Armi; Dela Santika
2020 · Book · Open Access
Latar Belakang : Makanan jajanan adalah makanan dan minuman yang
dipersiapkan untuk dijual oleh pedagang kaki lima di jalanan dan di tempattempat
keramaian umum lain. Anak usia sekolah mempunyai kebiasaan untuk
jajan sehabis waktu sekolah selesai. Sering kali jajanan tersebut dijajakan di
pinggir jalan atau di pinggir saluran pembuangan air dan ditempatkan pada area
terbuka sehingga, memudahkan terjadinya kontak antara pangan yang dijajakan
dengan mikroba (Puspitasari, 2013). Berdasarkan hasil observasi dan wawancara
kepada 10 siswa tersebut terdapat 2 anak yang mengalami penyakit diare, 4 sakit
gigi, 4 batuk,pilek. Dan di SDN Wanasari 01 cibitung, sekolah ini tidak memiliki
kantin sekolah dan siswa-siswa mayoritas mengkonsumsi jajanan dilingkungan
sekolah. Masih banyak pedagang kaki lima yang terlihat menggunakan saos
berwarna merah yang terang dan minyak yang digunakan untuk menggoreng lebih
dari 2 hari sekali sehingga minyak yang digunakan berwarna hitam, banyak
makanan yang dijualan dipinggir sekolahan, selain itu lingkungan sekitar tempat
penjualan jajanan yang kurang bersih.
Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan
dan sikap mengenai jajanan aman dengan perilaku memilih jajanan di SDN
Wanasari 01 Cibitung Tahun 2019.
1
Metode : Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif
dengan rancangan penelitian Cross Sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu
seluruh siswa SDN Wanasari 01 Cibitung tahun 2019. dengan populasi yang
berjumlah 112. Sampel yang diambil sebanyak 112 responden dengan
menggunakan teknik total sampling. Instrument yang digunakan dalam
pengambilan data adalah kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah analisa
univariat dan bivariat berupa uji chi-square dengan nilai signifikan α < 0,05.
Hasil ; Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semua faktor yang diteliti
terdapat pengaruh secara bermakna dengan hubungan pengetahuan dengan
perilaku memilih jajanan aman pada siswa SDN Wanasari 01 Cibitung tahun
2019. Variabel yang mempengaruhi adalah pengetahuan (P value = 0,005) dan
hubungan antara sikap dengan perilaku memilih jajanan aman pada kelas V di
SDN Wanasari 01 cibitung tahun 2019 (P value = 0,003). Dari hasil penelitian
didapatkan adanya pengaruh dari pengetahuan dan sikap.
Kesimpulan : Ada pengaruh antara hubungan pengetahuan dan sikap dengan
perilaku memilih jajanan pada siswa kelas V di SDN Wanasari 01 Cibitung tahun
2019.
Saran : Bagi siswa-siswa agar dapat meningkatkan pengetahuan mengenai
jajanan aman agar tidak jajan disembarang tempat, lebih baik membawa bekal
dari rumah dibandingkan jajanan dipinggir sekolah. Dan agar sekolah untuk di
buatkan kantin sederhana untuk siswa-siswa jajan di dalam lingkungan sekolah
agar tidak jajan sembarangan.
Dwi Wulan Septiani; Lina Mardianti
2020 · Book · Open Access
Senam hamil adalah senam yang di lakukan pada masa kehamilan dengan tujuan untuk mempersiapkan fisik dan mental ibu hamil, dengan harapan proses persalinan akan berjalan lancar dan aman, akan tetapi pengetahuan tentang maanfaat dan dampak baik yang dihasilkan senam hamil belum diketahui oleh masyarakat luas, jadi tujuan penelitian ini untuk mengetahui distribusi frekuensi dan hubungan antara pengetahuan, pendidikan, pekerjaan, paritas, dan informasi dengan minat ibu hamil mengikuti senam hamil.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross sectional. Penelitian dilakukan di RB Rhaudatunnadya Cikarang, pengumpulan data dilaksanakan selama bulan Mei-Juni 2019, populasi penelitian ini adalah ibu hamil yang melakukan pemeriksaan ANC dengan sampel sebanyak 157 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis dilakukan univariat dan bivariat dengan uji chi-square yang bertujuan untuk menghubungngkan antara variabel independent dan variabel dependent.
Hasil penelitian uji statistic Chi-Square di dapatkan ada hubungan antara minat ibu hamil dengan pengetahuan nilai P= 0,047 (P<a0,05) dan OR= 0,477, ada hubungan antara minat ibu hamil dengan pendidikan nilai P= 0,23 (P<a0,05) dan OR= 0,404, ada hubungan antara minat ibu hamil dengan pekerjaan nilai P= 0,018 (P<a0,05) dan OR= 0,435, ada hubungan antara minat ibu hamil dengan paritas nilai P= 0,25 (P<a0,05) dan OR= 0,394, ada hubungan antara minat ibu hamil dengan informasi nilai P= 0,029 dan OR= 0,461. Dengan minat ibu hamil mengikuti senam hamil
Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan, pendidikan, pekerjaan, paritas, dan informasi dengan minat ibu hamil mengikuti senam hamil, saran dalam penelitian ini adalah ibu hamil agar lebih aktif mencari informasi tentang kesehatan ibu dan janinya khususnya senam hamil.
Ayu Pitriani; Eviana Yatiningsih
2020 · Book · Open Access
Indikator yang lazim digunakan untuk menentukan derajat kesehatan masyarakat adalah Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Kejadian berat bayi lahir rendah di Indonesia tahun 2014 yaitu 14% atau 710.000 dari 5 juta bayi lahir per tahun. Sedangkan menurut Survei Demografi dan Kesehatan (SDKI) tahun 2015 terdapat 7,5% atau 355.000 bayi lahir dengan berat badan lahir rendah (Depkes RI, 2015). Kejadian BBLR di RSUD Kab Bekasi periode Januari - November tahun 2018 sebesar 118 bayi dari 442 kelahiran hidup atau 26,6 % bayi yang BBLR. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor - faktor yang berhubungan dengan kejadian BBLR di RSUD Kab Bekasi periode Maret-April tahun 2019.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi yang baru lahir di RSUD Kab Bekasi pada periode Maret-April tahun 2019 yaitu sebanyak 157 bayi. Sample yang diteliti adalah seluruh bayi baru lahir yang mengalami BBLR di RSUD Kab Bekasi Periode Maret - April tahun 2019. Instrumen penelitian menggunakan lembar ceklis dan data sekunder. Analisis data Univariat menggunakan presentase dan analisis data Bivariat menggunakan uji Chi-square.
Hasil penelitian bivariat menunjukan ada hubungan antara umur ibu dengan kejadian BBLR, nilai P=0,016, hasil OR 2,986. Ada hubungan antara paritas dengan kejadian BBLR, nilai P=0,041. Ada hubungan antara anemia dengan kejadian BBLR, nilai P=0,043. Ada hubungan antara jarak kehamilan dengan kejadian BBLR, nilai P=0,031, hasil OR 3,090.
Kesimpulan dari hasil penelitian dari 4 variabel yamg diteliti memiliki hubungan antara umur, paritas, anemia dan jarak kehamilan dengan kejadian BBLR pada bayi baru lahir di RSUD KaB Bekasi periode Maret - April tahun 2019.
Lina Mardianti; Siti Sarah
2020 · Book · Open Access
Ketuban pecah dini dapat menimbulkan berbagai masalah bagi ibu maupun janin, misalnya bagi ibu dapat terjadi, perdarahan postpartum, dan infeksi pada masa nifas. Pada janin dapat terjadi partus premature, dll. Kasus KPD di RSUD Kabupaten Bekasi Tahun 2017 sebanyak 148 kasus dari 442 persalinan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara gemeli, bayi besar, kelainan bawaan ketuban, dan infeksi dengan kejadian Ketuban Pecah Dini di RSUD Kabupaten Bekasi tahun 2018.
Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin di RSUD Kabupaten Bekasi pada bulan Juni-November tahun 2018 yaitu 478 ibu. Sampel yang digunakan adalah seluruh ibu bersalin dengan ketuban pecah dini sebanyak 53 kasus.
Namun, pada penelitian ini peneliti mengambil pembandingan sebanyak 3x dari kasus 1:3 dimana ibu yang mengalami ketuban pecah dini sebanyak 53 orang dan yang tidak mengalami ketuban pecah dini sebanyak 159 orang. Total sampel sebanyak 212 sampel. Sumber data didapat dari rekam medik (data sekunder). Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil penelitian Uji Statistic Chi-Square berdasarkan analasis univariat didapatkan bahwa sebagian kecil ibu hamil di RSUD Kabupaten Bekasi mengalami ketuban pecah dini sebanyak (25.0%), Gemeli sebanyak (28.3%), bayi besar sebanyak (12.7%), kelainan bawaan ketuban sebanyak (34.4%), infeksi vagina sebanyak (31.1%). Berdasarkan analisis bivariat didapatkan hasil bahwa variabel yang berhubungan dengan kejadian ketuban pecah dini adalah Gemeli (Pvalue:0.008 ; OR:2.528), bayi besar (Pvalue:0.006 ; OR:3.366), kelainan bawaan ketuban (Pvalue:0.037 ; OR:2.065), dan infeksi (Pvalue:0.040 ; OR:2.068)
Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara kejadian ketuban pecah dini dengan (gemeli, bayi besar, kelainan bawaan ketuban, dan infeksi) pada ibu hamil di RSUD Kabupaten Bekasi tahun 2018. Saran bagi ibu hamil diharapakan dapat meningkatkan pengetahuan tentang deteksi dini pada ibu hamil apabila terjadinya ketuban pecah dini.
Aprilina Sartika; Nurhadi Widodo
2020 · Book · Open Access
Latar Belakang : Gangguan jiwa merupakan seseorang yang mengalami
gangguan pada fungsi mental yang meliputi emosi, pikiran perilaku, perasaan,
motivasi, kemauan, keinginan dan persepsi sehingga menggangu dalam proses
hidup di masyarakat (Nasir & Muhith, 2011). Faktor-faktor yang mempengaruhi
terjadinya gangguan jiwa belum diketahui secara pasti akan tetapi faktor yang
diduga sebagai penyebab gangguan jiwa yaitu faktor somatik, faktor psikososial,
dan faktor sosio-kultural (Direja, 2011). Gangguan jiwa dapat mempengaruhi
fungsi kehidupan seseorang. Aktivitas, kehidupan sosial, ritme pekerjaan, serta
hubungan dengan keluarga jadi terganggu karena gejala ansietas, depresi, dan
psikosis. Seseorang dengan gangguan jiwa apapun harus segera mendapatkan
pengobatan. Keterlambatan pengobatan akan semakin merugikan penderita,
keluarga dan masyarakat (Yosep, 2011). Berdasarkan hasil studi pendahuluan data
dari Humas Puskesmas kecamatan Tambelang terdapat 7 penderita gangguan jiwa
di desa Sukarahayu kecamatan Tambelang kabupaten Bekasi tahun 2019. Hasil
survey dan wawancara singkat yang dilakukan terhadap 20 orang warga yang
tinggal di wilayah RT/RW 002/04 desa Sukarahayu kecamatan Tambelang
kabupaten Bekasi tahun 2019 tentang pengetahuan gangguan jiwa diperoleh hasil
15 dari 20 orang warga, tidak mampu menjawab dengan tepat tentang pengertian
gangguan jiwa, penyebab gangguan jiwa serta tanda gejala dari gangguan jiwa.
Dimana dari 15 warga menjawab penderita gangguan jiwa adalah orang gila yang
harus di hindari karena mereka berbahaya bagi orang lain dan bisa mengamuk
kapan saja, Penyebab dari gangguan jiwa itu oleh guna-guna dan dari roh-orh
jahat sebaiknya di kurung di dalam rumah, serta tanda gejala dari gangguan jiwa
itu orang yang sering berteriak-triak sendiri, melamun dan berdiam diri, menangis
dan berbicara sendiri. 5 orang warga mengatakan penderita gangguan jiwa
merupakan kumpulan dari keadaan-keadaan yang tidak normal, baik yang
berhubungan dengan fisik, maupun dengan mental, penyebab gangguan jiwa itu
beban hidup yang berat maka menekan pikiran menjadi (depresi), dengan tanda
gejala rasa putus asa, murung, gelisah dan cemas.
Tujuan : Tujuan oenilitian ini diketahuinya faktor-faktor yang berhubungan
dengan tingkat Pengetahuan masyarakat tentang gangguan jiwa di RT/RW
002/004 desa Sukarahayu kecamatan Tambelang kabupaten Bekasi Tahun 2019.
Metode : Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif
dengan rancangan penelitian Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah
masyarakat yang tinggal di RT/RW 00/04 desa Sukarahayu kecamatan Tambelang
kabupaten Bekasi yaitu sebanyak 385 warga. Sampel dalam penelitian adalah 80
responden dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian
ini adalah nonprobability sampling dengan teknik purposive sampling yaitu teknik
penetapan sampel dengan cara memilih sampel diantara populasi sesuai dengan
yang dikehendaki peneliti, sehingga sampel tersebut dapat mewakili karakteristik
populasi yang telah dikenal sebelumnya (Nursalam, 2003). Instrument yang
digunakan dalam pengambilan data adalah kuesioner dan data sekunder. Analisa
data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat berupa uji chi-square
dengan nilai signifikan α < 0,05.
Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semua faktor yang diteliti
terdapat hubungan secara bermakna dengan tingkat pengaetahuan masyarakat di
di RT/RW 002/004 desa Sukarahayu kecamatan Tambelang kabupaten Bekasi
Tahun 2019. Variabel yang berhubungan adalah pendidikan (P value 0,016 <
0,05), pekerjaan (P value 0,047 < 0,05), umur (P value 0,028 < 0,05), lingkungan
(P value 0,045 < 0,05), dan sosial budaya (P value 0,024 < 0,05).
Kesimpulan : Ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan pendidikan,
pekerjaan, umur, lingkungan, dan sosial budaya pada masyarakat di RT/RW 00/04
desa Sukarahayu kecamatan Tambelang kabupaten Bekasi 2019.
Saran : Diharapkan bagi masyarakat terutama khususnya warga masyarakat yang
di sekirat tempat tinggalnya terdapat penderita gangguan jiwa untuk lebih
meningkatkan pengetahuan tentang gangguan jiwa misalnya mengikuti
penyuluhan tentang gangguan jiwa, mencari informasi tentang ganguan jiwa
melalui media masa (televisi, buku, koran dan majalah) atau mendiskusikannya
dengan tenaga kesehatan setempat.
Rahmat Saputra Jaya Mendrofa; Triseu Setianingsih
2020 · Book · Open Access
Latar Belakang : Motivasi adalah proses yang memberi semangat, arah, dan
kegigihan perilaku. Artinya perilaku yang memiliki motivasi adalah perilaku yang
penuh energi, terarah, dan bertahan lama. Berdasarkan studi pendahuluan yang
dilakukan peneliti pada tanggal 18-20 Mei 2019 di SDN Sukaresmi 06, Cikarang
Selatan, yang dilakukan kepada 12 siswa di dapatkan hasil dari wawancara bahwa
siswa yang memiliki motivasi belajar rendah terdapat sebanyak 7 orang siswa
sedangkan siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi terdapat sebanyak 5 orang
siswa.
Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang
berhubungan dengan motivasi belajar pada siswa kelas VI di SDN Sukaresmi 06
tahun 2019.
Metode : Jenis penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif dengan
menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel
menggunakan simple random sample sebanyak 70 siswa dilaksanakan di SDN
Sukaresmi 06. Instrumen dalam penelitian menggunakan kuesioner, dianalisa
dengan Chi-Square.
Hasil : Hasil penelitian sebagian besar menunjukan siswa motivasi rendah
sebanyak (52.9%), siswa dengan motivasi tinggi ada sebanyak (47,1%). pengaruh
dukungan keluarga rata-rata sebanyak (50%), pengaruh teman sebaya tidak ada
pengaruh sebanyak (54.3%), pengaruh teknologi rata-rata sebanyak (50%), dan
pengaruh dari karakteristik responden (jenis kelamin) rata-rata sebanyak (50%).
Hasil analisa ada hubungan motivasi belajar dengan dukungan keluarga, ada
hubungan motivasi belajar dengan pengaruh teknologi dan ada hubungan motivasi
belajar dengan pengaruh teman sebaya.
Saran : Diharapkan agar siswa mampu dapat meningkatkan motivasi belajarnya
untuk prestasi belajar masa depan dan diharapkan agar dari berbagai faktor yang
mempengaruhi motivasi belajar siswa baik dari dukungan keluarga, pengaruh
teman sebaya dan pengaruh teknologi mampu menjadi acuan siswa dalam
menerapkan dan meningkatkan motivasi belajar.
Abdul Fikri; Triseu Setianingsih
2020 · Book · Open Access
Latar Belakang : Data yang didapatkan pada saat aplikasi di Desa Pantai Bahagia
Kecamatan Muaragembong Kabupaten Bekasi pada bulan Juni 2019 – Juli 2019
didapatkan penderita dengan hipertensi sebanyak 30 orang, dengan umur 23-61
tahun. Kejadian hipertensi sering kali dikaitkan dengan motivasi yang ada pada
dalam diri dalam pemeriksaan tekanan darah, diantaranya ada pencapaian diri,
tanggung jawab, dukungan keluarga dan dukungan petugas kesehatan.
Tujuan : Mengetahui hubungan faktor internal dan eksternal (pencapaian, tanggung
jawab, dukungan keluarga dan dukungan petugas keseshatan) dengan motivasi dalam
pemeriksaan tekanan darah di Desa Pantai Bahagia Kecamatan Muaragembong
Kabupaten Bekasi.
Metode : Desain dalam penelitian ini adalah Analitik Kuantitatif dengan rancangan
atau penelitian cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah penderita
hipertensi usia produktif (23-61 tahun) di Desa Pantai Bahagia Kecamatan
Muaragembong Kabupaten Bekasi. Sampel berjumlah 30 responden. Analisis data di
lakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan nilai
signifikan alpha 5% (α = 0,05) dengan uji fisher exact sebagai alternatif nya.
Hasil : Ada hubungan antara pencapaian, tanggung jawab, dukungan keluarga dan
dukungan petugas kesehatan dengan motivasi pada penderita hipertensi dalam
pemeriksaan tekanan darah di Desa Pantai Bahagia Kecamatan Muaragembong
Kabupaten Bekasi, didapatkan Odds Ratio (OR) dari variabel pencapaian 36,00,
tanggung jawab 22,66, dukungan keluarga 27,00 dan dukungan petugas kesehatan
36,00.
Kesimpulan : Pencapaian, tanggung jawab, dukungan keluarga dan dukungan
petugas kesehatan berhubungan dengan motivasi penderita hipertensi dalam
pemeriksaan tekanan darah.
Saran : Diharapkan melalui penelitian ini dapat memberikan saran agar penderita
hipertensi dapat termotivasi dalam memeriksakan tekanan darah secara rutin untuk
menghindari komplikasi lebih lanjut.
Anggara
2020 · Book · Open Access
Diabetes Melitus meruupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kinerja insulin atau kedua-duanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi buah apel romebeauty terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe II di Klub Senam DM Puskesmas Tambelang Kabupaten Bekasi.
Jenis penelitian menggunakan quasy experiment control time series design. Populasi penderita diabetes melitus berjumlah 105 orang. Sampel 20 responden diambil dengan teknik purposive sampling.
Hasil penelitian didapatkan pada kelompok perlakuan sebelum konsumsi buah apel romebeauty mean 182,40 dan mean sesudah konsumsi buah apel romebeauty 156,00 . Pada kelompok kontrol didapatkan mean pre test 181,10 dan mean post test 177,00. Hasil uji statistik T-test pada kelompok perlakuan P Value = 0,001. Artinya terdapat pengaruh konsumsi buah apel romebeauty terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe II.
Kesimpulan dari penelitian ini, mengkonsumsi buah apel romebeauty 3 kali perhari selama 7 hari dengan dosis 100 gr pada waktu setelah makan pagi, siang dan sore dapat menurunkan kadar gula darah penderita diabetes melitus dengan rata-rata 26,4 mg/dl.
Nur Miladiyah; Zainurrahman
2020 · Book · Open Access
Latar Bekang : masa remaja merupakan masa perpindahan dari masa kanak-kanak ke
masa dewasa, ditandai dengan kematangan fisik, kognitif, sosial dan emosional yang
cepat untuk mempersiapkan diri menjadi laki-laki dewasa dan wanita dewasa. Batasan
pada remaja sulit ditetapkan, namun periode ini biasanya digambarkan pertama kali
dengan perkembangan karakteristik seks sekunder pada usia 11 sampai 12 tahun dan
hingga berhentinya pertumbuhan pada usia 18 sampai 20 tahun. Tidur merupakan salah
satu kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi setiap individu. Waktu yang
dibutuhkan untuk tidur pada remaja usia 16-30 tahun adalah 7-9 jam setiap malamnya.
Remaja sekarang ini mengalami gangguan saat tidur, seperti kurangnya waktu tidur.
Hal ini terjadi dikarenakan lebih suka berada di depan layar seperti smartphone,
Televisi, dan computer. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti,
terhadap 5 mahasiswa/i di Institut Medika Drg Suherman, didapatkan bahwa 5
mahasiswa/i menggunakan smartphone di malam hari untuk mencari tugas dan
membuka sosial media, 4 dari 5 mahasiswa/i mengatakan bahwa mereka menggunakan
smartphone hingga jam 11 malam dan membuat mereka sulit untuk bangun dan
mengantuk di pagi hari. Berdasarkan wawancara ini, peneliti tertarik untuk melakukan
penelitian di Institut Medika Drg Suherman untuk mengetahui bagaimana hubungan
kecanduan smartphone dengan kualitas tidur pada mahasiswa.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kecanduan smartphone
dengan kualitas tidur pada mahasiswa di Institut Medika Drg Suherman
Metode : Metode yang digunakan Desain penelitian survey analitik cross sectional.
Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Institut Medika Drg Suherman
Cikarang 2019 dengan jumlah 480 orang. Sampel pada penelitian ini adalah
Mahasiswa/i Institut Medika Drg Suherman yang memenuhi kriteria inklusi dan
eksklusi penelitian sebanyak 100 orang. Instrumen yang digunakan dalam pengambilan
data adalah kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan
bivariat berupa uji chi-square dengan nilai signifikan α < 0,05.
Hasil : Hasil penelitian ini menunjukan terdapat hubungan yang bermakna antara
kecanduan smartphone dengan kualitas tidur pada mahasiswa Institut Medika Drg
Suherman (P value =0,003).
Kesimpulan : Ada hubungan kecanduan smartphone dengan kualitas tidur pada
mahasiswa di Institut Medika Drg Suherman
Saran : Diharapkan diharapkan mampu menambah wawasan dan ilmu pengetahuan
terutama mengenai kualitas tidur mahasiswa Institut Medika Drg Suherman saat ini.
Arnih Suryanih; Lina Mardianti
2020 · Book · Open Access
Pijat bayi merupakan terapi sentuhan sangat baik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi namun pengetahuan tentang pijat bayi belum banyak diketahui oleh masyarakat, dikarenakan masih mempercayakan pijat bayi kepada dukun bayi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui minat ibu tentang pijat bayi secara teratur.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif desain cross sectional. Penelitian dilaksanakan di RB Rhaudhatunnadya cikarang,pengumpulan data dilaksanakan selama bulan april-mei 2019, populasi penelitian ini adalah ibu yang memeriksakan bayinya serta yang melakukan kunjungan imunisasi bayinya dari umur 0-12 bulan di RB Rhaudhatunnadya dengan sampel sebanyak 180 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis dilakukan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji chi square yang bertujuan untul menghubungkan antara variabel independent dan variabel dependent.
Hasil analisis univariat sebagian besar ibu mempunyai minat untuk melakuakan pijat bayi secara teratur di RB Rhaudhatunnadya dengan presentase 63,5%, lebih banyak ibu yang berpengetahuan baik dengan presentase 61,8%, lebih banyak ibu yang berpendidikn tinggi dengan presentase 80,0%, lebih banyak ibu yang tidak bekerja dengan presentase 51,8%, lebih banyak ibu yang multipara dengan presentase 60,6%, lebih banyak ibu yang mendapat informasi dengan presentase 61,8%. Hasil analisis bivariat pengetahuan ibu tentang pijat bayi p value 0,011 (p>0,05) Ho ditolak, pendidikan p 0,015 (p>0,05) Ho ditolak, pekerjaan p value 0,018 (p>0,05) Ho ditolak, paritas p value 0,021 (p>0,05) Ho ditolak, informasi p value 0,011 (p>0,05) Ho ditolak.
Kesimpulan : dari 5 variabel yang diteliti, seluruh variabel mempunyai hubungan yang bermakna dengan minat ibu untu pijat bayi secara teratur di RB Rhaudhatunadya. Saran dalam penelitian ini adalah RB Rhaudhatunnadya lebih memperhatikan tentang pertumbuhan dan perkembangan bayi dengan membangun minat ibu khususnya melakukan pemijatan bayi secara teratur.
Fatimah Ulfa; Herlina Simanjuntak
2020 · Book · Open Access
Alat kontrasepsi dalam rahim yang merupakan salah satu metode kontrasepsi jangka panjang yang
memiliki efektifitas tinggi. Namun ada beberapa efek samping yang membuat pengguna KB AKDR merasa tidak nyaman, yaitu meningkatnya jumlah darah menstruasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan menoragia dengan kadar hemoglobin pada akseptor KB AKDR.
Metode penelitian yang digunakan yaitu metode analitik kuantitatif dengan menggunakan desain
penelitian cross sectional. Tenik pengambilan sampel ini secara total sampling yaitu sebanyak 43 responden yang merupakan akseptor KB AKDR di wilayah Desa Wangun Harja Kabupaten Bekasi. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dengan alat pemeriksa HB digital, analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan analisis bivariat. Hubungan variabel dependent dan independen di uji dengan Chi-square.
Hasil penelitian Uji Statistik berdasarkan analisis univariat didapatkan bahwa sebagaian ibu yang
menggunakan KB AKDR di Desa Wangun Harja yang mengalami anemia sebanyak 21 (48,8%) dan yang tidak mengalami anemia sebanyak 22 (51,2%) sedangkan akseptor KB AKDR yang mengeluh
mengeluarkan darah lebih banyak dari sebelumnya atau menoragia sebanyak 30 (69,8%) dan yang yang tidak mengalami menoragia 13(30,2%. Berdasarkan analisa bivariat Uji Chi-square didapatkan hasil bahwa variabel yang berhubungan dengan menoragia dengan kadar hemoglobin pada akseptor kb AKDR (P.value 0,036 dan OR 0,174)
Kesimpulan dari 1 variabel yang diteliti (menoragia) hasilnya berhubungan dengan kadar
hemoglobin pada akseptor kb AKDR di Desa Wangun Harja Kabupaten Bekasi. Saran yang diharapkan dapat menerapkan asuhan pasca pemasangan AKDR dalam mengantisipasi efek samping dari kontrasepsi AKDR, yaitu menoragia yang berdampak kejadian pada anemia difiensi zat besi.
Ida Widaningsih; Suryani
2020 · Book · Open Access
Implant merupakan metode kontrasepsi hormonal yang memiliki efektivitas sangat
tinggi serta memiliki angka kegagalan yang rendah. Implant juga merupakan alat
kontrasepsi yang sangat sesuai bagi Pasangan Usia Subur yang ingin memakai kontrasepsi
dalam jangka panjang untuk mengatur jarak kehamilan. Menurut BKKBN, program KB
dengan penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang masih kurang peminatnya
termasuk implant. Salah satu penyebab adalah kurangnya pengetahuan akseptor tentang
implant.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analitik kuantitatif dengan
pendekatan Cross sectional. Penelitian dilakukan di RB Rhaudatunnadya Cikarang,
pengumpulan data dilaksanakan selama bulan Mei 2019, populasi penelitian ini adalah
seluruh akseptor KB yang datang ke RB Rhaudatunnadya Cikarang dengan sampel
sebanyak 139 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis dilakukan
univariat dan bivariat dengan uji chi-square yang bertujuan untuk menghubungkan antara
variabel independent dan variabel dependent.
Hasil penelitian uji statistic Chi-Square di dapatkan ada hubungan antara
pengetahuan wanita PUS tentang KB Implant dengan umur nilai P= 0,035 (P<a0,05) dan
OR=2,203, ada hubungan antara pengetahuan wanita PUS tentang KB Implant dengan
pendidikan nilai P= 0,036 (P<a0,05) dan OR= 2,649, ada hubungan antara pengetahuan
wanita PUS tentang KB Implant dengan penghasilan nilai P= 0,033 (P<a0,05) dan OR=
2,500, ada hubungan antara pengetahuan wanita PUS tentang KB Implant dengan
pekerjaan nilai P= 0,032 (P<a0,05) dan OR= 2,278.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan yang bermakna antara umur,
pendidikan, penghasilan dan pekerjaan, dengan pengetahuan wanita PUS tentang KB
Implant.
Edo Setiawan
2020 · Book · Open Access
Latar Belakang : Hipertensi adalah keadaan dimana tekanan darah mengalami
peningkatan melebihi batas normal. Menurut WHO (2009, dalam Triyanto, 2014).
Hipertensi adalah salah satu penyebab utama kematian dini diseluruh dunia. Di tahun
2020 sekitar 1,56 miliar orang dewasa akan hidup dengan hipertensi. Dari hasil survei
kasus Hipertensi di Puskesmas Cabangbungin Kabupaten Bekasi pada urutan ke tiga
dari sepuluh penyakit terbesar pada tahun 2018. Dari data diperoleh bahwa yang
datang ke kepuskesmas pada tahun 2018 penderita hipertensi pada jumlah penduduk
usia >18 tahun berdasarkan hasil pengukuran tekanan darah di puskesmas
Cabangbungin sebanyak 499. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan
oleh peneliti di Rt 09 Rw 02 Desa Sindangsari Kecamatan Cabangbungin Kabupaten
Bekasi Tahun 2019 mengatakan penduduk usia >18 tahun yang menderita hipertensi
sebanyak 56 orang.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pemberian Jus Buah
Belimbing dan Madu Terhadap Perubahan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi
di Rt 09 RW 02 Desa Sindangsari Kecamatan Cabangbungin Bekasi tahun 2019”.
1
Metode : Jenis Penelitian ini menggunakan quasi eksperimental design dengan
rancangan one group pre test post test. Sampel penelitian ini sebanyak 15 responden.
Uji statistic yang digunakan yaitu uji T-test (paired sample). Teknik Paired t-Test
digunakan untuk melihat pengaruh pemberian jus buah belimbing dan madu terhadap
penurunan tekanan darah sebelum dilakukan tindakan (Pre - test) dan mengukur
tekanan darah sesudah dilakukan tindakan (Post - test), maka teknik analisa bivariat
yang digunakan adalah dengan uji Paired t-Test untuk mengetahui perubahan tekanan
darah sesudah diberikan jus buah belimbing dan madu.
Hasil ; Berdasarkan data yang diperoleh, hasil penelitian bahwa rata-rata proses
penurunan tekanan darah pada pasien penderita hipertensi yang mengkonsumsi jus
buah belimbing dan madu 142,67. Hasil uji statistik dengan uji beda dua mean
dependent (paired sample T test) diperoleh P value =0,002 dengan nilai α = < α 0,05.
Kesimpulan : Kesimpulan dari penelitian ini bahwa adanya perbedaan rata-rata
tekanan darah sistolik dan diastolik sebelum mengkonsumsi jus buah belimbing dan
madu, dan setelah mengkonsumsi jus buah belimbing dan madu di RT 09 RW 02
Desa Setialaksana Kecamatan Cabangbungin Kabupaten Bekasi tahun 2019.
Saran : Dengan hasil penelitian ini penderita hipertensi agar lebih meningkatkan
pengetahuan tentang obat tradisional untuk mempercepat proses penurunan tekanan
darah tinggi sebagai tindakan tambahan selain mengkonsumsi obat-obatan.
Aprilina Sartika; Osan Anjayana
2020 · Book · Open Access
Latar Belakang : Proses pertumbuhan dan perkembangan dan proses
perkembangan pada anak terjadi sejak dalam intra uterine hingga dewasa. Namun
tak jarang dalam proses tersebut terjadi penyimpangan-penyimpangan tertentu.
Masalah penyimpangan tumbuh kembang anak yang terjadi di masyarakat memang
sangatlah bervariasi, diantaranya terjadi gangguan perkembangan, gangguan
bicara, gangguan perkembangan motorik, gangguan mental dan lain-lain. Hasil
studi pendahuluan peneliti yang dilakukan pada tanggal 20 Mei 2019 di TK Tunas
Bangsa Kampung Cicau Desa Cicau Kecamatan Cikarang pusat Kabupaten Bekasi,
terdapat 35 jumlah murid. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan
mengunakan KPSP (Kuesioner Praskrining Perkembangan) di TK Tunas Bangsa
didapatkan 8 dari 10 responden berada dalam kategori meragukan dimana kategori
meragukan ini diambil bila jawaban yang diujikan hanya terdapat “YA” 8 butir dan
maka hasilnya bisa di simpulkan yaitu “meragukan” (meragukan terjadinya
penyimpangan dalam tumbuh kembang).
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang
berhubungan dengan pola asuh dalam tumbuh kembang anak di TK Tunas Bangsa
Kampung Cicau Desa cicau Kecamatan Cikarang pusat kabupaten Bekasi Tahun
2019.
Metode : Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Analitik Kuantitatif
dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh
orang tua yang mengantar anaknya di TK Tunas Bangsa Kampung Cicau Desa
Cicau Kecamatan Cikarang Pusat Kabupaten Bekasi Tahun 2019 dimana jumlah
seluruh responden adalah 35 orang tua. Penelitian ini akan di lakukan selama dua
hari di TK Tunas Bangsa. Sampel yang diambil sebanyak 35 responden dengan
menggunakan teknik Total Sampling. Instrument yang digunakan dalam
pengambilan data adalah kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah analisa
univariat dan bivariate berupa uji Chi-square dengan nilai signifikan α < 0,05.
Hasil : Hasil penelitian ini menunjukan bahwa semua faktor yang diteliti memiliki
pengaruh bermakna dengan pola asuh dalam tumbuh kembang anak. Variable yang
mempengaruhi adalah usia (p = 0,018 < α = 0,05), pendidikan (p = 0,032 < α =
0,05), status ekonomi (p = 0,039 < α = 0,05) dan Lingkungan (p = 0,030 < α = 0,05).
Terdapat hubungan signifikan antara usia, pendidikan, status ekonomi dan
lingkungan dengan pola asuh dalam tumbuh kembang anak di TK tunas bangsa.
Kesimpulan : Ada hubungan antara usia, pendidikan, status ekonomi, dan
lingkungan dengan pola asuh dalam tumbuh kembang anak di taman kanak-kanak
tunas bangsa kampung cicau desa cicau kecamatan cikarang pusat kabupaten
bekasi tahun 2019.
Saran : Hasil penelitian ini diketahui bahwa terbukti berhubungan secara
signifikan. Oleh karena itu penulis menyarankan agar peneliti selanjutnya bisa
meneliti dengan variable yang lebih banyak lagi.
Aprilina Sartika; Neng Tita Nurawaliah
2020 · Book · Open Access
Latar Belakang : Praktik klinik merupakan salah satu bagian dari program
akademik di fakultas keperawatan yang berguna untuk mengembangkan
keterampilan, sikap, nilai-nilai dan kemampuan sesuai dengan standar kompetensi
nasional untuk perawat . Dalam menjalani praktik klinik, tentu perlu adanya motivasi
dalam diri mahasiswa. Motivasi sangat erat hubungannya dengan proses
pembelajaran karena motivasi merupakan kondisi-kondisi yang mengaktifkan atau
memberi dorongan dengan mencapai tujuan belajar. Berdasarkan hasil survei awal
yang dilakukan peneliti melalui hasil wawancara kepada 10 mahasiswa/i semester IV
dan VI diperoleh informasi bahwa kurangnya motivasi belajar mahasiswa/i
dikarenakan belajar di lingkungan praktik klinik kurang kondusif, kurangnya
dorongan dalam diri sendiri karena awalnya tidak ada minat menjadi mahasiswa
keperawatan, CI klinik yang kurang ramah, terlalu banyak tugas laporan yang harus
dikerjakan, sehingga menimbulkan kejenuhan pada mahasiswa. Faktor ini tidak
terlepas dari peran seorang CI akademik (dosen) dan CI lapangan.
Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan
dengan motivasi belajar mahasiswa/i program studi S1 keperawatan dalam menjalani
praktik klinik keperawatan Di Institut Medika Drg. Suherman (IMDS) Tahun 2019.
Metode : Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif
dengan rancangan penelitian Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah
seluruh mahasiswa program studi S1 Keperawatan reguler semester IV dan VI,
1
Tahun Ajaran 2018/2019 di Institut Medika Drg. Suherman yang pernah menjalani
praktik klinik keperawatan sebanyak 50 mahasiswa. Sampel yang diambil sebanyak
74 responden dengan menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan
dalam pengambilan data adalah kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah
analisa univariat dan bivariat berupa uji chi-square dengan nilai signifikan α < 0,05.
Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua faktor yang diteliti memiliki
pengaruh secara bermakna dengan motivasi belajar. Variabel yang mempengaruhi
adalah cita-cita dan aspirasi (p = 0,003 < α = 0,05), kondisi lingkungan belajar (p =
0,007 < α = 0,05), upaya pengajar (p = 0,004 < α = 0,05). Terdapat hubungan
signifikan antara cita-cita dan aspirasi, kondisi lingkungan, dan upaya pengajar
dengan motivasi belajar mahasiswa program studi S1 Keperawatan dalam menjalani
praktik klinik keperawatan.
Kesimpulan : Ada hubungan antara cita-cita dan aspirasi, kondisi lingkungan, dan
upaya pengajar dengan motivasi belajar mahasiswa program studi S1 Keperawatan
dalam menjalani praktik klinik keperawatan di Institut Medika Drg. Suherman tahun
2019.
Saran : Diharapkan penelitian ini dapat memberikan masukan dan informasi bagi
institusi pendidikan, CI akademik, CI lapangan serta menambah pengetahuan bagi
mahasiswa untuk lebih meningkatkan motivasi belajar dalam menjalani praktik
klinik keperawatan.
Ika Kania Fatdo Wardani; Mariyam
2020 · Book · Open Access
Indikator yang umum digunakan dalam kematian ibu adalah AKI yaitu jumlah kematian ibu dalam 100.000 kelahiran hidup. AKI melonjak drastis dari 228 menjadi 359/100.000 kelahiran hidup pada tahun 2012. Berdasarkan kemenkes 2015 di Indonesia 309/100.000 kelahiran hidup. Dikarenakan preeklamsia di RSUD Kabupaten Bekasi tahun 2018 (17,9%) ibu hamil yang mengalami preeklamsia. tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil di RSUD Kabupaten Bekasi tahun 2018.
Metode penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasinya seluruh ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya melalui ruangan bersalin (VK) di RSUD Kabupaten Bekasi pada bulan juli-desember Tahun 2018 yang berjumlah 476 orang. Sampel yang diteliti adalah ibu hamil yang mengalami preeklamsia sebanyak 85 orang. Instrument penelitian menggunakan rekam medis, analisis data univariat menggunakan presentase dan analisis data bivariat menggunakan uji chi square.
Hasil penelitian bivariat menunjukan ada hubungan antara umur ibu dengan kejadian preeklamsia. nilai P=0,045, hasil OR 1,701. Ada hubungan paritas dengan kejadian preeklamsia nilai P=0,037, hasil OR 1,789. Ada hubungan pekerjaan dengan kejadian preeklamsia nilai P=0,009, hasil OR 2,069. Ada hubungan riwayat hipertensi dengan kejadian preeklamsia nilai P=0,047, hasil OR 0,603. Ada hubungan pendidikan dengan kejadian preeklamsia nilai P=0,025, hasil OR 2,381. Ada hubungan signifikan antara umur, paritas, pekerjaan, riwayat hipertensi, pendidikan dan tidak ada kesenjangan.
Kesimpulan dari hasil penelitian dari 5 variabel yang diteliti memiliki hubungan antara umur, paritas, pekerjaan, riwayat hipertensi, dan pendidikan dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil di RSUD Kabupaten Bekasi tahun 2018 dan sesuai dengan teori-teori yang sudah dikemukakan. Diharapka kesadaran masyarakat khususnya ibu hamil agar lebih meningkatkan dan memelihara kesehatan untuk mencegah terjadinya preeklamsia dengan cara mencari informasi tentang tanda bahaya ibu hamil.
Ida Widaningsih; Rani Anggraini
2020 · Book · Open Access
ASI Ekslusif adalah pemberian ASI saja tanpa tambahan makanan dan minuman lain selama umur bayi 0-6 bulan, Akan tetapi hingga saat ini masih banyak ibu yang mau memberikan ASI secara Ekslusif pada bayinya karena mereka beranggapan bahwa menyusui dapat menurunkan berat badan. adapun dampak Penurunan berat badan pada ibu menyusui dapat menimbulkan berbagai macam penyakit seperti stress, lemas , mengantuk, kurang nutrisi,
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross sectional. Penelitian dilakukan di Desa Sukaringin Kecamatan Sukawangi, pengumpulan data dilaksanakan selama bulan Mei-Juni 2019, populasi penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai bayi 0-6 bulan di Desa Sukaringin Kecamatan Sukawangi sampel sebanyak 78 ibu. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis dilakukan univariat dan bivariat dengan uji chi-square yang bertujuan untuk menghubungkan antara variabel independent dan variabel dependent.
Hasil penelitian uji statistic Chi-Square di dapatkan ada hubungan antara Pemberian ASI Ekslusif terhadap penurunan berat badan ibu yang mempunyai bayi usia 0 – 6 bulan nilai P= 0,022 (P<a0,05) dan OR=4,783 ada hubungan antara Pemberian ASI Ekslusif terhadap penurunan berat badan ibu yang mempunyai bayi usia 0 – 6 bulan,
Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan yang bermakna antara Pemberian ASI Ekslusif terhadap penurunan berat badan ibu yang mempunyai bayi usia 0 – 6 bulan, saran dalam penelitian ini adalah diharapkan ibu dapat mengetahui dampak dan resiko dari Pemberian ASI Ekslusif terhadap penurunan berat badan dan dapat memberikan informasi mengenai perubahan berat badan ibu menyusui secara Ekslusif untuk berkonsultasi ke pelayanan kesehatan terdekat untuk mengetahui jumlah kebutuhan gizi yang tepat pada masa menyusui dan manfaat dan menyusui secara Ekslusif.
Shintia Amtasari
2020 · Book · Open Access
Latar Belakang: Diabetes Mellitus atau yang lebih dikenal sebagai kencing manis
merupakan suatu kelainan pada seseorang yang sering ditandai dengan naiknya kadar
glukosa dalam darah di karenakan akibat dari kurangnya kadar insulin dalam tubuh.
Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan pada tanggal 18 April 2018 di
RSUD dr.Chasbullah Abdulmajid Kota Bekasi tercatat angka kejadian yang
ditemukan di lapangan kejadian ulkus diabetik pada penderita diabetes mellitus tipe-2
mengalami peningkatan dari waktu ke waktu, yakni pada tahun 2018 sebanyak 240
pasien rawat inap, sedangkan pada tahun 2019 tercatat bulan Januari sebanyak 55
pasien, Februari sebanyak 95 pasien, Maret sebanyak 96 pasien dan April terhitung
sampai saat ini sebanyak 22 pasien.
Tujuan : Mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Ulkus
Diabetikum Pada Penderita Dm Tipe II Di RSUD dr.Chasbullah Abdulmadjid Kota
Bekasi pada tahun 2019.
Metode : Penelitian ini merupakan suatu penelitian dengan pendekatan studi Cross
sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah paseien Ulkus Diabetikum yang
dirawat di RSUD dr.Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi tahun 2018 rata-rata
perbulannya berkisar 67 pasien. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan
menggunakan purposive sampling (sampel bertujuan) yaitu pengambilan sampel yang
didasarkan pada suatu pertimbangan tertentu yang dibuat oleh peneliti sendiri,
berdasarkan ciri atau sifat – sifat populasi yang sudah diketahui sebelumnya, cara
pengambilan sampel dengan cara menetapkan ciri-ciri khusus yang sesuai dengan
tujuan penelitian dan dapat memenuhi kriteria yang mendukung atau sesuai dengan
penelitian sebanyak 37 responden. Instrument yang digunakan dalam pengambilan
data adalah lembar kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat
dan bivariat berupa uji Chi- square dengan nilai signifikan α < 0,05.
Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara faktor merokok
dengan kejadian ulkus diabetikum dengan hasil p value = 0,042 (<0,05) , ada
hubungan antara faktor olahraga dengan kejadian ulkus diabetikum dengan hasil p
value = 0,005 (<0,05), ada hubungan antara faktor lama DM dengan kejadian ulkus
dengan hasil p value = 0,037 (<0,05) , ada hubungan antara faktor penggunaan alas
kaki dengan kejadian ulkus diabetikum dengan hasil p value = 0,012 (<0,05), ada
hubungan antara faktor perawatan kaki dengan kejadian ulkus diabetikum dengan
hasil p value = 0,022 (<0,05), ada hubungan antara faktor dukungan keluarga dengan
kejadian ulkus diabetikum dengan hasil p value = 0,001 (<0,05).
Kesimpulan : Ada hubungan antara faktor merokok, faktor olahraga, faktor lama
DM, faktor penggunaan alas kaki, faktor perawatan kaki, faktor dukungan keluarga
dengan kejadian ulkus diabetikum pada penderita DM tipe II di RSUD dr. Chasbullah
Abdulmadjid Kota Bekasi Tahun 2019.
Zuhri Gomrowi
2020 · Book · Open Access
Latar Belakang : Tramadol merupakan obat anti-nyeri atau obat analgesic yang bekerja
secara sentral (di otak) pada reseptor opioid maupun memodifikasi pengantaran sinyal nyeri
dengan menghambat pengambilan kembali monoamine, tramadol mempunyai efek
merugikan yang paling lazim dalam penggunaan pada waktu yang singkat dan biasanya
hanya pada awal penggunaannya saja yaitu pusing, mual, sedasi, mulut kering, berkeringat
dengan insidensi berkisar antara 2,5% sampai 6,5%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui
gambaran motivasi dan sikap remaaja terhadap menyalahgunakan obat tramadol di Kampung
P Rt/rw 002/001 Desa S Kecamatan C Kabupaten Bekasi Tahun 2019. Jenis penelitian ini
menggunakan desaain penelitian Deskriptif Analitik. Teknik pengambilan sampel
menggunakan Total Sampling sebanyak 32 remaja yang dilaksanakan di Kampung P Rt/rw
002/001 Desa S Kecamatan C Kabupaten Bekasi Tahun 2019. Instrumen ini dalam penelitian
ini menggunakan kuesioner, yang dianalisa menggunakan analisis Univariat. Hasil penelitian
menunjukan sebagian besar jenis kelamin laki-laki sebanyak 100%, usia 17-20 tahun
sebanyak 64,6%, pendidikan SMA sebanyak 68,8%, pekerjaan pengangguran sebanyak
53,1%, lama menggunakan < 3 tahun sebanyak 65,6%, dorongan berhenti ya sebanyak
87,5%, motivasi remaja kurang baik sebanyak 53,1%, sikap remaja baik sebanyak 59,4%,
menyalahgunakan obat tramadol dengan ketergantungan berat sebanyak 56,3%. Diharapkan
dapat meningkatkan motivasi dan sikap dalam berhenti menyalahgunakan obat tramadol pada
remaja.
Tujuan : Menganalisis gambaran motivasi dan sikap remaja untuk berhenti
menyalahgunakan obat tramadol di Kampung P Rt/Rw 002/001 Desa S. Kecamatan C
Kabupaten Bekasi tahun 2019.
1
Metode : Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Metode penelitian analitik kuantitatif
dengan rancangan atau desain penelitian Deskriptif analitik, menjelaskan adanya hubungan
antara variable melalui pengujian hipotese. Populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 32
remaja di Kampung P Rt/Rw 002/001 Desa S Kecamatan C kabupaten Bekasi yang
menyalahgunakan obat tramadol. Teknik pengambilan sampel ini dengan menggunakan total
sampling, yaitu pengambilan sampel dengan mengambil seluruh anggota populasi menjadi
sampel. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariate.
Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua faktor yang diteliti memiliki pengaruh
secara bermakna. Hasil yang didapatkan dari motivasi didapatkan bahwa remaja yang
memiliki motivasi remaja kurang baik sebanyak 17 remaja (53,1%), dan motivasi remaja baik
sebanyak 15 remaja (46,9%), dan hasil yang didapatkan dari sikap remaja baik sebanyak 19
remaja (59,4%), dan sikap remaja kurang baik sebanyak 13 remaja (40,6%).
Kesimpulan : dari faktor yang telah diteliti mengenai variabel motivasi dan sikap,
didapatkan hasil dari variabel motivasi mengindikasikan remaja yang memiliki motivasi
kurang baik sebesar 53,1 %, dan motivasi remaja baik sebesar 46,9 %. Sedangkan variabel
sikap mengindikasikan remaja dengan sikap baik sebesar 59,4 % dan remaja dengan sikap
kurang baik sebesar 40,6 %.
Saran : Diharapkan bagi masyarakat Kampung P Rt/Rw 002/001 Desa S Kecamatan C
Kabupaten Bekasi khususnya remaja agar lebih memahami dan mengetahui bahaya
menyalahgunakan obat tramadol, agar tidak terjerumus dalam bahayanya obat tramadol.
Meyti Oktapiani
2020 · Book · Open Access
Latar Belakang : Pengetahuan ibu dalam penanganan demam pada anak
menimbulkan berbagai macam perilaku memberikan terapi farmakologi dan non
farmakologi. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan peneliti pada tanggal
18-20 Mei 2019 di Kp. Bendungan RW 05 Desa. Marengmang Kecamatan.
Kalijati Kabupaten. Subang yang dilakukan pada 50 orang ibu di dapatkan data
hasil dari wawancara pada ibu yang mengetahui tentang bawang merah sebagai
penurun demam dan tidak melakukan kompres bawang merah sebanyak 35 orang
ibu, sedangkan ibu yang menggunakan bawang merah sebagai obat demam pada
anak dan mengetahui manfaat bawang merah sebagai obat penurun demam pada
anak sebanyak 15 orang ibu.
Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan
ibu tentang bawang merah (Allium Cepa Var. Ascalonicum) dengan perilaku ibu
dalam penanganan demam pada anak (0-1 Tahun) di Kp. Bendungan RW 05
Desa. Marengmang Kecamatan. Kalijati Kabupaten. Subang.
Metode : Jenis penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif dengan
menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel
menggunakan cluster sampling sebanyak 108 responden dilaksanakan di Kp.
Bendungan RW 05. Instrumen dalam penelitian menggunakan kuesioner,
dianalisa dengan Chi-Square.
Hasil : Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar tingkat pengetahuan ibu
rendah sebanyak (68.5%), perilaku ibu menggunakan pengobatan lain sebanyak
(73.1%) dan perilaku ibu menggunakan kompres bawang merah sebanyak
(26.9%). Hasil analisa ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang
bawang merah terhadap perilaku ibu dalam penanganan demam pada anak p-value
(0,003).
Saran : Diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kesehatan dalam pendidikan
kesehatan pada ibu tentang penanganan demam pada anak. Dan dapat memilih
terapi pengobatan dengan tepat sesuai dengan peningkatan suhu tubuh yang di
alami pada anak.