Lewati ke konten utama
Beranda / Koleksi

COLLECTION

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Koleksi otomatis dari Skripsi/Tugas Akhir

579 item publik

Publikasi

Halaman 15 dari 29

HUBUNGAN SIKLUS KEMOTERAPI DENGAN STATUS NUTRISI PADA PASIEN KANKER PAYUDARA YANG MENJALANI KEMOTERAPI DI RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA CIBINONG

DESI PURNAMASARI
2025 · Thesis · Open Access

Kanker payudara adalah kanker paling umum pada wanita yang memerlukan terapi kemoterapi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara siklus kemoterapi dan status nutrisi pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan analisis data univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan melibatkan 40 responden dari 64 pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi pada Januari 2025. Status nutrisi pasien diukur menggunakan kuesioner Malnutrition Screening Tool (MST). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 55% responden menjalani siklus kemoterapi ke-3 (dengan pemberian obat 6-8 jam), 50% memiliki indeks massa tubuh (IMT) kategori berat badan normal, dan 52,5% menunjukkan status nutrisi yang baik. Penelitian ini menemukan hubungan signifikan antara siklus kemoterapi dan status nutrisi dengan nilai p 0,010 (P 0,05). Disarankan agar rumah sakit memonitor status nutrisi pasien secara rutin dan memberikan intervensi gizi yang sesuai, seperti konsultasi dengan ahli gizi, untuk mendukung pemulihan dan peningkatan status nutrisi pasien.

Hubungan Kepatuhan Transfusi Darah dengan Kualitas Hidup Pada Pasien Anak Thalasemia Mayor Di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong

DWI ASTIKA SARI
2025 · Thesis · Open Access

Thalasemia Mayor merupakan penyakit kronis yang umum di negara Mediterania dan Asia Tenggara, dengan prevalensinya yang semakin meningkat. Kepatuhan merupakan penanganan utama dalam menjalani rutinitas transfusi pada penderita Thalasemia. Penderita Thalasemia dianjurkan rutin menjalankan transfusi darah, menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh sehingga penderita tetap bisa beraktivitas seperti biasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepatuhan transfusi darah dan kualitas hidup pada pasien Thalasemia Mayor. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain korelasional dan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini mengunakan non probability sampling dengan cara pendekatan purposive sampling. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner untuk kepatuhan Transfusi darah dan kualitas hidup dengan kuesioner PedsQL. Populasi dalam penelitian ini yaitu 50 populasi pasien yang berkunjung di unit Thalasemia RS Sentra Medika Cibinong. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 45 orang. Data diolah dan dianalisa secara bertahap sesuai dengan tujuan penelitian menggunakan komputerisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, hasil uji Gamma, didapatkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,570 hasil p value = 0,006 atau 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan korelasi positif sedang dan signifikan antara kepatuhan transfusi darah dengan kualitas hidup pasien, sehingga jika pasien memiliki tingkat kepatuhan transfusi darah yang tinggi maka akan mempunyai kualitas hidup yang baik. Thalassemia Major is a chronic disease common in Mediterranean and Southeast Asian countries, with increasing prevalence. Compliance is the main treatment in undergoing routine transfusions in Thalassemia patients. Thalassemia patients are advised to undergo routine blood transfusions, maintain health and endurance so that patients can continue their activities as usual. This study aims to determine blood transfusion compliance and quality of life in Thalassemia Major patients. This type of research is quantitative research with a correlational design and cross-sectional approach. The sampling technique in this study used non-probability sampling with a purposive sampling approach. Data were obtained by distributing questionnaires for blood transfusion compliance and quality of life with the PedsQL questionnaire. The population in this study was 50 patient populations who visited the Thalassemia unit of Sentra Medika Cibinong Hospital. The sample in this study amounted to 45 people. The data were processed and analyzed in stages according to the research objectives using computerization. The results of the study showed that, the results of the Gamma test, obtained a correlation coefficient value of 0.570 p value = 0.006 or 0.05. So it can be concluded that there is a moderate and significant positive correlation between blood transfusion compliance and patient quality of life, so that if patients have a high level of blood transfusion compliance, they will have a good quality of life.

Efektivitas Edukasi Menggunakan Pamflet Dan Media Video Terhadap Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang SADARI Di SMAN 3 Tambun Selatan Tahun 2024

ANGGIE WIDYASWARA
2025 · Thesis · Open Access

Remaja adalah periode transisi antara masa kanak-kanak dan dewasa, di mana mereka sering menghadapi berbagai isu kesehatan, termasuk risiko kanker payudara. Minimnya pengetahuan remaja mengenai pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) menjadi fokus utama penelitian ini. Edukasi tentang SADARI sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja dalam deteksi dini kanker payudara. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi efektivitas edukasi menggunakan pamflet dan media video terhadap tingkat pengetahuan remaja putri tentang SADARI di SMAN 3 Tambun Selatan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan quasi-experimental dan desain two-group pre-post test. Populasi penelitian terdiri dari 598 remaja putri, dengan teknik total sampling yang melibatkan 592 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan. Hasil uji non-parametrik Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi (sig.) sebesar 0.000, yang mengindikasikan adanya efektivitas edukasi SADARI menggunakan pamflet dan media video terhadap tingkat pengetahuan remaja. Sebagian besar remaja kurang peduli terhadap kesehatan payudara. Oleh karena itu, penting bagi remaja untuk menjadikan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) sebagai kebiasaan rutin dalam memantau kesehatan payudara mereka. Dengan demikian, edukasi yang tepat dapat meningkatkan kesadaran dan tindakan preventif di kalangan remaja.

Hubungan Kepatuhan Transfusi Darah Dengan Kualitas Hidup Pada Pasien Anak Thalasemia Mayor Di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong

JUMROTUL BADRIYAH
2025 · Thesis · Open Access

Thalasemia Mayor merupakan penyakit kronis yang umum di negara Mediterania dan Asia Tenggara, dengan prevalensinya yang semakin meningkat. Kepatuhan merupakan penanganan utama dalam menjalani rutinitas transfusi pada penderita Thalasemia. Penderita Thalasemia dianjurkan rutin menjalankan transfusi darah, menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh sehingga penderita tetap bisa beraktivitas seperti biasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepatuhan transfusi darah dan kualitas hidup pada pasien Thalasemia Mayor. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain korelasional dan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini mengunakan non probability sampling dengan cara pendekatan purposive sampling. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner untuk kepatuhan Transfusi darah dan kualitas hidup dengan kuesioner PedsQL. Populasi dalam penelitian ini yaitu 50 populasi pasien yang berkunjung di unit Thalasemia RS Sentra Medika Cibinong. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 45 orang. Data diolah dan dianalisa secara bertahap sesuai dengan tujuan penelitian menggunakan komputerisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, hasil uji Gamma, didapatkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,570 hasil p value = 0,006 atau 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan korelasi positif sedang dan signifikan antara kepatuhan transfusi darah dengan kualitas hidup pasien, sehingga jika pasien memiliki tingkat kepatuhan transfusi darah yang tinggi maka akan mempunyai kualitas hidup yang baik.

HUBUNGAN STUNTING DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR, MOTORIK HALUS, BAHASA DAN BICARA, SOSIALISASI DAN KEMANDIRIAN USIA BATITA DI PUSKESMAS CIKARANG UTARA KABUPATEN BEKASI

AHSAN FILLAH EL FAIZ
2025 · Thesis · Open Access

UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN PENDIDIKAN PROFESI NERS Skripsi, Januari 2025 Nama : Ahsan Fillah El Faiz & Nadia Luthfi Rahman Nim : 121070001 & 122070160 HUBUNGAN STUNTING DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR, MOTORIK HALUS, BAHASA DAN BICARA, SOSIALISASI DAN KEMANDIRIAN ANAK USIA BATITA DI PUSKESMAS CIKARANG UTARA ABSTRAK Latar Belakang: Stunting merupakan gangguan pertumbuhan anak di karenakan kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang yang di tandai dengan tinggi badan di bawah standar pada umur nya dan Stunting merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang utama di masyarakat Indonesia, stunting menjadi masalah yang serius di karenakan berhubungan dengan perkembangan dengan resiko sakit dan kematian yang lebih besar yang akan mempengaruhi kualitas sumber daya manusia di kemudian hari. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada Hubungan Stunting dengan Perkembangan Motorik Kasar, Motorik Halus, Bahasa dan Bicara, Sosialisasi dan Kemandirian Di Puskesmas Cikarang Utara Kabupaten Bekasi. Metode Penelitian: Jenis penelitian kuantitatif dengan desain Korelasional dengan pendekatan cross-sectional atau yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antar variabel yang di teliti. Populasi pada penelitan ini yaitu anak batita yang berjumlah 1.945 batita, setelah di masukan ke rumus slovin jumlah smapel pada penelitian ini sebanyak 96 batita dengan menggunakan metode Non probality dengan jenis purposive sampling. Hasil Penelitian: Hasil uji Chi-square pada variable stunting yang berhubungan dengan perkembangan motorik kasar dengan nilai p-value sebesar 0,034 dengan nilai odds rationya sebesar 0,405. Berdasarkan uji statistik chi-square di dapati nilai (p-value) sebesar 0,011 dengan nilai odds rationya sebesar 0,336. Hasil uji stutistik chi-square di dapati nilai (p-value) sebesar 0,012 dengan nilai odds rationya sebesar 0,322. Hasil uji stutistik statistik chi-square di dapati nilai (p-value) sebesar 0,026 dengan nilai odds rationya sebesar 0,381. Kesimpulan: Berdasarkan hasil yang di atas didapati hubungan yang signifikan antara variabel stunting dengan perkembangan motorik halus, motorik kasar, bicara dan bahasa, sosialisasi dan kemandirian.

Efektifitas perawatan luka menggunakan minyak virgin coconut oil terhadap luas luka decubitus pada pasien tirah baring di ICU RS.sentra medika cisalak,Depok .Jawa barat 2025

LINDA SITI FATIMAH
2025 · Thesis · Open Access

Pasien tirah baring yang mengalami imobilisasi dalam jangka panjang rentan terhadap luka decubitus akibat tekanan berkepanjangan pada sirkulasi darah. Luka decubitus dapat menyebabkan komplikasi serius seperti infeksi, anemia, Hipoalbumin hingga kematian. Berdasarkan data di ICU Rumah Sakit Sentra Medika Cisalak, Depok, Jawa Barat, pada periode November 2024 hingga Januari 2025, tercatat 30 kasus luka decubitus dari total 118 pasien. Sementara, dengan perawatan luka menggunakan Virgin coconut oil (VCO) diketahui memiliki sifat antimikroba dan antiinflamasi, yang berpotensi mempercepat penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perubahan kondisi luka decubitus sebelum dan sesudah intervensi menggunakan VCO, serta menganalisis efektivitas VCO dalam proses penyembuhan luka pada pasien tirah baring. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif melalui metode quasi-experimental dengan pendekatan one group pre-post test. Sampel terdiri dari 30 pasien tirah baring menggunakan teknik purposive sampling dan uji wilcoxon.. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi melalui langkah-langkah sebelum dan sesudah intervensi dengn intrumennya terdiri dari pasien tirah baring yang terdapat luka decubitus, minyak Virgin coconut oil (VCO), dan skala norton. Kemudian, data dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil menunjukkan bahwa adanya perbedaan yang signifikan antara grade luka dekubitus sebelum dan setelah intervensi dengan nilai p=0.001. Dari total 30 pasien, sebanyak 12 pasien (40%) mengalami perbaikan luka dekubitus, sementara 18 pasien (60%) tidak mengalami perubahan, dan tidak ada pasien yang mengalami peningkatan tingkat luka. Hasil ini mengindikasikan bahwa intervensi perawatan luka menggunakan Virgin coconut oil (VCO) terbukti efektif dan aman dalam membantu proses penyembuhan luka dekubitus pada pasien tirah baring.

Faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas tidur pada lansia di Desa Sukaringin Wilayah kerja puskesmas sukatenang

TIA BADRINA ALPI
2025 · Thesis · Open Access

Latar belakang : Pada orang lanjut usia mekanisme tidur ini terjadi lebih lama di sebabkan oleh ketidakmauan untuk mengawali tidur lebih awal, mempertahankan jam tidur ataupun bangun lebih awal dengan di sertai rasa tidak nyaman. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui hubungan antara riwayat penyakit, aktivitas fisik, lingkungan, kecemasan terhadap kualitas tidur pada lansia di Desa Sukaringin Wilayah Kerja Puskesmas Sukatenang. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sukaringin. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lansia yang berada di Desa Sukaringin. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik purposive Sampling dengan jumlah 81 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan kusioner kualitas tidur, Aktivitas Fisik, Lingkungan dan Kecemasan. Hasil Penelitian : penelitian dari uji Chi-Square didapatkan adanya hubungan antara aktivitas fisik, lingkungan, riwayat penyakit, kecemasan terhadap kualitas tidur lansia di Desa Sukaringin. Didapatkan nilai p-value secara berturut-turut 0,001, 0,004, 0,001, 0,030. Kesimpulan: hasil penelitian ini yaitu ada hubungan antara aktivitas fisik, lingkungan, riwayat penyakit dan kecemasan terhadap kualitas tidur pada lansia di Desa Sukaringin Wilayah kerja Puskesmas Sukatenang.

PENGARUH TERAPI RENDAM AIR HANGAT TERHADAP PENURUNAN DERAJAT EDEMA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK POST HEMODIALISIS RUMAH SAKIT HARAPAN BUNDA JAKARTA TAHUN 2024

DYTYA AMALIA ROMADHAN
2025 · Thesis · Open Access

Gagal ginjal menimbulkan tanda dan gejala pada tubuh penderitanya seperti sesak nafas, pusing, lemas, mual dan muntah, gelisah, sering haus, sulit buang air kecil, dan edema anasarka (Nurbadriyah, 2021). Menurut Ryski dan Guyton dalam Isroin (2016), edema pada jaringan mempengaruhi kekuatan otot. Hal ini karena hingga setengah jumlah cairan bebas menembus ke dalam interstitium, meningkatkan jarak difusi nutrisi dan oksigen dari kapiler ke jaringan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi rendam air hangat terhadap penurunan derajat edema pasien gagal ginjal kronik post hemodialisis. Penelitian ini menggunakan metode Quasy Experiment. Hasil penelitian ini menunjukkan ada 18 (72%) orang yang mengalami penurunan derajat edema dengan nilai p-value dari uji Wilcoxon sebesar 0,000 menunjukan bahwa ada pengaruh terapi rendam air hangat terhadap penurunan derajat edema pasien gagal ginjal kronik post hemodialisis Rumah Sakit Harapan Bunda Jakarta Tahun 2024. Saran untuk pasien agar dapat dapat menerapkan latihan yang sudah diajarkan dalam penelitian ini secara berkelanjutan untuk membantu mengontrol derajat edema selama periode interdialitik.

Efektifitas perawatan luka menggunakan minyak virgin coconut oil terhadap luas luka decubitus pada pasien tirah baring diICU RS Sentra Medika Cisalak, Depok.jawa barat 2025

HERLIANA JAYA FITRI
2025 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Pasien tirah baring yang mengalami imobilisasi dalam jangka panjang rentan terhadap luka decubitus akibat tekanan berkepanjangan pada sirkulasi darah. Luka decubitus dapat menyebabkan komplikasi serius seperti infeksi, anemia, Hipoalbumin hingga kematian. Berdasarkan data di ICU Rumah Sakit Sentra Medika Cisalak, Depok, Jawa Barat, pada periode November 2024 hingga Januari 2025, tercatat 30 kasus luka decubitus dari total 118 pasien. Sementara, dengan perawatan luka menggunakan Virgin coconut oil (VCO) diketahui memiliki sifat antimikroba dan antiinflamasi, yang berpotensi mempercepat penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perubahan kondisi luka decubitus sebelum dan sesudah intervensi menggunakan VCO, serta menganalisis efektivitas VCO dalam proses penyembuhan luka pada pasien tirah baring. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif melalui metode quasi-experimental dengan pendekatan one group pre-post test. Sampel terdiri dari 30 pasien tirah baring menggunakan teknik purposive sampling dan uji wilcoxon.. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi melalui langkah-langkah sebelum dan sesudah intervensi dengn intrumennya terdiri dari pasien tirah baring yang terdapat luka decubitus, minyak Virgin coconut oil (VCO), dan skala norton. Kemudian, data dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil menunjukkan bahwa adanya perbedaan yang signifikan antara grade luka dekubitus sebelum dan setelah intervensi dengan nilai p = 0.001. Dari total 30 pasien, sebanyak 12 pasien (40%) mengalami perbaikan luka dekubitus, sementara 18 pasien (60%) tidak mengalami perubahan, dan tidak ada pasien yang mengalami peningkatan tingkat luka. Hasil ini mengindikasikan bahwa intervensi perawatan luka menggunakan Virgin coconut oil (VCO) terbukti efektif dan aman dalam membantu proses penyembuhan luka dekubitus pada pasien tirah baring. Kata Kunci: Luka Decubitus, Virgin coconut oil, Penyembuhan Luka, Pasien Tirah Baring.

HUBUNGAN MOTIVASI, MEKANISME KOPING DAN DUKUNGAN TEMAN SEBAYA TERHADAP TINGKAT STRES MAHASISWA TAHUN PERTAMA DI PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN TAHUN 2024.

HELMALIA OKTAVIANI
2025 · Thesis · Open Access

Latar belakang: Dalam fase transisi yang dialami remaja, termasuk mahasiswa, berbagai tekanan kerap muncul. Perubahan ini dapat menjadi tantangan bagi mahasiswa tahun pertama yang harus beradaptasi dengan lingkungan baru. Jika tekanan ini tidak dikelola dengan tepat, dapat berkembang menjadi stres. Stres adalah proses interaksi terus-menerus yang melibatkan orang dengan lingkungan dan saling mempengaruhi yang disebut transaksional. Faktor-faktor seperti motivasi, mekanisme koping, dan dukungan teman sebaya dapat mempengaruhi tingkat stres seseorang. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara motivasi, mekanisme koping, dan dukungan teman sebaya terhadap tingkat stres mahasiswa tahun pertama di program studi sarjana keperawatan universitas medika suherman tahun 2024. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasi dan pendekatan cross-sectional, populasi dalam penelitian ini sebanyak 40 responden menggunakan teknik non-probability sampling dengan metode purposive-sampling, maka total sampel menjadi 38 responden. Hasil: Hasil menunjukkan adanya hubungan antara motivasi (p-value=0.046), mekanisme koping (p-value=0.032), dan dukungan teman sebaya (p-value=0.024) terhadap tingkat stres mahasiswa tahun pertama. Kesimpulan: terdapat hubungan motivasi, mekanisme koping dan dukungan teman sebaya terhadap tingkat stres mahasiswa tahun pertama di program studi sarjana keperawatan universitas medika suherman tahun 2024.

HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK TERHADAP NYERI KEPALA PADA PASIEN LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI PUSKESMAS KECAMATAN KEDUNGWARINGIN

ARDYA FIRANTI MUTIARA NURSOPIAN
2025 · Thesis · Open Access

Latar belakang : Hipertensi adalah kondisi dimana tekanan darah sistolik mencapai 140 mmHg diastolik 90 mmHg. Aktivitas fisik dengan nyeri kepala yang menyebabkan pembuluh darah menyempit akibatnya jaringan mengalami penurunan kadar oksigen (O2) dan peningkatan karbon dioksida (CO2) terjadinya proses metabolisme anaerob. Tujuan Penelitian : Mengetahui Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Nyeri Kepala Pada Pasien Lansia Hipertensi Di Puskesmas Kecamatan Kedungwaringin. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Desain penelitian : Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik. Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Kecamatan Kedungwaringin. Teknik sampling yang digunakan yaitu teknik total sampling dengan jumlah 91 responden pada lansia 55-90 tahun. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner aktivitas dengan nyeri pada pasien lansia. Hasil Penelitian : Berdasarkan aktivitas fisik dan intensitas nyeri paling banyak yaitu aktivitas fisik ringan dengan 22 responden (71%) mengalami nyeri sedang, aktivitas fisik ringan 9 responden (29%) mengalami nyeri berat. Dan aktivitas fisik sedang 4 responden (11,4%) mengalami nyeri ringan, sedangkan aktivitas fisik sedang 31 responden (88,6%) mengalami nyeri sedang. Tidak ada aktivitas fisik sedang yang mengalami nyeri berat dan aktivitas fisik berat yakni 25 responden (100%) mengalami nyeri ringan. Namun, tidak ada nyeri sedang maupun nyeri berat dalam kategori aktivitas fisik berat. Hasil penelitian dari uji Chi-Square didapatkan adanya Hubungan Aktivitas Fisik Terhadap Nyeri Kepala Pada Pasien Lansia dengan nilai p-value 0,000 (p0,05). Kesimpulan : Adanya Hubungan Aktivitas Fisik Terhadap Nyeri kepala Pada Pasien Lansia di Puskesmas Kecamatan Kedungwaringin.

HUBUNGAN STUNTING DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR, MOTORIK HALUS, BAHASA DAN BICARA, SOSIALISASI DAN KEMANDIRIAN USIA BATITA DI PUSKESMAS CIKARANG UTARA KABUPATEN BEKASI

NADIA LUTHFI RAHMAN
2025 · Thesis · Open Access

UNIVERSITAS MEDIKA SUHERMAN (UMS) PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN PENDIDIKAN PROFESI NERS Skripsi, Januari 2025 Nama : Ahsan Fillah El Faiz & Nadia Luthfi Rahman Nim : 121070001 & 122070160 HUBUNGAN STUNTING DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR, MOTORIK HALUS, BAHASA DAN BICARA, SOSIALISASI DAN KEMANDIRIAN ANAK USIA BATITA DI PUSKESMAS CIKARANG UTARA ABSTRAK Latar Belakang: Stunting merupakan gangguan pertumbuhan anak di karenakan kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang yang di tandai dengan tinggi badan di bawah standar pada umur nya dan Stunting merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang utama di masyarakat Indonesia. Stunting menjadi masalah yang serius di karenakan berhubungan dengan perkembangan dengan resiko sakit dan kematian yang lebih besar yang akan mempengaruhi kualitas sumber daya manusia di kemudian hari. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Stunting dengan Perkembangan Motorik Kasar, Motorik Halus, Bahasa dan Bicara, Sosialisasi dan Kemandirian Di Puskesmas Cikarang Utara Kabupaten Bekasi. Metode Penelitian: Jenis penelitian kuantitatif dengan desain Korelasional dan pendekatan cross-sectional. Populasi pada penelitan ini yaitu anak batita yang berjumlah 1.945 batita, setelah di masukan ke rumus slovin jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 96 batita dengan menggunakan metode Non probality dengan jenis purposive sampling. Pengambilan data menggunakan lembar kuesioner KPSP. Analisis data menggunakan uji statistik Chi-square. Hasil Penelitian: Dari hasil analisis uji statistik chi-square variabel perkembangan motorik kasar dan stunting yang di baca dari Continuity Correction di dapati nilai (p-value) sebesar 0,028, PR 1483, CI 1,042-2.109, CC 0.240. Variabel perkembangan morotik halus dan stunting yang di baca dari Continuity Correction di dapati nilai (p-value) sebesar 0,020, PR 1.580. CI 1.070-2.335, CC 0,251. Variabel perkembangan bahasa dan bicara dan stunting yang di baca dari Continuity Correction di dapati nilai (p-value) sebesar 0,022, PR 1.435. CI 1.048-1.996, CC 0,248. Variabel perkembangan sosialisasi dan kemandirian dan stunting yang di baca dari Continuity Correction di dapati nilai (p-value) sebesar 0,044, PR 1.448. CI 1.015-2.066, CC 0,222 Kesimpulan: Berdasarkan hasil di atas dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara variabel stunting dengan perkembangan motorik halus, motorik kasar, bicara dan bahasa, sosialisasi dan kemandirian. Kata Kunci: Stunting, Perkembangan Motorik Kasar, Perkembangan Motorik Halus, Perkembangan Bahasa dan Bicara, Perkembangan Sosialisasi dan Kemandirian. MEDIKA SUHERMAN UNIVERSITY (UMS) BACHELOR OF NURSING EDUCATION STUDY PROGRAM NERS PROFESSION Thesis, January 2025 Name: Ahsan Fillah El Faiz & Nadia Luthfi Rahman Nim: 121070001 & 122070160 HSTUNTING CLUSTER WITH THE DEVELOPMENT OF GROSS MOTOR SKILLS, FINE MOTOR, LANGUAGE AND SPEECH, SOCIALIZATION AND INDEPENDENCE OF TODDLERS AT THE NORTH CIKARANG HEALTH CENTER ABSTRACT Background: Stunting is a child's growth disorder due to chronic malnutrition and recurrent infections that are characterized by substandard height at their age and stunting is one of the main health problems in Indonesian society. Stunting is a serious problem because it is related to development with a greater risk of illness and death which will affect the quality of human resources in the future. Objective: This study aims to determine the relationship between stunting and gross motor development, fine motor, language and speech, socialization and independence in the North Cikarang Health Center, Bekasi Regency. Research Methods: A type of quantitative research with a Correlational design and a cross-sectional approach. The population in this research is 1,945 toddlers, after being entered into the slovin formula, the number of samples in this study is 96 toddlers using the Non-probality method with a type of purposive sampling. Data collection uses KPSP questionnaire sheets. Data analysis uses the Chi-square statistical test. Research Results: From the results of the analysis of the chi-square statistical test of gross motor development and stunting variables read from Continuity Correction, a value (p-value) of 0.028, PR 1483, CI 1.042-2.109, CC 0.240 was obtained. The variables of subtle morothic development and stunting read from Continuity Correction were found to have a value (p-value) of 0.020, PR 1,580. CI 1,070-2,335, CC 0.251. The variables of language and speech development and stunting read from Continuity Correction were found to have a value (p-value) of 0.022, PR 1,435. CI 1,048-1,996, CC 0.248. The variables of socialization and independence and stunting development read from Continuity Correction were found to have a value (p-value) of 0.044, PR 1,448. CI 1.015- 2.066, CC 0.222. Conclusion: Based on the above results, it can be concluded that there is a significant relationship between stunting variables and fine motor development, gross motor, speech and language, socialization and independence. Keywords: Stunting, Gross Motor Development, Fine Motor Development, Language and Speech Development, Socialization and Independence Development.

HUBUNGAN LAMA MENDERITA DM DAN OBESITAS DENGAN KEJADIAN DIABETIC PERIPHERAL NEUROPATHY (DPN) PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI KLINIK “X” CIKARANG TIMUR TAHUN 2025

ANITA PUJI RAHAYU
2025 · Thesis · Open Access

HUBUNGAN DURASI LAMA MENDERITA DIABETES MELITUS (DM) DAN OBESITAS DENGAN KEJADIAN DIABETIC PERIPHERAL NEUROPATHY (DPN) PADA PASIEN DENGAN DIABETES MELITUS TIPE II DI KLINIK X CIKARANG TIMUR TAHUN 2025. ABSTRAK Diabetic Peripheral Neuropathy (DPN) merupakan salah satu komplikasi utama pada pasien Diabetes Melitus (DM) tipe II yang mengalami peningkatan prevalensi. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kejadian DPN meningkat sebesar 65% dari total 80 pasien yang menjalani pengobatan, dengan obesitas sebagai faktor risiko yang umum. Mengingat tingginya angka kejadian Diabetic peripheral neuropathy (DPN), penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara lama menderita DM dan obesitas dengan kejadian Diabetic peripheral neuropathy (DPN) pada pasien Diabetes Melitus (DM) tipe II di Klinik X, Cikarang Timur tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Data dikumpulkan melalui teknik observasi terhadap 80 pasien DM tipe II. Hubungan antara variabel dianalisis menggunakan uji Spearman Rank untuk menentukan kekuatan dan arah hubungan antara durasi menderita DM, obesitas (BMI), dan kejadian Diabetic Peripheral Neuropathy (DPN). Analisis menunjukkan bahwa durasi DM memiliki hubungan positif dengan kejadian DPN (r = 0,324; p = 0,003), yang berarti semakin lama seseorang menderita DM, semakin tinggi risiko mengalami Diabetic Peripheral Neuropathy (DPN). Sebaliknya, hubungan antara durasi DM dan obesitas tidak signifikan (r = -0,180; p = 0,110). Selain itu, obesitas juga tidak memiliki hubungan signifikan dengan kejadian DPN (r = 0.060; p = 0,598). Penelitian ini menegaskan bahwa lama menderita DM merupakan faktor utama yang berhubungan dengan kejadian DPN, sedangkan obesitas tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan durasi DM maupun Diabetic Peripheral Neuropathy (DPN). Hasil ini menyoroti pentingnya pengelolaan DM jangka panjang untuk mencegah komplikasi Diabetic Peripheral Neuropathy (DPN).

HUBUNGAN KONSUMSI UPF (ULTRA PROCESSED FOOD), TINGKAT STRES, KUALITAS HIDUP DENGAN KEJADIAN PASIEN CKD (CHRONIC KIDNEY DISEASE) DI RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA CISALAK

TRI RAHAYU HIKMAH KURNIATIN
2025 · Thesis · Open Access

Latar belakang Chronic Kidney Desease (CKD) merupakan kerusakan ginjal, baik fungsional maupun struktural yang sudah berlangsung selama 3 bulan atau bersifat progresif yang memburuk, dengan prevalensi di Rumah Sakit Sentra Medika Cisalak sebesar 3,49%. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan konsumsi UPF, tingkat stres, kualitas hidup dengan grade pasien CKD. Metode penelitian ini menggunakan jenis kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi yaitu seluruh pasien CKD yang berjumlah 121 responden atau jumlah sampel sebanyak 93 responden secara random sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuisioner FFQ (Food Frequency Questionnaire), PSS (Perceived Stress Scale) dan WHOQOL (World Health Organization Quality of Life). Hasil analisis univariat menunjukkan mayoritas responden laki-laki berusia 40-60 tahun dengan pendidikan terakhir perguruan tinggi, di mana sebagian besar mengonsumsi UPF secara berlebihan dan memiliki tingkat stres rendah, namun kualitas hidup mereka dinilai buruk. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan konsumsi UPF (p-value 0,016) dan tingkat stres (p-value 0,044) dengan pasien CKD. Namun demikian, hal ini tidak ditemukan pada hubungan kualitas hidup dengan pasien CKD di Rumah Sakit Sentra Medika Cisalak.

Pengaruh Pendidikan Kesehatan menggunakan Kombinasi Metode Ceramah dan Media Index Card Match terhadap Pengetahuan dan Sikap Siswi tentang Anemia di SMPN 1 Cikarang Utara

FARIDA FASHA DAVINA
2025 · Thesis · Open Access

Anemia menjadi perhatian serius karena prevalensinya yang tinggi mencapai 29,9% pada remaja putri di dunia. Meskipun pemerintah telah berupaya menurunkannya, konsumsi konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri hanya 16,7% pada tahun 2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pendidikan kesehatan melalui kombinasi ceramah dan media index card match terhadap pengetahuan dan sikap siswi di SMPN 1 Cikarang Utara. Metode penelitian ini berjenis kuantitatif dengan menggunakan desain Quasi Experiment dan pendekatan two group pretest-posttest design with control group. Populasi penelitian adalah siswi usia 13-14 tahun di kelas VIII SMPN 1 Cikarang Utara. Sampel sebanyak 136 responden ditentukan dengan rumus Isaac & Michael, terbagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2024. Hasil nilai rerata pengetahuan kelompok eksperimen 9,49 dan post-test 13,94 sedangkan kelompok kontrol nilai pre-test 9,09 dan post-text 9.12. Rerata nilai sikap kelompok eksperimen untuk pre-test 49,38 dan post-text 54,40 sedangkan kelompok kontrol nilai pre-test 46,24 dan post-test 46,28. Hasil analisis uji Wilcoxon menunjukkan terdapat pengaruh pendidikan kesehatan melalui penggunaan ceramah dan media index card match terhadap pengetahuan siswi mengenai anemia dengan p-value=0.000 (00.05) dan memberikan pengaruh bagi sikap siswi mengenai anemia dengan p-value=0.000 (P0.05). Terdapat perbedaan yang signifikan pada kelompok eksperimen dibandingkan kelompok kontrol, dengan uji Mann Whitney dengan p-value=0.000 (P0.05). Melalui penelitian ini, para siswi dapat lebih mudah memahami informasi terkait anemia, sehingga diharapkan mampu menerapkan langkah-langkah pencegahan yang tepat.

Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Stunting Dengan Perilaku Pencegahan Stunting Pada Anak (0-5 Tahun) Di Posyandu Wilayah Puskesmas Cikarang

AULIA YASMIN MULYANA PUTRI
2025 · Thesis · Open Access

Stunting adalah kondisi pertumbuhan anak terhambat sehingga menyebabkan tinggi badan lebih rendah disandingkan dengan umurnya. WHO (2022) menyatakan 148,1 juta (22,3%) balita mengalami stunting. Prevalensi stunting tahun 2022 pada balita di Indonesia 21,6%, di Jawa Barat 20,2%, dan tahun 2024 di Posyandu Wilayah Puskemas Cikarang 3,6%. Pengetahuan seorang ibu mengenai stunting memiliki pengaruh dalam membentuk perilaku yang mendukung pencegahan stunting dan memastikan anak mendapatkan asupan nutrisi yang seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan ibu mengenai stunting dengan perilaku pencegahannya di anak usia 0-5 tahun di Posyandu Wilayah Puskesmas Cikarang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 99 ibu dengan anak usia 0-5 tahun, yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner guna mengukur tingkat pengetahuan dan perilaku pencegahan. Analisis data dilaksanakan menggunakan uji Chi square. Hasil penelitian mengindikasikan adanya hubungan antara pengetahuan ibu mengenai stunting dan upaya pencegahannya, bernilai p = 0,018 (p≤0,05) dan Odds Ratio 2,935. Temuan ini menemukan bahwa tingkat pengetahuan ibu berpengaruh terhadap perilaku pencegahan stunting anak usia 0-5 tahun di Posyandu Wilayah Puskesmas Cikarang. Kata kunci : Anak, Pengetahuan, Perilaku Pencegahan, Stunting

Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Stunting Dengan Perilaku Pencegahan Stunting Pada Anak (0-5 Tahun) Di Posyandu Wilayah Puskesmas Cikarang

HOERUDIN
2025 · Thesis · Open Access

Stunting adalah kondisi pertumbuhan anak terhambat sehingga menyebabkan tinggi badan lebih rendah disandingkan dengan umurnya. WHO (2022) menyatakan 148,1 juta (22,3%) balita mengalami stunting. Prevalensi stunting tahun 2022 pada balita di Indonesia 21,6%, di Jawa Barat 20,2%, dan tahun 2024 di Posyandu Wilayah Puskemas Cikarang 3,6%. Pengetahuan seorang ibu mengenai stunting memiliki pengaruh dalam membentuk perilaku yang mendukung pencegahan stunting dan memastikan anak mendapatkan asupan nutrisi yang seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan ibu mengenai stunting dengan perilaku pencegahannya di anak usia 0-5 tahun di Posyandu wilayah Puskesmas Cikarang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 99 ibu dengan anak usia 0-5 tahun, yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner guna mengukur tingkat pengetahuan dan perilaku pencegahan. Analisis data dilaksanakan menggunakan uji Chi square. Hasil penelitian mengindikasikan adanya hubungan antara pengetahuan ibu mengenai stunting dan upaya pencegahannya, bernilai p = 0,018 (p≤0,05) dan Odds Ratio 2,935. Temuan ini menemukan bahwa tingkat pengetahuan ibu berpengaruh terhadap perilaku pencegahan stunting anak usia 0-5 tahun di Posyandu wilayah Puskesmas Cikarang.

Pengaruh Edukasi Kesehatan melalui Media Audio Visual Terhadap Tingkat Pengetahuan Orang tua tentang Faktor Resiko Stunting pada batita di wilayah Kecamatan Kedung Waringin

NAFIZA DEWI PERTIWI
2025 · Thesis · Open Access

ABSTRAK Latar belakang : Stunting adalah kondisi gagal tumbuh yang umum terjadi pada balita akibat kekurangan gizi yang berkepanjangan, terutama dalam seribu hari pertama kehidupan. Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa lebih dari 200 juta balita di seluruh dunia mengalami stunting, Indonesia menempati urutan kelima tertinggi dalam prevalensinya. Jawa Barat, prevalensi stunting mencapai 24,5%, menunjukkan bahwa isu ini masih menjadi tantangan serius dalam kesehatan anak. Pendidikan kesehatan yang efektif, penting untuk meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai faktor risiko stunting. Salah satu metode yang terbukti efektif adalah penggunaan media audio visual, yang mampu menarik perhatian dan mempermudah pemahaman. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh edukasi kesehatan yang disampaikan melalui media audio visual terhadap pengetahuan orang tua mengenai faktor risiko stunting pada batita di Kecamatan Kedung Waringin. Metode: Metode yang diterapkan adalah kuantitatif dengan desain preeksperimental one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 63 orang tua yang memiliki anak berusia 1 hingga 3 tahun, diambil menggunakan teknik total sampling. Pengukuran tingkat pengetahuan dilakukan dengan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 46,0% menjadi 71,4% setelah edukasi. Uji Wilcoxon Signed-Rank menunjukkan nilai p 0,001, yang menandakan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan orang tua setelah mengikuti edukasi kesehatan. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa edukasi kesehatan melalui media audio visual terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan orang tua tentang faktor risiko stunting. Disarankan agar intervensi ini diintegrasikan ke dalam program pendidikan kesehatan masyarakat. Saran: diharapkan orang tua dapat mengambil langkah-langkah yang tepat dalam mencegah stunting, sehingga dapat meningkatkan kesehatan dan pertumbuhan anak-anak mereka. Kata kunci: Edukasi Kesehatan, Media Audio Visual, Pengetahuan Orang Tua, Stunting.