Nabri Aditia Mukti; Suanda Saputra
2021 · Book · Open Access
Latar Belakang: Hipertensi atau penyakit darah tinggi adalah kondisi dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah baik secara lambat ataupun mendadak, meningkat tekanan sistolik yaitu tekanan keatas pembuluh arteri akibat denyut jantung diatas dengan 140 mmHg dan sistolik diatas 90 mmHg.
Tujuan: mengetahui ada atau tidak hubungan aktivitas, asupan garam dan merokok terhadap tingkat hipertensi pada lansia di Rt 009 Rw 003 kp cabangdua desa lenggahsari kecamatan cabangbungin kabupaten bekasi Tahun 2020.
Metode Penelitian: metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif menggunakan Desain Cross Sectional. Populasi pada penelitian ini seluruh warga pada lansia di Rt 009 Rw 003 desa lenggah sari kecamatan cabangbungin kabupaten bekasi tahun 2020 sebanyak 245 warga dari 63 KK. Teknik sampel yang digunakan yaitu Purposive sampling. dengan jumlah sampel 30 responden. Instrumen yang digunakan kuesioner dan cek tensi. Analisa data yang digunakan analisa bivariat menggunakan Chi Square dengan nilai signifikan < α (0,05). Hasil penelitian didapatkan ada hubungan variabel aktivitas fisik dengan tingkat hipertensi dengan nilai ρ-value (0,013). Ada hubungan variabel asupan garam dengan tingkat hipertensi dengan nilai ρ-value (0,011). Dan ada hubungan variabel merokok dengan tingkat hipertensi dengan nilai ρ-value (0,004).
Hasil Penelitia: didapatkan pada penderita hipertensi pada lansia di Rt 009 Rw 003 kp cabangdua desa lenggahsari kecamatan cabangbungin kabupaten bekasi tahun 2020 dari sebanyak 30 responden pada stage 1, 13 (43,3%) pada stage 2, 17 (56.7%) tingkat Aktivitas fisik sebanyak, yang tidak ber’aktivitas 19 (63.3%) yang aktivitas 11 (36.7%) asupan garam sebanyak, asupan garam rendah 12 (40.0%) asupan garam tinggi 18 (60,0%) merokok pada lansia, tidak merokok 13 (43.3%) merokok 17 (56.7%)
Kesimpulan: hubungan yang bermakna antara aktivitas fisik, asupan garam dan merokok dengan tingkat hipertensi pada lansia di Rt 009 Rw 003 desa lenggahsari kecamatan cabangbungin kabupaten bekasi tahun 2020 dengan hasil ρ-value (0,013), ρ-value (0,011), dan ρ-value (0,004). Diharapkan masyarakat di rt 009 rw 003 kp cabangdua desa lenggah sari kecamatan cabangbungin kabupaten bekasi .
Muhamad Dimar Hanafi; Suanda Saputra
2021 · Book · Open Access
Latar Belakang : Covid-19 yaitu penyakit yang disebabkan oleh coronavirus yang menyerang saluran pernafasan sehingga dapat menyebabkan demam tinggi, flu, batuk, sesak nafas serta nyeri tenggorokan. Menurut data dari CNN Indonesia pada tanggal 29 April tahun 2020 di ketahui lansia adalah penyumbang angka kedua terbanyak akibat COVID-19 dari 784 kasus yang meninggal 311 di antaranya adalah lansia. Hal ini di sebabkan karena rendahnya daya tahan tubuh lansia. Salah satu cara untuk menjaga daya tahan tubuh lansia agar tetap kuat yaitu dengan menjaga perilaku kesehatannya.
Tujuan : Untuk Mengidentifikasi Apa saja Gambaran Perilaku Kesehatan Pada Lansia Saat Pandemi Covid-19 Di Cibuntu Rt 03 Rw 05 tahun 2020.
Metode : Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Deskriptif kuantitatif yaitu untuk mendeskripsikan karakteristik masing-masing variabel yang di teliti. Penelitian ini menggunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah orang yang sudah memasuki usia Lansia di Desa Cibuntu Rt 03 Rw 05, Kabupaten Bekasi. Jumlah populasinya sebanyak 41 Lansia dan menggunakan teknik Purpossive Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 32 lansia. Instrumen yang di gunakan pada penelitian ini menggunakan kuesioner yang diisi oleh lansia itu sendiri. Dan analisis data menggunakan Analisa Univariat.
Hasil : Hasil penelitian didapatkan Asupan Makanan Bergizi tidak terpenuhi sebesar (59,4%), Pola Hidup Tidak Sehat sebesar (53,1%), Kebiasaan Olaharaga Tidak Terbiasa sebesar (68,8%), Istirahat Tidak Tercukupi sebesar (65,6%).
Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa lansia di desa Cibuntu Rt 03 Rw 05 pada tahun 2020 masih banyak yang kurang memperhatikan perilaku kesehatan nya berdasarkan data hasil penelitian yang telah didapatkan.
Saran : Diharapkan para lansia bisa lebih memperhatikan perilaku dan menjaga kondisi kesehatannya agar tidak mudah terkena penyakit terutama pada saat pandemi covid-19 seperti sekarang ini.
Adi Hikmawan; Mila Sartika
2021 · Book · Open Access
Abstrak - Diabetes mellitus tipe II adalah suatu kondisi hiperglikemia puasa yang terjadi meski tersedia insulin endogen, yang disebabkan karena resistensi insulin di jaringan perifer. Hati memproduksi glukosa lebih dari normal, karbohidrat dalam makanan tidak di metabolism dengan baik dan akhirnya mengeluarkan jumlah insulin kurang dari yang dibutuhkan yang menyebabkan komplikasi kronis mikrovaskuler dan neuropati. Metode penelitian quasy experiment dengan rancangan case control, menggunakan teknik purposive sampling sampel yang diambil sebanyak 20 responden. Instrument yang digunakan dalam pengambilan data adalah lembar observasi,penggaris,SOP perawatan luka dengan madu,SOP perawatan tanpa madu,madu dan buku catatan.analisa data yang digunakan adalah analisa data univariat dan bivariat.berdasarkan analisa data menggunakan uji t dependen didasarkan taraf kemaknaan yang ditetapkan α<0,05.hasil penelitian ini adalah proses perawatan ulkus diabetikum menggunakan madu yang diukur dari keadaan ulkus yaitu tidak ada lesi,kulit utuh tapi terjadi ulkus terdapat 1 responden (10%), ulkus superfisialis terbatas pada kulit dan jaringan subkutan terdapat 1 responden (10%), ulkus dalam tembus sampai kulit sampai ligament sebanyak 4 responden (40%), ulkus sampai ke dalam tulang sebanyak 3 responden (30%), gangren sebagian kaki 1 responden (10%) dan proses perawatan luka sesudah menggunakan madu yaitu tidak ada lesi kulit utuh tapi terjadi ulkus terdapat 2 responden (20%), ulkus superfisialis dan terbatas pada kulit dan jaringan subkutan sebanyak 3 responden (30%), ulkus dalam tembus kulit sampai ligament sebanyak 2 responden (20%), ulkus sampai ke dalam 2 responden (20%),gangren sebagian kaki 1 responden (10%).dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh madu dalam proses perawatan ulkus diabetikum. Perawat bisa menggunakan madu sebagai alternatif lain dalam perawatan ulkus namun tidak mengurangi kualitas penyembuhan ulkus diabetikum.
Armi; Bravo Fajar Nurkholis
2021 · Book · Open Access
Latar Belakang : Mahasiswa adalah sekelompok orang yang mudah mengalami stres. Stres pada mahasiswa dapat memberi berbagai dampak negatif baik dampak kognitif, dampak emosional maupun dampak fisiologis. Disamping faktor lain yang mempengaruhi tingkat stress adalah kualitas tidur seseorang. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan peneliti pada tanggal 07 Mei 2020 di Institut Medika DRg. Suherman (IMDS), Peneliti mengambil mahasiswa reguler cikarang di Institut Medika DRg. Suherman (IMDS). Dari hasil observasi didapatkan bahwa mahasiswa reguler semester VI dari 18 mahasiswa reguler cikarang semester VI di Institut Medika DRg. Suherman (IMDS) didapatkan data 3 mahasiswa menunjukan tanda dan gejala stres sedang setelah di observasi mahasiswa diantaranya membutuhkan waktu lama untuk tidur atau beristirahat, mahasiswa telihat mudah merasa lelah, emosional semakin meningkat ketika tugas atau pekerjaan yang menumpuk, kadang merasa gelisah, dan mahasiswa mengeluh mengalami gangguan lambung (maag) sehingga mengalami penurunan kemampuan menyelesaikan tugas yang mengakibatkan mahasiswa menjadi tidak tertarik melakukan kegiatan, penurunan konsentrasi, perasaan tidak tenang dan mudah terbangun tengah malam. Diantaranya 3 mahasiswa mengalami kulitas tidur yang buruk. Didapatkan data 15 mahasiswa menunjukan tanda dan gejala stres ringan diantaranya, merasa letih sewaktu bangun pagi yang seharusnya merasa segar, mudah merasa lelah sesudah makan siang, sering megeluh lambung atau perut tidak nyaman, dan mahasiswa mengeluh otot punggung terasa dengkuk dan tegang, tidak bisa santai dan takut karena nilai turun. diantaranya 15 mahasiswa mengalami kualitas tidur baik.
Tujuan : Untuk Mengetahui Hubungan Tingkat Stres Dengan kualitas Tidur Pada Mahasiswa Keperawatan Reguler Cikarang Institut Medika DRg. Suherman (IMDS) Saat Pembelajaran Di Rumah Tahun 2020.
Metode : Penelitian ini penulis menggunakan desain penelitian Analitik Kuantitatif dengan rancangan Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah semua Mahasiswa Keperawatan Reguler Cikarang Institut Medika Drg. Suherman (IMDS) Saat Pembelajaran Di Rumah Tahun 2020. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 54 Responden Mahasiswa Reguler Cikarang Institut Medika Drg. Suherman (IMDS) Tahun 2020. Teknik Pengambilan Sampel dalam penelitian ini menggunakan sampel Random Sampling. Instrumen untuk mengetahui tingkat stres menggunakan instrumen google form Depression Anxiety Stress Scale (DASS) sedangkan instrumen untuk mengetahui kualitas tidur menggunakan instrumen google form Pitsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat berupa uji chi-square dengan nilai signifikan α< 0,05.
Hasil : Hasil Penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara Tingkat Stres Dengan Kualitas Tidur Pada Mahasiswa Keperawatan Reguler Cikarang Institut Medika DRg.Suherman (IMDS) Saat Pembelajaran Di Rumah Tahun 2020. Variabel yang berhubungan adalah Tingkat Stres (p = 0,000 < α 0,05). Terdapat hubungan signifikan antara Tingkat Stres Dengan Kualitas Tidur Pada Mahasiswa Keperawatan Reguler Cikarang Institut Medika DRg.Suherman (IMDS) Saat Pembelajaran Di Rumah Tahun 2020.
Kesimpulan : Hasil uji statistik didapatkan nilai P value = 0,000 artinya ≤ α (0,05) yang menunjukan bahwa ada hubungan yang bermakna antara tingkat stress dengan kualitas tidurpada mahasiswa/i Keperawatan Reguler Cikarang Institut Medika DRg. Suherman (IMDS) Saat Pembelajaran Di Rumah Tahun 2020,
Saran : Disarankan bagi program studi keperawatan bahwa penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan acuan bagi peneliti selanjutnya dan dapat menambah wawasan yang luas untuk ilmu keperawatan khususnya di pendidikan keperawatan dan meningkatkan mutu dalam evidance based practicedalam ilmu keperawatan.
Aprilina Sartika
2021 · Book · Open Access
Latar Belakang : Covid-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus corona baru.
Virus dan penyakit baru ini tidak diketahui oleh manusia sebelum wabah dimulai di Wuhan,
Tiongkok, pada bulan Desember 2019. secara resmi World Health Organization atau Badan Kesehatan Dunia mendeklarasi virus corona (COVID-19) sebagai pandemi pada tanggal 9 Maret 2020. Artinya, virus corona telah menyebar secara luas didunia. Istilah pandemi terkesan menakutkan tapi sebenernya itu tidak ada kaitannya dengan keganasan penyakit tapi lebih pada penyebarannya yang meluas ingat, pada umumnya virus corona menyebabkan gejala yang ringan atau sedang, seperti demam dan batuk, dan kebanyakan bisa sembuh dalam beberapa minggu. Negara pertama yang dengan kasus terbanyak adalah Negara Amerika Serikat dengan total kasus sebesar 1.188.150 dengan total korban jiwa sebanyak 68.599 dan total kasus 178.263 (Worldometer 2020). perkembangan Covid-19 di Indonesia sangat berkembang pesat. Provinsi DKI Jakarta merupakan provinsi dengan kasus sebesar 4.463, yang terdiri dari 408 jiwa dan 632 pasien yang sembuh dari Covid-19. Jawa Barat merupakan provinsi yang berada diurutan ketiga tertinggi dalam perkembangan Covid-19 yaitu sebanyak 1.054 kasus, dengan korban jiwa sebanyak 86 dan pasien yang sembuh sebanyak 159 (Kementrian Kesehatan RI, 2020). Kabupaten Bekasi pada 12 Oktober 2020 kasus Covid-19 telah mencapai 3.491 kasus yang positif (Kompas.com). Kecamatan Tambelang kasus Covid-19 ada 6 kasus yang positif.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan memakai masker saat Pandemi Covid-19 di Warga Rt 003 Rw 02 Desa Sukarahayu Kecamatan Tambelang Kabupaten Bekasi Tahun 2020.
Metode Penelitian : Metode penelitian ini adalah Analitik Kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah warga Rt 003 Rw 02 Desa Sukarahayu Kecamatan Tambelang Kabupaten Bekasi Tahun 2020 sebanyak 50 responden. Analisa data yang digunakan adalah bivariat berupa uji Chi-Square dengan nilai signifikan α <0,05.
Hasil Penelitian : Hasil uji chi-square penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh yang sigifikan antara Pemahaman Tentang Intruksi (p = 0,009 < α = 0,05), Tingkat Pendidikan (p = 0,045 < α = 0,05), Keyakinan (p = 0,000 < α = 0,05), Dukungan Sosial (p = 0,000 > α = 0,05), dan Pengetahuan (p = 0,014 < α = 0,05, dengan kepatuhan memakai masker saat Pandemi Covid-19 di Warga Rt 003 Rw 02 Desa Sukarahayu Kecamatan Tambelang Kabupaten Bekasi Tahun 2020.
Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan memakai masker saat Pendemi Covid-19 di Warga Rt 003 Rw 02 Desa Sukarahayu Kecamatan Tambelang Kabupaten Bekasi Tahun 2020 variabel yang terdapat pengaruh adalah pemahaman tentang intruksi, tingkat pendidikan, keyakinan, dukungan sosial dan pengetahuan.
Ade Bastian Rahman; Angga Saeful Rahmat
2021 · Book · Open Access
Latar Belakang : Penyakit infeksi menjadi penyebab utama tingginya kesakitan dan kematian di dunia. INOS merupakan salah satu jenis infeksi. Jenis infeksi ini dapat menyebabkan kematian di dunia sampai 5000 orang kemudian menjadi beban nasional. infeksi bisa menyebabkan seseorang di rawat 2,5 kali lebih lama dari biasanya. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah perawat yang berada di ruangan Amaryllis, dan Bangsal Neuro yang berjumlah 30 perawat. Analisa data yang digunakan adalah bivariat berupa uji Chi-Square dengan nilai signifikan α < 0,05. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara ketersediaan hand sanitizer terhadap kepatuhan perawat mencuci tangan. Variabel yang berhubungan adalah Kepatuhan perawat mencuci tangan (p = 0,026 < α 0,05), Terdapat hubungan signifikan antara ketersediaan hand sanitizer terhadap kepatuhan mencuci sebelum dan sesudah tindakan dirumah sakit sentra medika cikarang kabupaten bekasi.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan ketersediaan hand sanitizer dengan kepatuhan perawat mencuci tangan sebelum dan sesudah tindakan di rumah sakit sentra medika cikarang kabupaten bekasi.
Metode Penelitian : Metode penelitian ini adalah Kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang yang berada di Ruangan Crysant, Amaryllis, dan Bangsal Neuro yang berjumlah 55 perawat. Pada saat penelitian berlangsung sampai dengan selesai di dapatkan 30 perawat, 25 tidak terdata dengan interpretasi kepala ruangan di pindahkan keruangan selain ruangan penelitian, dan penelitian ini hanya mengobservasi perawat yang dinas pagi dan sore saja, sehingga populasi menjadi 30. Analisa data yang digunakan adalah bivariat berupa uji Chi-Square dengan nilai signifikan α <0,05.
Hasil Penelitian : Berdasarkan hasil penelitian dari hasil analisis uji Kai Kuadrat (Chi Square) didapatkan nilai p value sebesar 0,026 < α (0,05). Maka Ho di tolak yang artinya ada hubungan secara statistic antara ketersediaan Hand Sanitizer terhadap kepatuhan mencuci tangan sebelum dan sesudah tindakan.
Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara ketersediaan hand sanitizer dengan kepatuhan perawat mencuci tangan sebelum dan sesudah tindakan di Rumah Sakit Sentra Medika Cikarang kabupaten bekasi.
Mila Sartika; Widya Dwi Julianti
2021 · Book · Open Access
Latar Belakang : Anemia merupakan rendahnya sel darah merah, dimana kadar hemoglobin serta hematokrit dibawah normal. Remaja salah satu kelompok yang rentan terkena anemia dikarenakan oleh gaya hidupnya terutama pada remaja putri. Anemia yang terjadi pada remaja akan berdampak buruk terhadap penurunan imunitas, prestasi belajar, konsentrasi, kebugaran dan produktifitasnya. Di puskesmas Ciledug dari 3 SMP data anemia pada remaja putri tertinggi terjadi di SMP Muhammadiyah Ciledug sebanyak (63,63%) dengan 66 siswi, rata-rata kadar hemoglobin yang dimiliki oleh remaja putri di SMP tersebut adalah 9,4-11,4gr/dl.
Tujuan : Mengidentifikasi hubungan pengetahuan tentang anemia dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMP Muhammadiyah Ciledug Kabupaten Cirebon tahun 2020.
Metode : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik kuantitatif dengan rancangan Cross Sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswi SMP yang berjumlah 66 siswi, teknik sampel yang digunakan yaitu Total Sampling dengan jumlah sampel 62 siswi. Instrumen pada penelitian ini menggunakan kuesioner untuk mengukur pengetahuan seseorang. Analisis data yang digunakan adalah univariat dan bivariat dengan munggunakan uji Chi-square dengan nilai signifikan α < 0,05.
Hasil : Hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara pengetahuan dengan kejadian anemia pada remaja putri dengan nilai p-value¬ (0,000) yang artinya < 0,05.
Saran : Diharapkan remaja dapat menambah informasi mengenai anemia yang bisa didapat melalui buku, media cetak maupun internet sehingga mereka dapat melakukan pencegahan anemia dengan cara mengkonsumsi makanan yang tinggi akan zat besi serta mengkonsumsi tablet penambah darah untuk meningkatkan kadar hemoglobin pada remaja.
Armi; Samsul Ma'arif
2021 · Book · Open Access
Latar Belakang : Konsentrasi belajar merupakan kemampuan manusia memusatkan perhatian yang erat kaitannya dengan memori (ingatan). Konsentrasi tentu berperan penting bagi seorang anak untuk mengingat, merekan melanjutkan dan mengembangkan materi pelajaran yang diperoleh di sekolah. Kemampuan untuk mengingat, merekam, dan mengembangkan materi pelajaran yang baik memungkinan anak memperoleh prestasi yang optimal. Dari hasil studi pendahuluan yang telah dilakukan oleh peneliti melalui wawancara pada mahasiswa keperawatan semester II kepada 10 orang didapatkan hasil bahwa 8 orang kesulitan memulai tidur, 7 orang tiba-tiba terbangun malam hari, 9 orang sering mengantuk pada siang hari, 6 orang kurang puas dengan tidurnya, dan 5 orang merasa letih setelah tidur. Berdasarkan uraian di atas peneliti tertarik untuk meneliti Hubungan Kualitas tidur Dengan konsentrasi Belajar Pada Mahasiswa Program Studi S1 Keperawatan semester II Institut Medika Drg. Suherman Cikarang 2019.
Tujuan : Tujuan penelitian ini untukMengidentifikasi hubungan antara kualitas tidur dengan konsentrasi belajar mahasiswa S1 keperawatan semester II Institut Medika Drg. SUHERMAN 2019.
Metode : Metode yang digunakan dalam Penelitian ini adalah obsevasional kuantitatif dengan menggunakan metode pendekatan secara cross sectional.
Populasi
penelitian ini adalah mahasiswa S1 keperawatan semester dua Institut Medika Drg. Suherman 2019. Dengan jumlah sampel (50 responden). Teknik sampling yang digunakan pada penelitian kali ini yaitu dengan cara total sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi square dengan nilai signifikan (5% = 0,05).
Hasil ; Hasil penelitian ini menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan konsentrasi belajar mahasiswa dengan nilai p-value = 0,004 dan OR = 9,164 mahaiswa Strata 1 keperawatan semester II Institut Medika DRG. Suherman Tahun 2019.
Kesimpulan : Ada pengaruh antara gaya belajar dan motivasi belajar dengan indeks prestasi pada mahasiswa/i pendidikan keperawatan angkatan 2018.
Saran : Diharapkan Bagi mahasiswa/i pendidikan keperawatan khususnya angkatan 2018 agar lebih memahami dan mendalami gaya belajarnya sebagai modal atau pintu gerbang dalam menuntut ilmu keperawatan serta mempermudah dalam penyerapan informasi yang di berikan oleh dosen dalam proses pembelajaran baik dalam lingkup akademik maupun praktik klinik agar dapat meningkatkan prestasi belajar dan motivasi belajarnya.
Muhammad Rohman; Suanda Saputra
2021 · Book · Open Access
Latar Belakang : Salah satu perkembangan paling signifikan dalam penggunaan teknologi informasi di Universitas dalam dekade terakhir adalah integrasi dan penggunaan sistem elearning untuk dapat dilihat sebagai alat mendukung proses pengajaran dan pembelajaran. Elearning adalah konsep yang berasal dari penggunaan Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk merevisi dan mengubah model dan praktik pembelajaran dan pembelajaran tradisional yang telah berkembang dalam dekade terakhir. Sedangkan untuk metode pembelajaran elearning memiliki pengaruh dalam tingkat keberhasilan belajar mahasiswa karna materi atau teori yang akan di sampaikan oleh dosen tetap di peroleh karna tidak ada keterbatasan waktu, serta lebih giat untuk mengerjakan setiap tugas yang di berikan karna menggunakan sistem yang memiliki pembatasan waktu seperti e-campus, sehingga dalam durasi waktu lebih efesien yang melatih mahasiswa untuk lebih disiplin. Hasil studi pendahuluan di dapatkan dari hasil nilai dapat berhasil jika nilai UTS 67,99 dikatakan berhasil, hasil yang saya dapat pada mahasiswa S1 keperawatan semester VI angkatan 2017 pada saat melakukan pembelajaran elearning terdapat 23 mahasiswa berhasil dan terdapat 2 mahasiswa tidak berhasil. Sehingga peneliti tertarik dalam mengambil penelitian “Analisis Efektivitas Pembelajaran E-learning Terhadap Tingkat Keberhasilan Belajar Mahasiswa S1 keperawatan IMDS tahun 2020”.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Pembelajaran E-learning Terhadap Tingkat Keberhasilan Belajar Mahasiswa S1 keperawatan IMDS tahun 2020
Metode : Metode yang digunakan analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Institut Medika Drg Suherman Tahun 2020 dengan jumlah 121 orang. Sampel pada penelitian ini adalah Mahasiswa/i Institut Medika Drg Suherman yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi penelitian sebanyak 121 orang. Instrumen yang digunakan dalam pengambilan data adalah data sekunder yaitu nilai UTS Mahasiswa/i Institut Medika Drg Suherman Tahun 2020. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat berupa uji chi-square dengan nilai signifikan α < 0,05.
Hasil : Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara pembelajaran elearning S1 Keperawatan semester II (p = 0,015 < α 0,05), S1 Keperawatan semester IV terhadap tingkat keberhasilan belajar (p = 0,000 < α 0,05) dan tidak ada hubungan pembelajaran elearning S1 Keperawatan semester VI terhadap tingkat keberhasilan belajar (p = 0,480 > α 0,05).
Kesimpulan : Ada hubungan pembelajaran e-learning terhadap tingkat keberhasilan belajar Mahasiswa S1 Keperawatan Institut Medika Drg Suherman
Saran : Diharapkan menciptakan inovasi terkait pembelajaran e-learning dan menciptakan kenyaman pada saat proses pembelajaran e-learning Mahasiswa Institut Medika Drg Suherman saat ini.
Ahmad Zunanto; Retno Anggraeni Puspita Sari
2021 · Book · Open Access
Covid-19 merupakan salah satu kelompok virus yang dapat menyebabkan penyakit mulai dari gejala ringan sampai berat. Pandemi Covid 19 ( virus corona) mewabah pada akhir tahun 2019. Covid -19 di negara Indonesia memberikan dampak psikologis bagi tenaga medis yang bekerja di Rumah Sakit dan melayani pasien positif Covid-19. Pengetahuan yang kurang akibat minimnya sosialisasi, arahan, dan pengawasan atasan mengakibatkan petugas kesehatan rentan bersikap negatif dan tertular Covid-19.
Hasil penelitian univariat diketahui bahwa dari 42 tenaga medis di Rumah Sakit Bunda Mulia Cikarang Barat yang memiliki sikap negatif sebanyak 20 orang (47,6%), dan yang memiliki sikap positif sebanyak 22 orang (52,4%). Dari 42 tenaga medis di Rumah Sakit Bunda Mulia Cikarang Barat yang memiliki pengetahuan cukup baik dengan sikap negatif sebanyak 4 orang (19,0%), yang memiliki pengetahuan kurang baik dengan sikap negatif sebanyak 16 orang (76,2%), yang memiliki pengetahuan cukup baik dengan sikap positif sebanyak 17 (81,0%), dan yang memiliki pengetahuan kurang baik dengan sikap positif sebanyak 5 orang (23,8%). Hasil uji statistik didapatkan nilai P value = 0,001 artinya ≤ α (0,05) yang menunjukan bahwa ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan sikap Tenaga medis dalam menghadapi Covid-19.
Tujuan : tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap tenaga medis di Rumah Sakit Bunda Mulia.
Metode penelitian : penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. dengan pendekatan cross sectional. Populasi didalam penelitian ini adalah tenaga medis di Rumah Sakit Bunda Mulia Cikarang Barat, adapun tenaga medis diantaranya Dokter, Perawat, Bidan, Bagian Radiologi, Apotik, dan Analis Kesehatan dengan jumlah keseluruhan 42 orang tenaga medis . Analisa data yang digunakan adalah uji Chi-square dengan nilai signifikan α<0,05.
Hasil penelitian : Hasil uji statistik didapatkan nilai P value = 0,001 artinya ≤ α (0,05) Ho ditolak yang menunjukan bahwa ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan sikap Tenaga medis dalam menghadapi Covid-19.
Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada Tenaga Medis di Rumah Sakit Bunda Mulia Cikarang Barat Tahun 2020 maka dapat dilihat kesimpulan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan sikap tenaga medis dalam menghadapi Covid-19 di Rumah Sakit Bunda Mulia Cikarang Barat Tahun 2020.
Lina Mardianti; Lisna Pratiwi Wibowo
2021 · Book · Open Access
Imunisasi merupakan usaha untuk memberikan kekebalan pada bayi dan anak mencegah dengan memasukan vaksin ke dalam tubuh agar tubuh membuat zat anti untuk terhadap penyakit tertentu. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi 2017, Rekapitulasi pelaksanaan kampanye Measles Rubella untuk hasil Puskesmas Telaga Murni 93,7% angka ini kurang dari hasil proyeksi kampanye Measles Rubella untuk hasil proyeksi kampanye Measles Rubella yaitu 96,58%. Tujuan penelitian ini yakni untuk mengidentifikasi antara pendidikan, pekerjaan, paritas, sumber informasi, umur dengan pengetahuan ibu terhadap imunisasi MR (Measles Rubella).
Penelitian ini menggunakan metode analitik kuantitatif cross secsional, yaitu sebuah rancangan penelitian dengan melakukan pengukur atau pengamatan pada saat bersamaan atau sekali waktu untuk mengetahui Faktor-Faktor yang mempengaruhi pengetahuan ibu terhadap imunisasi MR (measles,rubella) di Puskesmas Telaga Murni tahun 2017. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan metode accidental sampling dengan mengambil sampel atau responden yang kebetulan ada atau tersedia disuatu tempat sesuai dengan konteks penelitian. Instrumen yang digunakan menggunakan berupa kuesioner sebagai alat ukur. Sebelum dilakukan analisis data dalam penelitian ini diuji validitas dan reabilitas pada 30 responden. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan analisis univariat, dan analisis bivariat dengan menggunkan chi square. Seluruh analisis data dalam penelitian ini menggunakan perangkat lunak SPSS versi 23.
Kesimpulan hasil analisis bivariat menunjukan bahwa hasil penelitian ini membuktikan adanya hubungan yang signifkan antara Pendidikan P-Value = 0,001 (P<a 0,05), dan OR 7,125 hasil Pekerjaan P-Value = 0,009 (P<a 0,05) dan OR 4,400 Paritas P-Value = 0,019 (P<a 0,05), dan OR 10,850 Sumber informasi P-Value = 0,004 (P<a 0,05), dan OR 5,225 Umur P-Value = 0,016 (P<a 0,05), dan OR 4,500.
Kesimpulan bahwa variabel pendidikan, pekerjaan, paritas, sumber informasi, dan umur mempengaruhi pengetahuan ibu terhadap imunisasi MR (measles,rubella) di Puskesmas Telaga Murni tahun 2018. Saran bagi tenaga kesehatan agar lebih meningkatkan komunikasi, informasi, dan edukasi berupa pendidikan kesehatan yang lebih spesifik bagi masyarakat dan terutama bagi ibu yang mempunyai balita. Meningkatkan kualitas pelayanan khusus dan promosi kesehatan bagi masyarakat terutama dalam mensosialisasikan program pemerintah agar masyrakat mengetahui manfaat dan tujuan imunisasi MR (measles,rubella) sehingga tujuan atau program untuk imunisasi tercapai.
Henry Louie
2021 · Book · Open Access
"Thorsten Hennig-Thurau; Mark B. Houston"
2021 · Book · Open Access
Arnt Inge Vistnes
2021 · Book · Open Access
Ian Chivers; Jane Sleightholme
2021 · Book · Open Access
Manijeh Razeghi
2021 · Book · Open Access
Peter J. Olver; Chehrzad Shakiban
2021 · Book · Open Access
Martin Aigner; Günter M. Ziegler
2021 · Book · Open Access
"Alexandra S. Moore; Elizabeth Swanson"
2021 · Book · Open Access
Alessandro De Angelis; Mário Pimenta
2021 · Book · Open Access