Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

10.659 item publik

Publikasi

Halaman 483 dari 533

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Ibu Tentang PAP SMEAR di Majelis Taklim Desa Harja Mekar Kabupaten Bekasi Tahun 2018

Hendriyani Asmunandar; Ida Widaningsih
2020 · Book · Open Access

Setiap tahun diperkirakan 500.000 kasus kanker serviks baru diseluruh dunia. Di Indonesia diperkirakan sekitar 90-100 kanker baru diantara 100.000 penduduk pertahunnya, atau sekitar 180.000 kasus baru pertahun, dengan kanker serviks menempati urutan pertama di antara kanker pada wanita. Faktor penyebab kanker serviks adalah karena virus HPV (Human Papilloma Virus). Cara terbaik untuk mencegah kanker serviks adalah dengan screening pap smear. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku wanita usia subur dalam melakukan pemeriksaan pap smear. Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini seluruh wanita usia subur yang berada di Majelis Taklim Musholah Miftahul Hidayah Desa Harja Mekar. Sampel penelitian sebanyak 70 responden dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Uji statistik yang digunakan yaitu uji chi square, dengan menggunakan perangkat lunak SPSS versi 23. Dari hasil penelitan didapatkan ada hubungan antara usia nilai P = 0,003 dan OR sebesar 16,120, pendidikan nilai P = 0,041 dan OR sebesar 4,083, paritas nilai P = 0,020 dan OR sebesar 11,071, ekonomi nilai P = 0,035 dan OR sebesar 9,621, sumber informasi nilai P = 0,032 dan OR sebesar 3,927, dukungan keluarga nilai P = 0,009 dan OR sebesar 4,421 dengan pengetahuan ibu tentang pap smear di Majelis Taklim Desa Harja Mekar Kabupaten Bekasi tahun 2018. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara usia, pendidikan, paritas, ekonomi, sumber informasi, dukungan keluarga dengan pengetahuan ibu tentang pap smear di Majelis Taklim Desa Harja Mekar Kabupaten Bekasi tahun 2018. Diharapkan kepada pembuat kebijakan dan tenaga kesehatan meningkatkan upaya promontif dan preventif dalam rangka upaya menurunkan angka kejadian kanker serviks.

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Ibu Tentang Persalinan Usia Dini ,20 Tahun di BPM Bidan Sarti Pebayuran Kabupaten Bekasi Tahun 2018

Ida Widaningsih; Kalfiah
2020 · Book · Open Access

Pernikahan dini atau menikah dalam usia muda, memiliki dua dampak cukup berat. Pertama dari segi fisik, remaja itu belum kuat tulang panggulnya masih terlalu kecil sehingga bisa membahayakan proses perslinan. Oleh karna itu pemerintah mendorong masa hamil sebaiknya dilakukan pada usia 20-30 tahun. Dan yang kedua dari segi mental, emosi remaja belum stabil menghadapi persalinan ( BKKBN, 2002).Wanita yang hamil pada usia dibawah 20 tahun memiliki resiko yang besar untuk melahirkan bayi prematur, keguguran (Abortus) dan memiliki bayi berat lahir rendah (BBLR) bahkan bisa mengakibatkan kematian pada bayi. Disamping itu memiliki resiko juga bagi ibusendiri seperti anemia kehamilan. Keracunan kehamilan, mengalami pendarahan, persalinan lama dan sulit bahka bisa berakbat bagi ibu. Pada peneliti ini, penulis menggunakan metode penelitian analitik dengan menggunakan rancangan Cross sectional. Dengan sempel 87 orang yang melahirkan di BPM Bidan Sarti periode januari-juni 2018. Metode pengambilan sampel menggunakan total sampling. Hasil analisis bivariat menunjukan bahwa ada hubungan antara pekrjaan dengan pengtahuan ibu tentang persalinan usia dini dengan nilai P-value = 0,010 <a =0,05, sedangkan dengan pendidikan nilai P-value= 0,045<a = 0,05 , sedangkan dengan sumber informasi P-valeu = 0,006<a= 0,05, sedangkan dengan peran orang tua P-valeu =0,049 <a= 0,05 , jadi ada hubungan antara pendidikan, pekerjaan, sumber informasi, peran orang tua dengan persalinan usia dini. Dari hasil penelitian diketahui bahwa ibu-ibu yang melahirkan di usia muda di BPM bidan Sarti yang tidak bekerja 82,9%, sedangkan yang pendidikan nya rendah (SD-SMP), 51,1%, sedangkan yang sumber informasi yang kurang cukup 53,3%, dan peran orang rua yang rendah sebanyak 78,8%. Dari hasil analisa bivariat diketahui bahwa ada hubungan yang signifikan antara faktor pekerjaan ,pendidikan, sumber informasi, dan peran orang tua dengan persalinan usia dini. Saran dalam penelitian ini adalah agar lebih meningkatkan lagi penyulahan tentang dampak dari pernikahan dan persalinan usia dini khususnya kepada kaum remaja.

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Berat Badan Bayi Lahir Rendah (BBLR) di RSUD Kota Bekasi Periode Juli- Desember Tahun 2016

Ika Kania Fatdo Wardani; Kharisma Putri
2020 · Book · Open Access

Di Indonesia Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) adalah dua parameter yang lazim digunakan untuk mengukur status kesehatan masyarakat suatu negara secara umum karena menggambarkan banyak hal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kejadian berat bayi lahir rendah dengan usia ibu, paritas, jarak kehamilan, anemia dan pendidikan di RSUD Kota Bekasi Periode Juli – Desember tahun 2017. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi yang lahir di RSUD Kota Bekasi Periode Juli – Desember Tahun 2017 yaitu 643 persalinan. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik total sampling yaitu sebanyak 198 bayi yang mengalami BBLR dan 445 bayi yang tidak mengalami BBLR sebagai pembanding. Rancangan analisa data adalah analisa univariat dan analisa bivariat. Dari hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara faktor usia ibu P value 0,001 dan OR 1,837, Paritas P value 0,000 dan OR 2,680, Jarak Kehamilan P value 0,013 dan OR 1,800, Anemia P value 0,001 dan OR 1,966 dan Pendidikan P value 0,000 dengan kejadian Berat Bayi Lahir Rendah di RSUD Kota Bekasi Periode Juli – Desember Tahun 2017. Dari hasil analisis yang telah dilakukan maka didapatkan bahwa tidak ada kesenjangan antara teori dan penelitian yang ada dilapangan antara kejadian Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) dengan usia ibu, paritas, jarak kehamilan, anemia dan pendidikan. Kesimpulan dari penelitian ini ada hubungan antara usia ibu, paritas, jarak kehamilan, anemia dan pendidikan dengan kejadian Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) di RSUD Kota Bekasi Periode Juli – Desember Tahun 2017. Saran bagi tenaga kesehatan meningkatkan pelayanan kesehatan terutama dalam mengatasi kejadian BBLR dengan metode pencegahan, pengobatan yang cepat, tepat dan akurat, sehingga dapat menurunkan angka kejadian yang sudah ada, disarankan untuk tenaga kesehatan memberikan penyuluhan yang dilakukan setiap 1 bulan sekali di posyandu maupun di puskesmas.

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Asfiksia Neonatorum di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bekasi Tahun 2018

Heru Turdja'i; Lastri Lestari
2020 · Book · Open Access

Asfiksia neonatorum adalah suatu keadaan bayi baru lahir yang gagal bernafas secara spontan dan teratur segera setelah lahir. Tingginya angka kejadian asfiksia neonatorum di RSUD Kota Bekasi pada periode Juli - Desember tahun 2016 sebanyak 159 kasus atau 24,72 %. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian asfiksia neonatorum di RSUD Kota bekasi tahun 2017. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analiik kuantitatif dengan menggunakan pendekatn cross sectional. Sampel dari penelitian sebanyak 643 bayi. Insrtumen penelitian adalah lembar cheklist merupakan data sekunder. Analisis dilakukan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian bivariat menunjukan ada hubungan antara usia ibu dengan kejadian asfiksia neonatorum, nilai P = 0,007, hasil OR di ketahui 1,653. Ada hubungan antara paritas dengan kejadian asfiksia neonatorum, nilai P = 0,004, hasil OR 1,745. Ada hubungan antara usia kehamilan dengan kejadian asfiksia neonatorum , nilai P = 0,004, hasil OR 1745. Kesimpulan dari hasil penelitian ini dari 3 variabel yang diteliti memiliki hubungan antara usia ibu, paritas, usia kehamilan dengan kejadian asfiksia neonatorum d RSUD kota bekasi tahun 2018.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengetahuan Ibu Terhadap Imunisasi MR (Measles, Rubella) Pada Balita di Puskesmas Telaga Murni

Lina Mardianti; Lisna Pratiwi Wibowo
2020 · Book · Open Access

Imunisasi merupakan usaha untuk memberikan kekebalan pada bayi dan anak mencegah dengan memasukan vaksin ke dalam tubuh agar tubuh membuat zat anti untuk terhadap penyakit tertentu. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi 2017, Rekapitulasi pelaksanaan kampanye Measles Rubella untuk hasil Puskesmas Telaga Murni 93,7% angka ini kurang dari hasil proyeksi kampanye Measles Rubella untuk hasil proyeksi kampanye Measles Rubella yaitu 96,58%. Tujuan penelitian ini yakni untuk mengidentifikasi antara pendidikan, pekerjaan, paritas, sumber informasi, umur dengan pengetahuan ibu terhadap imunisasi MR (Measles Rubella). Penelitian ini menggunakan metode analitik kuantitatif cross secsional, yaitu sebuah rancangan penelitian dengan melakukan pengukur atau pengamatan pada saat bersamaan atau sekali waktu untuk mengetahui Faktor-Faktor yang mempengaruhi pengetahuan ibu terhadap imunisasi MR (measles,rubella) di Puskesmas Telaga Murni tahun 2017. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan metode accidental sampling dengan mengambil sampel atau responden yang kebetulan ada atau tersedia disuatu tempat sesuai dengan konteks penelitian. Instrumen yang digunakan menggunakan berupa kuesioner sebagai alat ukur. Sebelum dilakukan analisis data dalam penelitian ini diuji validitas dan reabilitas pada 30 responden. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan analisis univariat, dan analisis bivariat dengan menggunkan chi square. Seluruh analisis data dalam penelitian ini menggunakan perangkat lunak SPSS versi 23. Kesimpulan hasil analisis bivariat menunjukan bahwa hasil penelitian ini membuktikan adanya hubungan yang signifkan antara Pendidikan P-Value = 0,001 (P<a 0,05), dan OR 7,125 hasil Pekerjaan P-Value = 0,009 (P<a 0,05) dan OR 4,400 Paritas P-Value = 0,019 (P<a 0,05), dan OR 10,850 Sumber informasi P-Value = 0,004 (P<a 0,05), dan OR 5,225 Umur P-Value = 0,016 (P<a 0,05), dan OR 4,500. Kesimpulan bahwa variabel pendidikan, pekerjaan, paritas, sumber informasi, dan umur mempengaruhi pengetahuan ibu terhadap imunisasi MR (measles,rubella) di Puskesmas Telaga Murni tahun 2018. Saran bagi tenaga kesehatan agar lebih meningkatkan komunikasi, informasi, dan edukasi berupa pendidikan kesehatan yang lebih spesifik bagi masyarakat dan terutama bagi ibu yang mempunyai balita. Meningkatkan kualitas pelayanan khusus dan promosi kesehatan bagi masyarakat terutama dalam mensosialisasikan program pemerintah agar masyrakat mengetahui manfaat dan tujuan imunisasi MR (measles,rubella) sehingga tujuan atau program untuk imunisasi tercapai.

Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Ibu Menyusui Dalam Pemberian Susu Formula Pada Bayi Usia 0-6 Bulan di BPM Inna Nur Mulyani Tahun 2018

Nersih Susilawati; Triseu Setianingsih
2020 · Book · Open Access

Salah satu prioritas pembangunan nasional sebagimana tertuang pada dokumen rencana pembangunan jangka menengah nasional dan rencana stategis kementrian kesehatan 2015 adalah perbaikan status gizi masyarakat. Di Indonesia Departemen Kesehatan RI (Depkes) telah menargetkan cakupan ASI Eklusif sebesar 80% sebagai salah satu indikator kegiatan pembangunan gizi kesehatan masyarakat. Pemberian susu formula atau makanan tambahan PASI yang terlalu dini dapat menganggu pemberian ASI eklusif serta meningkatkan angka kesakitan morbiditas. (Kemenkes, RI, 2015. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku ibu menyusui dalam pemberian susu formula pada bayi usia 0-6 bulan di BPM inna nur mulyani tahun 2018. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini semua ibu yang menyusui bayi usia 0-6 bulan dan sampel yang digunakan berjumlah 100 responden dengan teknik total sampling. Instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi square. Hasil penelitian ada hubungan bermakna antara variabel pengetahuan dengan perilaku ibu menyusui dalam pemberian susu formula dengan p value : 0,016, ada hubungan bermakna antara variabel pekerjaan dengan perilaku ibu menyusui dalam pemberian susu formula dengan p value : 0,004, ada hubungan bermakna antara variabel kondisi fisik dan kesehatan ibu dalam pemberian susu formula dengan p value : 0,043, ada hubungan bermakna antara variabel peran bidan dengan perilaku ibu menyusui dalam pemberian susu formula degan p value : 0,009. Kesimpulan ada hubungan yang bermakna antara variabel pengetahuan, pekerjaan, kondisi fisik dan kesehatan ibu, serta peran bidan dengan perilaku ibu menyusui dalam pemberian susu formula. Saran peneliti ini diharapkan bidan lebih meningkatkan penyuluhan-penyuluhan serta memberikan informasi kepada masyarakat khususnya pada ibu-ibu tentang pentingnya pemberian ASI serta manfaat ASI bagi ibu dan bayi.

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Keberhasilan Menyusui Pada Ibu Postpartum Dengan Sectio Caesarea di RS Sentra Medika

Devia Nur Ajizah; Herlina Simanjuntak
2020 · Book · Open Access

Menyusui merupakan proses fisiologis memberikan nutrisi kepada bayi secara optimal. Tetapi pada situasi tertentu proses menyusui dapat terhambat atau mengalami kesulitan , dampaknya pemberian asi menjadi tidak ekslusif . Wanita yang proses persalinannya sectio caesarea sering mengeluh kesulitan dalam menyusui. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan keberhasilan menyusui pada ibu postpartum dengan seksio sesarea. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Menggunakan metode pengambilan sample acidental sampling dengan jumlah sampel 44 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data berupa analisis univariat dan bivariat , dengan uji chi-square yang bertujuan untuk menghubungkan antara variabel independen dengan variabel dependen. Dari hasil penelitian di dapatkan ada hubungan antara umur dengan p value = 0,008 (p <a0,05) dan nilai OR di dapatkan sebesar = 6,861, paritas dengan p value = 0,010 (p <a0,05) dan nilai OR =7,219, nyeri luka operasi dengan p value = 0,023 (p <a0,05) dan nilai OR =6,600, motivasi dengan p value =0,024(p<a0,05) dan nilai OR = 5,833, dukungan suami p value = 0,018 ( p <a0,05) dan nilai OR=5,571 dengan keberhasilan menyusui pada ibu postpartum section caesarea di RS Sentra Medika Cikarang tahun 2018. Kesimpulan : dari 5 variabel yang diteliti diantaranya umur, paritas, nyeri luka operasi , motivasi dan dukungan suami memiliki hubungan yang signifikan terhadap faktor-faktor yang berhubungan dengan keberhasilan menyusui pada ibu postpartum sectio caesarea. Saran dalam penelitian ini adalah untuk petugas kesehatan khususnya bidan perlu memberikan informasi dan mengajarkan teknik menyusui yang benar , sejak trimester akhir kehamilan.

Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Pemberian Imunisasi IPV (Inactivated Polio Vaccine) Pada Bayi Usia 4 - 9 Bulan di Desa Karang Mekar Kecamatan Kedung Waringin Tahun 2019

Herlina Simanjuntak; Salsabila Fyrdausa
2020 · Book · Open Access

Imunisasi Inactivated Polio Vaccine merupakan imunisasi yang bertujuan mencegah penyakit poliomylitis. Pemberian Imunisasi Inactivated Polio Vaccine diutamakan pada bayi usia 4 bulan dengan dosis 0,5 ml disuntik secara Intra Muskular yang bertujuan untuk menjaga dunia tanpa polio dan menghentikan penggunaan Oral Polio Vaccine. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan hubungan antara pendidikan, pengetahuan, sikap dan dukungan keluarga terhadap pemberian imunisasi Inactivated Polio Vaccine pada bayi usia 4 sampai 9 bulan di Desa Karang Mekar Kecamatan Kedungwaringin tahun 2019. Desain dalam penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 82 ibu di Desa Karang Mekar Kecamatan Kedungwaringin yang memiliki bayi usia 4 sampai 9 bulan dengan teknik pengambilan sampel Total Sampling, menggunakan data primer, data diolah dengan analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian didapatkan variabel pendidikan (P.value= 0,001), pengetahuan (P.value= 0,009), sikap ( P.value =0,000), dukungan keluarga (P.value= 0,000) yang kurang dari nilai alpha (0,05). Kesimpulannya ada hubungan antara pendidkan, pengetahuan, sikap, dan dukungan keluarga terhadap pemberian imunisasi Inactivated Polio Vaccine pada bayi usia 4 sampai 9 bulan di Desa Karang Mekar Kecamatan Kedungwaringin tahun 2019. Saran diharapkan ibu lebih menambah wawasan maupun pengetahuan tentang pemberian imunisasi Inactivated Polio Vaccine agar dapat menentukan perilaku yang tepat dalam pemberian imunisasi demi kesehatan dan kesejahteraan bayinya.

Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Ikterus Neonatorum di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi Tahun 2018

Eviana Yatiningsih; Tri Windi Astuti
2020 · Book · Open Access

Berdasarkan hasil studi pendahuluan penelitian tanggal 27 Oktober 2017 di Rumah Sakit Daerah Kabupaten Bekasi tahun 2016 dari 796 neonatus ada 128 kejadian ikterus (16,0%). Sedangkan tahun 2017 masih tinggi yaitu dari 989 neonatus yang ada terdapat kejadian ikterus sebanyak 198 (20,0%). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Ikterus Neonatorum di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi Tahun 2018. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh neonatus yang pernah berkunjung dan tercatat dalam rekam medis di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi periode Februari sampai Agustus tahun 2017 yaitu sebanyak 989 neonatus. Teknik pengambilan sampel dengan cara Random Sampling yaitu sebanyak 198 neonatus. Rancangan analisis data adalah analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara paritas Pvalue 0,000 dan OR 3,209, masa gestasi Pvalue 0,001 dan OR 2,041, jenis persalinan Pvalue 0,001 dan OR 2,094, berat badan lahir Pvalue 0,000 dan OR 3,571, usia ibu Pvalue 0,001 dan OR 2,065 dengan kejadian ikterus neonatorum di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi Tahun 2018. Dari semua variabel yang diteliti tidak ada kesenjangan dengan teori. Dari 5 variabel yang diteliti paritas, masa gestasi, jenis persalinan, berat badan lahir, usia ibu. Hasilnya berhubungan dengan kejadian ikterus neonatorum di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bekasi Tahun 2018. Saran diharapkan ibu nifas lebih menambah wawasan dan pengetahuan yang lebih luas mengenai upaya tindakan kesehatan dini untuk mencegah terjadinya ikterus pada bayi baru lahir.

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Ibu Dalam Pemilihan Tempat Persalinan di Desa Cilangkara Kecamatan Serang Baru Tahun 2018

Lina Mardianti; Widyawati Febriani
2020 · Book · Open Access

Berdasarkan Data Kementerian Kesehatan pada tahun 2016 Angka Kematian Ibu (AKI) Indonesia sebesar 305 per 100.000 kelahiran hidup, sedangkan Angka Kematian Bayi berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) sebesar 22 per 1.000 kelahiran hidup. Angka Kematian Ibu (AKI) berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Jawa Barat tahun 2015 disampaikan bahwa jumlah kasus kematian ibu melahirkan karena kehamilan, persalinan, dan nifas cukup tinggi yakni 823 kasus dan Angka Kematian Bayi yakni 3369 kasus. Penelitian ini menggunakan metode analitik kuantitatif cross sectional, yaitu sebuah rancangan penelitian dengan melakukan pengukur atau pengamatan pada saat bersamaan atau sekali waktu untuk mengetahui Faktor-Faktor yang mempengaruhi ibu dalam pemilihan tempat persalinan di Desa Cilangkara Kecamatan Serang Baru pada tahun 2018. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang pernah melahirkan dalam 3 bulan terakhir (Oktober, November, dan Desember) pada tahun 2017 di wilayah Desa Cilangkara Kecamatan Serang Baru. Sampel dalam penelitian ini adalah total samping yaitu sebanyak 40 ibu yang bersalin 3 bulan terakhir. Instrumen dalam penelitian ini berupa kuesioner sebagai alat ukur. Rancangan analisa data adalah univariat dan bivariat. Dari hasil penelitian yaitu hasil analisis bivariat menunjukan bahwa hasil penelitian ini membuktikan adanya hubungan yang signifkan antara Pendidikan P-Value = 0,033 (P<a 0,05), dan OR 5,625, status ekonomi P-Value = 0,011 (P<a 0,05) dan OR 8,250, dukungan suami P-Value = 0,008 (P<a 0,05), dan OR 8,33, pengetahuan P-Value = 0,026 (P<a 0,05), dan OR 6,000, jarak ke fasilitas kesehatan P-Value = 0,026 (P<a 0,05), dan OR 6,000. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah ada hubungan antara pendidikan, status ekonomi, dukungan suami, pengetahuan, jarak ke fasilitas kesehatan dengan pemilihan tempat persalinan di Desa Cilangkara Kecamatan Serang Baru pada tahun 2018. Saran bagi tenaga kesehatan adalah meningkatkan peran serta masyarakat dalam membantu semua ibu bersalin yang ada dilingkungannya, agar memilih tempat persalinannya ke sarana pelayanan kesehatan.

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Vaksinasi HPV Pada Wanita Usia Subuh di RW 09 Desa Sukadami Kecamatan Cikarang Selatan Kabupaten Bekasi Tahun 2018

Herlina Simanjuntak; Sriani Wulandari
2020 · Book · Open Access

Kanker serviks adalah jenis kanker kedua terbanyak yang menyerang wanita di seluruh dunia setelah kanker payudara. Human papilloma virus (HPV) adalah penyebab terjadinya kanker serviks. Kanker serviks dapat dicegah secara efektif dengan vaksinasi HPV. Namun sayangnya cakupan vaksinasi HPV masih sangat rendah. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan vaksinasi HPV pada wanita dewasa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik dengan pendekatan Cross Sectional dengan jumlah sampel 227 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Instrument penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisis yang digunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Chi Square yang bertujuan untuk menghubungkan antara variabel independen dan variabel dependen. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara pendidikan (P-Value = 0,000), pengetahuan (P-Value = 0,046), dukungan suami (P-Value = 0,000), dan tidak ada hubungan antara usia (P-Value = 1,000), tingkat pendapatan (P-Value = 0,100), dan riwayat keluarga menderita kanker serviks (P-Value = 1,000) dengan vaksinasi HPV. Intervensi difokuskan pada peningkatan pengetahuan untuk wanita dan keluarganya mengenai vaksinasi HPV.

Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Merokok Pada Siswa Kelas V dan VI di SDN Karang Setia 01 Kab. Bekasi Tahun 2018

Neneng Julianti; Rukoyah Hermawati
2020 · Book · Open Access

Perilaku merokok merupkan perilaku yang merugikan, tidak hanya bagi individu yang merokok tetapi bagi orang-orang disekitar perokok yang ikut menghirup asap rokok. Riskesdas tahun 2013 perilaku merokok diantaranya pada usia 10 – 14 tahun sebayak 1,4% dan pada usia diatas 15 tahun sebayak 36,2%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan merokok pada siswa kelas V dan VI di SDN Karang Setia 01 Kab. Bekasi Tahun 2018. Desain dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik dengan pendekatan Cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V dan VI di SDN Karang Setia 01 Kab. Bekasi Tahun 2018 berjumlah 69 responden. Menggunakan sample dengan cara Total Sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisis yang dilakukan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square Hasil penelitian ini ada hubungan antara pengetahuan (P – Value = 0,019), lingkungan (P – Value = 0,002), sumber informasi (P – Value = 0,005), peran orang tua (P – Value = 0,038), peran teman sebaya (P – Value = 0,027), peran tenaga kesehatan (P – Value = 0,002). Tidak ada kesenjangan antara pengetahuan, lingkungan, sumber informasi, oeran orang tua, peran teman sebaya dan peran tenaga kesehatan dengan teori Dari 6 variabel yang diteliti (pengetahuan, lingkungan, sumber informasi, peran orang tua, peran teman sebaya dan peran tenaga kesehatan) hasilnya berhubungan dengan merokok pada siswa kelas V dan VI di SDN Karang Setia 01 Kab. Bekasi. Menjalin kerja sama dengan pelayanan kesehatan terdekat pihak sekolah juga harus tegas dalam memberikan sanksi baik itu berupa teguran ataupun sanksi lain jika menemukan siswa yang merokok.

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Minat Ibu Dalam Penggunaan Alat Kontrasepsi Implan di RB Rhaudatunnadya Cikarang Utara - Bekasi

Ika Kania Fatdo Wardani; Uswatun Hasanah
2020 · Book · Open Access

Pertumbuhan penduduk yang pesat merupakan suatu masalah yang dihadapi oleh Negara berkembang termasuk Negara Indonesia. Pemerintah melalui BKKBN mengajukan alat kontrasepsi yang baik digunakan untuk menjarangkan kehamilan dan untuk mewujudkan NKKBS adalah Alat Kontrasepsi Bawah Kulit (AKBK), tetapi pada kenyataan di masyarakat alat kontrasepsi yang sedikit digunakan adalah kotrasepsi implant. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Minat Ibu Dalam Penggunaan Alat Kontrasepsi Implant di RB Rhaudatunnadya Cikarang Utara-Bekasi Tahun 2018. Metode penelitian ini bersifat analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan pengambilan sampel menggunakan tekhnik accidental sampling. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 1.164 responden dengan besar sampel sebanyak 285 responden. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus-September 2017 dan data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Analisis data berupa analisis univariat dan bivariat, dengan uji statistik menggunakan rumus Chi-Square. Hasil analisis bivariat umur ada hubungunan dengan P Value 0,029 P < a 0,05 dan OR 8,387 adanya kesesuaian antara teori dengan apa yang diteliti, Pendidikan ada hubungan dengan P Value 0,037 P < a 0,05 dan OR 3,200 adanya kesesuaian antara teori dengan apa yang diteliti, Pengetahuan ada hubungan dengan P Value 0,019 P < a 0,05 dan OR 5,700 adanya kesesuaian antara teori dengan apa yang diteliti, Pendapatan ada hubungan dengan P Value 0,023 P < a 0,05 dan OR 3,511 adanya kesenjangan antara teori dengan apa yang diteliti, Sumber informasi ada hubungan dengan P Value 0,040 P < a 0,05 dan OR 2,772 adanya kesesuaian antar teori dengan apa yang diteliti, Dukungan suami ada hubungan dengan P Value 0,027 P < a 0,05 dan OR 3,813 adanya kesenjangan antara teori dengan apa yang diteliti. Kesimpulan dari hasil penelitian 6 variabel yang diteliti (umur, pendidikan, pengetahuan, pendapatan, sumber informasi, dukungan suami) mempunyai hubungan yang bermakna dengan minat ibu dalam penggunaan alat kontrasepsi implant. Saran dalam penelitian ini adalah diharapkan dengan adanya penelitian ini, ibu-ibu pasangan usia subur dapat menambah informasi dari pengetahuan tentang efek samping, kekurangan, kelebihan dan kontra indikasi alat kontrasepsi sehingga dapat memilih alat kontrasepsi apa yang baik dengan cara berkonsultasi dan banyak bertanya dengan tenaga kesehatan, bagi tenaga kesehatan, perlu ditingkatkannya pelaksanaan penyuluhan tentang KB.

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Penggunaan Metode Inspeksi Visual Asam Aseta (IVA) Pada Wanita Usia Subur (WUS) Puskesmas Cikarang

Eviana Yatiningsih; Nurniawati
2020 · Book · Open Access

Kanker leher rahim merupakan masalah kesehatan perempuan di Indonesia, sehubung dengan angka kejadian dan angka kematian yang tinggi. Saat ini didunia diperkirakan lebih dari 1 juta perempuan menderita kanker serviks dan terdapat 500.000 kasus baru pertahuan, dengan angka kematian 260.000, di indonesia terdapat 100 kasus kanker leher rahim per 100.000 penduduk, dengan angka kematian 20 perhari (nuranna,Laila et all, 2008) banyak faktor yang berhubungan dengan wanita usia subur dalam deteksi dini kanker leher rahim metode IVA antara lain pendidikan, pengetahuan, minat dan dukungan suami. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor faktor yang berhubungan dengan penggunaan metode inspeksi visual asam asetat pada wanita usia subur di puskesmas Cikarang 2018. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini semua wanita usia subur di puskesmas Cikarang berjumlah 132 wanita usia subur, dan sampel yang digunakan berjumlah 99 wanita usia subur dengan teknik accidental sampling. Instrumen dalam penelitian ini adalah analisis univariat dab bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian ada hubungan bermakna antara variabel pengetahuan dengan pengunaan metode IVA pada WUS dengan nilai (P-Value: 0,014;OR: 6,727) ada hubungan antara variabel pendidikan dengan penggunaan metode IVA pada WUS dengan nilai (P-Value: 0,011; OR: 5,561) ada hubungan antara variabel minat dengan penggunaan metode IVA pada WUS dengan nilai (P-Value: 0,004; OR: 8,573) ada hubungan antara variabel dukungan suami dengan penggunaan metode IVA pada WUS dengan nilai (P-Value: 0,025; OR: 4,744) Kesimpulan ada hubungan yang bermakna antara variabel pengetahuan, pendidikan, minat dan dukungan suami dengan penggunaan metode inpeksi visual asam asetat (IVA) pada wanita usia subur. Saran dalam penelitin ini adalah diharapkan untuk tenaga kesehatan untuk memberikan pengetahuan dan informasi dalam deteksi dini kanker serviks dan mencegah terjadinya kanker stadium lanjut.