Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Persepsi Harga Terhadap Kinerja Usaha Warung Tradisional di Kelurahan Karangraharja Cikarang Utara
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan (X₁) dan persepsi harga (X₂) terhadap kinerja usaha warung tradisional (Y), baik secara parsial maupun simultan, di Kelurahan Karangraharja, Cikarang Utara. Pesatnya ekspansi ritel modern menjadi tantangan serius bagi eksistensi ekonomi kerakyatan berskala mikro di wilayah ini. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah pemilik warung tradisional di Kelurahan Karangraharja, dengan ukuran sampel minimal sebanyak 80 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin pada tingkat margin of error 5%. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan penyebaran kuesioner terstruktur dengan Skala Likert. Analisis data diolah menggunakan bantuan program SPSS versi 26, meliputi uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, analisis koefisien determinasi (R²), serta pengujian hipotesis melalui uji t dan uji F.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Secara parsial, Kualitas Pelayanan (X₁) tidak berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Usaha (Y) dengan nilai (t hitung) sebesar 1,524 dan nilai signifikansi 0,132 (> 0,05). Kualitas pelayanan personal yang ramah telah dianggap sebagai standar baku kewajaran sosiologis antar-tetangga sehingga tidak menjadi penggerak utama omzet. (2) Secara parsial, Persepsi Harga (X₂) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Usaha (Y) dengan nilai (t hitung) sebesar 4,543 dan nilai signifikansi 0,000 (< 0,05). Fleksibilitas harga dan opsi pembelian eceran menjadi senjata kompetitif utama warung tradisional. (3) Secara simultan, Kualitas Pelayanan (X₁) dan Persepsi Harga (X₂) berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Usaha (Y) dengan nilai (F hitung) sebesar 23,495 dan signifikansi 0,000 (< 0,05). Nilai Adjusted R sebesar 0,617menunjukkan bahwa kombinasi kedua variabel tersebut berkontribusi sebesar 61,7% terhadap variasi kinerja usaha, sedangkan sisanya sebesar 38,3% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian ini.