Febry Fachria; Hana Priscilla Frudence Sohilait
2026 · Book · Open Access
Latar Belakang: Hipertensi merupakan kondisi kesehatan kronis yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan/atau diastolik ≥90 mmHg, yang berpotensi menimbulkan berbagai komplikasi serius seperti penyakit kardiovaskular, stroke, serta gangguan fungsi ginjal. Salah satu faktor penting dalam pengelolaan hipertensi adalah kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat antihipertensi secara teratur. Kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi masih relatif rendah, sehingga diperlukan upaya edukasi yang berpengaruh, salah satunya melalui pendekatan edukasi home visit. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi home visit terhadap tingkat kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di Desa Sukajadi, Kabupaten Bekasi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi eksperimen dan pendekatan comparison pretest and posttest design. Sampel penelitian berjumlah 77 responden hipertensi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale untuk menilai kepatuhan minum obat pasien hipertensi, sedangkan tekanan darah diperoleh melalui data rekam medis pasien. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test untuk menilai perbedaan tingkat kepatuhan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Penelitian menunjukkan adanya peningkatan kepatuhan minum obat setelah diberikan edukasi home visit pada pasien hipertensi dengan nilai (p < 0,05). Pasien yang menerapkan kepatuhan dalam mengonsumsi obat antihipertensi secara teratur cenderung memiliki tekanan darah yang lebih terkontrol dibandingkan dengan pasien yang tidak mengonsumsi obat antihipertensi secara teratur. Kesimpulan: Kepatuhan minum obat berpengaruh dalam pengendalian tekanan darah pada pasien hipertensi, dan edukasi home visit mendukung peningkatan kepatuhan minum obat melalui pemberian informasi terarah serta pemantauan langsung oleh tenaga kesehatan di tingkat komunitas. Peneliti selanjutnya dianjurkan untuk mengembangkan penelitian dengan menambahkan variabel lain, menerapkan metode edukasi yang berbeda, serta melibatkan jumlah sampel yang lebih besar sehingga efektivitas intervensi dalam meningkatkan kepatuhan minum obat dan pengendalian tekanan darah dapat dievaluasi secara lebih menyeluruh.
Beatrix Elizabeth; Devinta Oktaviani
2026 · Book · Open Access
Latar Belakang: Penggunaan gadget pada anak sekolah dasar terus meningkat dan berpotensi memengaruhi perkembangan interaksi sosial serta kualitas tidur. Paparan gadget yang tidak terkontrol dapat menurunkan intensitas aktivitas sosial langsung dan mengganggu pola tidur, sehingga berdampak pada proses belajar, konsentrasi, dan perkembangan psikososial anak.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan durasi penggunaan gadget dengan interaksi sosial dan kualitas tidur pada anak sekolah di SD IT Insan Taqwa.
Metode: Penelitian menggunakan desain cross sectional. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner durasi penggunaan gadget, kuesioner interaksi sosial anak sekolah, serta instrumen Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk mengukur kualitas tidur. Responden adalah siswa sekolah dasar di SD IT Insan Taqwa yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data dilakukan secara bivariat menggunakan uji korelasi Spearman.
Kesimpulan: Penelitian ini diharapkan mampu memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai keterkaitan antara durasi penggunaan gadget dengan interaksi sosial serta kualitas tidur anak sekolah, sehingga dapat dijadikan landasan dalam perencanaan upaya peningkatan kesadaran dan pencegahan, baik di lingkungan keluarga maupun di lingkungan sekolah.
Beatrix Elizabeth; Ghisela Zsazsa Pamela Tamba
2026 · Book · Open Access
Latar Belakang: Remaja perempuan usia 9-14 tahun berada pada masa pubertas dan
menstruasi, sehingga kebersihan diri penting untuk mencegah Infeksi Saluran
Reproduksi, yang secara global paling tinggi terjadi pada remaja. Kurangnya
pengetahuan, seperti jarang mencuci tangan atau mengganti pembalut jarang,
meningkatkan risiko infeksi. Semakin baik pengetahuan mengenai kebersihan diri,
semakin positif perilaku menjaga personal hygiene, sehingga edukasi kesehatan
penting untuk meningkatkan pemahaman dan praktik kebersihan diri remaja selama
menstruasi. Tujuan: Mengetahui pengaruh edukasi mengenai personal hygiene saat
menstruasi dengan menggunakan media kartu kuartet terhadap peningkatan
pengetahuan siswi Sekolah Menengah Pertama di SMP Segar. Metode: Penelitian
kuantitatif pre-eksperimen ini menggunakan desain one-group pretest-posttest
dengan total sampling terhadap 78 responden, instrumen berupa soal pilihan ganda,
dan analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil: Nilai p =
0,000 (<0,05), menunjukkan adanya pengaruh edukasi kartu kuartet terhadap
pengetahuan remaja. Kesimpulan: Edukasi kesehatan melalui kartu kuartet efektif
meningkatkan pengetahuan personal hygiene saat menstruasi pada remaja putri.
Dinda Kapinka; Retno Anggraeni Puspita Sari
2026 · Book · Open Access
Pendahuluan: Pola makan sehat pada anak usia dini sangat penting karena berpengaruh langsung terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan otak, dan daya tahan tubuh. Kebiasaan ini perlu ditanamkan sejak dini melalui peran orang tua dan guru, misalnya dengan membiasakan anak membawa bekal sehat serta membatasi konsumsi jajanan instan. Keterlibatan orang tua dalam meyiapkan, memilih, serta mengatur pola makan anak menjadi kunci dalam mendorong kebiasaan mengonsumsi makanan bergizi sekaligus mengurangi kecenderungan picky eater. Tujuan Penelitian: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang pemberian pola makan sehat dengan perilaku picky eater pada anak pra sekolah. Metode Penelitian: penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional dengan menggunakan uji analisis data uji chi-square yang digunakan untuk mengetahui hubungan antar variabel. Dalam penelitian ini sampelnya berjumlah sebanyak 70 responden. Hasil: Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai χ² hitung = 28,406 dengan p = 0,000 (p < 0,05), sehingga secara statistik terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu dengan perilaku picky eater pada anak pra sekolah. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang pemberian pola makan sehat dengan perilaku picky eater pada anak pra sekolah
Alfia Febriem; Aprilina Sartika
2026 · Book · Open Access
Latar Belakang: Indonesia masih menghadapi permasalahan stunting pada balita
yang berdampak jangka panjang terhadap kualitas kesehatan dan perkembangan
anak, dengan prevalensi nasional sebesar 19,8%. Kabupaten Bekasi merupakan
salah satu wilayah prioritas penurunan stunting, dan di wilayah kerja Puskesmas
Tambelang prevalensi stunting tercatat sebesar 0,66%, sementara ibu primipara
masih memiliki keterbatasan pengalaman dan pengetahuan dalam perawatan bayi.
Edukasi kesehatan menggunakan media audio-visual dipilih karena mampu
menyampaikan informasi secara menarik dan mudah dipahami oleh ibu primipara.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh edukasi kesehatan berbasis
media audio-visual terhadap pengetahuan pencegahan stunting pada ibu primipara
di Puskesmas Tambelang. Penelitian menggunakan desain kuantitatif quasi
eksperimen dengan rancangan one group pretest–posttest. Sampel penelitian
berjumlah 35 ibu primipara yang dipilih secara purposive sampling. Data
dikumpulkan melalui kuesioner sebelum dan sesudah intervensi dan dianalisis
menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank. Hasil: penelitian menunjukkan seluruh
responden memiliki Tingkat pengetahuan kurang pada pretest (100%). Setelah
intervensi, terjadi peningkatan pengetahuan dengan 65,7% responden berkategori
baik dan 34,3% cukup, serta nilai p = 0,000. Kesimpulan: Edukasi kesehatan
berbasis media audio-visual terbukti efektif meningkatkan pengetahuan ibu
primipara dan relevan sebagai strategi pencegahan stunting. Saran: Penelitian ini
merekomendasikan peningkatan edukasi pencegahan stunting bagi ibu primipara
sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan melalui penerapan media audio-visual secara
berkelanjutan di Puskesmas, Posyandu, dan tingkat desa. Selain itu, penelitian
selanjutnya disarankan menggunakan desain dengan kelompok kontrol, jumlah
sampel lebih besar, serta mengkaji perubahan sikap dan perilaku dengan kombinasi
metode edukasi.
Restu Syifa Meliyana; Riska Subhianti Putri
2026 · Book · Open Access
Latar Belakang: Tuberkulosis merupakan penyakit menular kronis yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Pada tahun 2024 Kemenkes RI mencatat sebanyak 889.000 kasus tuberkulosis paru di Indonesia. Hal tersebut dipengaruhi oleh determinan sosial ekonomi dan perilaku merokok sebagai faktor resiko terjadinya tuberkulosis paru. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan antara status sosial ekonomi dan perilaku merokok dengan kejadian tuberkulosis paru di Puskesmas Cibarusah Kabupaten Bekasi. Metode Penelitian: Populasi dalam penelitian ini yakni pasien Tuberkulosis Paru di Puskesmas Cibarusah, Kabupaten Bekasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian descriptive correlation dengan pendekatan Cross Sectional, mengunakan teknik Purposive Sampling yang melibatkan 92 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner status sosial ekonomi dan GN-SBQ (Glover Nilson – Smoking Behavioral Questionnaire) yang hasilnya di uji menggunakan uji korelasi Spearman. Penelitian ini juga sudah lolos uji etik dengan No:005144/UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN/2025 yang terbit pada tanggal 29 Oktober 2025. Hasil Penelitian: Hasil penelitian dari uji korelasi Spearman didapatkan adanya hubungan antara status sosial ekonomi dengan kejadian tuberkulosis paru, dengan p-value 0,000, dan juga terdapat hubungan antara perilaku merokok dengan kejadian tuberkulosis paru, dengan p-value 0,031. Kesimpulan: Hasil penelitian ini menyatakan bahwa ada hubungan antara status sosial ekonomi dan perilaku merokok dengan kejadian tuberkulosis paru di Puskesmas Cibarusah, Kabupaten Bekasi. Rekomendai: Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam upaya pencegahan tuberkulosis paru melalui pengendalian perilaku merokok dan peningkatan kesadaran kesehatan masyarakat.
Hana Priscilla Frudence Sohilait; Kholisah Ariska Bela
2026 · Book · Open Access
Latar belakang : Kanker payudara tidak hanya menyerang perempuan menopause, tetapi juga remaja putri usia 13–25 tahun, dengan 13 kasus (4,2%) terdiagnosis. Pada tahun 2021, terdapat 383 ribu kasus dan 81 ribu kematian akibat kanker payudara pada remaja dan dewasa muda di dunia. Hal ini dipengaruhi oleh rendahnya kesadaran deteksi dini, sehingga SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) direkomendasikan sebagai metode deteksi dini. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas edukasi SADARI dalam meningkatkan pengetahuan dan perilaku deteksi dini kanker payudara pada remaja putri di SMA Negeri 1 Cibitung. Metode penelitian ini menggunakan metode pre-experiment dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel ini diambil berdasarkan teknik Probabillity Sampling melalui simple random sampling. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan p-value = 0,000 < 0,05, sehingga edukasi SADARI efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan perilaku remaja. Kesimpulan edukasi kesehatan menggunakan PowerPoint dan video animasi mampu meningkatkan pengetahuan dan perilaku siswi di SMAN 1 Cibitung.
Putri Silvana; Tri Wahyuni Ismoyowati
2026 · Book · Open Access
Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi dan berisiko menimbulkan komplikasi serius apabila tidak dilakukan pencegahan sejak dini. Rendahnya tingkat kepatuhan lansia terhadap perilaku pencegahan hipertensi menjadi permasalahan kesehatan di tingkat komunitas, sehingga diperlukan upaya edukasi yang efektif dan inovatif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi CERDIK melalui media poster interaktif berbasis QR Code terhadap tingkat kepatuhan pencegahan hipertensi pada lansia di Posyandu Posyandu Tanjung Baru, Cikarang Timur Tahun 2025. Metode: ini menggunakan posyanduin kuantitatif pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 56 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Intervensi dilakukan melalui edukasi CERDIK menggunakan poster interaktif berbasis QR Code, sedangkan tingkat kepatuhan diukur menggunakan kuesioner Hypertension Self-Care Activity Level Effects (H-SCALE) yang dimodifikasi. Hasil penelitian: berdasarkan hasil dari uji Wilcoxon diperoleh bahwa sebanyak 55 responden (98,2%) mengalami peningkatan tingkat kepatuhan, tidak terdapat responden yang mengalami penurunan (0%), dan 1 responden (1,8%) tidak mengalami perubahan. Nilai signifikan sebesar p = 0,001(p < 0, 05) menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara tingkat kepatuhan sebelum dan sesudah diberikan edukasi CERDIK melalui media poster interaktif berbasis QR Code. Kesimpulan: penelitian ini Adalah edukasi CERDIK melalui media poster interaktif berbasis QR Code berpengaruh terhadap peningkatan kepatuhan pencegahan hipertensi pada lansia. Saran: Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi peneliti selanjutnya untuk mengembangkan ilmu edukasi kesehatan berbasis digital, khususnya dalam media interaktif yang saat ini semakin berkembang, sehingga intervensi promosi dan pencegahan hipertensi dapat dilakukan secara lebih efektif dan inovatif.
Cicilia Nony Ayuningsih Bratajaya; SariDewi Kishra
2026 · Book · Open Access
Latar Belakang: Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan
masyarakat yang cukup serius, tertama akibat meningkatnya kebutuhan zat besi
pada masa pertumbuhan dan terjadinya menstruasi setiap bulan. Rendahnya
pengetahuan remaja putri mengenai anemia dan upaya pencegahannya menjadi
salah satu faktor yang berkontribusi terhadap tingginya angka kejadian anemia.
Edukasi kesehatan melalui media yang interaktif dan menarik, seperti permainan
spin whell, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan partisipasi remaja
putri dalam upaya pencegahan anemia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui efektivitas edukasi permainan spin whell terhadap pengetahuan
tentang upaya pencegahan anemia pada remaja putri di SMK Islam Al-Amin
Cikarang Utara. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan
desain pre eksperimental one group pre-test post-test, dan pendekatan cros-
sectional. Sampel penelitian sebanyak 50 responden yang diberikan edukasi
permainan spin whell, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis
data yang digunakan adalah uji Wilcoxon Signed Rank. Hasil Penelitian:
Menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan remaja putri setelah diberikan
edukasi melalui permainan spin whell, dengan hasil analisis Wilcoxon yang
signiftikan (0,000 < 0,05). Kesimpulan: Edukasi menggunakan permainan spin
whell efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan upaya pencegahan anemia
pada remaja putri. Media edukasi interaktif ini dapat dijadikan alternatif sebagai
metode di sekolah SMK Islam Al-Amin Cikarang Utara untuk menurunkan resiko
anemia pada remaja putri.
Nita Aprilia; Yulta Kadang
2026 · Book · Open Access
Latar Belakang : Hipertensi adalah salah satu masalah Kesehatan yang kerap
terjadi pada lansia, yang bisa meningkatkan masalah tekanan darah tinggi
kardiovaskular seperti stroke dan penyakit jantung. Selain farmakologis, upaya
penanganan secara non farmakologis direkomendasikan untuk menurunkan
tekanan darah, karena hemat biaya dan dapat dilakukan di rumah. Tujuan : tujuan
dari kajian ini yakni untuk mengetahui pengaruh kombinasi green colour therapy
dan slow deep breathing terhadap tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di
Desa Sukarapih tahun 2025. Metode : metode yang digunakan dalam penelitian ini
ialah kuantitatif dengan desain quasi-eksperimental, one group pretest-posttest dan
pendekatan crossectional. Sampel terdiri dari 22 lansia hipertensi yang dipilih
melalui teknik purposive sampling. Intervensi dilaksanakan melalui objek
pemandangan yang berwarna hijau serta menarik napas dalam secara lambat
sebanyak 5 kali selama 10 sampai dengan 15 menit dan dilakukan 2 siklus setiap
hari selama 7 hari. Pengukuran tekanan darah dilaksanakan sebelum serta setelah
intervensi dengan tensimeter digital. Hasil Penelitian : hasilnya yakni terdapat
adanya penurunan signifikan pada tekanan darah setelah intervensi. Uji Wilcoxon
Signed Rank Test memperlihatkan skor p = 0,000 dimana p < 0,05 artinya terdapat pengaruh signifikan dari kombinasi green colour therapy dan slow deep breathing
terhadap tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Kesimpulan: Pada kajian ini
yakni menunjukan gabungan green colour therapy dan slow deep breathing efektif
dalam menurunkan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Disarankan untuk
penelitian berikutnya yakni bida dijadikan referensi serta bisa dikombinasikan
dengan terapi yang lain sebagai upaya menunjukkan perubahan dalam manajemen
untuk hasil yang lebih efektif.
Piya Febrianti; Retno Anggraeni Puspita Sari
2026 · Book · Open Access
Latar belakang : Lansia merupakan kelompok usia yang rentan mengalami risiko jatuh akibat proses penuaan yang menyebabkan penurunan kekuatan otot, keseimbangan postural, dan kemampuan mobilitas. Risiko jatuh pada lansia dapat menimbulkan dampak serius seperti cedera, fraktur, penurunan kemandirian, hingga kematian. Salah satu intervensi nonfarmaologis yang direkomendasikan untuk menurunkan risiko jatuh adalah otago exercise programme. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh otago exercise programme terhadap risiko jatuh pada lansia di desa sukajaya kabupaten bekasi. Metode: penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan pre- eksperimental one group pretest-posttest sample penelitian berjumlah 54 lansia yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen pengukuran risiko jatuh menggunakan Berg Balance Scale (BBS). Intervensi Otago Exercise Programme diberikan sebanyak tiga kali dalam satu minggu. Data dianalisis menggunakan uji wilcoxon signed rank test. Hasil: Hasil univariat dengan menggunakan uji non parametrik test yaitu uji wilcoxon signed rank test hasil perhitungan statistik menunjukan nilai asymp.Sig. (2-tailed) 0,000 karena nilai P< 0,05. yang berarti terdapat pengaruh dalam menurunkan resiko jatuh setelah di berikan intervensi. Kesimpulan: Otago Exercise Programme memiliki pengaruh dalam menurunkan risiko jatuh pada lansia di desa sukajaya kabupaten bekasi dan direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan untuk pencegahan resiko jatuh pada lansia.
Abdul Zaki; Mila Sartika
2026 · Book · Open Access
Latar Belakang: Anemia masih menjadi masalah kesehatan yang banyak dialami oleh remaja putri dan dapat berdampak pada penurunan konsentrasi belajar, kelelahan, serta menurunnya produktivitas sehari-hari. Salah satu faktor yang diduga berperan terhadap kejadian anemia adalah kualitas tidur. Pada masa remaja terjadi perubahan ritme sirkadian yang menyebabkan kecenderungan tidur lebih larut, ditambah dengan beban akademik dan penggunaan gawai yang dapat menurunkan kualitas tidur. Kondisi ini berpotensi mengganggu keseimbangan metabolisme tubuh dan proses pembentukan hemoglobin sehingga meningkatkan risiko terjadinya anemia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMP Negeri 1 Cabangbungin tahun 2025. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 84 siswi remaja putri yang dipilih sesuai kriteria penelitian. Kualitas tidur diukur menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), sedangkan kejadian anemia ditentukan berdasarkan pemeriksaan kadar hemoglobin menggunakan alat Hb meter dengan batas anemia <12 g/dL. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 57,1% responden memiliki kualitas tidur buruk dan 56,0% responden mengalami anemia. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05) yang menandakan adanya hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan kejadian anemia pada remaja putri. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMP Negeri 1 Cabangbungin.
Beatrix Elizabeth; Regita Anjani
2026 · Book · Open Access
Latar Belakang: Anak dengan tunagrahita memiliki keterbatasan fungsi intelektual dan kemampuan menyesuaikan diri sehingga berdampak pada aktivitas hariannya termasuk dalam kemandirian makan. Untuk mengembangkan kemampuan tersebut, anak memerlukan pendekatan dukungan keluarga dalam pendampingan pelatihan secara bertahap dan konsisten. Kurangnya dukungan keluarga menyebabkan anak akan ketergantungan pada orang lain dan kesulitan mencapai kemandirian dalam aktivitas makan. Tujuan: untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kemandirian makan (eating activities) pada anak tunagrahita. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan Sampel ini menggunakan total sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas sehingga valid dan layak digunakan, kemudian dianalisis menggunakan Uji Chi-Square. Hasil: uji chi-square test diperoleh nilai p-value = 0.023 (p < 0.05), maka H0 ditolak dan Ha diterima yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara Dukungan Keluarga Dengan Kemandirian Makan (Eating Activities) Pada Anak Tunagrahita. Kesimpulan: Semakin baik dukungan keluarga, maka semakin tinggi tingkat kemandirian makan pada anak tunagrahita. Oleh karena itu, perlunya keterlibatan langsung dari keluarga dalam membimbing pelatihan kemandirian anak untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.
Laras Laura Lanjani; Tri Wahyuni Ismoyowati
2026 · Book · Open Access
Latar Belakang: Data IARC (International Agency for Research on Cancer)
tahun 2022 mencatat hampir 20 juta kejadian kanker baru dan hampir 10 juta
merenggut nyawa manusia. Terdapat efek samping dari kemoterapi seperti mual
muntah penurunan kadar hemoglobin, leukosit yang menjadi sumber kelemahan.
Maka dari itu dukungan keluarga dan perilaku caring perawat diperlukan.
Tujuan Penelitian: untuk mengetahui hubungan korelasi antara dukungan
keluarga dengan kualitas hidup dan perilaku caring dengan kualitas hidup.
Metode Penelitian dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif design
deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional pada pasien kanker 80
populasi dengan teknik yang digunakan purposive sampling. Dengan jumlah
sampel yang digunakan sebanyak 67 responden pasien kanker yang menjalani
kemoterapi, keseluruhan data diperoleh menggunakan alat ukur kuesioner dan
di uji menggunakan analisis statistik spearman rank. Hasil Penelitian: dari hasil
analisis uji statistik memperoleh nilai pada variabel dukungan keluarga dengan
kualitas hidup dengan p value sebesar 0,887 (p>0,005). Sedangkan pada variabel
perilaku caring perawat dengan kualitas hidup memperoleh hasil p value sebesar
0,804 (p>0,005), artinya dari kedua variabel yang diuji tidak terdapat hubungan
yang signifikan. Kesimpulan hasil dinyatakan tidak signifikan bisa saja terjadi
dikarenakan kualitas hidup dapat dipengaruhi oleh faktor lain diluar variabel
yang diteliti Saran: Diharapkan pasien tidak hanya bergantung pada satu sumber
dukungan akan tetapi mencari sumber lain seperti bergabung dalam komunitas/kelompok penderita kanker serta dapat mengelola koping dan manajemen stress dengan baik.
Hana Priscilla Frudence Sohilait; Nasyafat Pangestining Tyas
2026 · Book · Open Access
Latar Belakang: UNESCO (2025) mencatat 264 juta mahasiswa global pada 2023 dengan tingkat partisipasi 43%. Di Indonesia, Badan Pusat Statistik (2025) melaporkan 8.467.714 mahasiswa, termasuk 856.961 di Jawa Barat. International Coffee Organization (2024) menyebut konsumsi kopi global mencapai 177 juta kantong. Di Jawa Barat, 93,4% mahasiswa memiliki kualitas tidur buruk dan sekitar 90% mengalami penurunan konsentrasi belajar. Tujuan: Menganalisis hubungan konsumsi kopi dengan kualitas tidur dan konsentrasi belajar pada mahasiswa tingkat akhir Universitas Medika Suherman tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain observasional analitik dan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 73 responden yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner konsumsi kopi, Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), serta kuesioner konsentrasi belajar yang disebarkan melalui Google Form. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Penelitian ini telah lulus uji etik dengan nomor 000948. Hasil: Responden memiliki konsumsi kopi tidak berisiko (84.9%) dan kualitas tidur buruk (95,9%), namun sebagian besar menunjukkan konsentrasi belajar tinggi (79,5%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan konsumsi kopi tidak berhubungan signifikan terhadap kualitas tidur (p = 0,456), begitupun hasil terhadap konsentrasi belajar (p = 0,833). Kesimpulan: Konsumsi kopi tidak berpengaruh terhadap kualitas tidur dan konsentrasi belajar mahasiswa tingkat akhir. Mahasiswa disarankan mengatur konsumsi kopi dan menerapkan gaya hidup sehat, sedangkan penelitian selanjutnya perlu mempertimbangkan faktor stres, manajemen waktu, dan kondisi psikologis.
Mila Sartika; Niar Grasyela
2026 · Book · Open Access
Latar Belakang: Masalah konsentrasi belajar masih banyak dialami siswa
sekolah dasar. Studi pendahuluan di SD Negeri Cikarang Kota 01 menunjukkan
banyak siswa kelas V mengalami kesulitan berkonsentrasi seperti mudah
terdistraksi dan sering melamun. Tujuan: Menganalisis hubungan kebiasaan
sarapan pagi, pola tidur, motivasi belajar, dan lingkungan belajar dengan
konsentrasi belajar anak kelas V SD Negeri Cikarang Kota 01. Metode:
Penelitian kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional pada 42
siswa menggunakan total sampling. Instrumen meliputi Barkley Child Attention
Scale (BCAS), kuesioner kebiasaan sarapan pagi, Children's Sleep Habits
Questionnaire (CSHQ), kuesioner motivasi belajar, dan What Is Happening in
This Class (WIHIC). Data dianalisis dengan uji Chi-Square (α=0,05). Hasil:
Sebanyak 50% siswa memiliki konsentrasi rendah (n=21), 33,3% tinggi (n=14),
dan 16,7% sedang (n=7). Terdapat hubungan signifikan antara motivasi belajar
dengan konsentrasi belajar (χ²=14,344; p=0,006; C=0,505) dengan 69,2% siswa
motivasi tinggi memiliki konsentrasi tinggi. Kebiasaan sarapan pagi (p=0,092),
pola tidur (p=0,147), dan lingkungan belajar (p=0,670) tidak menunjukkan
hubungan signifikan. Kesimpulan: Motivasi belajar merupakan satu-satunya
faktor yang berhubungan signifikan dengan konsentrasi belajar. Saran: Sekolah
mengembangkan program peningkatan motivasi belajar melalui metode
pembelajaran interaktif, sistem reward, dan menciptakan suasana belajar
menyenangkan.
Deril Nurul Fajar; Riska Subhianti Putri
2026 · Book · Open Access
Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan seperti stroke, penyakit jantung, dan gangguan ginjal. Lansia mengalami hipertensi akibat perubahan fisiologis pada sistem kardiovaskular. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk membantu mengontrol tekanan darah adalah pemberian jus tomat yang mengandung kalium dan likopen sebagai antioksidan yang berperan dalam menurunkan tekanan darah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jus tomat terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di Puskesmas Tambelang. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain true experimental dengan pendekatan pretest-posttest with control group design. Sampel penelitian berjumlah 24 responden lansia dengan hipertensi yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan masing-masing 12 responden. Kelompok intervensi diberikan jus tomat selama 7 hari, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan intervensi. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan sphygmomanometer. Analisis data univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok intervensi seluruh responden mengalami penurunan tekanan darah setelah pemberian jus tomat. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,002 (p < 0,05) yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara tekanan darah sebelum dan sesudah pemberian jus tomat. Sementara itu pada kelompok kontrol diperoleh nilai p = 0,414 (p > 0,05) yang menunjukkan tidak terdapat perubahan tekanan darah yang signifikan. Kesimpulan: Pemberian jus tomat berpengaruh terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di Puskesmas Tambelang sehingga dapat dijadikan sebagai terapi komplementer nonfarmakologis dalam pengendalian hipertensi.
Intan Eva; Triseu Setianingsih
2026 · Book · Open Access
Latar Belakang: Kesehatan mental remaja merupakan kondisi penting yang menentukan
kemampuan mereka untuk menghadapi tekanan hidup, berinteraksi sosial, dan mengembangkan
potensi diri secara optimal. Remaja yang mengalami gangguan kesehatan mental cenderung
menunjukkan gejala depresi, kecemasan, dan stres, yang dapat mengganggu kehidupan sehari-hari
dan prestasi akademik. Salah satu faktor risiko yang signifikan adalah fatherless, yaitu
ketidakhadiran peran ayah secara fisik maupun emosional, yang berpotensi menurunkan rasa
percaya diri, meningkatkan kecemasan, serta memengaruhi regulasi emosi remaja. Selain itu,
kemampuan remaja dalam mengatasi tekanan dipengaruhi oleh mekanisme koping yang mereka
gunakan. Strategi koping adaptif dapat memperkuat kesehatan mental, sementara koping maladaptif
dapat memperburuk kondisi psikologis. Penggunaan media sosial yang cenderung negatif juga
berdampak pada kesehatan mental, karena dapat memicu perbandingan sosial, kecemasan, dan stres.
Di sisi lain, pengalaman bullying yang sering, baik di dunia nyata maupun melalui dunia maya,
meningkatkan risiko gangguan psikologis dan menurunkan kesejahteraan emosional remaja. Dengan
memahami faktor-faktor ini secara simultan, penelitian ini bertujuan memberikan gambaran
komprehensif tentang determinan kesehatan mental remaja. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui hubungan fatherless, mekanisme koping, media sosial, dan bullying dengan kesehatan
mental remaja di SMAN X tahun 2026. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif
dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner fatherless, mekanisme koping, media sosial,
bullying dan DASS-Y yang disebarkan kepada seluruh populasi (purposive sampling) sebanyak 72
responden berusia 15–16 tahun. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi spearman karena data
tidak terdistribusi normal. Hasil: Penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara
fatherless dengan kesehatan mental (r= 0,505; p= 0,000) dengan kekuatan hubungan sedang.
Mekanisme koping memiliki hubungan paling kuat dengan kesehatan mental (r= 0,619; p= 0,000),
diikuti oleh pengalaman bullying (r= 0,551; p= 0,000) dan dampak negatif penggunaan media sosial
(r= 0,523; p= 0,000).Kesimpulan: Kondisi fatherless, mekanisme koping, penggunaan media sosial,
dan pengalaman bullying secara signifikan berhubungan dengan kesehatan mental remaja. Strategi
koping adaptif dapat menjadi faktor protektif, sedangkan ketidakhadiran ayah, paparan media sosial
negatif, dan bullying meningkatkan risiko gangguan psikologis. Temuan ini menegaskan pentingnya
dukungan keluarga, pendidikan koping yang sehat, pengawasan penggunaan media sosial, serta
pencegahan bullying untuk menjaga kesehatan mental remaja
Alivia Nur Rachmanadia; Hana Priscilla Frudence Sohilait
2026 · Book · Open Access
Latar Belakang: Syncope merupakan kondisi hilangnya kesadaran secara tiba-tiba dan sementara akibat penurunan aliran darah ke otak, yang sering terjadi pada remaja di lingkungan sekolah. Kurangnya pengetahuan mengenai penanganan awal syncope berpotensi meningkatkan risiko cedera sekunder. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi pertolongan pertama pada syncope berbasis audiovisual terhadap tingkat pengetahuan siswa di SMK Kesehatan Tambun Islamic School. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan one group pretest-posttest. Populasi sekaligus sampel berjumlah 86 siswa yang dipilih menggunakan tenik total sampling. Instrumen Penelitian berupa kuesioner pilihan ganda sebanyak 10 butir yang telah diuji validitas (r hitung 0,517-0,786; p <0,05) dan reliabilitas (Cronbach’s Alpha = 0,812). Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkal signifikansi 0,05. Hasil: Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sebagian besar siswa berada pada kategori pengetahuan baik (57,0%), cukup (34,9%), dan kurang (8,1%). Setelah diberikan edukasi audiovisual, seluruh siswa (100%) berada pada kategori baik. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z = -8,109 dengan Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,000 (p <0,05), sehingga pengaruh yang signifikan dari edukasi pertolongan pertama pada syncope berbasis audiovisual terhadap peningkatan tingkat pengetahuan siswa.
Kesimpulan: Pada Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa edukasi pertolongan pertama pada syncope berbasis audiovisual efektif meningkatkan tingkat pengetahuan siswa secara bermakna. Rekomendasi: Pihak sekolah diharapkan agar metode ini dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam kurikulum sekolah serta dikembangkan pada Penelitian selanjutnya dengan desain kontrol dan evaluasi retensi jangka panjang.
Inden; Tri Wahyuni Ismoyowati
2026 · Book · Open Access
Latar Belakang: Stroke merupakan salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan di dunia.
Hipertensi menjadi faktor risiko utama karena dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah otak
secara progresif. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang tanda dan gejala awal stroke
menyebabkan keterlambatan penanganan. Tujuan: Mengetahui pengaruh edukasi FAST berbasis
audiovisual terhadap deteksi dini pencegahan stroke pada masyarakat dengan hipertensi di Desa
Sukaindah Kabupaten Bekasi Tahun 2026 Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif
dengan desain One Group Pretest–Posttest. Populasi berjumlah 596 penderita hipertensi, dengan
sampel 86 responden menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa
kuesioner 15 pertanyaan yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Intervensi dilakukan melalui
pemutaran video edukasi FAST selama 10–15 menit. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon
Signed Rank Test. Hasil: Seluruh responden mengalami peningkatan skor setelah intervensi. Nilai
p-value = 0,000 (p < 0,05) menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara skor pretest dan
posttest. Kesimpulan: Edukasi FAST berbasis audiovisual berpengaruh signifikan dalam
meningkatkan deteksi dini pencegahan stroke pada masyarakat dengan hipertensi.Saran: Edukasi
FAST berbasis audiovisual dapat diterapkan secara berkelanjutan di masyarakat sebagai upaya
meningkatkan deteksi dini stroke serta dapat dikembangkan pada penelitian selanjutnya dengan
jumlah sampel yang lebih besar.