepat proses penurunan tekanan darah tinggi sebagai tindakan tambahan selain mengkonsumsi obat-obatan.

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pola Asuh Dalam Tumbuh Kembang Anak di Taman Kanak-kanak Tunas Bangsa Kampung Cicau Desa Cicau Kecamatan Cikarang Pusat Kabupaten Bekasi Tahun 2019

Aprilina Sartika; Osan Anjayana
2020 · Book · Open Access

Latar Belakang : Proses pertumbuhan dan perkembangan dan proses perkembangan pada anak terjadi sejak dalam intra uterine hingga dewasa. Namun tak jarang dalam proses tersebut terjadi penyimpangan-penyimpangan tertentu. Masalah penyimpangan tumbuh kembang anak yang terjadi di masyarakat memang sangatlah bervariasi, diantaranya terjadi gangguan perkembangan, gangguan bicara, gangguan perkembangan motorik, gangguan mental dan lain-lain. Hasil studi pendahuluan peneliti yang dilakukan pada tanggal 20 Mei 2019 di TK Tunas Bangsa Kampung Cicau Desa Cicau Kecamatan Cikarang pusat Kabupaten Bekasi, terdapat 35 jumlah murid. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan mengunakan KPSP (Kuesioner Praskrining Perkembangan) di TK Tunas Bangsa didapatkan 8 dari 10 responden berada dalam kategori meragukan dimana kategori meragukan ini diambil bila jawaban yang diujikan hanya terdapat “YA” 8 butir dan maka hasilnya bisa di simpulkan yaitu “meragukan” (meragukan terjadinya penyimpangan dalam tumbuh kembang). Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pola asuh dalam tumbuh kembang anak di TK Tunas Bangsa Kampung Cicau Desa cicau Kecamatan Cikarang pusat kabupaten Bekasi Tahun 2019. Metode : Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Analitik Kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh orang tua yang mengantar anaknya di TK Tunas Bangsa Kampung Cicau Desa Cicau Kecamatan Cikarang Pusat Kabupaten Bekasi Tahun 2019 dimana jumlah seluruh responden adalah 35 orang tua. Penelitian ini akan di lakukan selama dua hari di TK Tunas Bangsa. Sampel yang diambil sebanyak 35 responden dengan menggunakan teknik Total Sampling. Instrument yang digunakan dalam pengambilan data adalah kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariate berupa uji Chi-square dengan nilai signifikan α < 0,05. Hasil : Hasil penelitian ini menunjukan bahwa semua faktor yang diteliti memiliki pengaruh bermakna dengan pola asuh dalam tumbuh kembang anak. Variable yang mempengaruhi adalah usia (p = 0,018 < α = 0,05), pendidikan (p = 0,032 < α = 0,05), status ekonomi (p = 0,039 < α = 0,05) dan Lingkungan (p = 0,030 < α = 0,05). Terdapat hubungan signifikan antara usia, pendidikan, status ekonomi dan lingkungan dengan pola asuh dalam tumbuh kembang anak di TK tunas bangsa. Kesimpulan : Ada hubungan antara usia, pendidikan, status ekonomi, dan lingkungan dengan pola asuh dalam tumbuh kembang anak di taman kanak-kanak tunas bangsa kampung cicau desa cicau kecamatan cikarang pusat kabupaten bekasi tahun 2019. Saran : Hasil penelitian ini diketahui bahwa terbukti berhubungan secara signifikan. Oleh karena itu penulis menyarankan agar peneliti selanjutnya bisa meneliti dengan variable yang lebih banyak lagi.

Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Motivasi Belajar Mahasiswa Program Studi S1 Keperawatan Dalam Menjalani Praktik Klinik Keperawatan di Institut Medika Drg. Suherman (IMDS) Tahun 2019

Aprilina Sartika; Neng Tita Nurawaliah
2020 · Book · Open Access

Latar Belakang : Praktik klinik merupakan salah satu bagian dari program akademik di fakultas keperawatan yang berguna untuk mengembangkan keterampilan, sikap, nilai-nilai dan kemampuan sesuai dengan standar kompetensi nasional untuk perawat . Dalam menjalani praktik klinik, tentu perlu adanya motivasi dalam diri mahasiswa. Motivasi sangat erat hubungannya dengan proses pembelajaran karena motivasi merupakan kondisi-kondisi yang mengaktifkan atau memberi dorongan dengan mencapai tujuan belajar. Berdasarkan hasil survei awal yang dilakukan peneliti melalui hasil wawancara kepada 10 mahasiswa/i semester IV dan VI diperoleh informasi bahwa kurangnya motivasi belajar mahasiswa/i dikarenakan belajar di lingkungan praktik klinik kurang kondusif, kurangnya dorongan dalam diri sendiri karena awalnya tidak ada minat menjadi mahasiswa keperawatan, CI klinik yang kurang ramah, terlalu banyak tugas laporan yang harus dikerjakan, sehingga menimbulkan kejenuhan pada mahasiswa. Faktor ini tidak terlepas dari peran seorang CI akademik (dosen) dan CI lapangan. Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan motivasi belajar mahasiswa/i program studi S1 keperawatan dalam menjalani praktik klinik keperawatan Di Institut Medika Drg. Suherman (IMDS) Tahun 2019. Metode : Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan rancangan penelitian Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa program studi S1 Keperawatan reguler semester IV dan VI, 1 Tahun Ajaran 2018/2019 di Institut Medika Drg. Suherman yang pernah menjalani praktik klinik keperawatan sebanyak 50 mahasiswa. Sampel yang diambil sebanyak 74 responden dengan menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan dalam pengambilan data adalah kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat berupa uji chi-square dengan nilai signifikan α < 0,05. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua faktor yang diteliti memiliki pengaruh secara bermakna dengan motivasi belajar. Variabel yang mempengaruhi adalah cita-cita dan aspirasi (p = 0,003 < α = 0,05), kondisi lingkungan belajar (p = 0,007 < α = 0,05), upaya pengajar (p = 0,004 < α = 0,05). Terdapat hubungan signifikan antara cita-cita dan aspirasi, kondisi lingkungan, dan upaya pengajar dengan motivasi belajar mahasiswa program studi S1 Keperawatan dalam menjalani praktik klinik keperawatan. Kesimpulan : Ada hubungan antara cita-cita dan aspirasi, kondisi lingkungan, dan upaya pengajar dengan motivasi belajar mahasiswa program studi S1 Keperawatan dalam menjalani praktik klinik keperawatan di Institut Medika Drg. Suherman tahun 2019. Saran : Diharapkan penelitian ini dapat memberikan masukan dan informasi bagi institusi pendidikan, CI akademik, CI lapangan serta menambah pengetahuan bagi mahasiswa untuk lebih meningkatkan motivasi belajar dalam menjalani praktik klinik keperawatan.

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Preeklamsia Pada Ibu Hamil di RSUD Kabupaten Bekasi Tahun 2018

Ika Kania Fatdo Wardani; Mariyam
2020 · Book · Open Access

Indikator yang umum digunakan dalam kematian ibu adalah AKI yaitu jumlah kematian ibu dalam 100.000 kelahiran hidup. AKI melonjak drastis dari 228 menjadi 359/100.000 kelahiran hidup pada tahun 2012. Berdasarkan kemenkes 2015 di Indonesia 309/100.000 kelahiran hidup. Dikarenakan preeklamsia di RSUD Kabupaten Bekasi tahun 2018 (17,9%) ibu hamil yang mengalami preeklamsia. tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil di RSUD Kabupaten Bekasi tahun 2018. Metode penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasinya seluruh ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya melalui ruangan bersalin (VK) di RSUD Kabupaten Bekasi pada bulan juli-desember Tahun 2018 yang berjumlah 476 orang. Sampel yang diteliti adalah ibu hamil yang mengalami preeklamsia sebanyak 85 orang. Instrument penelitian menggunakan rekam medis, analisis data univariat menggunakan presentase dan analisis data bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian bivariat menunjukan ada hubungan antara umur ibu dengan kejadian preeklamsia. nilai P=0,045, hasil OR 1,701. Ada hubungan paritas dengan kejadian preeklamsia nilai P=0,037, hasil OR 1,789. Ada hubungan pekerjaan dengan kejadian preeklamsia nilai P=0,009, hasil OR 2,069. Ada hubungan riwayat hipertensi dengan kejadian preeklamsia nilai P=0,047, hasil OR 0,603. Ada hubungan pendidikan dengan kejadian preeklamsia nilai P=0,025, hasil OR 2,381. Ada hubungan signifikan antara umur, paritas, pekerjaan, riwayat hipertensi, pendidikan dan tidak ada kesenjangan. Kesimpulan dari hasil penelitian dari 5 variabel yang diteliti memiliki hubungan antara umur, paritas, pekerjaan, riwayat hipertensi, dan pendidikan dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil di RSUD Kabupaten Bekasi tahun 2018 dan sesuai dengan teori-teori yang sudah dikemukakan. Diharapka kesadaran masyarakat khususnya ibu hamil agar lebih meningkatkan dan memelihara kesehatan untuk mencegah terjadinya preeklamsia dengan cara mencari informasi tentang tanda bahaya ibu hamil.

Hubungan Pemberian ASI Ekslusif Terhadap Penurunan Berat Badan Ibu yang Mempunyai Bayi Usia 0-6 Bulan di Desa Sukaringin Kecamatan Sukawangi Tahun 2019

Ida Widaningsih; Rani Anggraini
2020 · Book · Open Access

ASI Ekslusif adalah pemberian ASI saja tanpa tambahan makanan dan minuman lain selama umur bayi 0-6 bulan, Akan tetapi hingga saat ini masih banyak ibu yang mau memberikan ASI secara Ekslusif pada bayinya karena mereka beranggapan bahwa menyusui dapat menurunkan berat badan. adapun dampak Penurunan berat badan pada ibu menyusui dapat menimbulkan berbagai macam penyakit seperti stress, lemas , mengantuk, kurang nutrisi, Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross sectional. Penelitian dilakukan di Desa Sukaringin Kecamatan Sukawangi, pengumpulan data dilaksanakan selama bulan Mei-Juni 2019, populasi penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai bayi 0-6 bulan di Desa Sukaringin Kecamatan Sukawangi sampel sebanyak 78 ibu. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis dilakukan univariat dan bivariat dengan uji chi-square yang bertujuan untuk menghubungkan antara variabel independent dan variabel dependent. Hasil penelitian uji statistic Chi-Square di dapatkan ada hubungan antara Pemberian ASI Ekslusif terhadap penurunan berat badan ibu yang mempunyai bayi usia 0 – 6 bulan nilai P= 0,022 (P<a0,05) dan OR=4,783 ada hubungan antara Pemberian ASI Ekslusif terhadap penurunan berat badan ibu yang mempunyai bayi usia 0 – 6 bulan, Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan yang bermakna antara Pemberian ASI Ekslusif terhadap penurunan berat badan ibu yang mempunyai bayi usia 0 – 6 bulan, saran dalam penelitian ini adalah diharapkan ibu dapat mengetahui dampak dan resiko dari Pemberian ASI Ekslusif terhadap penurunan berat badan dan dapat memberikan informasi mengenai perubahan berat badan ibu menyusui secara Ekslusif untuk berkonsultasi ke pelayanan kesehatan terdekat untuk mengetahui jumlah kebutuhan gizi yang tepat pada masa menyusui dan manfaat dan menyusui secara Ekslusif.

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Ulkus Diabetikum pada Penderita DM Tipe II di RSUD dr. Chasbullah Abdul Madjid Kota Bekasi Tahun 2019

Shintia Amtasari
2020 · Book · Open Access

Latar Belakang: Diabetes Mellitus atau yang lebih dikenal sebagai kencing manis merupakan suatu kelainan pada seseorang yang sering ditandai dengan naiknya kadar glukosa dalam darah di karenakan akibat dari kurangnya kadar insulin dalam tubuh. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan pada tanggal 18 April 2018 di RSUD dr.Chasbullah Abdulmajid Kota Bekasi tercatat angka kejadian yang ditemukan di lapangan kejadian ulkus diabetik pada penderita diabetes mellitus tipe-2 mengalami peningkatan dari waktu ke waktu, yakni pada tahun 2018 sebanyak 240 pasien rawat inap, sedangkan pada tahun 2019 tercatat bulan Januari sebanyak 55 pasien, Februari sebanyak 95 pasien, Maret sebanyak 96 pasien dan April terhitung sampai saat ini sebanyak 22 pasien. Tujuan : Mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Ulkus Diabetikum Pada Penderita Dm Tipe II Di RSUD dr.Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi pada tahun 2019. Metode : Penelitian ini merupakan suatu penelitian dengan pendekatan studi Cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah paseien Ulkus Diabetikum yang dirawat di RSUD dr.Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi tahun 2018 rata-rata perbulannya berkisar 67 pasien. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan purposive sampling (sampel bertujuan) yaitu pengambilan sampel yang didasarkan pada suatu pertimbangan tertentu yang dibuat oleh peneliti sendiri, berdasarkan ciri atau sifat – sifat populasi yang sudah diketahui sebelumnya, cara pengambilan sampel dengan cara menetapkan ciri-ciri khusus yang sesuai dengan tujuan penelitian dan dapat memenuhi kriteria yang mendukung atau sesuai dengan penelitian sebanyak 37 responden. Instrument yang digunakan dalam pengambilan data adalah lembar kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat berupa uji Chi- square dengan nilai signifikan α < 0,05. Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara faktor merokok dengan kejadian ulkus diabetikum dengan hasil p value = 0,042 (<0,05) , ada hubungan antara faktor olahraga dengan kejadian ulkus diabetikum dengan hasil p value = 0,005 (<0,05), ada hubungan antara faktor lama DM dengan kejadian ulkus dengan hasil p value = 0,037 (<0,05) , ada hubungan antara faktor penggunaan alas kaki dengan kejadian ulkus diabetikum dengan hasil p value = 0,012 (<0,05), ada hubungan antara faktor perawatan kaki dengan kejadian ulkus diabetikum dengan hasil p value = 0,022 (<0,05), ada hubungan antara faktor dukungan keluarga dengan kejadian ulkus diabetikum dengan hasil p value = 0,001 (<0,05). Kesimpulan : Ada hubungan antara faktor merokok, faktor olahraga, faktor lama DM, faktor penggunaan alas kaki, faktor perawatan kaki, faktor dukungan keluarga dengan kejadian ulkus diabetikum pada penderita DM tipe II di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi Tahun 2019.

Gambaran Motivasi dam Sikap Remaja Untuk Berhenti Menyalahgunakan Obat Tramadol di Kampung P RT/RW 002/001 Desa S Kecamatan C Kabupaten Bekasi Tahun 2019

Zuhri Gomrowi
2020 · Book · Open Access

Latar Belakang : Tramadol merupakan obat anti-nyeri atau obat analgesic yang bekerja secara sentral (di otak) pada reseptor opioid maupun memodifikasi pengantaran sinyal nyeri dengan menghambat pengambilan kembali monoamine, tramadol mempunyai efek merugikan yang paling lazim dalam penggunaan pada waktu yang singkat dan biasanya hanya pada awal penggunaannya saja yaitu pusing, mual, sedasi, mulut kering, berkeringat dengan insidensi berkisar antara 2,5% sampai 6,5%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran motivasi dan sikap remaaja terhadap menyalahgunakan obat tramadol di Kampung P Rt/rw 002/001 Desa S Kecamatan C Kabupaten Bekasi Tahun 2019. Jenis penelitian ini menggunakan desaain penelitian Deskriptif Analitik. Teknik pengambilan sampel menggunakan Total Sampling sebanyak 32 remaja yang dilaksanakan di Kampung P Rt/rw 002/001 Desa S Kecamatan C Kabupaten Bekasi Tahun 2019. Instrumen ini dalam penelitian ini menggunakan kuesioner, yang dianalisa menggunakan analisis Univariat. Hasil penelitian menunjukan sebagian besar jenis kelamin laki-laki sebanyak 100%, usia 17-20 tahun sebanyak 64,6%, pendidikan SMA sebanyak 68,8%, pekerjaan pengangguran sebanyak 53,1%, lama menggunakan < 3 tahun sebanyak 65,6%, dorongan berhenti ya sebanyak 87,5%, motivasi remaja kurang baik sebanyak 53,1%, sikap remaja baik sebanyak 59,4%, menyalahgunakan obat tramadol dengan ketergantungan berat sebanyak 56,3%. Diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan sikap dalam berhenti menyalahgunakan obat tramadol pada remaja. Tujuan : Menganalisis gambaran motivasi dan sikap remaja untuk berhenti menyalahgunakan obat tramadol di Kampung P Rt/Rw 002/001 Desa S. Kecamatan C Kabupaten Bekasi tahun 2019. 1 Metode : Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Metode penelitian analitik kuantitatif dengan rancangan atau desain penelitian Deskriptif analitik, menjelaskan adanya hubungan antara variable melalui pengujian hipotese. Populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 32 remaja di Kampung P Rt/Rw 002/001 Desa S Kecamatan C kabupaten Bekasi yang menyalahgunakan obat tramadol. Teknik pengambilan sampel ini dengan menggunakan total sampling, yaitu pengambilan sampel dengan mengambil seluruh anggota populasi menjadi sampel. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariate. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua faktor yang diteliti memiliki pengaruh secara bermakna. Hasil yang didapatkan dari motivasi didapatkan bahwa remaja yang memiliki motivasi remaja kurang baik sebanyak 17 remaja (53,1%), dan motivasi remaja baik sebanyak 15 remaja (46,9%), dan hasil yang didapatkan dari sikap remaja baik sebanyak 19 remaja (59,4%), dan sikap remaja kurang baik sebanyak 13 remaja (40,6%). Kesimpulan : dari faktor yang telah diteliti mengenai variabel motivasi dan sikap, didapatkan hasil dari variabel motivasi mengindikasikan remaja yang memiliki motivasi kurang baik sebesar 53,1 %, dan motivasi remaja baik sebesar 46,9 %. Sedangkan variabel sikap mengindikasikan remaja dengan sikap baik sebesar 59,4 % dan remaja dengan sikap kurang baik sebesar 40,6 %. Saran : Diharapkan bagi masyarakat Kampung P Rt/Rw 002/001 Desa S Kecamatan C Kabupaten Bekasi khususnya remaja agar lebih memahami dan mengetahui bahaya menyalahgunakan obat tramadol, agar tidak terjerumus dalam bahayanya obat tramadol.

Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Bawang Merah (Alllium Cepan Var. Ascalonicum) Dengan Perilaku Ibu Dalam Penanganan Demam Pada Anak (0-1 Tahun) di Kp. Bendungan RW05 Desa Marengmang Kecamatan Kalijati Kabupaten Subang Tahun 2019

Meyti Oktapiani
2020 · Book · Open Access

Latar Belakang : Pengetahuan ibu dalam penanganan demam pada anak menimbulkan berbagai macam perilaku memberikan terapi farmakologi dan non farmakologi. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan peneliti pada tanggal 18-20 Mei 2019 di Kp. Bendungan RW 05 Desa. Marengmang Kecamatan. Kalijati Kabupaten. Subang yang dilakukan pada 50 orang ibu di dapatkan data hasil dari wawancara pada ibu yang mengetahui tentang bawang merah sebagai penurun demam dan tidak melakukan kompres bawang merah sebanyak 35 orang ibu, sedangkan ibu yang menggunakan bawang merah sebagai obat demam pada anak dan mengetahui manfaat bawang merah sebagai obat penurun demam pada anak sebanyak 15 orang ibu. Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang bawang merah (Allium Cepa Var. Ascalonicum) dengan perilaku ibu dalam penanganan demam pada anak (0-1 Tahun) di Kp. Bendungan RW 05 Desa. Marengmang Kecamatan. Kalijati Kabupaten. Subang. Metode : Jenis penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster sampling sebanyak 108 responden dilaksanakan di Kp. Bendungan RW 05. Instrumen dalam penelitian menggunakan kuesioner, dianalisa dengan Chi-Square. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar tingkat pengetahuan ibu rendah sebanyak (68.5%), perilaku ibu menggunakan pengobatan lain sebanyak (73.1%) dan perilaku ibu menggunakan kompres bawang merah sebanyak (26.9%). Hasil analisa ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang bawang merah terhadap perilaku ibu dalam penanganan demam pada anak p-value (0,003). Saran : Diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kesehatan dalam pendidikan kesehatan pada ibu tentang penanganan demam pada anak. Dan dapat memilih terapi pengobatan dengan tepat sesuai dengan peningkatan suhu tubuh yang di alami pada anak.