Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Koleksi Perpustakaan

Koleksi otomatis dari Perpustakaan

4.010 item publik

Publikasi

Halaman 126 dari 201

SOSIALISASI DAN EDUKASI PENANGANAN AWAL KECELAKAAN KERJA DI PT JAYA BARU UTAMA FURNITURE INTERIOR MANUFACTURING JAKARTA TAHUN 2018

Wardani Arsyad
2022 · Book · Open Access

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan guna mengurangi angka kecelakaan kerja pada industry-industri kecil. Kecelakaan kerja sebesar 25 % dari berbagai sector industri berada di sector manufaktur. Angka ini relatif sangat besar mengingat banyaknya sector industri yang ada. PT Jaya Baru Utama Funiture Interior adalah suatu perusahaan Funiture Interior yang berada di kota Jakarta. PT Jaya Baru Utama Funiture Interior termasuk perusahaan dengan kelas menengah yang dilihat dari banyaknya karyawan, dll. Seperti yang telah dikatakan di awal, kecelakaan kerja di industri funiture relatif lebih tinggi. Di lain sisi, industry mebel adalah industri yang berhubungan erat dengan risiko bahaya yang dapat terjadi karena berhubungan dengan alat perkakas yang memiliki risiko terjadinya kecelakaan kerja. Oleh karena itulah, Pengenalan K3 pada PT Jaya Baru Utama Funiture Interior dilakukan. Materi yang disampaikan berupa pengenalan K3 terhadap karyawan – karyawan PT Jaya Baru Utama Funiture Interior. Pengenalan materi K3 ini diharapkan nantinya ditindaklanjuti oleh pihak manajemen PT Jaya Baru Utama Funiture Interior dengan memberikan pelatihan – pelatihan yang sesuai dengan bahan baku, mesin – mesin, tata ruang pabrik, dan tindakan darurat pada PT Jaya Baru Utama Funiture Interior karena K3 pada suatu hal dengan suatu hal lainnya berbeda penanganannya, sehingga hal ini diserahkan kelanjutannya pada pihak manajemen (pimpinan) PT Jaya Baru Utama Funiture Interior. Pengenalan K3 hanya ditujukan sebagai pengingat akan pentingnya K3 di industri funiture di PT Jaya Baru Utama Funiture Interior. Pada PT Jaya Baru Utama Funiture Interior, implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sudah berjalan cukup baik karena di Industri ini penyelenggara pekerjaan telah menyediakan alat pelindung diri (APD) bagi para pekerja dan sosialisasi K3 juga sudah dilakukan oleh pihak manajemen.

PENERAPAN LATIHAN ERGONOMI DALAM MENURUNKAN GANGGUAN MUSKULOSKLETAL DI LINGKUNGAN KERJA INDUSTRIAL KELURAHAN PASIRGOMBONG

Suanda Saputra
2022 · Book · Open Access

Kejadian musculoskeletal disorder merupakan suatu gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh aktifitas fisik yang tidak sesuai dengan ergonomic. Pada tahun 2003, World Health Organization (WHO) melaporkan Musculoskeletal Disorder’s (MSDs) adalah penyakit akibat kerja yang paling banyak terjadi dan diperkirakan mencapai 60% dari semua penyakit akibat kerja. Begitu juga di Indonesia Departemen Kesehatan RI tahun 2005 melaporkan terdapat 40,5% pekerja mempunyai gangguan kesehatan yang berhubungan dengan pekerjaan diantaranya yang tertinggi adalah gangguan muskuloskeletal sebanyak 16%. Musculoskeletal Disorder’s dapat disebabkan oleh kontribusi berbagai faktor risiko antara lain faktor individu, faktor pekerjaan atau biomekanik dan faktor psikososial. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengetahui Faktor pekerjaan yang berhubungan dengan gangguan muskuloskeletal dapat berasal dari pajanan ergonomi berupa postur janggal, gerakan statis dan berulang, dari permasalahan yang ada kemudian akan dilakukan penerapan pelatihan Ergonomi yang dimana merupakan ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam kaitannya dengan pekerjaan mereka. Metode yang digunakan melalui pelatihan ergonomi dengan perancangan suatu sistem di mana letak lokasi kerja, metode kerja, peralatan, mesin-mesin, dan lingkungan kerja sesuai dengan keterbatasan fisik dan sifat-sifat pekerja. Prinsip utama dalam kegiatan pelatihan ergonomi adalah menyerasikan pekerjaan dengan pekerja atau “fitting the job to the worker”. Occupational Safety and Health Administration (OSHA) merekomendasikan suatu tindakan ergonomik untuk mengatasi keluhan muskuloskeletal melalui dua cara, yaitu rekayasa teknik pada desain stasiun dan alat kerja, dan rekayasa manajemen pada organisasi kerja. Dengan adanya aplikasi ergonomi dalam pekerjaan, diharapkan angka cedera dan kesakitan dalam melakukan pekerjaan dapat dikurangi, produktivitas dan keselamatan kerja meningkat yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan fisik, mental dan sosial pekerja. Pengabdian ini dilaksanakan di industrial pembuatan tas daerah pasir gombong di bulan Juli 2019.

PENDAMPINGAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA PERAWAT DI RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA CIBINONG

Wardani Arsyad
2022 · Book · Open Access

Pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui observasi untuk menentukan permasalahan dalam aktivitas perawat di Rumah Sakit. Observasi hanya difokuskan kepada perawat rumah sakit. Berdasarkan observasi yang telah dilakukan didapatkan bahwa kondisi lingkungan kerja di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong memiliki potensial hazard fisik, kimia dan biologi serta fisiologi dan para pekerja tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) pada saat bekerja yang memungkinkan terjadinya kecelakaan kerja. Tujuan dalam kegiatan pengabdian karyawan Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong memiliki pengetahuan mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3); memperoleh pengetahuan mengidentifikasi potensi bahaya di tempat kerja dan tindakan pencegahan kecelakaan kerja; dan memperoleh pengetahuan mengenai jenis-jenis APD (Alat Pelindung Diri). Metode pelaksanaan pengabdian adalah pendekatan advokasi, sosialisasi dan konsultan/fasilitator program K3. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian ini dalam bentuk penyuluhan, pelatihan dan pendampingan yang telah dilaksanakan kepada karyawan Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong untuk memperoleh pengetahuan mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), memperoleh pengetahuan mengidentifikasi potensi bahaya di tempat kerja dan tindakan pencegahan kecelakaan kerja; dan memperoleh pengetahuan mengenai jenis-jenis APD (Alat Pelindung Diri). Hasil pendampingan pengabdian adalah tersusunnya kebijakan manajemen puncak dalam bentuk komitmen K3, terbentuknya struktur penanggung jawab K3 (P2K3), dan pelatihan identifikasi bahaya sebagai syarat pembuatan SOP. Harapannya keberlanjutan SMK3 akan menjadi budaya bagi setiap karyawan di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong.

SOSIALISASI DAN EDUKASI PENANGANAN AWAL KECELAKAAN KERJA DI PT JAYA BARU UTAMA FURNITURE INTERIOR MANUFACTURING JAKARTA TAHUN 2018

Wardani Arsyad
2022 · Book · Open Access

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan guna mengurangi angka kecelakaan kerja pada industry-industri kecil. Kecelakaan kerja sebesar 25 % dari berbagai sector industri berada di sector manufaktur. Angka ini relatif sangat besar mengingat banyaknya sector industri yang ada. PT Jaya Baru Utama Funiture Interior adalah suatu perusahaan Funiture Interior yang berada di kota Jakarta. PT Jaya Baru Utama Funiture Interior termasuk perusahaan dengan kelas menengah yang dilihat dari banyaknya karyawan, dll. Seperti yang telah dikatakan di awal, kecelakaan kerja di industri funiture relatif lebih tinggi. Di lain sisi, industry mebel adalah industri yang berhubungan erat dengan risiko bahaya yang dapat terjadi karena berhubungan dengan alat perkakas yang memiliki risiko terjadinya kecelakaan kerja. Oleh karena itulah, Pengenalan K3 pada PT Jaya Baru Utama Funiture Interior dilakukan. Materi yang disampaikan berupa pengenalan K3 terhadap karyawan – karyawan PT Jaya Baru Utama Funiture Interior. Pengenalan materi K3 ini diharapkan nantinya ditindaklanjuti oleh pihak manajemen PT Jaya Baru Utama Funiture Interior dengan memberikan pelatihan – pelatihan yang sesuai dengan bahan baku, mesin – mesin, tata ruang pabrik, dan tindakan darurat pada PT Jaya Baru Utama Funiture Interior karena K3 pada suatu hal dengan suatu hal lainnya berbeda penanganannya, sehingga hal ini diserahkan kelanjutannya pada pihak manajemen (pimpinan) PT Jaya Baru Utama Funiture Interior. Pengenalan K3 hanya ditujukan sebagai pengingat akan pentingnya K3 di industri funiture di PT Jaya Baru Utama Funiture Interior. Pada PT Jaya Baru Utama Funiture Interior, implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sudah berjalan cukup baik karena di Industri ini penyelenggara pekerjaan telah menyediakan alat pelindung diri (APD) bagi para pekerja dan sosialisasi K3 juga sudah dilakukan oleh pihak manajemen.

PEMANFAATAN TERAPI ACCUPRESURE DALAM MENURUNKAN RASA NYERI DSIMINORHE PADA REMAJA DESA SUKAKARYA

Armi
2022 · Book · Open Access

Terapi merupakan salah satu cara untuk dapat mengatasi gangguan kesehatan seperti Dismenore dan ini merupakan keluhan ginekologis yang paling umum diantara wanita dewasa dan remaja. Hal ini apabila tidak dilakukan tindakan yang tepat akan menyebabkan ketidaknyamanan dalam aktivitas fisik sehari-hari. Untuk mengurangi nyeri haid dapat dilakukan dengan cara farmakologi dan non farmakologi. Terapi non farmakologi di kenal sebagai terapi yang lebih aman dari pada terapi faramakologi yang cenderung memiliki efek samping membahayakan yang ditimbulkan dari obat-obatan. Terapi non faramakologi hadir sebagai terapi yang murah, mudah dan tidak membahayakan, salah satu terapi non farmakologi adalah terapi akupresur. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Seung-Hun Cho, menunjukkan Akupresur dapat mengurangi rasa sakit dan kecemasan khas dismenorea. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan selama 3 hari di Dessa Sukakarya yang dihadiri oleh 34 remaja. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini dalam pemanfaatan terapi akupresur dapat dilihat dari adanya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan remaja putri tentang teknik relaksasi akupresur untuk mengatasi nyeri haid sehingga remaja putri dapat mengurangi kebiasaan konsumsi obat – obatan atau jamu untuk mengurangi nyeri haid.

PEMBERDAYAAN MASAYARAKAT MELALUI PEMANFAATAN DAUN BINAHONG SEBAGAI TERAPI DALAM MENURUNKAN HIPERTENSI DI DESA BANTARJAYA

Suanda Saputra
2022 · Book · Open Access

Kegiatan Pengabdian Masyarakat melalui penyuluhan dan edukasi bagi masyarakat yang memiliki keluhan kesehatan khusunya adalah pada lansia yang memiliki gangguan kesehatan berupa hipertensi dengan tekanan darah diatas 140/90mmHg. Hipertensi tidak menunjukan banyak gejala bagi penderitanya akan tetapi banyak juga yang merasakan efek dari tekanan darah naik, sehingga gejala tersebut perlu dikurangi atau diobati menggunakan terapi herbal salah satunya dengan pemberian air rebusan daun binahong. Daun binahong (Anredera cordifolia) adalah daun yang berasal dari bahan alami mengandung nitrit oksidan dan saponin yang menstabilkan aliran darah yang membawa nutrisi ketiap jaringan sel dan menurunkan kadar kolesterol, sebagai antioksidan, antivirus, antikarsinogenik dan manipulator fermentasi lumen. Obat herbal ini sangat praktis, murah dan mudah serta dapat dibuat oleh siapapun baik keluarga maupun penderitanya sendiri. Cara mudah ini masih banyak masyarakat yang belum mengetahui kandungannya dapat menurunkan hipertensi dan jarang dilakukan oleh masyarakat ketika mengalami tekanan darah meningkat. Kegiatan pengabdian melalui pemberdayaan masyarakat ini dilakukan pada 20 orang lansia yang mengalami hipertensi dan 10 orang lansia yang tidak mengalami lansia. Tim pelaksanaan pengabdian memberikan penyuluhan serta pelatihan cara membuat rebusan daun binahong yang berada di desa Bantarjaya. Dimana Daun binahong sangat mudah di dapat di daerah ini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berjalan dengan lancar terlihat dari antusiasme warga yang ingin mengetahui cara pembuatannya sehingga tim pengabdian melakukan pendampingan dari rumah ke rumah untuk memastikan masyarakat dapat membuatnya dengan baik dan benar.