Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

10.659 item publik

Publikasi

Halaman 43 dari 533

Pengaruh Edukasi Sadar (Say No To Alcohol for Disease Risk) Dengan Video Edukatif Berbasis Youtube Terhadap Perilaku Pencegahan Kecanduan Alkohol Pada Remaja di Desa Pasirtanjung Tahun 2025

Aditya Subagja; Tri Wahyuni Ismoyowati
2026 · Book · Open Access

Latar Belakang : Kecanduan alkohol pada remaja masih menjadi masalah kesehatan yang dipengaruhi oleh faktor teman sebaya, meskipun informasi bahaya alkohol mudah diakses melalui media sosial. Di Desa Pasirtanjung tahun 2025 ditemukan remaja dengan perilaku pencegahan kecanduan alkohol yang belum optimal, sehingga diperlukan intervensi edukasi yang sesuai dengan karakteristik remaja. Tujuan : Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh edukasi SADAR (Say No to Alcohol for Disease Risk) berbasis video edukatif YouTube terhadap perilaku pencegahan kecanduan alkohol pada remaja di Desa Pasirtanjung tahun 2025. Metode : Penelitian menggunakan desain pra-eksperimen kuantitatif dengan one group pretest–posttest tanpa kelompok kontrol. Populasi penelitian adalah remaja di Desa Pasirtanjung dengan teknik total sampling. Alat ukur berupa kuesioner perilaku pencegahan kecanduan alkohol. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil : Sebelum intervensi, perilaku pencegahan kecanduan alkohol berada pada kategori rendah hingga tinggi. Setelah diberikan edukasi SADAR berbasis video YouTube, terjadi peningkatan perilaku pencegahan, ditandai bertambahnya kategori tinggi dan hilangnya kategori rendah. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan signifikan dengan nilai p value = 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan : Edukasi SADAR berbasis video edukatif YouTube efektif meningkatkan perilaku pencegahan kecanduan alkohol pada remaja di Desa Pasirtanjung tahun 2025. Rekomendasi : Media video YouTube direkomendasikan sebagai sarana edukasi kesehatan untuk meningkatkan perilaku pencegahan kecanduan alkohol pada remaja.

Hubungan Tingkat Pengetahuan Remaja Dengan Pencegahan Kekerasan Seksual Berbasis Media Digital Pada Remaja di SMAN 1 Sukatani Tahun 2026

Alya Agustin; Risti Tamara Tahanora
2026 · Book · Open Access

Latar Belakang: Kekerasan seksual merupakan permasalahan kesehatan dan sosial yang masih sering terjadi pada remaja serta dapat menimbulkan dampak fisik, psikologis, dan sosial. Remaja merupakan kelompok yang rentan terhadap kekerasan seksual, terutama dengan meningkatnya penggunaan media digital yang selain memberi kemudahan akses informasi juga meningkatkan risiko kekerasan seksual berbasis digital. Kurangnya pengetahuan remaja mengenai kekerasan seksual dan cara pencegahannya dapat memengaruhi perilaku pencegahan yang dilakukan. Oleh karena itu, penelitian ini diperlukan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan pencegahan kekerasan seksual berbasis media digital pada remaja. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan pencegahan kekerasan seksual berbasis media digital pada remaja. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel berjumlah 84 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan dan pencegahan kekerasan seksual berbasis media digital. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan remaja sebagian besar berada dalam kategori baik, yaitu sebesar 50,0%. Selain itu, pencegahan kekerasan seksual berbasis media digital pada remaja juga menunjukkan bahwa mayoritas berada dalam kategori baik, dengan persentase 77,4%. Berdasarkan hasil uji statistik, terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan dengan pencegahan kekerasan seksual berbasis media digital pada remaja, dengan nilai p value = 0,011 (p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan pencegahan kekerasan seksual berbasis media digital pada remaja.

Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Kemandirian Anak Prasekolah di RA El-Farihah Desa Karang Setia Tahun 2026

Afifah Nur Sabilah; Previarsi Rahayu
2026 · Book · Open Access

Latar Belakang: Kemandirian merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan anak usia prasekolah yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah pola asuh orang tua. Pola asuh yang tepat dapat membantu anak mengembangkan kemampuan melakukan aktivitas secara mandiri sesuai tahap perkembangannya. Tujuan: untuk mengetahui hubungan antara pola asuh orang tua dengan kemandirian anak prasekolah. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 70 responden yang merupakan anak usia prasekolah beserta orang tuanya. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pola asuh orang tua yang dikategorikan menjadi pola asuh otoriter dan demokratis serta kuesioner kemandirian anak yang diklasifikasikan menjadi ketergantungan sedang, kemandirian sebagian, dan kemandirian penuh. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua menerapkan pola asuh demokratis sebanyak 54 responden (77,1%). Mayoritas anak memiliki tingkat kemandirian penuh yaitu 39 anak (55,7%). Pada pola asuh otoriter, sebagian besar anak berada pada kategori kemandirian sebagian (62,5%), sedangkan pada pola asuh demokratis sebagian besar anak berada pada kategori kemandirian penuh (64,8%). Hasil uji Chi-Square diperoleh nilai p-value sebesar 0,015 (p < 0,05), sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan kemandirian anak prasekolah. Kesimpulan: penelitian ini menunjukkan bahwa pola asuh demokratis cenderung meningkatkan tingkat kemandirian anak prasekolah dibandingkan pola asuh otoriter. Oleh karena itu, orang tua diharapkan dapat menerapkan pola asuh yang mendukung perkembangan kemandirian anak sejak usia dini.

Pengaruh Permainan Ular Tangga Dengan Pendekatan Peer Group Terhadap Pengetahuan Penularan dan Pencegahan HIV/AIDS Pada Remaja Kelas XI di SMAN 1 Sukakarya Tahun 2026

Rieke Ayu Puspita Sari; Yulidian Nurpratiwi
2026 · Book · Open Access

Latar Belakang :HIV/AIDS masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, terutama pada remaja usia 15-24 tahun yang berisiko. Rendahnya pengetahuan tentang penularan dan pencegahan HIV/AIDS dapat menodorong perilaku berisiko. sehingga diperlukan pendekatan inovatif seperti permainan ular tangga berbasis peer group Tujuan: Menganalisis pengaruh permainan ular tangga dengan pendekatan peer group terhadap pengetahuan remaja tentang penularan dan pencegahan HIV/AIDS di SMAN 1 Sukakarya Tahun 2026. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain pre-eksperimental dengan rancangan one group pretestposttest pada 78 responden. Analisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan instrumen kuesioner HIV-KQ-18. Hasil: Sebelum intervensi, mayoritas responden memiliki pengetahuan cukup (60,3%). Setelah intervensi, kategori baik meningkat menjadi 39,7 dan kategori kurang menurun menjadi 6,4%. Uji Statistik menunjukkan p value = 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: Permainan ular tangga berbasis peer group efektif meningktkan pengetahuan remaja tentang penularan dan pencegahan HIV/AIDS. Saran: Sekolah dan tenaga kesehatan dapat menggunakan permainan edukatif berbasis peer group sebagai alternatif pembelajaran kesehatan bagi remaja.

Hubungan Kualitas Tidur dan Aktivitas Fisik Dengan Kejaian Anemia Pada Siswi SMK Swasta Pusat Keunggulan Tridaya Bekasi

Nihla Nur Aini; Yulidian Nurpratiwi
2026 · Book · Open Access

Latar Belakang : anemia masih menjadi masalah kesehatan masyarakat pada remaja putri. Remaja putri rentan mengalami anemia karena menstruasi rutin setiap bulan serta berada pada masa pertumbuhan yang meningkatkan kebutuhan zat besi. Selain faktor gizi, anemia juga dapat dipengaruhi oleh faktor perilaku seperti kualitas tidur dan aktivitas fisik. Tujuan : penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kualitas tidur dan aktivitas fisik dengan kejadian anemia pada siswi SMKS Pusat Keunggulan Tridaya Bekasi. Metode: penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 80 siswi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Kualitas tidur diukur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), aktivitas fisik menggunakan Physical Activity Questionnaire for Adolescents (PAQ-A), dan status anemia ditentukan melalui pemeriksaan kadar hemoglobin menggunakan alat HemoCue. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil : hasil penelitian menunjukkan bahwa 45 siswi (56,3%) mengalami anemia. Kesimpulan : tidak terdapat hubungan signifikan antara kualitas tidur dengan kejadian anemia (p=0,778), sedangkan aktivitas fisik berhubungan signifikan dengan kejadian anemia (p=0,001)

Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Ketergantungan Smartphone Pada Remaja di SMP Negeri 3 Cibitung

Cicilia Nony Ayuningsih Bratajaya; Sri Ajeng Sinta Dewi
2026 · Book · Open Access

Latar Belakang : penggunaan smartphone yang semakin meningkat pada remaja berpotensi menimbulkan ketergantungan yang berdampak pada aspek akademik, sosial, dan kesehatan mental. Remaja merupakan kelompok yang rentan karena masih berada dalam tahap perkembangan psikologis dan kontrol diri yang belum matang. Tujuan Penelitian : penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktorfaktor yang berhubungan dengan ketergantungan smartphone pada remaja di SMP 3 Cibitung. Metode : penelitian ini mengunakan desain kuantitatif deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel terdiri dari 92 siswa yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian meliputi Smartphone Addiction Scalle-Short Version (SAS-SV), kuesioner Kontrol Diri, Parental Authority Questionnaire (PAQ), dan kuesioner Prokrastinasi Akademik. Dan dianalisis menggunakan uji univariat dan bivariat dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil Penelitian : hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara usia (p-value = 0,035 dan OR = 2,838), kontrol diri (pvalue= 0,024 dan OR= 0,341), dan prokrastinasi akademik (p-value = 0,002 dan OR = 4,457) dengan ketergantungan smartphone pada remaja. Dan menunjukkan tidak adanya hubungan antara jenis kelamin (p-value = 0,541 dengan OR = 1,424) dan pola asuh orang tua (p-value = 0,052 dan OR = 2,533) dengan ketergantungan smartphone pada remaja. Kontrol diri yan rendah dan tingkat prokrastinasi akademik yang tingggi menjadi faktor yang paling dominan dalam meningkatkan risiko ketergantungan smartphone. Kesimpulan : ketergantungan smartphone pada remaja dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Upaya pencegahan perlu melibatkan peran sekolah, orang tua, dan tenaga kesehatan dalam meningkatkan kontrol diri serta penggunaan smartphone yang sehat.

Pengaruh Pemberian Rebusan Daun Kelor Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Menyusui 0-6 Bulan di Desa Tanahbaru Tahun 2025

Lukmanul Hakim; Yulidian Nurpratiwi
2026 · Book · Open Access

Pemberian ASI optimal sangat penting bagi tumbuh kembang bayi, namun masih banyak ibu mengalami produksi ASI tidak lancar. Daun kelor (Moringa oleifera) diketahui mengandung senyawa galaktagog yang berpotensi meningkatkan produksi ASI. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian rebusan daun kelor terhadap produksi ASI pada ibu menyusui bayi usia 0–6 bulan di Desa Tanahbaru Tahun 2025. Penelitian menggunakan desain pre-eksperimental one group pretest–posttest dengan total sampling sebanyak 20 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner produksi ASI sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil menunjukkan terdapat peningkatan produksi ASI setelah pemberian rebusan daun kelor dengan p-value = 0,001 (p < 0,05). Disimpulkan bahwa rebusan daun kelor berpengaruh signifikan terhadap peningkatan produksi ASI. Temuan ini diharapkan dapat menjadi alternatif intervensi nonfarmakologis dan bahan edukasi bagi tenaga kesehatan dalam mendukung keberhasilan ASI eksklusif.

Hubungan Status Kesehatan Fisik dan Status Spiritual Dengan Kualitas Hidup Pada Lansia Young-Old (60-74 Tahun) di Desa Sukarapih

Mira Juwita; Previarsi Rahayu
2026 · Book · Open Access

Latar Belakang: Proses penuaan menyebabkan berbagai perubahan fisik, psikologis, sosial, dan spiritual yang dapat memengaruhi kualitas hidup lansia. Lansia kelompok young-old (60–74 tahun) umumnya masih memiliki fungsi fisik yang relatif baik, namun kualitas hidup tidak selalu mencerminkan kondisi tersebut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status kesehatan fisik, status spiritual, kualitas hidup, serta hubungan status kesehatan fisik dan status spiritual dengan kualitas hidup pada lansia young-old (60–74 tahun) di Desa Sukarapih. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan crosssectional. Sampel berjumlah 80 lansia yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner status kesehatan fisik, status spiritual, dan kualitas hidup. Analisis data menggunakan uji ChiSquare. Hasil: Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki status kesehatan fisik kurang baik (63,7%), status spiritual kurang baik (76,3%), dan kualitas hidup kurang baik (65%). Hasil analisis bivariat menunjukkan antara status kesehatan fisik dengan kualitas hidup p = 0,034, sedangkan status spiritual dengan kualitas hidup p = 0,308. Kesimpulan: Status kesehatan fisik dan kualitas hidup terdapat hubungan, sedangkan status spiritual tidak berhubungan secara signifikan dengan kualitas hidup lansia young-old.

Studi Fenomenologi: Pengalaman Siswa/I Kelas V dan VI Terhadap Penyebab Sakit Gigi di SD Negeri Sukarapih 01

Riska Subhianti Putri; Rizky Rismawan
2026 · Book · Open Access

Latar Belakang: Sakit gigi merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang sering dialami anak usia sekolah dan dapat memengaruhi aktivitas belajar, konsentrasi, serta kesejahteraan fisik dan emosional anak. Pemahaman mengenai pengalaman anak terhadap sakit gigi penting untuk mengetahui bagaimana anak memaknai penyebab, dampak, serta cara mereka mengatasi kondisi tersebut. Tujuan Penelitian: Menggali pengalaman siswa/i kelas V dan VI terhadap penyebab sakit gigi di SD Negeri Sukarapih 01. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Partisipan penelitian adalah siswa/i kelas V dan VI yang pernah mengalami sakit gigi dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam menggunakan pedoman wawancara semi terstruktur. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi tema-tema yang muncul dari pengalaman partisipan. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan enam tema utama, yaitu pengalaman sakit gigi pada anak, pemahaman anak tentang penyebab sakit gigi, dampak sakit gigi terhadap aktivitas sehari-hari, respon anak terhadap sakit gigi, upaya penanganan terhadap sakit gigi, dukungan sosial terhadap harapan anak terkait kesehatan gigi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sakit gigi tidak hanya menimbulkan rasa nyeri secara fisik, tetapi juga berdampak pada aktivitas belajar, kondisi emosional, serta kehidupan sehari-hari anak. Kesimpulan: Pengalaman sakit gigi pada anak tidak hanya berdampak secara fisik tetapi juga memengaruhi kondisi emosional, sosial, dan aktivitas belajar. Oleh karena itu, diperlukan upaya promotif dan preventif melalui pendidikan kesehatan gigi di sekolah serta dukungan keluarga dalam membentuk kebiasaan menjaga kesehatan gigi sejak dini

Perbandingan Efektivitas Pemberian Pusing Kacang Hijau dan Kacang Merah Terhadap Kadar Hemoglobin Pada Siswi Dengan Anemia di SMPN 1 Cabangbungin

Bunga Unaini; Mila Sartika
2026 · Book · Open Access

Latar Belakang: Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang berdampak terhadap status gizi, daya tahan tubuh, serta prestasi belajar. Salah satu upaya pencegahan dan penanggulangan anemia dapat dilakukan melalui pemanfaatan pangan lokal sumber zat besi, seperti kacang hijau dan kacang merah, sebagai alternatif intervensi non-farmakologis yang mudah diterima oleh remaja. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian puding kacang hijau dan puding kacang merah terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada siswi anemia di SMPN 1 Cabangbungin. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimen dengan pendekatan pretest–posttest two group design. Sampel terdiri dari 58 siswi yang mengalami anemia dan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok puding kacang hijau dan kelompok puding kacang merah. Intervensi diberikan selama 7 hari berturut-turut. Pengukuran kadar hemoglobin dilakukan sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan Uji Wilcoxon untuk mengetahui perbedaan pretest dan posttest, serta Uji Mann-Whitney untuk membandingkan efektivitas kedua kelompok. Hasil: Seluruh responden memiliki kadar hemoglobin <12,0 g/dl pada awal penelitian. Setelah intervensi, sebagian besar responden mengalami peningkatan kadar hemoglobin. Sebanyak 41,4% responden pada kelompok puding kacang hijau dan 44,8% pada kelompok puding kacang merah mencapai kadar hemoglobin normal >12,0 g/dl. Kesimpulan: Pemberian puding kacang hijau dan kacang merah efektif meningkatkan kadar hemoglobin pada siswi anemia dan berpotensi diterapkan sebagai intervensi non-farmakologis di lingkungan sekolah

Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Aktivitas Fisik Dengan Upaya Pencegahan Hipertensi Pada Remaja di MAN 2 Setu Bekasi

Aprilina Sartika; Virna Pratiwi
2026 · Book · Open Access

Latar Belakang: Hipertensi kondisi tekanan darah yang melebihi batas normal >120/80 MmHg merupakan Penyakit dengan prevelensi yang cukup tinggi secara global. Angka kejadian hipertensi di dunia mencapai 1,28 miliar di Indonesia mencapai 8,3%, Jawa Barat mencapai 39,6%, Prevelensi di Kabupaten Bekasi mencapai 12.545 penderita hipertensi pada Laki-laki sebanyak 6,0% dan Perempuan sebanyak 4,7%. Tingkat Pengetahuan dan Aktivitas fisik dengan upaya pencegahan hipertensu pada remaja di MAN 2 Setu Bekasi. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan dan aktivitas fisik dengan upaya pencegahan hipertensi pada remaja di MAN 2 Setu Bekasi. Metode: Penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilaksanakan di sekolah MAN 2 Setu Bekasi. Teknik sampling menggunakan Purposive Sampling dengan sampel 65 responden. Populasi remaja kelas XII di MAN 2 Setu Bekasi. Data berupa kuesioner dan dianalisis dengan uji Chi-Square. Hasil: Hasil analisis univariat sebagian besar memiliki jenis kelamin perempuan 46 orang (70,8%) Pada usia 17 tahun sekitar 42 orang (64,4%) dan Tingkat pengetahuan baik 44 orang (67,7%) Aktivitas fisik sedang sebanyak 37 orang (56,9%) sementara upaya pencegahan hipertensi cukup 48 orang (73,8%). Hasil Bivariat Tingkat Pengetahuan dengan Upaya Pencegahan Hipertensi nilai P-Value 0,001<0,05 dan OR=0.144 yang menunjukan ada hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan dengan upaya pencegahan hipertensi sedangkan frekuensi aktivitas fisik nilai P-Value 0,001<0,05 dan OR=7.150 menunjukan ada hubungan bermakna antara aktivitas fisik dengan upaya pencegahan hipertensi. Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan aktivitas fisik dengan upaya pencegahan hipertensi pada remaja di MAN 2 Setu Bekasi.

Hubungan Pola Makan Rendah Natrium Dengan Tekanan Darah Pasien Hipertensi di Puskesmas Tambelang Sukatani Kabupaten Bekasi

Hana Priscilla Frudence Sohilait; Muhamad Ryan Sahwal
2026 · Book · Open Access

Latar Belakang:Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan utama karena berisiko menyebabkan komplikasi seperti stroke, penyakit jantung, dan gangguan ginjal. Salah satu faktor yang memengaruhi peningkatan tekanan darah adalah pola makan dengan konsumsi natrium berlebih. Penerapan pola makan rendah natrium menjadi upaya nonfarmakologis yang dapat membantu mengendalikan tekanan darah pada pasien hipertensi. Tujuan: Mengetahui hubungan pola makan rendah natrium dengan tekanan darah pada pasien hipertensi di Puskesmas Tambelang. Metode:Penelitian menggunakan metode kuantitatif analitik dengan desain deskriptif korelasional dan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 95 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data pola makan rendah natrium diperoleh melalui kuesioner Food Frequency Questionnaire-Sodium (FFQ-Na), sedangkan tekanan darah diukur menggunakan sphygmomanometer. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Responden dengan pola makan rendah natrium kategori baik sebagian besar berada pada hipertensi derajat 1 sebanyak 35 responden (63,6%). Responden dengan kategori tidak baik sebagian besar berada pada hipertensi derajat 2 sebanyak 25 responden (62,5%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan p-value = 0,012 (p < 0,05), sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan rendah natrium dengan tekanan darah. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara pola makan rendah natrium dengan tekanan darah pada pasien hipertensi. Saran: Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penerapan pengelolaan diet rendah natrium serta pemantauan tekanan darah secara rutin pada pasien hipertensi.

Pengaruh Edukasi Kesehatan Melalui Video Animasi Terhadap Pengetahuan Pencegahan Merokok Pada Remaja Usia 15-17 Tahun di Pondok Pesantren Ro'iyatul Mujahidin Kecamatan Sukatani Kabupaten Bekasi

Ananda Patuh Padaallah; Miranda
2026 · Book · Open Access

Latar Belakang: Merokok merupakan perilaku berisiko yang sering dimulai pada usia remaja dan berdampak serius pada kesehatan, seperti peningkatan risiko kanker paru-paru hingga kematian dini. Di Pondok Pesantren Roiyatul Mujahidin, ditemukan adanya santri yang merokok karena kurangnya pengetahuan, sehingga diperlukan media edukasi yang inovatif untuk meningkatkan pemahaman mereka. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi kesehatan melalui media video animasi terhadap tingkat pengetahuan pencegahan merokok pada remaja usia 15-17 tahun di Pondok Pesantren Roiyatul Mujahidin, Kabupaten Bekasi. Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan model One Group Pretest-Posttest. Sampel penelitian berjumlah 90 remaja laki-laki yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar soal pengetahuan pretest dan posttest yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Data kemudian dianalisis menggunakan uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Temuan penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan dari pemberian edukasi melalui video animasi terhadap peningkatan pengetahuan pencegahan merokok pada responden. Hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai signifikansi p-value = 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: Edukasi kesehatan dengan media video animasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan pencegahan merokok pada remaja. Media ini dapat menjadi strategi intervensi yang menarik dan edukatif bagi lingkungan pesantren untuk mencegah perilaku merokok di kalangan santri.

Pengaruh Metode Brain Gym Terhadap Tingkat Konsentrasi Belajar Pada Anak Usia Sekolah di SDIT Al-Kamiliyyah Kabupaten Bekasi

Assiella Dwi Putri; Retno Anggraeni Puspita Sari
2026 · Book · Open Access

Latar Belakang: Anak usia sekolah berada pada tahap perkembangan operasional konkret yang membutuhkan kemampuan konsentrasi yang baik dalam proses belajar. Namun, hasil studi pendahuluan di SDIT Al-Kamiliyyah Kabupaten Bekasi menunjukkan masih banyak siswa yang mengalami tingkat konsentrasi rendah. Brain Gym merupakan intervensi nonfarmakologis berupa serangkaian gerakan sederhana yang bertujuan mengoptimalkan fungsi otak serta membantu meningkatkan konsentrasi belajar anak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode Brain Gym terhadap tingkat konsentrasi belajar pada anak usia sekolah di SDIT Al-Kamiliyyah Kabupaten Bekasi. Metode: Penelitian ini merupakan metode kuantitatif dengan desain pre-eksperimental melalui pendekatan one group pretest - posttest. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas I dan V sebanyak 150 siswa, dengan sampel 110 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Tingkat konsentrasi diukur menggunakan Grid Concentration Test (GCT). Intervensi Brain Gym diberikan selama dua minggu dengan frekuensi tiga kali dalam satu minggu. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Hasil analisis menunjukkan nilai p-value < 0,05, yang berarti terdapat pengaruh metode Brain Gym terhadap peningkatan tingkat konsentrasi belajar. Kesimpulan: Metode Brain Gym berpengaruh dalam meningkatkan konsentrasi belajar pada anak usia sekolah dan direkomendasikan sebagai terapi keperawatan non-farmakologis.

Pengaruh Edukasi Media Power Point dengan Tingkat Pengetahuan Tindakan Swamedikasi Pada Penyakit Gastritis Pada Remaja Umur 10-19 Tahun di Desa Sukahurip Kecamatan Sukatani Kabupaten Bekasi

Ahmad Sofwan Zaki; Ananda Patuh Padaallah
2026 · Book · Open Access

Latar Belakang : Gastritis merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada remaja dan umumnya ditangani melalui tindakan swamedikasi. Kurangnya pengetahuan remaja mengenai penggunaan obat secara rasional dapat meningkatkan risiko terjadinya kesalahan pengobatan. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi kesehatan untuk meningkatkan pemahaman remaja terkait tindakan swamedikasi yang tepat. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan menggunakan media PowerPoint terhadap tingkat pengetahuan tindakan swamedikasi penyakit gastritis pada remaja usia 10–19 tahun di Desa Sukahurip, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi experiment tipe one group pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 95 remaja yang diambil menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan swamedikasi gastritis yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. sedangkan analisis bivariat dilakukan dengan uji Wilcoxon. Hasil Penelitian : adanya peningkatan tingkat pengetahuan dan tindakan swamedikasi setelah diberikan edukasi. Hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai Z sebesar -8,512 dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara edukasi menggunakan media PowerPoint terhadap peningkatan tingkat pengetahuan dan tindakan swamedikasi gastritis pada remaja. Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa edukasi kesehatan menggunakan media PowerPoint efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja mengenai tindakan swamedikasi gastritis yang rasional. Media PowerPoint dapat direkomendasikan sebagai sarana edukasi kesehatan bagi remaja dalam upaya pencegahan dan pengelolaan gastritis.

Hubungan Tingkat Stres Dengan Perilaku Merokok Pada Mahasiswa Universitas X di Wilayah Bekasi Tahun 2025

Muhamad Yusuf Pamungkas; Previarsi Rahayu
2026 · Book · Open Access

Latar Belakang: Stres akademik dapat memengaruhi perilaku merokok, di mana semakin tinggi tingkat stres akademik, semakin besar pula kecenderungan mahasiswa untuk merokok. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara tingkat stres dengan perilaku merokok pada mahasiswa Fakultas Kesehatan Universitas Medika Suherman tahun 2025. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif analitik yang menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel terdiri dari 62 dengan teknik total sampling merupakan mahasiswa perokok di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman tahun 2025. Hasil Penelitian: Pada penelitian ini diperoleh Analisa menggunakan uji Chi-square bahwa hasil menunjukkan stres separuh remaja siswa kategori perilaku merokok sedang (44,9%) dengan kategori tingkat stress sedang (46,2%) yang merupakan terdapat hubungan tingkat stress dengan perilaku merokok pada remaja dengan nilai p=value = 0,001 (<0,05). Kesimpulan: Pada penelitian adanya hubungan tingkat stres dengan perilaku merokok pada mahasiswa di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman tahun 2025. dapat membantu memberikan pembaharuan berdasarkan tingkat stres dan perilaku merokok, yang dapat membantu dalam memberikan masukan yang lebih efektif untuk masalah merokok terkait stres.

Hubungan Kemandirian Dengan Kualitas Hidup Pada Mahasiswa Perantau di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman

Ananda Patuh Padaallah; Yuni Chintya Dewi
2026 · Book · Open Access

Latar Belakang: Mahasiswa perantau sering menghadapi tantangan adaptasi yang memengaruhi kualitas hidup mereka. Kemandirian menjadi faktor kunci dalam menentukan sejauh mana mahasiswa mampu bertahan dan mengelola kehidupan di perantauan. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara kemandirian dengan kualitas hidup pada mahasiswa perantau di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 58 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner kemandirian dan kuesioner kualitas hidup. Hasil: Mayoritas responden memiliki kemandirian tinggi (79,3%) dan kualitas hidup yang baik (75,9%). Hasil uji statistik Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kemandirian dengan kualitas hidup dengan nilai pvalue = 0,000 (p < 0,05) dan nilai χ² = 28,954. Nilai Contingency Coefficient sebesar 0,577 menunjukkan kekuatan hubungan dalam kategori kuat. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara kemandirian dengan kualitas hidup pada mahasiswa perantau di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Medika Suherman. Semakin tinggi tingkat kemandirian mahasiswa, maka semakin baik kualitas hidup mereka di perantauan.

Hubungan Frekuensi Reminiscence Dengan Tingkat Kesejahteraan Emosional Lansia Dengan Demensia di Posyandu Lansia Wilayah RW 01 Ciriung Kecamatan Cibinong

Ananda Patuh Padaallah; Armidah
2026 · Book · Open Access

Latar Belakang: Lansia merupakan kelompok usia yang rentan mengalami penurunan kesejahteraan emosional akibat perubahan psikososial yang terjadi selama proses penuaan. Upaya promotif dan preventif diperlukan untuk menjaga kondisi emosional lansia, salah satunya melalui terapi reminiscence yang berfokus pada pengingatan pengalaman hidup masa lalu yang bermakna. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara frekuensi terapi reminiscence dengan kesejahteraan emosional pada lansia di Posyandu RW 01.Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra- eksperimental. Jumlah responden sebanyak 56 lansia. Pengukuran frekuensi reminiscence dilakukan menggunakan Reminiscence Functions Scale (RFS), sedangkan kesejahteraan emosional diukur menggunakan kuesioner kesejahteraan emosional. Analisis univariat digunakan untuk melihat distribusi frekuensi, sedangkan analisis bivariat menggunakan uji SpearmanRank. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar lansia memiliki frekuensi terapi reminiscence pada kategori sedang (48,2%), diikuti kategori tinggi (30,4%) dan kategori rendah (21,4%). Pada variabel kesejahteraan emosional, mayoritas responden berada pada kategori sangat sejahtera (78,6%), sedangkan 21,4% berada pada kategori tidak sejahtera. Uji statistik Spearman Rank menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara frekuensi terapi reminiscence dengan kesejahteraan emosional lansia dengan nilai p-value = 0,000(p<0,05). Kesimpulan: Frekuensi terapi reminiscence memiliki hubungan yang signifikan dengan kesejahteraan emosional lansia. Lansia yang lebih sering melakukan reminiscence cenderung memiliki kesejahteraan emosional yang lebih baik.

Hubungan Tingkat Stres dan Perilaku Agresif Dengan Strategi Koping Pada Remaja Siswa/I MTS Al-Ichlash Serang Baru

Neni Hardianti Rukmana; Previarsi Rahayu
2026 · Book · Open Access

Latar Belakang: Masa remaja merupakan masa perkembangan yang rentan terhadap berbagai tekanan akademik, sosial, dan emosional. Stres yang tidak dikelola dengan baik dapat memicu munculnya perilaku agresif dan berdampak pada kesehatan mental remaja. Salah satu faktor penting yang berperan dalam menghadapi stres dan mengendalikan perilaku agresif adalah strategi koping yang digunakan oleh remaja. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dan perilaku agresif dengan strategi koping remaja siswa/I MTs Al-Ichlash Serang Baru. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa/i kelas IX MTs Al-Ichlash Serang Baru dengan jumlah sampel 145 responden. Teknik sampel menggunakan probability sampling dengan jenis simple random sampling. Instrumen penelitian yaitu PSS-10, BPAQ, serta Brief COPE. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 15 tahun dan berjenis kelamin laki-laki (53,8%). Mayoritas siswa berada pada kategori stres sedang (74,5%), perilaku agresif sedang (89,0%), serta menggunakan strategi koping maladaptif (65,5%). Uji korelasi Spearman menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dan strategi koping (p = 0,389; r = -0,072). Sebaliknya, terdapat hubungan negatif yang signifikan antara perilaku agresif dan strategi koping (p = 0,000; r = -0,314) dengan kekuatan hubungan lemah hingga sedang. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat stres tidak berhubungan signifikan dengan strategi koping siswa/i. Sebaliknya, perilaku agresif berhubungan signifikan dengan strategi koping, yang artinya semakin tinggi perilaku agresif maka semakin rendah penggunaan strategi koping adaptif pada remaja.

Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Metode Ceramah Interaktif Kombinasi Game Clash of Champions Terhadap Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang Dismenore di SMPN 2 Tambelang

Fasya Intana Putri; Triseu Setianingsih
2026 · Book · Open Access

Nyeri haid atau dismenore merupakan keluhan yang sering dialami remaja putri dan umumnya terjadi akibat kontraksi otot rahim yang dipengaruhi oleh peningkatan hormon prostaglandin. Berdasarkan laporan World Health Organization (WHO) tahun 2020, prevalensi dismenore di berbagai negara tergolong tinggi, dengan sekitar setengah perempuan di setiap negara mengalaminya. Dari jumlah tersebut, sebagian besar berada pada kategori ringan hingga sedang, sedangkan sekitar 10–15% mengalami nyeri berat yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan proses belajar di sekolah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan melalui metode ceramah interaktif yang dikombinasikan dengan permainan edukatif Clash of Champions terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang dismenore di SMPN 2 Tambelang tahun 2025. Selain itu, penelitian ini juga menguji perbedaan tingkat pengetahuan berdasarkan dukungan orang tua dan dukungan teman sebaya. Desain yang digunakan adalah quasi experiment dengan pendekatan one group pretest-posttest pada 59 siswi kelas VII yang dipilih menggunakan rumus Slovin. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan nilai rata-rata setelah intervensi, serta perbedaan bermakna berdasarkan tingkat dukungan orang tua dan teman sebaya (p-value=0,000). Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi interaktif efektif meningkatkan pemahaman siswi mengenai penanganan dismenore secara tepat.